Hujan turun tanpa jeda malam itu, di kamar kos sempit berbau lembab, Dian terbaring sendirian, tidak ada keluarga yang menemani Dia hidup sebatang karang, hanya terdengar suara tetesan air dari atap bocor, nafasnya semakin berat. Perutnya kosong sejak kemarin Dian belum makan apapun, Dian sudah terbiasa menahan lapar, sejak kecil Dia hidup tanpa orang tua bekerja serabutan berpindah-pindah tempat tinggal. Menahan hinaan, rasa dingin sendirian, seakan dunia tidak pernah memberinya pilihan.
Namun malam ini terasa berbeda, tubuhnya terlalu lemah untuk bangkit, pandangannya mulai kabur, Dia menatap langit-langit atap yang bocor dan tersenyum tipis, "Apa memang hidupku cuma sampai disini..?"
Malam itu hujan turun semakin deras, angin menyusup dari celah jendela membawa hawa dingin yang menusuk tulang.
Nantikan kelanjutan cerita yaa🌹🌹
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Twis G, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
EPISODE 24
Yin Yin menenangkan dirinya, lalu kembali ke ruang utama bersama Lu Jianhong dan ayahnya.
Beberapa saat kemudian, Chen Bo membawa gulungan kertas dan tinta. Lu Jianhong duduk dengan tenang, ekspresinya serius namun tetap ramah.
"Karena kita sudah sepakat, lebih baik kita langsung menandatangani kontrak kerja sama hari ini."
Yin Guo Shan sedikit gugup, ini pertama kalinya ia berurusan dengan hal seperti ini, tangannya sempat ragu. Yin Yin melirik ayahnya, lalu berkata pelan.
"Tidak apa-apa, ayah. Ini kesempatan baik untuk keluarga kita."
Lu Jianhong tersenyum melihat interaksi mereka.
"Jangan khawatir, Tuan Yin. Aku orang yang menjunjung kepercayaan, selama kita saling menguntungkan, kerja sama ini akan berjalan lama."
Kontrak pun ditulis dengan jelas, pembagian keuntungan, hak Yin Yin dalam pengembangan menu, serta jaminan dari Paviliun Anggrek.
Yin Yin membaca sekilas, memastikan tidak ada yang merugikan.
"Baik, aku setuju."
Dia mengambil kuas dan menuliskan namanya dengan rapi, Yin Guo Shan ikut menandatangani, meski sedikit kaku, lalu Lu Jianhong kemudian tanda tangan juga.
DING!
[Kontrak kerja sama berhasil diselesaikan]
[Hadiah, 10 poin kontribusi + akses bahan dapur di toko sistem]
Yin Yin tersenyum tipis, "Lumayan tahap awal, misi tersembunyi untuk menjalin kerja sama dengan Mo Xuan."
Setelah keluar dari Paviliun Anggrek, Yin Guo Shan masih terlihat seperti belum percaya.
"Nak, kita benar-benar sudah jadi mitra restoran besar itu."
Yin Yin tersenyum puas. "Iya, ayah tapi ini baru awal."
"Awal?" Yin Guo Shan menatapnya bingung.
"Iya, awal dari perubahan yang baik untuk keluarga kita."
"Iya, kamu benar, yaudah kita ke pasar kota beli kebutuhan." kata Yin Guo Shan sambil berjalan menuju pasar kota Qinghe.
"Baik Ayah," Yin Yin ikut berjalan bersama ayahnya.
Pasar kota Qinghe ramai seperti biasa, pedagang berteriak menawarkan dagangan, aroma rempah dan makanan bercampur di udara, orang-orang berlalu lalang tanpa henti.
Yin Yin langsung bergerak cepat,
"Ayah kita beli kebutuhan sehari-hari dulu,"
"Ayah ikut saja, apa yang mau di beli dulu." kata Yin Guo Shan tersenyum.
"Beras, minyak, garam, dan beberapa sayur yang tahan lama, musim dingin sudah dekat, kita harus bersiap." kata Yin Yin sambil menghitung uang.
Yin Guo Shan mengangguk cepat.
Mereka membeli kebutuhan satu per satu, ada beras dalam jumlah besar, tepung, kacang-kacangan, bumbu dapur, minyak, kain tebal untuk musim dingin, daging dan sayur mereka bisa ambil di hutan.
Yin Yin juga membeli beberapa alat dapur sederhana.
"Ayah aku juga mau beli peralatan dapur, kan kita akan perbaiki rumah."
Yin Guo Shan hanya bisa mengangguk, diam-diam merasa bangga.
Setelah selesai berbelanja, Yin Yin berhenti, Dia ingat belum tahu tempat akademik sekolah di kota ini.
"Ayah, kita kembali ke Paviliun Anggrek sebentar."
"Kembali? Ada yang tertinggal?"
"Bukan, aku ingin menanyakan tentang akademik sekolah di kota Qinghe ini, manager Lu pasti tahu."
"Oiya, Ayah hampir melupakan itu, kita harus cari akademik sekolah untuk Yin Chen dan Xiao Lan."
Mereka pun berjalan ke arah pintu restoran Paviliun Anggrek.
Di Paviliun Anggrek, Lu Jianhong masih berada di sana, melihat Yin Yin dan Yin Guo Shan kembali, ia tersenyum.
"Hmm? ada urusan lagi, Nona Yin Yin?
"Tidak ada, aku hanya ingin menanyakan beberapa hal penting." kata Yin Yin cepat.
"Tuan Lu, aku ingin bertanya tentang akademik sekolah di kota ini." lanjut Yin Yin.
Lu Jianhong sedikit terkejut, "Untuk siapa?"
"Untuk kedua adikku, Yin Chen dan Xiao Lan."
Zhao Lin yang berada di samping langsung menimpali,
"Kalau soal itu, akademik Qinghe cukup bagus, dan terkenal dengan kepribadian anak-anak yang baik, juga untuk semua kalangan, banyak keluarga di kota mengirim anak mereka kesana.
Lu Jianhong mengangguk, "Benar, tapi biayanya tidak murah, jika mereka bisa ikut tes beasiswa dan lulus ujian, adik-adikmu bisa ambil beasiswa tanpa biaya akademik."
Yin Yin mendengar itu tersenyum, Dia akan membantu adiknya belajar agar bisa dapat beasiswa, di sana juga disediakan asrama bagi yang lulus beasiswa.
"Itu tidak masalah, aku akan bicarakan nanti pada adik-adikku."
Yin Guo Shan mengangguk tersenyum, "Iya, kami ingin mereka mendapatkan sekolah yang baik."
Lu Jianhong menatapnya lebih dalam, Gadis ini, bukan hanya cantik, pintar, tapi juga berpikir ke depan.
"Aku bisa membantu merekomendasikan mereka, dengan statusmu sebagai mitra Paviliun Anggrek, itu tidak akan sulit." lanjutnya.
DING!
[Hubungan dengan Lu Jianhong meningkat]
Yin Yin tersenyum senang.
"Terimakasih, Tuan Lu."
"Ah, sama-sama, senang membantumu." kata Lu Jianhong sambil tertawa kecil.
Dalam perjalanan pulang menuju desa Shanyin, langit mulai berubah jingga.
Yin Guo Shan akhirnya berbicara pelan,
"Nak, semoga dengan kerjasama ini, keluarga kita bisa lebih baik lagi kedepannya."
Yin Yin menatap ayahnya tersenyum tipis.
"Iya ayah, dan kita harus bekerja lebih keras lagi." kata Yin Yin sambil mengangkat tangan kecilnya.
"Ayah, kita juga harus memperbaiki rumah sebelum musim dingin datang." lanjut Yin Yin.
Yin Guo Shan langsung mengangguk.
"Kamu benar, atapnya sudah bocor, dinding rumah juga banyak yang retak, nanti saat di desa ayah akan minta bantuan paman Luo untuk membantu mencarikan orang-orang yang mau bekerja."
Yin Yin mulai menghitung dalam pikirannya.
"Kita butuh kayu, nanti beli dari Paman Luo, lalu batu bata merah, dan pakai genteng biar kuat, nanti kita ke kota lagi untuk memesannya ayah."
"Kamu benar, setelah selesai mencari orang-orang yang mau bekerja, kita langsung ke kota memesan bahan bangunan rumah."
DING!
[Misi baru, memperbaiki rumah sebelum musim dingin]
[Tuan rumah saran sistem beli saja bahan-bahan pembuatan rumah di toko sistem]
"Oiyah, aku hampir lupa ada toko sistem,"
[Tuan rumah tinggal membelinya dan menyimpannya di ruang penyimpanan sistem, dan berpura-pura ke kota, besok langsung mengambilnya dari toko sistem]
"Ah, benar juga, aku sudah pusing memikirkan pengeluaran biaya, kalau ada yang lebih murah kenapa harus mahal,"
"Tapi bagaimana, jika mereka curiga bahan-bahannya berbeda dari bahan di zaman ini."
[Tuan rumah, di toko sistem semua bisa disesuaikan dengan zaman di dunia ini]
"Wow, baiklah besok aku harus memesannya."
Yin Yin tersenyum tipis, "Sistem ini benar-benar membantu."
Saat tiba di desa Shanyin, langit sudah mulai gelap, dari kejauhan, terlihat cahaya lampu minyak dari rumah kecil mereka.
Seorang wanita berdiri di depan pintu, wajahnya penuh harap.
"Ibu.." Yin Yin mengumam pelan, itu adalah Lin Mei Hua.
Begitu melihat mereka, wajahnya langsung berubah lega.
"Kalian akhirnya pulang!"
Ia berlari kecil mendekat, matanya sedikit berkaca-kaca, Yin Guo Shan tersenyum hangat.
"Kami membawa kabar baik, ayok masuk udara di luar dingin."
Yin Yin memeluk ibunya, Lin Mei Hua dan berjalan masuk ke dalam rumah.
Bersambung.....