NovelToon NovelToon
Dear Dave

Dear Dave

Status: sedang berlangsung
Genre:Crazy Rich/Konglomerat / Dikelilingi wanita cantik / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:26k
Nilai: 5
Nama Author: Rahma AR

Dave yakin guru tk para keponakannya adalah perempuan yang menjadikannya sebagai sasaran kekalahannya dalam permainan true or dare dua malam yang lalu.

Bisa bisanya perempuan yang suka clubbing jadi guru tk. Bagaimana nanti masa depan keponakan keponakannya?

Semoga suka♡♡♡

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rahma AR, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Orang tua Rhea

Nafas papanya makin memburu. Sikap papanya makin tantrum dan matanya memancarkan kemarahan yang amat sangat pada putri bungsunya.

"Dijebak siapa?! Kamu jangan bohong. Kelihatannya kalian suka sama suka. Atau kamu lebih suka papa nikahin dengan dia?!'

HAAA??!!! Lebih ngga masuk akal lagi. Dia ngga kemal dengan laki laki itu.

Rhea merasa rahangnya kaku.

"Katakan siapa namanya. Papa akan minta pertanggungjawaban dia," sentak papanya lagi.

Rhea menggelengkan kepalanya frustasi.

"Pa, aku udah bilang kalo aku dijebak. Aku ngga kenal laki laki itu."

Mama dan papanya saling pandang.

"Kamu ngga kenal dia..... tapi...., kok, bisa.....?" Mamanya malah yang shock.

"Mama!" kaget Rhea ketika tubuh mamanya sempat limbung.

"Mama.!" Kakak perempuannya yang baru keluar dari kamar karena mendengar suara menggelegar papanya, ikutan berseru panik ketika melihat kondisi lemah mamanya.

Papanya yang sudah lebih dulu memegang tubuh istrinya, menatapnya khawatir.

"Ma, kamu ngga apa apa?" tanya papanya Rhea-Nazar sambil mengamati wajah pucat istrinya.

"Maaf, ma..... Maaf....." Air mata Rhea mengalir deras. Dia takut mamanya kenapa kenapa. Apalagi dia yang jadi penyebabnya.

"Rhea...... Laen kali..... Kamu harus hati hati.....," ucap mamanya terbata dan perlahan.

"Iya, ma. Iya. Maafkan Rhea...... Maafkan Rhea....."

"Rhea! Kamu benar benar keterlaluan! Besok kamu ngga boleh nolak lagi. Papa sudah pusing dengan kelakuan kamu. Besok kamu harus terima perjodohan yang diusulkan tante kamu. Biar nanti suami kamu aja yang ngarahin kamu!" Papanya memijat kepalanya berulang kali setelah melontarkan kalimat kalimat panjangnya.

Rhea menggelengkan kepalanya. Tangisnya makin kencang.

"Nurut, ya, Rhea. Sekali ini aja kamu turuti keinginan papa kamu," bujuk mamanya dengan suara lirihnya.

Kakaknya juga menatapnya dengan penuh permohonan. Papanya sudah benar benar murka.

Rhea akhirnya terpaksa mengangguk.

"Kalo foto kamu tersebar, papa ngga yakin perjodohan ini akan berjalan lancar." Papanya menghembuskan nafas berat. Tangannya terus saja memijat kepalanya.

"Lain kali hati hati Rhea kalo milih teman," ucap kakaknya-Vidya yang lebih tua dua tahun darinya dengan lembut.

Rhea hanya bisa menganggukkan kepalanya. Selama ini dia baik baik aja bersama mereka. Ngga tau kenapa malam ini nasibnya apes.

"Tante pasti bisa mengurus kamu," ucap papanya-Nazar lagi.

"Nanti biar tantemu yang akan menyeleksi calon jodoh kamu. Dia harus laki laki yang bisa mengendalikan kesukaanmu clubbing," sambungnya lagi.

Rhea merinding mendengarnya. Tantenya itu sampai sekarang saja belum nikah. Beliau adik papa satu satunya. Kata papa, dulu calon suaminya meninggal karena kecelakaan, padahal beberapa bulan lagi mereka akan menikah. Setelah itu tantenya tidak mau menerima laki laki lain.

Yang menyebalkan Rhea, kenapa tantenya harus sibuk mencarikan jodoh buatnya. Umurnya belum tiga puluh, baru dua puluh delapan. Lagi pula kalo tantenya saja bisa ngga menikah, dia juga bisa. Rhea terus menggerundel dalam hati

"Kamu harus belajar hidup hemat, Rhea. Tanpa kartu kredit yang tagihannya selalu over limit. Gaji kamu aja ngga pernah cukup. Kalo kamu terus begini, ngga akan ada laki laki yang mau sama kamu, kecuali dipaksa nikah karena papa memberikannya saham."

Rhea terpaksa mendengarkan semua omelan papanya. Dia ngaku salah. Apalagi tadi melihat keadaan mamanya yang sempat ngedrop

Tapi menghukumnya ngga harus gini juga, kan. Rhea merasa masa depannya sudah gelap.

"Sekarang kamu ke kamar. Beresin barang barang kamu. Nanti asisten Papa yang akan beliin kamu tiket pesawat buat besok." Kemudian dia menatap putri tertuanya yang sudah menikah.

Rhea tergugu mendengarnya.

Secepat itu dia berangkat?

Masa dia akan dinikahkan? Mau protes tapi dia ngga tega melihat keadaan mamanya yang sudah cukup mengkhawatirkan karena memikirkan perbuatannya yang terlalu kurang ajar.

"Vidya, bantu papa bawa mama ke kamar."

"Iya, pa." Papa, mama dan Vidya meninggalkan Rhea yang masih bersimpuh sendirian. Air matanya masih mengalir tiada henti.

Kalo tadi dia menangis karena khawatir dengan keadaan mamanya yang syukurnya sekarang sudah membaik.

Tapi sekarang dia menangis karena mengkhawatirkan nasib buruknya karena akan dibawa ke tempat tantenya dan harus bersiap menghadapi perjodohan.

*

*

*

"Vid, adikmu sudah masuk ke kamarnya?" tanya Nazar setelah membenarkan posisi duduk menyandar istrinya di ranjangnya.

"Sudah, pa."

Nazar menghela nafas panjang.

"Syukurlah kali ini dia mau menurut."

Vidya menatap papanya dengan wajah menahan senyum.

"Tadi papa benaran marahnya?"

Nazar mendengus.

"Iya benaranlah! Sembarangan sampai bisa difoto seperti itu. Kalo relasi papa tau bagaimana? Yang lebih parah lagi bagaimana kalo pak gubernur sampai tau kelakuan buruk putri papa yang jadi stafnya." Kembali Nazar memijat kepalanya. Karirnya bisa terancam.

Sekarang beliau berjalan mondar mandir.

"Papa akan off kan semua kartu kartunya. Biar dia bisa nurut sama Tante Nara," omelnya lagi.

"Iya, pa. Iya. Sudah, jangan terlalu dikhawatirkan," bujuk istrinya-Arsati lembut. Dirinya jadi khawatir karena suaminya masih juga belum bisa menenangkan dirinya.

"Aku penasaran. Siapa laki laki yang sudah berani menyentuh putriku itu. Sayangnya wajahnya tidak terlihat jelas." Nazar misuh misuh lagi. Dia menghembuskan nafas dengan jengkel.

"Sudahlah, pa. Aku rasa Rheo kali ini benaran kapok. Dia pasti ngga akan mengulangi perbuatannya lagi." Vidya berusaha membujuk papanya dengan membela adiknya.

"Kamu jangan manjakan dia, Vidya. Papa tau kamu sering kirim uang tiap dia minta," tuding Nazar.

Vidya tersenyum samar. Ngga mungkin dia membiarkan adik satu satunya dalam kesulitan.

"Setelah dia berada di tempat tantenya, jangan kirimkan dia uang. Papa mau didik Rhea agar tidak menggantungkan harapnya dengan uang dari orang lain. Papa mau dia bekerja dengan serius."

Vidya mengangguk.

"Iya, pa. Sekarang lebih baik papa dan mama istirahat," ucapnya lembut.

"Seandainya Rhea bisa seperti kamu, papa ngga akan selalu sport jantung begini."

Vdya tersenyum tipis, begitu juga Mama Arsati.

"Nanti Rhea pasti bisa jadi kalem juga," timpal Arsati-istri Nazar.

"Papa juga berharap begitu, ma." Nazar melakukan inhale dan exhale berulang kali.

"Keadaan mama sudah mendingan? Perlu papa panggilkan dokter?" Kini perhatian Nazar sudah beralih pada istrinya.

"Tenang, pa. Sudah lebih baik."

Aesati tersenyum lembut.

"Syukurlah." Baru sekarang Nazar merasa lbenar benar lega.

1
sleepyhead
Emg disturbing sih, kalau byk orang-orang yg grouping dan toxic di lingkungan kerja kita...
gimana yah.. rasanya tuh kaya digerogoti rayap hari ke hari yg hidupnya berkoloni utk menumbangkan kayu yg kokoh menunggu kayu itu keropos sampai tumbang..
kalau rayapnya sendirian mah gak ngeri. Yg ngeri itu kalau udah 1 koloni.
sama kayak orang toxic yg ngegennk..
Mereka tuh kuat karena rame.
Satu jd kompor, yg lain kipas-kipas. Targetnya ya "kayu kokoh" = orang yg kerja bener/jujur/gak ikut arus mereka...

Abaikan aja Rhe, anggep aja angin lalu, dia belum tau aja siapa kamu sebenernya..
faktanya kalau mereka tau kamu dr keluarga mana, mungkin mereka seperti kucing basah kena air hujan "Menggigil"
😂🤣
Rahma AR: 🤭🤣....
total 1 replies
Rahmawati
ayo dave cepetan sblm Rhea di temukan oleh papanya, km gk rela kan kl Rhea menikah dengan orang lain
Ranita Rani
q ikutan t3gang nie,,
Herman Lim
nazar nanti di pulangkan kllo dah jadi mantu Airlangga 😃😃
Lia Kiftia Usman: doa semoga lebih dulu dave bertemu rhea..🤲
total 1 replies
Herman Lim
Edwin mau rebut gebetan dave harus lwtin barisan para apak muda dulu
🔵MENTARY
Hahaha🤣🤣🤣Dave panik Rhea mau di jodohkan
Lusi Hariyani
klo sdh msk ke keluarga mereka g bakal bs lepas
Zea Rahmat
panik kan dave🤣🤣🤣🤣🤣
Zea Rahmat
masa keluarga Airlangga bisa di ancam... ancam. balik dong🤣🤣
🔵MENTARY
Rival Dave, Baskara dan Edwin 🤣🤣🤣
anggita
like 👍iklan☝☝
Rahmawati
ayo dave masak km gk mau deketin rhea jg, emg km rela Rhea sama Edwin?
sleepyhead
Good choices, Abaikan aj hahaa
sleepyhead
🤣🤣🤣🤣 Mereka semua Buaya ulung yg insaf bro, jangan bermain main 😝 berbahaya kalau sdh berurusan dgn mereka apalagi berani menyentuh yg sdh digariskan utk circle mereka..
belum tau aja di jidat Rhea itu sudah ada marker nya "Belong to Dave" dan hanya org beriman aja yg bs liat mark itu wkwkkk
Zea Rahmat: iya betulll🤭🤭
total 6 replies
Lusi Hariyani
dave sainganmu akn dtg lg lho jgn bnyk mikir ntar rhea pergi km nyesel
Paksi Winatha
typo thour ke jakarta bkn ke jakarat🫣🫣🫣🫣🤣🤣🤣/Curse//Curse//Curse//Curse//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Chuckle//Chuckle//Chuckle/
Rahma AR: j😄......
total 1 replies
Evi Solina
Hayoloh Dave saingan Lo muncul di sekolah😆
Rahmawati
Edwin gercep eyy, langsung nyamperin Rhea ke sekolah
Lusi Hariyani
bpk y rhea bnr2 dech...🙏
🔵MENTARY
Melipir Erwin, Rhea udh di targetkan calon Bini Dave/Facepalm/
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!