NovelToon NovelToon
Istri Diatas Kertas

Istri Diatas Kertas

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Cintamanis / Perjodohan / Tamat
Popularitas:45.7M
Nilai: 4.8
Nama Author: Naffia Inthan

Harap bijak dalam membaca.
IG. Ar_Inthan99
FB. Fia than.

Pernikahan yang dilakukan atas perjodohan kedua orang tua mereka.
Membuat persahabatan yang sudah lama mereka lalui berubah seketika menjadi hancur..
Arka yang dulu baik,ramah perhatian saat masih menjadi sahabat Afifah.
kini berumah menjadi arogan,egois dan dingin ketika mereka sudah menikah.
Dan Arka menggagap Afifah hanya sebagai "Istri Diatas Kertas"nya
Bagaimana kah Nasib pernikahan mereka . .
apakah Afifah akan bertahan dengan perlakuan Arka yang terus menyakitinya dengan sikapnya terhadap Afifah..?
atau Afifah akan meninggalkan Arka?
Akan kah takdir mengubah mereka..?

Ikuti Kelanjutannya.
Jangan lupa dukung karyaku.
Like,comen dan Vote.
Terimakasih.

By.Naffia Inthan

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Naffia Inthan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Part 23

Waktu menunjukan pukul 06.30.

Afifah baru saja selesai menyiapkan sarapan.

Pagi ini Afifah membuat Nasi Goreng dengan telor ceplok diatasnya.

''Sudah selesai.."Ucap Afifah sambil membawa 2 porsi Nasi goreng tersebut ke meja makan.Afifah sengaja membuat 2 porsi,satu untuknya dan satu lagi untuk Arka suaminya.Walau pun Arka tidak memperlakukannya dengan baik,tetap saja Afifah harus melakukan kewajibannya untuk melayani suaminya,pikir Afifah .

"Kok Arka belum turun ya,apa Arka masih tidur,sebaiknya aku bangunkan saja Arka biar bisa sarapan sama-sama.."

Dengan semangat Afifah berjalan menuju kamar Arka.Tapi setelah didepan pintu kamar Arka ,entah mengapa Afifah merasa ragu untuk mengetuk pintu tersebut.Pasalnya Afifah mengingat lagi sikap Arka terhadapnya.

"Aku kan hanya membangunkannya untuk sarapan mana mungkin Arka marah.."Batin Afifah.

Dengan ragu-ragu akhirnya Afifah pun mengetuk pintu tersebut.

"Tok...tok...tok.."

Sudah 3x Afifah mengetuk pintu kamar tersebut tapi tidak ada jawaban sama sekali dari dalam Sanah.

Akhirnya Afifah pun memutuskan untuk membuka pintu kamar tersebut.

Dengan sangat hati-hati Afifah memegang hendel pintu kamar tersebut dan mendorongnya perlahan.

Terlihat Arka masih tertidur pulas diatas kasurnya.

Kemudian Afifah mendekati Arka.

"Mas Arka Bangun,sudah siang.." Ucapnya sambil menggoyangkan tubuh Arka dengan lembut.."

Ada rasa gugup saat Afifah menyentuh tubuh Arka.

"Apaan sih Mah,Arka masih ngantuk..'' Ucap Arka dengan suara memalas khas orang bangun tidur.

"Mas ini aku,bangun kita sarapan.."

Arka akhirnya terbangun,mengucek matanya yang masih terasa berat karna kantuk.

Arka pun terkejut saat iya membuka matanya, sudah ada Afifah yang duduk ditepi ranjangnya.

Afifah tersenyum saat Arka melihat kearahnya.

"Sedang apa kau disini,sungguh tidak sopan masuk ke kamar orang tanpa permisi.."Ucap Arka sambil memasang muka datarnya.

"Maaf mas.."Ucap Afifah kemudian dia menundukkan kepalanya.

"Kau tadi panggil aku apa..?"

"Mas..Mas Arka, apa aku tidak boleh memanggil suamiku dengan sebutan Mas,bukan kah itu wajar. Dari pada aku memanggil suamiku dengan sebutan Nama kurasa itu tidak sopan.."Ucap Afifah sambil menatap Arka.

"Ha..ha..ha.."Arka tertawa sangat keras,namun tawa tersebut bukan tawa bahagia,namun seperti tawa mengejek.

"Kau pikir aku suka dengan sebutan tersebut hah.."Ucap Arka sambil mendekatkan wajah nya ke wajah Afifah lalu menatap Afifah dengan sorot mata tajam.

Afifah menundukkan kepalanya kembali,sorot mata tajam Arka terlihat sangat menakutkan bagi Afifah,tubuh Afifah terasa bergetar ngeri.

''Dengar ya Afifah,sudah berapa kali ku bilang kau jangan berharap kalau kita bisa menjadi sepasang suami sungguhan, Kau ini hanya Istri Diatas Kertas ku..Jangan pernah memanggilku dengan sebutan menjijikan itu, aku tak Sudi. Kau paham.."Ucap Arka Dengan nada keras membentak Afifah.

Mata Afifah terlihat memerah, Afifah pun tak bisa menahan kesekitannya atas ucapan suami nya akhirnya air mata tersebut lolos dari pelupuk mata indah Afifah.

Hiks..hiks...hikkss..

"Apa salahku Arka, kenapa kamu selalu memperlakukan aku seperti ini,kenapa kamu sangat membenciku..?"Ucap Afifah sambil terisak.

"Pergi dari Kamarku.." bentak Arka tanpa menjawab pertanyaan yang Afifah ucapkan.

Dengan linangan air mata yang masih membasahi wajah cantiknya. Afifah pun beranjak pergi dari kamar Arka..

"Ya Allah kenapa harus sesakit ini" Batin Afifah .Lalu Afifah pun masuk kedalam kamarnya.

Arka masih termenung ditepi ranjang tempat tidurnya.Entah kenapa hati Arka merasa gelisah. Ada sedikit penyesalan dihati kecilnya karna dia sudah berbicara kasar dan membentak Afifah.

"Dia memang pantas mendapatkannya." Batin Arka mengusir semua kegundahan yang ada dihatinya dengan egonya.

Arka pun bangkit dari tepi ranjang tersebut mengambil handuk,kemudian dia berlalu ke kamar mandi untuk membersikan tubuhnya.

20 menit kemudian akhirnya Arka keluar dari kamar mandi masih dengan handuk yang melilit dipinggangnya.Lalu Arka menuju lemari untuk mengambil bajunya.

saat Arka akan meraih baju ,terdengar suara ponsel Arka berbunyi.

Dreert...dreert...drettt...

"Siapa sih yang menelpon pagi-pagi begini.."Ucap Arka lalu Arka mengambil ponsel diatas nakasnya.

Terlihat senyuman manis diwajah tampan Arka saat melihat Ponsel tersebut.

Arka pun menggangkat Panggilan Video call tersebut.

"Hallo Sayang...Selamat pagi..."Ucap seorang wanita disebrang sana.

"Pagi juga Sayang..."Ucap Arka.

"Loh...tunggu,kok kamu gak pakai baju,jangan bilang kamu habis melakukan itu dengan istrimu.."Ucap wanita tersebut dengan nada kesal.

Arka pun tersadar bahwa iya belum menggunakan pakaian..

Arka malah tersenyum melihat wanita tersebut Kesal.

"Hey sayang,mana mungkin aku melakukan itu dengan dia,aku baru selesai mandi belum sempat memakai baju,kamu sudah meneleponku,lagian aku sama sekali tidak ada nafsu saat bersama dia,lagian aku maunya sama kamu.." Ucap Arka sambil menggoda wanita yang ada dilayar ponselnya tersebut.

"Ah sayang...Makanya kamu nikahin aku juga dong,biar kita bisa bebas.."Ucap Vina.

Arka terdiam mendengarkan ucapan Vina. "Apa mungkin kita bisa menikah Vin"Batin Arka.

"Sayang kok kamu malah diem sih. Ayo kamu lagi mikiran apa, eh sayang kita ketemu yuk..?aku kangen banget sama kamu ini 3 hari kita gak ketemu.."Ucap Vina dengan suara manjanya.

"Yaudah nanti siang kita ketemu ya ditempat biasa.."Ucap Arka.

Lama mereka berbincang Akhirnya panggilan Video tersebut pun berakhir..

Arka mengambil pakaian dari lemarinya,lalu iya memakai pakaian tersebut.

setelah selesai memakai pakaiannya.Perut Arka merasakan lapar. .

Arka melihat kearah jam. Jam menunjukan 08.30. "Pantas saja perutku sudah merasa lapar" Ucap Arka .

Lalu dia beranjak dari kamarnya menuju kebawah berniat untuk sarapan.Saat sudah dimeja makan Arka melihat sudah tersaji 2 piring Nasi Goreng dengan telor ceplok diatasnya.

Arka mendudukkan dirinya dikursi meja makan lalu meraih satu piring Nasi goreng tersebut.Arka menyantap Nasi goreng yang sudah dingin tersebut.

"Emm ..Enak sakili.." Ucap Arka sambil terus melahap Nasi goreng tersebut, Arka terlihat sangat menikmati sarapan paginya itu. Dan akhirnya Arka pun melahap habis Nasi goreng tersebut.

Tiba-tiba Bi Sanah datang dari arah dapur..

'' Selamat pagi den Arka.."Sapa Bi Sanah.

"Pagi Bi...Bi Nasi goreng enak sekali.."Ucap Arka.

Bi Sanah terlihat bingung. "Oh Nasi Goreng itu, itu Nak Afifah yang buatkan bukan bibi,memang Nak Afifah itu pinter sekali masak nya den,beruntung banget Aden bisa menikah dengan nak Afifah,sudah Cantik,baik,Soleh dan pintar memasak pula.."Ucap Bi Sanah.

Arka tersenyum kemudian dia menggaruk kepala yang tidak gatal.

"Oh..kirain aku Bi bibi yang buat.."

Bi Sanah hanya tersenyum menanggapi Arka yang terlihat salah tingkah."Ya sudah bibi lanjut kerja lagi ya den.."Ucap Bu Sanah sambil mengambil piring kotor yang ada dimeja makan tersebut.Lalu Bi Sanah kembali kedapur.

"Hah beruntung, beruntung dari mananya aku menikah dengan Afifah ,yang ada hidupku buntung karna menikahinya semua impianku hancur gara-gara dia." Batin Arka ,Arka terlihat tertawa sinis.

Lalu Arka kembali kelantai atas menuju kamarnya.Setelah sampai dikamar Arka mengambil leptopnya, masih ada waktu pikirnya untuk mengecek laporan-laporan perusahaan yang Beni kirim. Sebelum Arka pergi menemui Vina..

@@@@

Jangan lupa like,comen dan Votenya.

Terimakasih🤗🤗🤗😁

1
Rahmawati Amma
salah yg benar thor yg bisa membolak balikan ceritanya
Yuda Hasna
semoga afifah gk balikan sama arka..
wlo udh jd saudra tiri.tpi masih bisa nikah kok.
kan gk ada hub darah.
ya semoga afifah klo gk sama angga ya sama indra.
SisAzalea
customer
Nuryati Yati
Vina omong kosong msih tetep jahat
Nuryati Yati
👍👍
msih bnyak typo yg harus di benahi semangat berkarya thor
Nuryati Yati
Baru lihat aja Arka udh tegang
Wina Ningsih
berlebihan ga si thor,masa slama 6 tahun 3 laki2 nungguin afifah smua,kan kasian yg dptin cma 1 orang,trus cowo2 itu juga kynya penampilannya psti ganteng2 smua
Panji Dnugroho
semoga cacat lah dia. benci gw sama Arka.
zahra ou
harta, tahta, n wanita
zahra ou
bingung ama karakter visualnya. sebentar A sbentar B
zahra ou
sodaraan sma afifah ini
Lina Ina
angga bersama nisa
Lina Ina
satukan tiara dengan anga
Tiwik Firdaus
afifah minta yang aneh2 udah tau hamil tua malah pingin naik motor ngak mikir bahaya apa bener arka biarin aja
Tiwik Firdaus
jangan sampai kenapa2 dong thor afifah ya kadian arka dan lainnya
Tiwik Firdaus
itu bagus tiara prinsip kamu
Tiwik Firdaus
sama tiara aja angga kelihatannya tiar baik
Tiwik Firdaus
apa emang mereka nasih berjodoh arka dan afifah kalau dipertemukan kembali
Tiwik Firdaus
dasar vino udah bejat dari dulu arka kamu aja yang gobkok mana ada wanita baik2 hamil dengan pacarnya dulu sebelum menikah dengan kamu udah ngak perawan kan waktu kamu bobol udah dol kan
Tiwik Firdaus
kok hidup kembali
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!