Akibat terlalu baik sama seseorang yang tak cukup dekat, membuat ia harus terjebak dengan kisah satu malam yang rumit.
hingga suatu ketika benih itu tumbuh dirahim nya, ia meminta pertanggung jawaban tapi apa yang ia dapatkan.
" gugurkan saja kandunganmu! aku tak akan menikahi mu!" ucap seseorang dengan tegas, rahang otot ny terlihat, mata nya yang lebar tampak melotot.
*****
beberapa tahun kemudian ia bertemu kembali dengan laki-laki itu, tapi ia tampak berbeda, dia berubah, berusaha mendekati anak nya dan diri nya?
lalu gimana kelanjutan nya cusss baca!!!!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon pinkky_11, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
duapuluhempat
Daun-daun itu berterbangan dengan cepat, awan diatas yang mulai meredup, hingga tetas demi tetes air itu menjadi lebat, orang-orang berjalan cepat mencari tempat untuk berteduh, tapi lia enggan berlari, ia ingin menikmati setiap tetesan air yang mengguyur tubuh nya, Sudah lama sekali ia tak pernah bermain-main dengan air seperti ini.
Payung biru navi itu tiba-tiba berada diatas nya, ia sekilas menoleh ke belakang, wajah nya sedikit terkejut, namun laki-laki itu tersenyum tipis. " kenapa sih harus hujan-hujan, kalau sakit gimana,hmm?" tatapan nya berhasil mengunci mata lia, hati nya berdesir, tumpukkan kata rindu itu seakan terbalas seiring nya berjalan waktu.
" lia...." panggil nya lirih, tapi mampu membuyarkan lamunan nya.
Tangan lia gemetar, bersamaan dengan tubuh nya yang mengigil." li kamu kedinginan." wajah yang tadi berseri, kini berubah menjadi khawatir, tatapan nya panik, menggapai tangan lia yang terasa dingin untuk mengajak nya ketempat berteduh, walau badan lia yang sudah basah kuyup.
lia menatap tangan nya yang masih di genggam, dulu ia pernah di genggam begini, tapi fakta nya hubungan itu tak berlanjut karena status nya.
" aldian... Kamu—" suara nya gemetar, tak mampu mengucapkan nya kembali.
Tangan itu terlepas pelan, tatapan nya menunduk." li..maafin aku.." ucap nya.
Ia tersenyum kecut." tidak ada yang salah denganmu, apa yang dikatakan orang tua kamu memang be—.." ucap nya terpotong, tangan besar itu berhasil membungkam mulut lia. " stop, jangan lanjutin li,"
" aku tahu, ucapan ibu aku membuat hatimu sakit, jadi, jangan lanjutin ucapan yang membuat dirimu sakit." suara itu masih sama seperti dulu, terdengar lembut ditelinga nya.
"cukup satu tahun yang lalu kamu sakit, untuk saat ini biarkan dirimu bahagai tanpa melihat kebelakang." lanjut nya, ia melepaskan jaket tebal milik nya, kemudia menyampirkan nya dipundak.
" aku sudah basah kuyup, nanti jaket kamu juga iku basah." tolak nya halus, tapi laki-laki itu tak mendengarkan nya." enggak papa, setidak nya masih ada kehangatan walau sedikit."
lia terdiam, menikamti setiap getaran hati nya, lalu, ia mendengar hembusan nafas aldian. " gimana kabar naura?"
***
Awan jingga itu berhasil membuat hari sore nya tampak indah, sama dengan suasana hati nya yang lagi bagus saat ini. Ia keluar dari supermarket dengan dua kantong plastik yang berada di genggaman nya. berulang kali ia membayangkan anak nya menyambut kedatangan nya, dan memeluk nya tapi... Itu hanya angan-angan nya saja.
Mobil andito berhenti didepan rumah lia, ia sudah siap turun, tapi... Pandangan nya masih mengunci kepada tiga orang yang berada didepan nya. anak nya tersenyum lebar, dihadapan laki-laki yang berjongkok dengan tangan yang mencubit gemas pipi anak nya, dan tidak lupa tatapan dalam lia kepada laki-laki itu.
Andito tersenyum, tapi hati nya tersayat saat melihat anak nya yang tampak tersenyum didepan laki-laki lain.
Saat laki-laki itu sudah pergi, andito turun dari mobil nya, ia berjalan kesana dengan bawahan nya, " hei..." sapa andito saat kedua orang itu hendak masuk.
mereka menoleh bersamaan, dari sini saja andito sudah paham, wajah lia yang tampak muak bertemu dengan nya, dan naura yang menoleh sekilas lalu kembali berjalan, ia tampak tak perduli. " andito," ujar lia.
" hmmm, ada apa? Mau bertemu naura?" ucap nya yang mengerti maksud kedatangan nya.
Andito berubah menjadi kikuk, kepala mengangguk samar, lia berbalik lalu." duduk lah, biar aku panggilkan naura."
...----------------...
jangan lupa di like dan komen yah... 🥰🥰🥰💐💐💐
terima kasih, yang sudah membaca cerita ini...
dan mulai saat itu aku gk sembarangan deket laki,. kl anakku dah oke baru aku serius tp kl anakku gk suka ya udah gk maksa. krn anak lbih penting Dr apapun.