Nama saya Yuda, Saya siswa SMA tahun ke 2. Kehidupan sekolah saya tidak ada yang istimewa. Tetapi ada seseorang yang sangat saya sukai dari tahun pertama sekolah, saya mengejar cintanya selama 2 tahun, namun tidak mendapatkan respon dan berujung penolakan yang menyakitkan. Sampai suatu saat saya mulai membuka mata saya, berapa banyak waktu yang saya buang sia-sia hanya untuk wanita yang tidak mencintai saya. Namun ini hanya permulaan dari cerita tahun ke 2 saya di sekolah. Dimana saya akhirnya memilih untuk melangkah maju dan berhenti membuang waktu, saya memutuskan untuk berhenti mengejar cintanya dan menjalin hubungan pertemanan dengan teman-teman lainnya. Berusaha mengupgrade diri dan mencoba membuka hati untuk orang baru walau rasa trauma dari orang lama masih membekas.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dame Dha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 24 Aku Akan Maju!
Sudut pandang Andini -
Hari ini aku habiskan bersama Kak Jun dan Kak Jessi. Kami terpilih menjadi satu tim di undian kelompok. Kami mendiskusikan apa yang akan kami lakukan untuk tugas kali ini.
- Sudut pandang Yuki -
Setelah semua persiapan untuk besok selesai kami pun pulang. Tapi Yuda tidak pulang, dia menanyakan alamat rumah Andini pada Raphtalia. Katanya dia ingin memberikan sebuah buku pada Andini.
Aku baru ingat kalau kemarin Andini sempat murung karena gagal mendapatkan buku yang dia inginkan, Apa mungkin Yuda tau soal ini dan ingin menghibur Andini.
Tapi apa kepentingan Yuda sampai repot-repot ke rumahnya segala. Yuda dan Andini pun selama ini tidak sedekat itu. Tapi kenapa Yuda seperhatian itu sama Andini. Apa mungkin aku tanyakan langsung saja.
Jujur aku agak sedikit khawatir.
- Sudut pandang Yuda -
Aku sudah dapat alamat rumah Andini dari Raphtalia. Aku ingin sendirian kesana tapi Yuki ngotot ingin ikut.
Aku tidak bisa menolaknya juga. Lagi pula aku tidak yakin Andini ada di rumahnya. Dia juga pasti sedang sibuk bersama anggota tim nya.
Kami berdua berjalan menuju alamat rumah Andini.
"Yuda, aku baru tau kalau kamu dan Andini lumayan akrab" tanyaku pada Yuda
"Ah itu, kami juga baru mulai berbicara baru-baru ini, sebenar itu gara-gara Siva" jawab Yuda
"Jadi Siva, mereka berdua ternyata bisa cocok ya" ucapku tentang Siva dan Andini
"Iya. Banyak orang salah memilai Siva" ucap Yuda
- Sudut pandang Yuki -
Jadi Yuda dan Andini bisa akrab itu berkat Siva. Kenapa Siva membuat mereka berdua jadi dekat. Ku kira Siva bukan orang yang sebaik itu. Dia bahkan berusaha menjauhkan ku dengan Yuda.
Ku pikir Siva juga menyukai Yuda, apa feeling ku selama ini salah.
Setelah berjalan menyusuri kompleks kami sampai di alamat rumah Andini. Yuda menekan bell pintu dan kemudia ada sesorang wanita yang membukakan pintu, sepertinya itu kakaknya Andini, kalau dilihat dari usianya dia masih 20an tahun jadi tidak mungkin ibunya Andini semuda itu.
Yuda bertanya pada wanita itu.
"Permisi kak, apa ini benar rumahnya Andini" tanya Yuda
"Iya benar, tapi Andini nya lagi ga ada dirumah" jawab wanita itu
"Oh ga papa kak. Saya cuma mau nitip ini saja" ucap Yuda sambil meberikan bingkisan pada wanita itu
"Oh baik nanti saya sampaikan, ngomong kalian siapa nya Andini ya" tanya wanita itu pada kami
"Kami teman sekelas Andini, nama saya Yuda dan ini Yuki" jawab Yuda sambil memperkenalkan diri
"Oh kamu yang namanya Yuda. Nama aku Audi kakaknya Andini, kalian mau masuk dulu, Andini sebentar lagi juga pulang" jawab kak Udi
"Ga usah kak, sudah sore juga. Kami juga sudah mau pulang" ucap Yuda pada kak Audi
"Oh baiklah nanti aku bilangin ke Andini" jawab kak Audi
"Baik kak, kami permisi pulang" ucap Yuda pamit pulang
Yuda pamit pada kakaknya Andini. Jadi Andini ternyata punya kakak perempuan.
"Itu tadi kakaknya Andini, Cantik ya" ucapku
"Iya. Aku juga baru tau dia punya kakak" jawab Yuda
"Mirip banget Sama Andini, pantes adiknya cantik kalau kakaknya juga cantik" ucapku tentang Andinhj dan kakanya
"Iya. Tapi sifat mereka sangat berbeda. Yah tapi aku juga lebih suka sifat Andini yang seperti sekarang" jawab Yuda
Setelah sampai di luar komplek kami berpisah karena rumah kami berlawanan arah.
- Sudut pandang Yuki -
Kekhawatiran ku sedikit terjawab. Sepertinya Yuda memang sedang tertarik dengan Andini. Aku harus berbuat apa, aku tidak ingin Yuda pergi dariku tapi aku juga tidak bisa menekan Andini secara langsung.
Berbeda dengan Jessica dan Siva. Andini sangat baik dan dia juga tidak pernah mencari gara-gara dengan ku.
Aku tidak mungkin langsung melabrak dia. Apalagi kalau Yuda sampai tau, ini bisa jadi senjata makan tuan, aku harus berfikir keras untuk itu.
- Sudut pandang Andini -
Setelah diskusi bersama kak Jun dan kak Jessi aku pulang kerumah. Seampainya di rumah sudah ada kak Audi di rumah.
"Andini, tadi ada teman kamu datang kesini" ucap kak Audi
Teman ku. Aku tidak ingat pernah memberikan alamat rumahku ke siapa saja.
"Siapa kak..?" tanyaku
"Namanya Yuda. Dia datang ngasih bingkisan itu" ucap kak Audi sambil menunjuk sebuah bingkisan di atas meja
"Heh..kak Yuda..kok dia bisa tau alamat kita" ucapku dengan sedikit panik
"Eh Kenapa, kamu ga suka Yuda datang kesini" tanya kak Audi
"Bukan..bukan begitu kak..." jawabku
"Eh..berarti kamu suka dong" tanya kak Audi
"Heeh..kakak apaan sih.. udah..aku mau ke kamar mandi dulu" jawabku sambil berlari ke kamar mandi
Setelah ke kamar mandi aku masuk ke kamar membawa bingkisan itu. Aku sangat malu gara-gara di isengin kakak ku. Tapi kak Yuda kenapa tiba-tiba ngasih aku bingkisan ini. Kenapa dia juga bisa tau alamat rumah ku.
Dari pada penasaran lebih baik ku buka saja langsung isi bingkisannya.
Di dalam ada sesuatu yang terbungkus dengan kertas kado. Setelah aku ambil kado itu sepertinya sebuah buku.
Aku buka perlahan kertas kado itu, sedikit demi sedikit sampul buku itu mulai terlihat. Tapi saat itu aku langsung tau buku apa ini.
Kertas kado sudah terlepas semua dan betapa terkejutnya aku. Ini adalah buku yang kemarin gagal aku dapatkan. Buku yang sangat ingin aku miliki.
Kenapa kak Yuda bisa tau dan dari mana dia bisa mendapatkan buku langka ini.
Aku teringat kata-kata pemilik toko kemarin kalau stok terakhir buku ini dibeli oleh seorang pemuda. Jangan-jangan pemuda itu adalah kak Yuda.
Aku benar-benar tidak menyangka, ini buku yang harganya tidak murah dan dia memberikannya pada ku. Aku sangat senang. Tidak, aku sangat bahagia.
Aku membuka halaman buku itu dan di dalamnya ada selembar kertas yang sudah ditulis tangan. Aku membaca isi di kertas itu.
"Buku ini mungkin tidak seberapa. Aku berikan ini sebagai hadiah ulang tahun untuk mu. Walau terlambat satu bulan tapi aku tidak mau melewatkan hari istimewa mu. Aku juga ingin menjadi orang yang istimewa untuk mu. Untuk Andini"
Air mata jatuh dari mata mengalir di pipiku. Perasaan yang campur aduk aku rasakan, aku peluk buku itu dengan erat.
Untuk sekarang mungkin hanya buku ini yang bisa ku peluk. Tapi satu saat nanti aku pasti akan benar-benar memelukmu. Mungkin aku tidak bisa bersikap manis seperti harapan mu. Tapi aku juga akan berusaha menjadi orang yang istimewa untukmu..
Hubungan kita memang belum terjalin secara resmi tapi perasaan ku sudah terikat dan aku ingin selamanya bersamamu, terima kasih kak Yuda. Aku sangat mencintai mu ♡"
Terima kasih sudah membaca cerita saya. Untuk ilustrasi karakter cerita ini bisa di cek Trending akun-
Jika ada kritik dan saran silahkan DM saya dan jangan sungkan-sungkan :D