NovelToon NovelToon
Dendam Ratih Dan Cinta Sang Pangeran Ular

Dendam Ratih Dan Cinta Sang Pangeran Ular

Status: sedang berlangsung
Genre:Suami Hantu / Iblis / Misteri / Roh Supernatural
Popularitas:16.9k
Nilai: 5
Nama Author: Putri Sabina

Ratih gadis miskin yang lugu dari Desa Cempaka yang di cintai oleh sosok Siluman ular yang berusia ribuan tahun----Setelah cintanya dikhianati oleh Arya, anak kepala Desa dusun Cempaka. Ratih Dipaksa membuat Perjanjian pernikahan dengan Pangeran Naga Seta yang sudah terobsesi pada Ratih----demi keamanan desanya lewat pernikahan gaib.
Warga Desa yang kembali terikat dengan Siluman ular penghuni aliran Sungai Seta harus memberikan sayeba setiap sebulan sekali untuk Siluman ular penghuni sungai, akankah warga desa terlepas dari perjanjian gaib ini.
Mengisahkan Dendam, Sakit hati, dan Perjanjian gaib di jadikan satu dalam novel ini.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Putri Sabina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 23

Pagi hari di dusun Cempaka semua warga beraktivitas dengan normal, perkebunan yang milik kepala desa sudah berhasil jatuh ke tangan warga.

Karena beberapa perkebunan gagal di tangan kepala desa, menyebabkan gagal panen.

Para warga yang tiba-tiba mendapatkan emas mulai menabung untuk membeli perkebunan milik kepala desa, dan beberapa warga dengan kepingan emas yang entah darimana itu juga berhasil menebus kembali sawahnya yang ada pada rentenir.

Judi dan mabuk-mabuk kian makin marak di Desa Cempaka, para penduduknya yang mulai makmur----setelah mendapatkan panen berlimpah---mereka memilih melakukan mabuk-mabuk.

Warga Desa yang dulunya mayoritas memiliki rumah kayu dan gubuk reyot, sekarang mulai di bangun kembali.

Setelah insiden banjir itu----Warga desa mulai membangun rumah mereka menggunakan batu-bata warna orange yang ukurannya kecil.

Untuk membangun rumah menggunakan batu bata itu adalah sesuatu hal yang mewah bagi warga desa Cempaka, ternyata memuja sungai Seta ada untungnya juga.

Selain memberi kekayaan dan kemakmuran---Sungai Seta menepati janjinya dengan tidak menganggu para warga, pagi ini aktivitas warga berjalan dengan normal.

Ketakutan semalam seolah tak ada harganya----dengan kemakmuran yang mereka rasakan.

Seorang warga yang tengah membajak sawah juga tak menganggu ular welang yang lewat, karena sesuai janji Chandra Welang---jika ular-ular yang menjadi rakyatnya akan membantu warga dengan memakan hama, seperti tikus, burung pengganggu, dan lainnya.

Ini bagus dalam hal biologi demi menjaga keseimbangan alam, tapi sangat buruk dalam hal moralitas dan hal ketuhanan.

"Pak makan dulu ini ada ayam ama nasi," kata istri salah satu petani di gazebo dekat sawah.

"Inggih bune nanti kalo ini sudah selesai membajaknya," jawab bapak-bapak petani itu.

Para warga desa sudah kembali ceria, bahkan banyak yang mengadu nasib di desa ini demi sesuap nasi.

Kali ini kepala desa terkena imbasnya, hasil perkebunan tak sebagus dulu----apapun yang di tanam seperti buah akan busuk.

Dan perkebunan tak seluas dulu, dirinya hanya memiliki setengah saja----yang tersisa hanya usaha hotel dan usaha lainnya milik Arya di kota.

Pria dengan perut buncit itu sekarang lebih kurus karena memikirkan perkebunan dan kekayaannya yang habis, awalnya dirinya menolak ikut melakukan ritual.

Ritual memberikan sayeba bagi Sungai Seta----tapi sekarang dampak yang di rasakannya nampak terasa---sungguh dirinya ingin kembali jaya seperti dulu.

"Apa aku temui Mbah Suti saja ya," pikirnya terduduk di ruang kerja sambil memijit pelipisnya.

Istrinya masuk ruang kerja sang suami.

Ceklek.

Wanita bertubuh sintal atau curvy itu masuk, mengenakan baju lengan panjang dengan lebar di bawah lengannya dan rok sampai bawah lutut, tak lupa rambutnya di cepol dan tangannya memegang kipas.

"Aduh Mas gimana ini?" keluhnya.

"Kamu tuh loh...suami lagi pusing mikirin gimana bisnis tetap jalan malah tiap hari ngeluh mulu!" omel kepala desa kepada istrinya.

"Yah aku nggak mau Mas, kalah ama besan aku! Kita udah kehilangan setengah perkebunan! Dan aku nggak mau ya semua perhiasan aku di jual!" balas sang istri yang hari-harinya selalu tantrum.

Kepala desa bangkit menatap istrinya, tatapannya nampak marah dan kesal.

"Kamu itu mikir nggak sih! uang aku buat bangun rumah ini lagi! Kita nggak bisa pakai dana desa buat hedon lagi!" marah sang suami yang tempo hari di datangi KPK.

"Ya 'kan kamu bisa, Mas. Ambil duit dana desa kaya waktu itu dikit nggak masalah!" kata sang istri.

"Kamu ini paham nggak apa yang aku omongin! Aku nggak bisa ambil uang sepeser pun! Karena lagi di pantau sama KPK! Soal warga yang terkena banjir itu! kalo sampai ketahuan kita ambil uang sepeserpun dari dana desa...maka semua harta benda kita akan disita."

Kepala desa nampak frustasi menghadapi keadaan yang menurutnya sekarang amat sulit, memeras warga dengan pajak yang tinggi pun percuma karena sebagian masyarakat desa yang generasi baru sudah pada cerdas.

Bahkan jika berani kepala desa mengancam atau mengintimidasi meraka maka siap-siap saja, akan diadukan kepada pusat dan gubernur dengan sebagian warga desa yang siap bersaksi---setelah mereka mendapatkan sawah dan hak-haknya kembali.

"Coba aku datangi Mbah Suti saja ya minta pesugihan," usul Kepala Desa.

"Hah pesugihan?!" ucap istrinya dengan membeo.

"Iya pesugihan, dari apa kita keadaannya seperti ini terus---lama-lama harta kita bisa habis!" lanjut kepala desa yang terduduk dengan memijat pelipisnya.

"Mas! Kamu gila! Pesugihan itu 'kan perlu tumbal! siapa yang mau di tumbalkan! Aku nggak mau Arya ya? Putra kita satu-satunya!" maki istrinya.

"Kamu bisa diam dulu nggak sih! Cangkemmu bikin aku pusing!" bentak kepala desa mendengar ocehan istrinya, yang di depannya sambil mengibas-ngibaskan kipas.

Huft.

Istri kepala desa menghentakkan kakinya di lantai marmer meninggalkan ruang kerja sang suami menuju ke kamarnya, dengan mata berkaca-kaca.

Kepala desa yang serakah ini hanya memikirkan bagaimana kekayaan dan bisnisnya tetap utuh, karena dirinya juga hampir bangkrut.

*

*

*

1
neni nuraeni
mungkin kah anaknya yg melindungi ibunya,,, kalau iya bkl tmbh seruuu ni
Putri Sabina: Yah itu udah insting anak laki-laki kak, kalo dimana² pasti akan melindungi ibunya
total 1 replies
kinoy
kyknya pemuda tu anak Ratih ma seta deh
Putri Sabina: itu kekuatan nya kak dari bangsa siluman🙏
total 1 replies
neni nuraeni
lnjuuut
neni nuraeni: ok deh😉
total 2 replies
🌹🌹Anggita Liani p.🌹🌹
𝐁𝐞𝐫𝐡𝐚𝐫𝐚𝐩 𝐱 𝐬𝐦𝐨𝐠𝐚 𝐀𝐦𝐛𝐚𝐫𝐚𝐰𝐚𝐭𝐢 𝐦𝐞𝐧𝐨𝐥𝐨𝐧𝐠 𝐑𝐚𝐭𝐢𝐡 𝐮𝐧𝐭𝐮𝐤 𝐤𝐦𝐛𝐚𝐥𝐢 𝐤𝐞 𝐝𝐮𝐧𝐢𝐚 𝐦𝐚𝐧𝐮𝐬𝐢𝐚 𝐚𝐣𝐚 𝐬𝐢𝐡.
𝐒𝐦𝐨𝐠𝐚 𝐚𝐣𝐚 𝐑𝐚𝐭𝐢𝐡 𝐠𝐚𝐤 𝐝 𝐛𝐮𝐧𝐮𝐡. 😞
Putri Sabina: ikutin aja kak alurnya😄
total 1 replies
neni nuraeni
lnjuut
Putri Sabina: besok lanjut kakak
total 1 replies
neni nuraeni
wiih mantaaap.. lnjut
Putri Sabina: besok kak pasti lanjut kok😄
total 1 replies
🌹🌹Anggita Liani p.🌹🌹
Ke desa Cempaka baru rencana, kpan ksitu nya Rania. 😂
Putri Sabina: sabar atuhh, kan lagi persiapan Dania juga masih sekolah jugaa kak😩
total 1 replies
neni nuraeni
semoga aja Ratih kuat...
neni nuraeni: iya ksian... 🙂
total 2 replies
kinoy
si Ambar cr mati..JD dia yg nambahin racun ke tubuh Ratih..SMG aj CPT ketauan trus dipateni
Putri Sabina: tunggu aja kak, karmanya buat kobra Ambarwati😄 dan orang jahat pasti akan ada karmanya🤭
total 1 replies
🌹🌹Anggita Liani p.🌹🌹
𝐉𝐝 𝐭𝐨𝐤𝐨𝐡 𝐛𝐚𝐫𝐮 𝐧𝐲𝐚 𝐡𝐚𝐧𝐭𝐮 toh😳😆, 𝐠𝐚𝐤 𝐧𝐲𝐚𝐧𝐠𝐤𝐚 𝐭𝐩 𝐬𝐞𝐫𝐮 𝐣𝐮𝐠𝐚 𝐭𝐡𝐨𝐫. 😂
Putri Sabina: sesuai keinginan readers kak, nanti di bab selanjutnya akan ada banyak tokoh tambahan🙏
total 1 replies
🌹🌹Anggita Liani p.🌹🌹
𝐒𝐦𝐨𝐠𝐚 𝐝𝐞𝐡 𝐏𝐫𝐚𝐛𝐮 𝐍𝐚𝐠𝐚 𝐬𝐞𝐭𝐚 𝐛𝐞𝐫𝐬𝐚𝐦𝐚 𝐫𝐚𝐤𝐲𝐚𝐭 𝐱 𝐦𝐞𝐦𝐞𝐥𝐮𝐤 𝐚𝐠𝐚𝐦𝐚 𝐢𝐬𝐥𝐚𝐦 𝐲𝐚. 😃😃
Putri Sabina: aminn😉🙏
total 1 replies
neni nuraeni
jgn smpai dong Ratih meninggal kasian ibu ya,,,
neni nuraeni: ya dehhh
total 2 replies
kinoy
waduh..gmn nasib Ratih y
Putri Sabina: tunggu kelanjutannya kak, besok update koo😄
total 1 replies
Nur Bahagia
kamyuuu nanyaaa? 🤭
Nur Bahagia
ternyata pangerannya jahad 🤨
Putri Sabina: namanya juga siluman kak
total 1 replies
Nur Bahagia
oii pangeran.. pikirin juga dong calon ibu mertua mu
Putri Sabina: Yah begitulah kak, sifat alami siluman😉 egois🤭
total 1 replies
Nur Bahagia
seperti nya pangeran harus mengurangi ego nya 🤭
Nur Bahagia
kenapa pangeran tau2 ngamuk 🤔 jangan bilang kalau kamu masih labil pangeran 🤣🤭
Putri Sabina: bukan labil, dia nggak mau Ratih pergi kak🤐
total 1 replies
neni nuraeni
yaaa bersmbung
neni nuraeni: 👌 othor... dtunggu ya klnjutannya... 🥰
total 2 replies
Nur Bahagia
kalo kamu berhutang budi, harusnya dari dulu kamu bantu Ratih dan keluarga nya biar bisa hidup enak 😁🤭
Putri Sabina: Naga Seta maunya Ratih jadi istrinya kak🥲
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!