NovelToon NovelToon
Petualangan Zhang Xiuhan

Petualangan Zhang Xiuhan

Status: tamat
Genre:Fantasi / Petualangan / TimeTravel / Fantasi Timur
Popularitas:4.9M
Nilai: 4.8
Nama Author: Hashirama Senju

Sebuah pusaka terlarang melemparkan seorang pemuda ke dalam dimensi waktu yang berbeda. Pemuda tersebut adalah Zhang Xiuhan, seorang tokoh penting dalam peperangan besar antar dua kekaisaran. Zhang Xiuhan terjerembab ke dalam lorong waktu dan membawanya pada sebuah kehidupan baru yang sangat asing dan liar. Ia harus kembali ke masa di mana seharusnya dia berada karena sebuah peperangan masih menunggu kedatangannya, tetapi masa lalu ternyata menunjukkan sebuah fakta yang membuatnya terbelalak. Ia pun mencari tahu sebanyak mungkin tentang masa lalu sebagai bekal untuk kembali ke masa sekarang.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hashirama Senju, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ch 23_ Jamuan Darah

"Makanlah. Kalian bisa melihat sendiri, aku masih hidup," ujar Patriark Bao Li setelah mengelap mulutnya usai menyantap makanan yang diambilkan pelayan dari meja jamuan.

Para penjaga Jin Quo yang berada di ruang tamu markas Fengbao masih diam mematung. Walaupun Patriark Bao Li telah menghabiskan makanan di piringnya, masih ada keraguan di hati mereka untuk melahap hidangan yang ada. Pikir mereka, bisa saja sang patriark masih hidup sebab telah meminum penawar racun sebelumnya.

"Terima kasih, Patriark. Saya akan menghabiskan makanan ini dengan senang hati." kata kepala penjaga setelah menelan ludahnya.

Kepala penjaga kemudian mulai menyantap makanan pada jamuan itu sesuap demi sesuap. Sebetulnya di dalam diri penjaga itu juga terdapat keraguan yang sama dengan yang dirasakan para anggotanya. Namun, jika memang ternyata ada racun di dalam hidangan itu, kepala penjaga berpikir setidaknya mati diracun masih lebih baik daripada mati tanpa kepala alias dipenggal.

Maka, setelah melihat kepala penjaga menyantap makanan dalam jamuan itu dengan begitu lahap, para penjaga pun turut melakukan hal yang sama. Mereka sudah tidak peduli jika sesudahnya akan mati. Yang penting sekarang mereka akan menikmati semua makanan itu. Kalaupun pada akhirnya itu akan menjadi saat-saat terakhir bagi mereka, setidaknya mereka mati dengan perut kenyang.

 

Tidak butuh waktu lama bagi para penjaga untuk menghabiskan hidangan di meja. Beberapa penjaga sampai bersendawa karena perut yang penuh terisi. Itu benar-benar hidangan yang sangat lezat. Paling lezat dari semua makanan yang pernah mereka santap.

"Apa kalian masih berpikir aku menaruh racun di dalam makanan kalian?" ujar Patriark Bao Li masih dengan senyum yang sama.

Para penjaga itu pun menggeleng kompak dan tersenyum lega. Nyatanya memang apa yang mereka sangkakan tidak terjadi.

Patriark Bao Li lantas berjalan perlahan mengelilingi para penjaga dan memberikan tepukan pelan di pundak mereka, satu demi satu. Seolah menunjukkan kebanggaan atas kerja keras para bawahannya itu dalam mengamankan Jin Quo.

"Pelayan, tolong ambilkan pedangku," perintah Patriark Bao Li, benar-benar membuat para penjaga seperti terkena petir di siang bolong.

Wajah bahagia mereka langsung berubah seketika. Juga diikuti dengan tatapan kecemasan. Namun mereka tidak mengatakan apapun, hanya bungkam dan saling menatap sesama penjaga.

"Terima kasih."

Patriark Bao Li tersenyum pada pelayan. Ia kemudian menatap lekat-lekat pedangnya. Lalu mengeluarkan pedang itu dari selongsongnya.

Para penjaga semakin cemas saat Patriark Bao Li memainkan pedangnya yang berkilau dengan gerakan yang sangat cemat. Bunyi yang muncul bersama ayunan pedang memicu bertambahnya detak jantung para penjaga.

 

"Sebagai penjaga, kalian pasti sangat suka bermain pedang."

Patriark Bao Li mengusap pedangnya dengan jari tengan dan telunjuk. Ia lantas mengambil sebuah apel dari meja lain di ruang tamu.

Patriark Bao Li melemparkan apel ke udara dan membuatnya terbelah menjadi bagian-bagian kecil dengan pedangnya. Membuat para penjaga menelan ludah lagi.

"Kepala penjaga, berdirilah. Ada tugas mulia yang aku berikan padamu."

 

Kepala perjaga berdiri dengan ragu-ragu dan melihat para anggotanya. Ia tidak tahu sama sekali perihal apa yang ada di dalam pikiran Patriark Bao Li. Apakah ucapan lelaki itu bermakna kias atau sungguhan.

"Ambillah!"

"Patriark... "

"Ini untukmu. Hadiah. Kau memerlukannya agar bisa menjalankan tugas mulia dariku dengan baik."

Patriark Bao Li menyodorkan pedangnya pada kepala penjaga. Lelaki itu cukup lama bediri dengan posisi yang sama lantaran kepala penjaga tidak kunjung menerima pedang itu. Dan Patriark Bao Li tidak mengatakan apapun untuk mendesak kepala penjaga agar lekas menerima pemberiannya.

Tentulah kepala penjaga tidak percaya atas apa yang dilakukan Patriark Bao Li. Ia tahu pasti bahwa itu adalah pedang kesayangan Patriark Bao Li.

"Terimalah, kepala."

Para anggota meminta sang kepala penjaga agar cepat mengambil pedang yang diserahkan Patriark Bao Li. Mereka semua lega sebab hal buruk yang mereka khawatirkan akan dilakukan Patriark Bao Li, yang sempat terlintas di pikiran mereka hingga membuat tangan mereka sedikit bergetar, ternyata tidak terjadi.

Kepala penjaga pun menerima hadiah dari Patriark Bao Li dengan penuh haru. Ia sangat yakin jika apa yang dilakukan sang patriark tidak akan dilakukan oleh para pemimpin lainnya, memberikan hadiah istimewa justru di saat hal buruk telah terjadi.

"Apa kau senang?"

"Sangat senang, Patriark."

"Sekarang tebaslah semua kepala dari para anggotamu dengan pedang itu."

"Apa?" ucap orang-orang yang berada di hadapan Patriark Bao Li kompak.

"Ha..ha..ha.. ternyata Patriark seorang yang humoris. Saya baru tahu kalau di balik kewibawaan itu, Patriark sangat suka bercanda," kata kepala penjaga kemudian, sungguh-sungguh mengira Patriark Bao Li tidak sedang bersungguh-sungguh. Dan tawa itu pun lekas diikuti oleh suara tawa para penjaga lainnya.

"Lakukanlah tugas mulia yang baru saja aku perintahkan. Kau tentu sudah tahu kalau aku tidak pernah suka menunggu lama."

Patriark Bao Li masih tersenyum. Tapi perkataan lembutnya itu telah menghentikan gelak tawa semua orang.

"Patriark, ini hanya lelucon 'kan?" tanya kepala penjaga denganan wajah puncat.

"Cepat penggal kepala mereka!"

"Patriark, aku mohon, ampuni mereka. Aku.. aku akan memenggal kepalaku sendiri. Tapi tolong maafkan mereka."

Kepala penjaga kembali bersujud di kaki Patriark Bao Li. Sementara para anggotanya yang hendak melarikan diri karena terancam nyawanya, tidak bisa berkutik sebab para anggota Fengbao yang sedari tadi ada di ruang tamu telah lebih dulu membekuk mereka.

"Baiklah... Sekarang juga lakukan apa yang kau ucapkan!"

 

Kepala penjaga mengambil kembali pedang hadiah dari Patriark Bao Li yang ia lepaskan dari genggamannya sesaat sebelum bersujud.

"Jangan! Jangan lakukan itu kepala!" teriak seorang anggota penjaga ketika kepala penjaga menarik pedang dari selongsongnya.

Tapi kepala penjaga tidak menyahut, juga tidak memedulikannya. Kini pedang itu telah melekat di leher kepala penjaga. Sekali ayun saja, pasti nyawanya akan lenyap.

Suara rengekan para anggota penjaga semakin kuat ketika kepala penjaga memejamkan matanya.

Slice...!

Sebuah kepala menggelinding dan tubuh lelaki itu pun ambruk. Maka, tangis dari para penjaga pun lirih terdengar.

"Haaah, apa boleh buat. Sekarang pedang ini tidak memiliki tuan. Terimalah nasibmu menjadi milikku lagi."

Patriark Bao Li berbicara pada pedang yang ia pungut dari samping kepala penjaga yang telah tewas dengan pedang itu.

"Sekarang giliran kalian. Akan mati dengan pedang ini juga."

"Tapi Patriark sudah berjanji akan memaafkan kami jika kepala penjaga memenggal kepalanya sendiri," protes seorang anggota penjaga memberanikan diri atas ucapan Patriark Bao Li.

"Ha..ha..ha... Percayalah, aku telah mengampuni kalian semua. Kelalaian kalian dalam menjalankan tugas yang mengakibatkan lolosnya penyusup yang mengacaukan Jin Quo, sungguh sudah aku maafkan.

Tapi hukuman harus tetap diberikan untuk memunculkan rasa jera. Jadi, bersiaplah untuk menyampaikan salamku pada kepala penjaga. Katakan padanya bahwa aku akan berdoa untuk ketenangan rohnya."

Maka, kini para penjaga itu sibuk mengucapkan kalimat permohonan maaf kepada Patriark Bao Li. Tapi Patriark Bao Li hanya tersenyum mendengar suara mereka yang terus mengiba.

Lelaki itu lantas meminta para anggota Fengbao yang memegang erat para penjaga untuk membuat mereka membungkuk dengan kepala menempel di meja tempat jamuan lezat baru saja dihabiskan.

Slice...!

Slice...!

Slice...!

Satu demi satu Patriark Bao Li memenggal puluhan penjaga itu. Membuat meja tempat jamuan berbau sedap penggugah selera makan diletakkan, kini menjadi dipenuhi darah segar dengan aroma anyir yang menyengat. Beberapa kepala menggelinding jatuh ke tanah.

1
Dedi Mulyadi
Luar biasa
Yurika23
aku mampir ya kak ipus...suka bgt baca novel ka ipus ...
support novelku juga ya kak...mohon kritik dan sarannya....
M. Syafri
Lumayan
Ivan Sumampouw
koq ga menyerang balik ke kaisar ming 🫤
Munawir
Luar biasa
Abu Fadhila
Perbeda'an karakteristik antara penulis Novel Laki² & Perempuan, jika penulis novel seorang laki², biasanya cenderung membuat MC memiliki lebih dari satu pasangan, karna memang hal tersebut termasuk sifat dasar seorang laki², sedangkan jika penulis Novelnya seorang perempuan lebih cenderung membuat MC nya setia pada satu pasangan, karna sifat dasar seorang perempuan tdk mau berbagi (perempuan mana juga yg mau dimadu), tp dlm alur ceritanya jg kebanyakan Intrik, cinta bertepuk sebelah tangan, cita segi tiga dll. dlm alur cerita biasanya "sedikit dialog tp penjelasan sangat panjang.

Ini hanya sebatas pendapat saya sendiri, jd tdk perlu terlalu ditanggapi 🤣🤣🤣
Abu Fadhila
Benar² luar biasa, jika di'ibaratkan pepatah; "Sedikit bicara banyak bekerja", ini sungguh Novel yg sangat unik, utk satu kata; "Sial", penjelasannya hampir seperempat Bab, jadi pribahasanya; "Satu dialog seribu penjelasan". mantap👍🤣
Muhammad Kussairi
Luarbiasa dan Terimakasih untuk Nopel PPN dan PZX
Kuma Bear
Luar biasa
@gus j
gak besa di percepat
@gus j
iklannya terlalu memaksa
Mulyoto
bagusss
Khairul Azman Abdul Kahar
sebuah karya yg menarik utk dibaca
⚔️Perusuh⚔️
Cerita kultivator ngelantur jadi cerita roman picisan....
⚔️Perusuh⚔️
Pergi ke masalalu, kok ada kisah lain di ceritakan? Aneh sekali ceritanya....
⚔️Perusuh⚔️
Di cerita sebelumnya di akhir2nya cerita ini sudah di tulis sampe beberapa Chapter, terus kenapa di ulang2 lagi di sini??
Omang Q
/Good//Good/
Omang Q
👍👍
Wanta Ru
Biasa
Muh Ismar Tahsan
Mantap
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!