NovelToon NovelToon
Rahim Sewa'An

Rahim Sewa'An

Status: sedang berlangsung
Genre:Beda Usia / Anak Yatim Piatu / Ibu Pengganti / Romansa
Popularitas:5.2k
Nilai: 5
Nama Author: Vie Alfredo

Seina, adalah seorang gadis kampung yang hidupnya penuh dengan kesederhanaan, dia dari keluarga baik-baik, dia juga mendapatkan pendidikan yang baik dari keluarganya, namun dia harus kehilangan anggota keluarganya karena sebuah bencana.

Seina pun satu-satunya yang selamat dan dibawa ke tempat pengungsian oleh para relawan, gadis itu cukup terpuruk dengan nasibnya, namun dia tetap harus menjalani hidupnya.

Karena yang bernasib sama dengannya itu juga cukup banyak.

Hal itu membuatnya bangkit dan merangkul anak-anak yang bernasib sama dengannya.

Suatu hari dia bertemu dengan seorang wanita cantik jelita, dari atas kepala sampai bawah kakinya, terlihat bernilai mahal, bahkan kibasan rambutnya pun berbau dollar.

"Jadi kamu ya Seina?" tanya wanita itu dengan angkuh.

"Ya, ada apa Nyonya?" tanya balik Seina.

Wanita itu segera membuka koper besar, dan di sana terlihat sangat banyak tumpukkan uang.

"Aku sewa rahimmu!" Tegas wanita itu.

Yuk kepoin baca lanjutannya 👉

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Vie Alfredo, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

24. Godaan hati

" Seina, kau dari mana saja?" teriak Martin.

" Aku berkeliling saja dari pagi petang." Jawab Seina sambil memegangi perutnya, dia baru sadar jika dia sudah sembrono melompat begitu saja, sambil melihat ke arah jendela kamar Matthew.

Rupanya Matthew masih di sana, dan melihat ke arahnya.

Astaga, ada apa sih sebenarnya ini?

Dalam hati Seina yang tidak bisa memahami.

" Hei, kenapa wajahmu merah?" ujar Martin segera memeriksakan suhu tubuh Seina.

" A-aku, tidak apa-apa, aku hanya kelelahan berjalan-jalan." ujar Seina menghindar.

" Ayo pulang, Mona mencari mu waktunya sarapan." ujar Martin.

" Ya Martin." Martin menggandeng tangan Seina pulang.

Sementara Matthew masih memperhatikan mereka berdua.

" Apa aku menyukai anak itu?, tidak mungkin, apa aku hanya terbawa suasana?, tapi aku sangat gelisah setiap Martin melakukan kontak fisik padanya." Gumam Matthew.

Matthew tidak tahu, apakah dia benar - benar mulai menyukai Seina atau mungkin takutnya, itu hanya pelampiasan karena rasa sepi.

" Tapi aku tidak bisa melepaskannya." Gumam Matthew.

" Jangan di lepaskan Tuan." Tiba-tiba saja Mona sudah di belakangnya, dan membuatnya terkejut.

" Astaga Mona, anak nakal ini sama saja dengan Martin, kenapa tidak mengetuk pintu?" ujar Matthew terkejut.

" Pintunya tidak ada Tuan." Jawab Mona polos.

" Ya Tuhan." Matthew memegangi kepalanya.

Dia sedang terlibat dengan anak-anak muda dan ini masih di bawah umur juga.

" Apa yang kau dengar Mona?" tanya Matthew.

" Saya tidak dengar tapi saya memperhatikan, hehehe, Nona saya cantikan Tuan, warga di sini sangat menyukai Nona saya, bahkan ada yang berharap Nona cepat menjanda karena mereka mengira Tuan Martin yang menyebalkan itu suaminya." Ujar Mona.

" Kau itu masih kecil, memang apa yang kau tahu Mona." ujar Matthew menghela nafas.

" Jangan meremehkan saya Tuan, semua pahit kehidupan ini saya sudah merasakannya, hehehe." ujar Mona.

" Baik anak yang tidak boleh di remehkan, sekarang tugasmu hanya terus mengekori Seina dan memberikan jarak antara Martin dan Seina!" tegas Matthew.

" Saya akan melaksanakannya!, ayo Tuan anda sarapan juga." Ujar Mona segera pergi.

" Dia mengamatiku ternyata." Matthew merasa malu tertangkap basah oleh anak di bawah umur itu.

Memang kombinasi yang pas untuk Seina berteman dengan Mona.

" Rupanya anak itu cukup berguna." Gumam Matthew.

Saat sarapan.

Mona terus menjauhkan Seina dari Martin.

" Apasih Mon?, kau bisa duduk di sisih kanannya Cina, Cina di tengah." Ujar Martin ribut.

" No, Nona harus dekat dengan Tuan Matthew, karena ada anak Tuan Matthew, kata dokter kedekatan ayah dengan bayi dalam kandungan itu membuat bayi semakin sehat." ujar Mona.

Matthew tertawa mendengar ucapan Mona.

Anak itu benar-benar di luar ekspektasi Matthew.

" Kau minggir kalau begitu." Martin menarik Mona pergi dari kursinya dan menempatinya.

" Hah, kok jadi gini? " ujar Mona terkejut.

" Apanya yang jadi begini?" Ujar Martin mengejek Mona.

" Nona, lihat Tuan Martin semena-mena, Tuan Matthew tolong." ujar Mona mengadu.

Seina dan Matthew melirik ke arah Martin dengan sangat mendominasi.

" Kalian kenapa begitu kompak begitu?" ujar Martin terkejut.

" Hah, baiklah aku pindah, jadi anak kalian itu Mona, kakak kau tidak sayang aku lagi ya." ujar Martin merengek.

" Duduk, makan dengan tenang!" tegas Matthew.

" Ya." jawab Martin segera makan dengan tenang.

Namun mata Martin terus melirik ke Mona dengan kesal.

" Nona, Tuan Martin menakutkan." Ujar Mona mengadu karena takut.

" Martin, kenapa kau selalu membuat keributan?" ujar Seina.

" Apa aku cuma meliriknya, masak salah, dah lah aku hilang selera makan, kalian terus menyalahkan ku." ujar Martin merajuk.

" Martin!, makan habiskan!" Teriak Seina yang membuat Matthew terkejut.

Galak juga dia.

Dalam hati Matthew terkekeh.

Dan lucunya Martin langsung menurut, Matthew tersenyum senang, karena Seina benar - benar memegang kendali anak liar yang dia besarkan itu.

Setelah selesai makan, Martin menghampiri Mona di dapur.

" Mona, kau tidak boleh merebut Seina dan kakak dariku!" tegas Martin.

" Anda bicara apasih Tuan?" Mona sampai bingung.

" Kau sudah merebut semua perhatian Seina awalnya, lalu sekarang kakakku juga ada di pihak mu!, itu tidak adil!" tegas Martin.

" Baik Tuan, saya mengerti." jawab Mona.

Tuan Martin ini badannya doang yang besar, tapi tingkahnya seperti anak kecil.

Dalam hati Mona.

Sementara itu.

" Seina, apa kau mau jalan-jalan denganku?" tanya Matthew.

" Cina denganku saja." ujar Martin langsung nyempil di antara Seina dan Matthew.

" Tuan Martin, tolonglah bantu aku buang sampah ini berat!" Teriak Mona.

" Apa?, suruh saja itu penjaga rumah ini, aku tidak ada waktu." Jawab Martin.

" Tolong bantu Mona Martin, dia masih anak-anak." ujar Matthew.

" Anak-anak?, sebesar itu anak-anak dari mananya, ya udah iya." Martin pun segera membantu Mona.

" Ayo Seina." Matthew langsung menggandeng tangan Seina dan membawanya berjalan bersama.

Kenapa aku tidak menolaknya?

Dalam hati Seina.

" Apa kau ingin dibelikan sesuatu?" tanya Matthew.

" Tidak Tuan." jawab Seina.

" Tolong mintalah sesuatu padaku Seina." ujar Matthew penuh harap.

" Tapi saya tidak mau sesuatu, untuk saat ini saya sudah senang dan tenang sudah cukup karena Nyonya tidak datang menemui saya." ujar Seina.

" Hanya itu kau sudah bersyukur ya." Matthew tersenyum.

" Iya Tuan." jawab Seina.

" Tapi aku membelikan ini, untukmu." Matthew meraih sesuatu di sakunya, lalu memakainya di jari manis Seina.

" Ah, Cincin?" Seina sangat terkejut, rasanya dia seperti sedang sangat dicintai ugal-ugalan, tapi Seina terus menghilangkan pikiran itu, karena Matthew memperhatikannya karena ada anak di dalam perutnya, lagian Matthew sangat bucin pada istrinya.

" Berpikir apa kau Seina." Gumam Seina lirih.

" Tuan, kalung yang anda beli sudah cukup, cincin ini saya tidak bisa menerima." ujar Seina.

" Seina, aku juga tidak mengerti dengan apa yang terjadi padaku, tapi tolong terima dan nikmati saja." ujar Matthew tidak mau tahu.

Pokoknya Seina hanya perlu menerima tanpa alasan.

" Begitu ya, terimakasih Tuan." Jawab Seina.

" Malam ini mau tidak menghabiskan malam denganku setelah kembali dari pulau ini?" ujar Matthew.

" Menghabiskan malam?, apa maksudnya Tuan?, itu bukan hanya duduk dan bercerita saja kan?" ujar Seina curiga.

" Ya?, apa kau ingin aku melakukan sesuatu padamu?" Matthew mendekatkan wajahnya pada Seina.

" Tidak, tidak ... Saya tidak mau Tuan, kan saya bilang saya bukan pelakor!" tegas Seina.

" Hahahah, aku hanya bercanda saja, aku ingin tidur memelukmu saja dan anak kita." Matthew membelai rambut Seina yang panjang dan indah itu.

" Tapi kalau kau mengijinkan lebih aku juga tidak akan menolak Seina." Matthew menggoda Seina lagi.

Seina sekarang bisa melihat sisi lain dari Matthew, yang biasa memasang wajah datar, biasanya berbicara sangat santun dan monoton, saat ini Matthew tampak seperti orang lain yang sedang menikmati kenyamanan dalam hidupnya.

Tidak kaku dan cukup manis.

Sadarlah Seina, kau tidak boleh tergoda.

Dalam hati Seina.

" Siapa yang mengijinkan, Tuan jangan berbicara hal yang mengerikan, saya takut istri anda datang pada saya dan menginjak leher saya." Ujar Seina.

Matthew hanya tersenyum dan tetap menggenggam tangan Seina dengan erat.

Seina anak yang sangat ceria, dia sangat kuat, meskipun takut tapi dia tidak punya rasa menyerah, di juga sangat cantik, sekarang tubuh Seina semakin mengembang karena dia harus memperbaiki gizi anaknya.

" Kau semakin cantik karena badanmu berisi, apa kau tidak takut tubuhmu rusak karena melahirkan?" tanya Matthew.

" Memang kita hidup di jaman purba?, segala teknologi sudah tersedia, apa yang aku takutkan." Sahut Seina.

Matthew tersentak mendengar jawaban gadis muda itu.

" Kalau pun meninggalkan bekas sayatan aku bangga, karena ini aku bisa melakukan kebaikan untuk orang - orang terdampak bencana itu." ujar Seina tersenyum.

" Cantik, muach." Matthew mengecup pipi chubby Seina karena gemas.

" Malam ini aku akan membawamu, aku hanya ingin denganmu, kau tidak boleh menolak." tegas Matthew terus menggenggam tangan Seina dengan bangga.

1
Arbaati
lanjut Thor...tetap semangat nulisnya...Senin tak kasih vote lg insya Allah
࿅ᴡʜɪᴛᴇ ʟɪᴏɴあᬊ𝄞༗: Wah,😍😍😍 terimakasih kakakku🥰
total 1 replies
Arbaati
ah Mathew ini julukannya saja berkuasa tapi gak bisa apa"🤭
࿅ᴡʜɪᴛᴇ ʟɪᴏɴあᬊ𝄞༗: puffffffff🤣
total 1 replies
Sunaryati
Ya namanya cinta , pasti selalu percaya.
࿅ᴡʜɪᴛᴇ ʟɪᴏɴあᬊ𝄞༗: sejak dahulu begitulah cinta ya kak😂
total 1 replies
Arbaati
aduh seina...agak mahalan dikit dong biar Mathew nya makin penasaran
࿅ᴡʜɪᴛᴇ ʟɪᴏɴあᬊ𝄞༗: Ya soalnya Matthew sangat menggoda untuk Seina yang sudah lama hidup sebatang kara 🤣
total 1 replies
Arbaati
udah tak kasih vote Thor....lanjut updatenya 😍
࿅ᴡʜɪᴛᴇ ʟɪᴏɴあᬊ𝄞༗: terimakasih kakak sayang sehat selalu 🥰😍
total 1 replies
𝐈𝐬𝐭𝐲
up lagi thor
࿅ᴡʜɪᴛᴇ ʟɪᴏɴあᬊ𝄞༗: ok kak
total 1 replies
𝐈𝐬𝐭𝐲
Matthew punya istri 1 aja gak bisa tegas ma istrinya apalagi istri 2 yg ada Siena bakalan sakit hati dan kecewa terus...
࿅ᴡʜɪᴛᴇ ʟɪᴏɴあᬊ𝄞༗: Iya tuh Matthew gak jelas 😂🤣
total 1 replies
𝐈𝐬𝐭𝐲
suami orang udah mulai ugal²an nih...😂😂😂
࿅ᴡʜɪᴛᴇ ʟɪᴏɴあᬊ𝄞༗: gak ada remnya🤣
total 1 replies
Arbaati
eh jangan salah thew...Simona meski kecil cabet rawit. segala apa bisa...
Arbaati: apaan cabe gendat Thor...?/Proud/
total 2 replies
Arbaati
good seina 😍👍
Arbaati
hati hati seina, itu ular cobra, bisa nyembur🤣🤣🤣
Arbaati: serius Thor kembar 5...?
total 2 replies
𝐈𝐬𝐭𝐲
bahkan cinta udah mulai tumbuh diantara kalian tapi kalian tidak menyadarinya...
࿅ᴡʜɪᴛᴇ ʟɪᴏɴあᬊ𝄞༗: tolong sadarkan kak😂🤣
total 1 replies
Arbaati
gpp seina meskipun suami orang. kan kamu diundang, bukan datang sendiri... anggap saja kamu tamu sedang disuguhi hidangan yang nikmat, jadi nikmati saja🤣
Arbaati: 🤣😍🤣😍🤣😍
total 2 replies
𝐈𝐬𝐭𝐲
suami orang lebih menggoda ya Sien...🤣🤣🤣🤣
࿅ᴡʜɪᴛᴇ ʟɪᴏɴあᬊ𝄞༗: saingannya cm satu say 😂🤣
total 1 replies
𝐈𝐬𝐭𝐲
kalo Matthew perhatian bgt ma Siena ntar Siena jadi baper loh...
࿅ᴡʜɪᴛᴇ ʟɪᴏɴあᬊ𝄞༗: iya baperin anak kecil lagi
total 1 replies
Arbaati
sabar martin, minta kak author nyiapin jodoh untukmu yg lebih keren😍
࿅ᴡʜɪᴛᴇ ʟɪᴏɴあᬊ𝄞༗: Uhuk uhuk siapa ya?🤣
total 1 replies
𝐈𝐬𝐭𝐲
ciee ada yg cemburu nih... 😂😂
࿅ᴡʜɪᴛᴇ ʟɪᴏɴあᬊ𝄞༗: ya begitulah hidup yang membingungkan😂🤣
total 3 replies
Arbaati
lanjut Thor... tetap semangat nulisnya 😍
Arbaati
ya Allah kejam amat si Gladys
semangat seina, semoga author cepat membuat bahagia 🤣
𝐈𝐬𝐭𝐲
lanjut thor..
࿅ᴡʜɪᴛᴇ ʟɪᴏɴあᬊ𝄞༗: siap laksanakan 🥰
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!