update tiap hari;)
Risa adalah dokter bedah saraf yang sangat bagus dirumah sakit yang bernama Telaksi ,
walaupun Risa dokter baru dirumah sakit itu tapi dia sudah dianggap tangan kanan dari rumah sakit itu karena keahliannya membedah pasien dirumah sakit'itu semakin membuat rumah sakit itu maju.
suatu hari, dimana anak direktur rumah sakit itu datang setelah lama bekerja di rumah sakit John hospital di Amerika, dia bernama adit, setelah 2 tahun adit pergi dari rumah sakit Telaksi. Adit kembali bekerja di rumah sakit ayahnya. karna permintaan ayahnya.
adit sangat terkenal akan akan keahlian juga di bidang bedah saraf.
mau tau kelanjutannya,? yuk baca novel nya
jangan lupa untuk kasih , vote, like'serta komentar, karna ini karya pertama aku.
mohon dukungan nya.
jangan lupa follow ig author.
@yuvita_n
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yuvita Natalia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 23
Dirumah sakit Telaksi terlihat lah , dokter Risa dan dokter Adit yang sedang duduk di kursi ruangan kerja nya.
"aku sudah membeli rumah untuk kita berdua tinggal nanti setelah menikah." ucap dokter Adit kepada dokter Risa yang duduk disampingnya.
"Hmm.. baiklah. ibu aku sudah setuju dengan pernikahan kita." ucap dokter Risa.
"Alhamdulillah, kalo begitu. secepatnya kita menikah. ayah aku juga akan membantu acara pernikahan kita." ucap dokter Adit.
"Hmm.." kata dokter Risa.
trettttt !!!
Suara pintu ruangan kerja dokter Adit terbuka. terlihat lah dokter Reni dan dokter repan yang datang.
"kenapa wajah kamu lesuh begitu pan."? tanya dokter Adit Kepada dokter repan yang sedang berjalan menuju ke arah dokter Adit dan dokter Risa berada, bersama dokter Reni disampingnya.
"Hmmm.. tadi malam habis jaga pasien." ucap dokter repan.
"istirahat sana, nanti kamu pingsan lagi." ucap dokter Adit Kepada dokter repan.
"enggak dit, aku masih bisa kok kerja hari ini." ucap dokter repan menolak perintah dokter Adit.
"Biarkan saja dia dit, maklum orang bawel sih. gak mikir kesehatan tubuh nya." ucap dokter Reni dengan nada ketus nya menatap dokter repan yang duduk disampingnya.
"Cih, gak usah sok peduli Lo itu." ucap dokter repan dengan nada kesal nya menatap dokter Reni disampingnya.
"udahlah, jangan bertengkar terus kalian berdua ini." ucap dokter Risa.
"eh dit, aku dengar dari isu-isu yang beredar dirumah sakit ini dari kemarin, apa benar kalian berdua mau menikah."? tanya dokter Reni dengan wajah penasaran nya. menatap Dokter Risa dan dokter Adit yang duduk di depan nya.
"Iya, benar. jangan lupa datang ke acara pernikahan kami berdua nanti." ucap dokter Adit sambil menggandeng tangan dokter Risa menatap dokter Reni dan dokter repan yang sedang duduk di depan nya.
"Hah? jadi benar." ucap dokter Reni dengan nada terkejut nya , menatap dokter Adit dan dokter Risa.
plogg !!!
Suara polpen dokter repan yang sengaja dipukul nya di tangan dokter Reni yang terlihat sangat kepo dengan urusan dokter Adit dan dokter Risa yang ingin menikah.
"awww.... sakittt" ! ucap dokter Reni dengan lirih kesakitan setelah dipukul dokter repan tangan nya , dokter Reni pun mengelus-elus tangan nya dengan pelan-pelan karena masih sakit.
"bisa gak , kamu itu gak usah terlalu kepo sama mereka berdua." ucap dokter repan dengan nada kesalnya menatap dokter Reni disampingnya.
"terserah aku lah, kenapa kamu yang seot? main pukul tangan gue lagi" ucap dokter Reni dengan wajah benci nya menatap dokter repan yang telah memukul tangan nya.
"Sudah, jangan bertengkar Lo berdua emang gak bisa akur banget." ucap dokter Adit.
"dia yang duluan. gue kepo wajarlah kan dokter Risa itu teman gue." ucap dokter Reni dengan wajah kesalnya menatap dokter repan.
"Hmm... ayo kita makan ke kantin." ajak dokter Risa.
"ayoo...aku sudah lapar." ucap dokter Reni.
Dengan segera dokter dokter Risa, Adit, Reni, dan dokter repan pergi ke kantin. sesampainya di kantin dokter Adit, Risa ,Reni dan dokter repan duduk di meja makan nya menunggu pesanan makanan nya datang.
Hingga beberapa menit kemudian datang lah seorang pelayan, membawakan makanan untuk dokter Adit, Risa, Reni dan dokter repan.
"ini makanan nya mbak, dan mas." ucap pelayan itu.
"Terima kasih, mbak." ucap dokter Risa.
Dengan segera, pelayan itu pergi.
"Hmm.. enak." ucap dokter Reni sambil mengunyah makanan nya.
"dit , kapan kamu nikah."? tanya dokter repan. kepada dokter Adit yang duduk disampingnya.
"besok, hari ini cetakan undangan sudah diselesaikan, tinggal membagikan nya saja." ucap dokter Adit.
"hmm.. bagus deh. lebih cepat lebih baik." ucap dokter repan .
"Hmm.. emang begitu, Adit cepat kan karena ada calon nya. lah kalo kamu calon aja gak punya, boro-boro mau nikah." ucap dokter Reni sambil tertawa dengan legah nya menatap dokter repan yang duduk disampingnya.
"Cih, memamg nya kamu itu juga punya calon suami,? jangan sok ngeledek gue." ucap dokter repan dengan wajah kesalnya menatap dokter Reni.
"Hmm... tentu saja ada. " ucap dokter Reni dengan wajah santainya.
"Siapa? kok kami enggak tahu." ucap dokter Adit .
"jaksa Leo." ucap dokter Reni.
"ohh... cowok itu. pantesan dia sering mampir kesini." ucap dokter repan.
"Bagus deh kamu sama dia, jadi aku gak cemburu lagi lihat dia sama Risa." ucap dokter Adit.
"Hmm... " kata dokter Risa.
Tringg... !!
Suara handphone dokter Adit berbunyi dari dalam kantong celananya. dokter Adit pun mengambil handphone nya. dan terlihat lah direktur pak Johan yang sedang memanggil nya.
"Hallo pah, ada apa"? tanya dokter Adit di telpon.
"ini undangan pernikahan kamu sudah selesai, nanti ayah suruh bawahan ayah buat membagi undangan nya. " ucap pak Johan.
"iya, pah. terima kasih banyak." ucap Adit.
iya sudah, kamu lanjut kerja saja." ucap pak Johan. telpon pun berakhir.
"ayah kamu bilang apa."? tanya dokter Risa.
"undangan kita berdua sudah selesai, hari ini bawahan ayah aku membagi undangan nya." jawab dokter Adit dengan wajah senangnya.
"Alhamdulillah, aku ikut senang dengar nya, semoga kalian berdua hidup bahagia selamanya." ucap dokter repan.
"Aminnn...." ucap dokter Risa.
"Kita ke ruangan bangsal yuk, pasien aku dan dokter repan yang telah kami operasi kemarin sudah sembuh . hari ini dia bisa pulang." ajak dokter Reni.
"Hmm.. baik lah." ucap dokter Risa.
Dengan segera dokter Reni, Risa, Adit dan dokter repan, berjalan menuju ke ruangan bangsal dimana pasien itu berada.
sesampainya di ruangan bangsal terlihat lah pasien itu yang sedang duduk di atas tempat tidur nya berbicara dengan suaminya disampingnya.
"Dokter, istri saya sudah sembuh total setelah operasi kemarin dok. apa dia boleh pulang." tanya pak Rahman.
"iya pak, istri anda sudah bisa pulang. asalkan selalu rutin meminum obat nya." ucap dokter repan.
"Alhamdulillah Dok. terima kasih banyak." ucap pak Rahman.
"sama-sama pak." ucap dokter repan.
"Ayo, kita pergi keruangan kerja." ajak dokter repan.
Dengan segera dokter Adit, Risa, dan dokter Reni, dan Repan. berjalan menuju ke ruangan nya. sementara diperjalanan nya terlihat lah semua perawat dan dokter menatap ke arah dokter Adit dan dokter Risa yang berjalan.
"apa kamu yakin dokter Risa nikah sama dokter Adit." tanya perawat Nanda kepada perawat Nava setelah melihat dokter Adit dan dokter Risa berjalan
"iya yakin, tadi sudah ada undangan nya dibagikan." jawab perawat nava.
"enak banget yah , dia bisa merebut hati anak direktur kita dengan mudah. aku jadi iri." ucap perawat Nanda.
"Cih, jangan mimpi kamu mau milikin dokter Adit. dokter Risa itu emang cocok sama dokter Adit, karena dia itu cantik dan sangat bijaksana sebagai seorang dokter." ucap perawat Nava.
"Hmmm...." kata perawat Nanda.
bersambung......
Jangan lupa junjungannya...
Next karya😄
Salam dari
Broken Angel'S
jangan lupa mampir
Cinta Rianti 😘
Love me Mr Dante 😘
mampir ya
sedih ya, cerita nya udah end.
lanjut berkarya Thor💪💪💪
dady danzel mendukungmu.
adaiin season 2 nya.
asisten dadakan hadir..😘
mampir yuk
semangat selalu💪