Dewi seorang remaja berumur 15 tahun,kelas 3 Smp sekolah agama memiliki 3 saudara kandung'kakak laki laki dan kakak perempuan,seorang gadis remaja yang baru mau memulai hidupnya menjadi tingkat dewasa
Hasby seorang remaja lelaki berumur 16 tahun juga kelas 3 smp berbeda sekolah dari Dewi
pertemuan tidak disengaja itu menjadi awal ceritanya,mengubah hidup seorang Dewi menjadi wanita yang harus bersabar dalam menjalani kehidupan
penasaran???????
ini novel pertama yang aku tulis,semoga menghiburr selamat membaca❤
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Desi sukma, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kembali
Pagi ini Dewi terbangun dari tidurnya,seperti biasa ia langsung menuju dapur untuk menyiapkan sarapan pagi kepada bos besar.
Semalam ia tak tau Bryan sudah pulang atau belum karna Dewi merasa sangat lelah dengan banyak tugas kuliah.
Gadis itu membuka kulkas dan kaget melihat tak ada menu masakan lagi.
" Astagaaa aku lupa kalo bahan makanan pada habis " Ujar Dewi mengetuk keningnya.
Gadis itu menelan ludah kasar,ia melihat jam didinding sudah menunjukkan pukul setengah 7 pagi.
" Aduhhh Mana Pak Bryan kerja jam 8 lagi,mana keburu " Ujar Dewi panik.
Gadis itu takut dimarahi Bryan karna belum masak,biasa lelaki perkasa itu suka sarapan dirumah.
Tak lama benar saja,suara bel berbunyi.
Dewi makin panik dan berlari kedepan.
" Astagaaa dia baru pulang " Ujar Dewi kelabakan.
Yap,Dewi melihat Bryan dimonitor cctv lelaki dengan setelah jas hitam.
Bel berbunyi lagi dan Dewi pun membuka pintu.
" Kenapa lama sekali ?" Tanya Bryan mengurut keningnya.
" Bukankah bapak punya kuncinya ?" Tanya Dewi mengernyit.
Bryan mendongak dan melihat gadis tersebut.
Dewi menelan ludah kasar,pria itu memperhatikan dirinya yg hanya mengenakan piyama kuning menyala.
" Aku mau tidur,jangan diganggu " Kata Bryan masuk
" Alhamdulillah " Jawab Dewi tiba2
" Kenapa kamu bersyukur ?" Tanya Bryan kaget.
" Hah astagaaa " Kata Dewi kelabakan.
" hm anu Pak maksud saya,saya mau masak " Balas Dewi mengalihkan.
Bryan diam,lelaki itu pun masuk kerumah dan menuju kamar.
Dewi menghela nafas lega.
Ia tak bisa membayangkan jika lelaki itu marah sepagi ini meskipun Dewi belum pernah melihat Tuan rumah itu meninggikan suara.
Melihat situasi aman,Dewi bergegas keluar.
Ia akan pergi kepasar sebelum raja rumah itu bangun dan merasa lapar.
Dikamar,Bryan menghempas tubuhnya keranjang,ia begitu lelah dan merasa semua badan sakit.
" ck aku akan mandi dlu " Ujar Bryan mencium ketekny.
bekerja seharian membuat lelaki itu kehabisan energy,perusahaannya sedang tak baik2 saja membuat lelaki itu harus lembur.
15 menit mandi,Bryan keluar dengan baju tidurnya,ia merasa lapar dan menuju dapur.
" Kemana gadis itu ?" Gumam Bryan heran.
Rumah sepi,Dewi ntah kemana membuat Bryan heran.
" Dewiiiiii " Panggil Bryan.
Hening...
Dewi kamu dimana ?" Tanya bryan lagi.
Lelaki itu mencari gadis tersebut keliling rumah membuat darah Bryan naik.
" Dimana dia ? Cepat sekali menghilangnya ?" Gumam Bryan kesal.
Beberapa saat ia menunggu didapur,tapi Dewi belum menampakkan batang hidung.
" Astaga bisa darah tinggi lama2 begini " Kata Bryan tak tahan.
Pria itu pun meninggalkan kursinya dan pergi kekamar.
Ia akan berusaha tidur dulu mengumpulkan tenaga.
Lelaki itu merasa lapar dan ingin sekali makan,tapi expetasinya hncur karna Dewi tak ditemukan.
Ditempat lain seorang gadis nampak sibuk membeli bahan makanan.
" Ayo cepetan Buu " Ucap Dewi kepada penjual.
" Buru2 amat neng " Ujar si Ibu heran
" Iya Bu,yg dirumah bisa ngamuk nanti " Ucap Dewi ngeri.
" Memangnya suami kamu galak ya Neng ?"
" Hah suami ? Ya galak banget bisa nelen hidup2 " Kata Dewi merinding.
Si ibu terkekeh geli dan memberikan belanjaan Dewi.
Gadis itu kembali berjalan seraya melihat kelangit,nampak akan turun hujan.
" Duhh jam berapa ini ?" Gumam Dewi melihat sekitar.
Gadis itu mendekati tukang sayur dan menayakan jam.
" Baru pukul 10 neng " Ujar si bapak dengan hape jadulnya.
" Jam 10 ya Pak ?" Ulang Dewi.
" Iya Neng " Jawab si bapak nyegir.
" Oke Pak makasih ya " Kata Dewi berjalan lagi.
Pasar sangat ramai,gadis itu ingin membeli daging karna sudah lama ia tak masak menu tersebut.
Dewi berjalan cepat hingga menemui si penjual.
" Berapa sekilo Pak ?" Tanya Dewi.
" 130ribu Neng " Jawab si bapak.
" Setengah kilo boleh ga ?" Tanya Dewi.
" Boleh Neng " Ujar si bapak tersenyum.
Dewi mengecek dompetnya dan menelan ludah kasar.
Masih tersisa 100 ribu disana.
Setelah dibapak menimbang,Dewi pun memutuskan untuk pulang.
Ia sudah kehabisan uang meski masih banyak yg ingin dibeli.
Dengan tergopoh2 gadis itu membawa belanjaan,naik angkot menuju rumah sang tuan.
Dijalan hujan benar turun,gadis itu pasrah.
Ia tak bisa berbuat banyak lagi.
" Kiri Pak " Ucap Dewi saat melihat plang perumahan.
" Neng salah satu penghuni perumahan ini ýa ?" Tanya si supir.
" Iya Pak " Jawab Dewi.
" Waduhh maaf banget ya Neng,ga dikasih satpam masuk kesini " Ujar supir bingung.
" Iya ga paoa " Jawab Dewi.
Ia memberi ongkos dan turun.
Hujan semakin deras,Dewi tak punya pilihan lain selain berlari untuk sampai cepat kerumah.
Ia tak mungkin menunggu karna akan sangat berbahaya jika Bryan tau ia keluyuran tanpa izin.
Saat sampai dirumah,Dewi membuka pintu dengan cepat.
Ia langsung nyelonong masuk menuju dapur.
" Uhhh semoga aja dia masih tidur " Gumam Dewi berharap.
Gadis itu menaruh semua belanjaannya diwastafel.
Saat akan berbalik badan alangkah kagetnya Dewi melihat seorang pria dengan kaus kutang berdiri diambang pintu dapur menatap kearahnya.
" Astaga " ucap Dewi meloncat kaget.
Yap,Bryan ada disana memperhatikan gadis itu.
" Darimana kamu ?" Tanya Bryan nyalang.
" Ak aku aku " Ucap Dewi kelabakan.
" Dari mana !" Bentak Bryan lagi membuat Dewi gemetar.
" an anu aku dari pasar Tuan " Jawab Dewi ketakutan.
Bryan mendekat dan memperhatikan gadis itu.
Dewi melihat dirinya dan memejamkan mata dengan kebodohannya tersebut.
Yap,dirinya basah kuyup bahkan ada tetasan air dari bajunya.
" Astagaaa anak ini " Kata Bryan menarik pelan baju Dewi seperti orang jijik.
" Maaf Tuan,tadi hujan tiba2 turun " Kata Dewi menunduk.
" Memangnya hujan harus lapor kamu kalo mau turun ?" tanya Bryan gemas.
Dewi menelan ludah kasar dan menggeleng.
" Kamu beli apa ?" Tanya Bryan lagi.
" Hah em anu tuan,beli daging dan sayur " Jawab Dewi tak berani mengangkat kepalanya.
Bryan melihat kebelakang dan benar.
" Ini sudah siang,apa yg bisa dimakan ?" tanya Bryan.
" Tuan laper ya ?" Tanya Dewi polos.
" Menurut kamu ? Atau mau kamu yg saya makan hah " Kata Bryan berkacak pinggang.
Glekkk...
Dewi menelan ludah kasar,ia mendongak melihat pria itu lalu menunduk takut.
" Ja jangan Tuan " Kata Dewi pelan.
Bryan tersadar dengan kata2 nya dan mencoba lebih santai.
" Sana mandi " Kata Bryan mendehem sejenak.
" Hah " Kata Dewi terkejut.
" Apa sih,mandi kamu itu basah nanti rumah kotor " Kata Bryan salah tingkah.
Dewi ikut salah tingkah dan berlari.
Bryan diam sejenak menyugar rambutnya.
" Apa yg aku lakukan " Gumam Bryan kesal.
Ia teringat lagi saat dimana ia memaksa Dewi melayani dirinya sampai gadis itu merasa kesakitan.
" Sial ! " Umpat Bryan.
Lelaki itu balik lagi ke kamar menenangkan dirinya.
❤❤❤❤
Hay Guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya.
kasihan Dewi ...Bryan. bagaimana nasibnya kalau tidak kau nikahi dan juga nasib anakmu setelah lahir nanti
Kamu harus berani jangan lemah...ikuti kata hatimu.
Harusnya dia lebih memilih Dewi karena ada benih dalam.peeut nya dan itu darah daging Bryan.
kalau mengatakan yg sebenarnya bahwa ada.Dewi yg telah hamil habislah Bryan.
Liat aja kelakuan si Meri belum nikah aja sikapnya udah otoriter gitu gimana nanti kalau udah nikah.
Bryan....kamu harus berani dan tegas sebagai lelaki.
Kamu bilang aja kalau saat ini kamu udah punya calon buah hati , siapa tau dengan adanya penerus keluarga ini papa dan kakekmu akan mendukung paling yg menentang mamahmu.
Jangan bilang itu untuk acara nikahan Bryan yg udah disiapin sama momynya.
sekarang Bryan mau nikahan, semoga nikahan Bryan gak jadi...