NovelToon NovelToon
Kembali Dengamu

Kembali Dengamu

Status: tamat
Genre:Reinkarnasi / Mengubah Takdir / Tamat
Popularitas:97.6k
Nilai: 5
Nama Author: KGDan

Seandainya waktu bisa diulang kembali.

Penyesalan Mark Theodor dalam hidupnya, adalah mengabaikan istrinya demi keluarga kandungnya, hingga istrinya meninggal saat hamil muda.

Di saat ia sudah menua dan sakit-sakitan, keluarga kandung yang sangat ia sanjung, tidak satupun menaruh rasa kasihan pada keadaannya.

Mark hanya bisa menangisi dirinya yang malang, sampai akhirnya ia menutup mata untuk selamanya.

Tapi, tiba-tiba ia membuka matanya, dan terbangun dari tidurnya.

Ia mendapati dirinya kembali ke tahun 1973, di saat usianya masih dua puluh delapan tahun.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon KGDan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Part 24.

Mata Mark membulat melihat apa yang ia lihat di dalam rumah.

"Bangsat!!!"

Mark menghambur ke dalam, dan melayangkan tinjunya kepada seorang pria tua gendut, yang mencoba menyentuh tubuh Ivana.

Sementara Ibu dan adiknya berdiri menjaga Ivana, agar tidak berusaha melarikan diri.

Buk!!

Buk!!

Brak!!!

Tubuh pria itu jatuh menghantam meja.

Mark yang marah kembali menghajar pria itu bertubi-tubi, sampai wajah pria tersebut babak belur hingga muntah darah.

Melina dan Alice saling merangkul melihat amarah Mark, yang terlihat sangat mengerikan.

Mereka belum pernah melihat Mark semarah itu.

"Tangan mu yang mana, yang telah menyentuh istriku! Hah?! bangsat!!!!"

Krakkk!!

Mark memutar lengan pria itu.

"Aaaaa.... !!!"

Pria itu melolong kesakitan, dan ambruk ke lantai sembari memegang lengannya yang patah.

Buk!!

Buk!!

Kembali Mark meninju pria tersebut, sampai ia merasa puas melihat pria itu terkapar.

Lalu ia kemudian menoleh ke arah Melina dan Alice.

Matanya yang terlihat penuh amarah, mengangkat jari telunjuknya ke wajah Melina dan Alice.

"Kalian sungguh keterlaluan! ikatan sedarah kandung, tapi kalian seperti binatang! berani sekali menjual istriku!!!"

PLAK!!!

Mark kemudian menampar wajah Alice dengan begitu kencangnya.

"Mark! kamu keterlaluan! Alice adikmu!!!" jerit Melina terkejut melihat Mark menampar Alice.

Emosi Mark yang sudah membuat matanya menggelap, seketika melayangkan tangannya menampar Melina.

PLAK!!!

Ia tidak perduli lagi dengan status Melina sebagai Ibu kandungnya.

Ibu kandung yang harus ia hormati, tidak pernah sedikit pun menyayanginya sebagai anak kandung.

"Atas dasar apa anda mengingatkan hubungan persaudaraan antara aku dengan putri anda, Nyonya Theodor! aku bukan putramu! dasar Ibu brengsek! anda tidak punya hati nurani! sungguh tega menjual istriku kepada pria hidung belang!!!"

Teriakan Mark melolong penuh emosi memandang Melina tajam, sampai urat lehernya menonjol saat ia berteriak.

"Di.. dia tidak berguna! karena dia, kamu sampai berani memutuskan hubungan keluarga dengan kami!!" jawab Melina membela diri.

PLAK!!!

Mark kembali menampar Melina dengan kuat.

"Aaa!!!" Melina menjerit kesakitan.

"Kalian lah yang membuat aku memutuskan hubungan keluarga dengan kalian! jangan bawa-bawa istriku! dia tidak melakukan apa pun agar aku berpisah dari keluarga Theodor! brengsek!!!"

Wajah Melina seketika pucat melihat mata tajam Mark, yang terlihat memerah oleh emosi.

Tapi, detik berikutnya ia menjatuhkan diri ke lantai, begitu ia melihat sekumpulan penghuni rumah susun tersebut mengintip di ambang pintu.

Ia pun seketika menangis tanpa air mata, untuk membersihkan namanya dari apa yang telah ia lakukan terhadap Ivana.

Ia ingin Mark yang disalahkan, karena telah menganiaya Ibu kandung, dan adik kandungnya.

"Hu hu hu uu... tolong kami! putraku menganiaya kami! lihatlah apa yang telah ia lakukan kepada kami! hu hu hu uu... !!"

Melina memperlihatkan wajahnya yang baru saja di tampar Mark, dan menarik tangan Alice untuk memperlihatkan wajahnya, yang telah di tampar Mark.

Mark yang segera meraih tubuh Ivana, tidak memperdulikan tangisan sandiwara Ibunya tersebut.

"Sayang, maafkan aku, seharusnya tadi aku tidak meninggalkan mu!" katanya dengan perasaan menyesal memeluk tubuh lemas Ivana.

"A.. aku sendiri tidak tahu, mereka tiba-tiba datang menarik aku dengan paksa!" kata Ivana dengan tubuh gemetar.

Mark mengeratkan pelukannya mendengar penjelasan Ivana.

Ia memejamkan matanya untuk menenangkan perasaannya, yang kembali emosi mendengar apa yang dikatakan istrinya itu.

Sementara sekumpulan penghuni rumah susun yang mengintip di pintu, yang menyaksikan apa yang terjadi di dalam rumah itu, saling bergumam mendengar apa yang dikatakan Melina.

"Nyonya! anda jangan mengatakan yang sebaliknya! bukankah anda ingin menjual istri putra anda kepada pria itu??"

Tiba-tiba salah satu dari kumpulan penghuni rumah susun, dengan suara lantang menyalahkan Melina seraya mengacungkan jarinya menunjuk Melina.

Tangis pura-pura Melina seketika berhenti, mendengar apa yang dikatakan salah satu kumpulan penghuni rumah susun tersebut.

"Ya! tadi aku melihat Nyonya menarik paksa seorang wanita, yang mencoba berontak agar dilepaskan! ternyata anda ingin menjual menantu anda sendiri kepada Tuan itu!!"

Tidak terduga, penghuni lainnya ikut buka suara menyalahkan Melina.

Melina yang sengaja menjatuhkan diri ke lantai, perlahan bangkit berdiri dari duduknya mendengar nada marah penghuni rumah susun.

Ia lupa saat tadi membawa paksa Ivana, telah menarik perhatian sebagian penghuni rumah susun.

"Berpura-pura ditindas, ternyata dia yang menindas menantunya!!"

"Aku baru lihat mertua model seperti ini! sungguh kejam!!"

Melina merasa malu memperlihatkan wajahnya.

Ia menarik Alice untuk berlindung dibalik punggung Alice, agar wajahnya tidak terlihat dengan jelas.

"Minggir! awas petugas mau lewat!!"

Terdengar suara yang semakin berisik di luar pintu, dan masuklah tiga petugas Polisi bersama Berwyn.

"Kami mendapat laporan, kalau di sini ada yang melakukan perdagangan gelap!!"

Salah satu petugas Polisi itu menunjukkan surat resmi penangkapan.

Melina dan Alice seketika pucat pasi, dengan tubuh yang juga seketika gemetar melihat surat penangkapan tersebut.

"Siapa diantara anda yang melakukan pelaku perdagangan gelap?!" tanya Petugas itu dengan tajam.

"Mereka!!" tunjuk Berwyn ke arah Melina dan Alice.

Tubuh Melina dan Alice seketika semakin gemetar dengan hebat, melihat jari telunjuk Berwyn mengarah kepada mereka.

"Ti.. tidak! dia salah tuduh! ka.. kami bukan pelakunya!!" Melina menggoyangkan tangannya, membantah apa yang dikatakan Berwyn.

"Nyonya! anda berdua di tangkap! kalau anda ingin membantah, tidak melakukan kejahatan! silahkan dikantor Polisi saja!!" kata Petugas tersebut dengan tegas.

"Ayo, ke kantor Polisi!!" kata Petugas lainnya menarik Melina dan Alice keluar dari dalam rumah tersebut.

"Tidak! tidak! Mark, tolong Mama!!!" teriak Melina memohon kepada Mark.

Mark tidak memperdulikan teriakan Melina.

Dengan raut wajah datar dan dingin, ia melihat acuh tak acuh Ibunya itu di bawa petugas Polisi bersama dengan Alice.

"Mark! kakak macam apa kamu! kamu sungguh tega pada kami!!!" teriak Alice melolong memandang panik ke arah Mark, saat ia di tarik paksa oleh petugas Polisi.

"Cih!" dengus Mark acuh tak acuh, "Saat dalam kesulitan kalian memohon padaku! di mana hati nurani kalian tadi, saat akan menjual istriku kepada laki-laki bajingan ini!!!"

Duk!!!

Mark menendang pria yang tadi ia hajar, yang terbaring tidak berdaya di lantai.

Salah satu petugas Polisi itu meraih pria tersebut, dan dengan paksa menariknya untuk bangkit berdiri.

"Anda dilaporkan melakukan kejahatan! cepat bergerak!!!" bentak Polisi itu kepada si pria hidung belang.

"Ba.. baik!!" jawabnya ketakutan.

Melina dan Alice berteriak tiada henti memanggil nama Mark, agar mereka tidak dibawa ke kantor Polisi.

"Ayo sayang, kita pulang!" kata Mark merangkul bahu Ivana untuk pergi juga dari sana.

Sesampainya di kediaman Berwyn, Rebecca menyambut kedatangan Ivana dengan wajah yang terlihat sangat cemas.

Bersambung......

1
Rita Juwita
luar biasa...
dwi'x
Luar biasa
Alaina Sulifa Kaplale
ia.. terlalu lemah si ivana ini/Right Bah!/
Alaina Sulifa Kaplale
kesel.. kenapa masih mau tinggal ti kandang singa
YunaD
asalkan tukang nya bekerja keras dan asalkan dana untuk bangunannya enggak dikorupsi. maka membangun sesuatu akan lancar , kokoh,dan bagus😄
YunaD
ketagihan nya bang🤣
YunaD
jangan terlalu lemah invana,semua di masukin ke dalam hati
YunaD
haduh, aku sedih
YunaD
cuma tamparan aja? cowok kok lembek😑
Ari Peny
mkch ceritanya bagus simple gk bertele2👍👍👍
Ari Peny
hayo yg tegas mark jgn bodoh lg
Ari Peny
knp gk pergi langsung berdua knp kmbl k rmh
Travel Diaryska
bagus ✨
Suherni 123
terimakasih untuk cerita nya kak
Mita Paramita
siap Thor ditunggu karya baru ny 👍
Suherni 123
tuh kan keliatan semua aslinya,, Alice yg notabene nya anak kandung berani ngebentak orang tua
vania larasati
lanjut
Mita Paramita
Thor..makin kesini makin bosen alur ceritanya.. sebetulnya siapa musuh utama mark dan ivana ? kn keluarga tiri Mark udh ketangkap polisi 🙂
panjul man09
seharusnya bab2 berikutnya mark banyak berinteraksi dgn orangtua kandungnya dan lingkungan keluarga kandungnya
panjul man09
kenapa ganti gambar sampulnya , padahal yg dulu sudah pas dgn latar belakang luar negi.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!