NovelToon NovelToon
Anakmu Menumpang, Bu

Anakmu Menumpang, Bu

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Penyesalan Suami / CEO
Popularitas:22.6k
Nilai: 5
Nama Author: Ummu Umar

Rania selalu dihina dan direndahkan oleh mertuanya, dia mendapatkan caci makian itu dan suaminya hanya berdiam diri tanpa membelanya.

Ardi sang suami selalu beralasan jika ibunya sudah tua sehingga ingin melihatnya menjadi orang sukses sehingga dia menggunakan identitas Rania untuk membuat ibunya bahagia.

Cinta yang besar dimiliki Rania tidak mampu membuatnya berharga dan terlihat dimata keluarga suaminya, dia memutuskan untuk berhenti dan mengambil kembali semua miliknya.

Suaminya yang Menumpang tapi dirinya yang selalu dihina, dia membalas semua rasa sakit hatinya membuat suami dan keluarganya panik dan kalang kabut

Akankah, perjuangannya mendapatkan kebahagiaannya kembali

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ummu Umar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 33

Benar saja apa yang dipikirkan oleh Valeria tadi, saat dia keluar dari ruangan dokter Aldo, dia langsung dikerumuni oleh orang-orang meminta penjelasan atas pengumuman tadi, mereka merasa ditipu mentah-mentah olehnya

"Ternyata anda dokter pembohong, kami hampir saja dapat masalah karena perkataan anda tentang dokter Rania, dia mengancam kami tadi". Sungutnya dengan kesal.

"Benar, dokter Rania tadi sangat marah pada kami karena berbicara tentang apa yang kami dengar dan ternyata sebagian dari itu adalah fitnah".

Mereka semua berbisik mencemooh Valeria karena berbicara sembarangan.

Sedangkan Rania yang masih melipat kedua tangannya kini berjalan menghampiri kerumunan itu.

Mendengar langkah kaki mendekati mereka, semua orang langsung menoleh kebelakang melihat dokter Rania mendekati mereka, mereka langsung memberikan jalan dengan ketakutan

"Dia tidak salah karena saya memang sudah bercerai dari suami saya, tapi alasan yang dia buat tentang perceraian saya itu adalah kesalahan, saya adalah korban bukan pelaku seperti yang digosipkan, jadi kalau ngomong itu harus dijaga".

"Sebagian dari kalian pasti melihat apa yang terjadi dikoridor rumah sakit beberapa hari lalu jadi kalian pasti lihat bagaiman tingkah laku mertua dan juga mantan adik ipar saya".

Mereka semua mengangguk, mereka memang mendengar hal itu dan ada beberapa dari mereka menyaksikannya langsung.

Dia menjalankan kakinya kembali mendekat, dia kini berhadapan dengan Valeria.

"Mereka berusaha mengambil harta yang ku hasilkan dari keringatku, mantan suamiku memanfaatkan aku karena gajiku lebih besar untuk kenyamanan keluarganya , menurut kalian apa saya bisa bertahan dengan lelaki yang selalu berlindung dibalik ketiak ibunya?".

Mereka semua menunduk, mereka tidak menyangka jika dokter yang terkenal ramah dan baik hati itu akan mengalami hal keterlaluan seperti itu.

"Lebih baik anda berdoa dokter Valeria, agar anda tidak mendapatkan suami dan keluarganya yang seperti itu, anda masih muda, harusnya mengucapkan yang baik-baik agar anda tidak terkena sama yang saya rasakan bukan bicara seenak jidat anda begitu juga dengan kalian semua yang ada disini".

Rania berbalik meninggalkan mereka yang mematung menyaksikan perkataannya barusan.

Sebelum jauh dia kemudian berhenti dan tanpa menoleh.

"Ingat setiap doa itu adalah ucapan, jadi hati-hati jangan sampai itu berbalik kepada kalian sendiri".

Dia kemudian melanjutkan jalannya menjauh dari mereka yang menunduk karena tertampar perkataan nya itu, masa bodoh tanggapan mereka tentangnya setelah ini, dia hanya menjalankan tugasnya sebagai dokter bukan biang gosip tidak penting.

setelah kepergian Rania, Valeria kembali jadi bulan-bulanan para warga rumah sakit karena kebohongan nya tapi dia selamat karena dibelakangnya ada dokter Aldo yang berdehem keras membela keributan itu.

"hmm". Dehemnya cukup keras.

"Pak Aldo". Cicit mereka semua bersamaan.

"Apa kalian tidak punya pekerjaan sampai kalian semua berkumpul disini seperti ini?". Tanyanya dengan dingin dan tajam

Mereka semua menunduk ketakutan karena melihat langsung direktur rumah sakit menegur mereka.

"Maaf pak, kami hanya minta klarifikasi dari dokter Valeria, dia hampir saja membuat kami masuk penjara karena kebohongan yang dia sampai kan pada kami". Ucap salah satu dari mereka.

Aldo menatap suster yang ada didepannya ini, suster yang sama dengan yang ada di rekaman suara Rania berikan tadi.

"Apa kamu suster yang ditegur dan diancam oleh dokter Rania dan akan dijadikan saksi olehnya?". Tanyanya dengan tenang.

Suster itu menunduk kemudian mengangguk pelan karena dirinya lah yang dimaksud.

"Yang mana lagi, karena yang ada disana adalah dua orang".

Teman suster yang ditegur Rania tadi mengangkat tangannya pelan karena dirinya juga ditegur oleh Rania tadi

"Baiklah, kalian berdua juga saya skors karena berbicara sembarangan, sekalipun dokter Valeria memberi tahu kalian, kalian harusnya menutup mulut kalian dan jangan sembarangan berbicara".

Keduanya membulatkan matanya, mereka ingin protes tapi melihat tatapan dokter Aldo yang tidak ingin dibantah membuat mereka mengurungkan niatnya.

"Ini semua pelajaran untuk kalian semua, sekalipun kalian tahu keburukan orang lain, harusnya kalian diam dan tutupi saja, tidak perlu kalian bicarakan pada orang lain dan menyebar gosip karena bisa jadi apa yang kita lihat tidak seperti kenyataannya". Ucap Aldo dengan bijak.

Dia memang memiliki wibawa dan sangat adil dalam memimpin rumah sakit keluarganya itu, itu sebabnya banyak dokter yang begitu menghormati dirinya .

"Maafkan kami dokter Aldo, kami memang salah, kami minta maaf". Kompak kedua suster itu dengan kepala menunduk.

"Baguslah kalau kalian sadar akan hal itu, sebaiknya sekarang kalian bubar dan yang di skors silahkan meninggalkan rumah sakit mulai hari ini, dan silahkan masuk setelah masa hukuman kalian selesai".

Mereka semua langsung membubarkan diri, termasuk Valeria yang pergi dari sana dengan keadaan penuh dendam.

"Terima kasih atas kebijaksanaannya dokter Aldo, aku menghargai itu".

"Tidak apa dokter Rania, itu sudah sewajarnya saya lakukan sebagai pemimpin rumah sakit, aku meminta maaf karena terlambat menindaklanjuti ini sampai membuat dokter Rania tidak nyaman".

"Tidak apa dokter, saya paham jika anda sibuk dan tidak memperhatikan hal ini, kalau begitu saya permisi dulu, saya harus pergi karena ada jadwal operasi sebentar lagi".

"Silahkan dokter".

Rania mengangguk kemudian berjalan meninggalkan Aldo yang menggelengkan kepalanya .

"Wanita memang suka bikin pusing".

Dia melangkahkan kakinya kembali ke ruangannya karena banyak pekerjaan yang akan dia urus.

Sedangkan Valeria yang sampai di ruangannya langsung mengamuk, dia ingin menghempaskan semua yang ada tapi takut jika ada yang melihatnya merusak properti rumah sakit.

"Sialan Rania, aku tidak akan tinggal diam setelah semua ini tunggu saja".

Sedangkan dirumah Ardi, dia hanya duduk termenung karena Hari ini dia libur bekerja.

Dia membuka sebuah catatan lama miliknya dan mengusapnya pelan.

"Maafin aku Rania".

Ningsih yang melihat anaknya itu termenung sendirian langsung duduk disebelah sang anak dan menepuk pundaknya untuk menyadarkannya.

"Apa yang kamu pikirkan Ardi, ibu punya berita bagus untukmu". Ucapnya dengan mata berbinar.

Dia sudah membayangkan akan memiliki menantu yang bisa dia manfaatkan dan mintai dana untuk bersenang-senang seperti saat Rania masih menjadi menantunya.

"Apa itu Bu, seperti nya ibu senang sekali".

Dia menatap ibunya dengan penuh curiga karena senyum ibunya itu terlihat sangat licik.

"Adikmu sudah menemukan gadis yang cocok untukmu, namanya Yasmin, dia seorang direktur keuangan diperusahaan tempat adikmu magang, kamu harus mendekati dirinya, ini fotonya".

Dia memperlihatkan foto seorang gadis yang usianya tidak terlalu tua dan muda, mungkin selisih 3 atau 4 tahun dibawahnya.

Wajahnya memang cantik dan terlihat berkelas, seperti saat pertama kali dia bersama Rania saat itu.

"Aku tidak berminat Bu". Ucapnya sambil berjalan meninggalkan sang ibu.

1
Zaza Sajaah
lanjut
Heny
Rania gercap aqu pada mu rania
Heny
Ayo rania lawan mrk jng takut sm benalu
irena
harus dikasih kapok itu Valeria...
Linda yani
waww
Thewie
ya ampun.. manusia gak punya malu dan otak🤣🤣
irena
bagus si adel menikah terus dapat mertua yg sangat kejam melebihi ibunya dan punyanipar melebihi si adel yg suka mengompori... biar si adel tau rasa dan ibunya melihat adel diperlakukan seperti itu
Ma Em
Alhamdulillah akhirnya Rania lepas juga dari suami dan keluarganya yg benalu , semoga Rania dapat pengganti yg lbh baik lagi .
Heni Setiyaningsih
dasar orang tua gak bener /Scream/
Ayudya
makanya Ardi jadi laki laki jangan banyak tingkah
Ayudya
suami Rania lagi galau tania🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Ayudya
Uda Rania laporkan aja mereka kepolisi biar tau mereka apa itu sengsara🤣🤣🤣🤣🤣
Ayudya
lah ga tau malu banget si keluarga kamu Ardi.
Ayudya
Ardi siapa juga yg mau balik ma laki laki seperti kamu
Ayudya
lah siapa juga kamu Ardi pakai harus menemui Rania lagi🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Ayudya
itu lebih baik Rania kamu jual rumah lama dan kamu beli yg baru agar suami mokondo mu ga nganggu lagi🤣🤣🤣🤣🤣
Ayudya
bagus Rania kamu buang aja tu keluarga benalu biar tau mereka
Ayudya
lah Ardi mang ga tau diri banget.segitu yakin nya Rania Masi mau ma kamu yg mokondo🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Ayudya
kadang ketulusan itu yg menghancurkan kita
Ayudya
bagus lah kalau kalian sadar diri🤣🤣🤣🤣dan cepat pergi dari rumah rania
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!