NovelToon NovelToon
Mommy Untuk Daddy

Mommy Untuk Daddy

Status: tamat
Genre:Romantis / Contest / Ibu Pengganti / Tamat
Popularitas:7.1M
Nilai: 5
Nama Author: della1

Apa jadinya jika seorang Anak kecil memanggilmu Mommy. Bocah perempuan usia 5 tahun yang imut nan cantik lebih sialnya adalah Anak dari bosnya yang dingin tapi genteng yang membuatnya digandrungi kaum hawam.


Yuk baca kelanjutannya...... 😊

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon della1, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Memulai

Rey saat ini sedang menatap jalanan yang dipenuhi orang dan transportasi yang melenggang. Pikirnya mulai berkelana kesana kemari entah kenapa tiba-tiba perasaan sedih. Ingin rasanya ia menangis tapi tidak bisa.

"Gue kenapa sih, kok sedih banget rasanya" ucapnya dengan mengelus dadanya, dengan pandangan mata tertuju kearah jalanan yang padat.

Rey pun memilih pergi meninggalkan tempat itu, agar perasaan tidak berlarut terlalu dalam. Saat sudah sampai didasar lantai ruangannya Rey menghela nafas panjang dan berat.

"Daddy!" teriak Cia lalu menghampiri Rey dengan merentangkan kedua tangannya dan disambut oleh Rey.

"Cia belum pulang? Papa mana?"tanya Rey yang menggendong Cia keruangan nya.

"Papa lagi meeting jadi Cia milih diam disini bersama Daddy"ucap Cia

"Owh...."ucap Rey "Nanti pulangnya kita mampir ke rumah Mama yuk?"ajak Rey membuat Cia senang.

"Benar Dad?" ucap Cia menegaskan perkataan Daddy-nya dan diangguki. "Horee!!!" sorak Cia senang.

"Tapi nanti kita mampir beli bunga dulu ya"ucap Rey dengan menurunkan Cia.

Cia yang semangat dan senang bakal ketemu dengan Mamanya berlarian masuk ke kamar yang ada di ruangan Rey untuk tidur agar nanti tidak kelelahan saat bertemu Mamanya.

Rey yang memperhatikan tingkah Cia hanya bisa tersenyum manis.

Sebahagia itu kah kamu Cia pengen ketemu Mama batin Rey.

Sesak rasanya di hati Rey, melihat Cia yang tumbuh tanpa kasih sayang seorang ibu. Walau terkadang kasih sayang itu juga ia dapatkan dari Andra tapi tetap aja rasanya tidak sama.

"Haruskan aku memulainya?" gumam Rey.

Lagi Rey menghembuskan nafas dengan kasar. Seperti hidupnya ngestack tanpa tujuan. Terlalu dalam luka yang di toreh kan dia sampai membuat hati Rey beku.

Rey tak bisa fokus dengan pekerjaan pikirannya kacau, tiba-tiba saja ia luka itu perih. Namun segera Rey alihkan dengan coba memikirkan tentang Cira.

Rey tersenyum sendiri cuma dengan membayangkan interaksi Cia dengan Cira. Bisa gila gue kalau mikirin dia batin Rey.

Rey berusaha sadar dari lamunannya dan bekerja dengan fokus. Beberapa jam kemudian pintu ruangan Rey ada yang mengetok, membuat perhatian Rey teralihkan.

"Masuk!"ucap Rey saat mendengar suara dari Chan.

Chan yang disuruh masuk pun segera masuk dengan membawa sebuah berkas dengan map berwarna merah.

"Rey ini berkas keuangan Minggu ini dari toko A" ucap Chan dan menyerahkan berkas tersebut.

"Apa ada masalah dengan Toko A"ucap Rey yang memeriksa isi dari map tersebut yang terlihat ada yang ganjil.

"Iya Rey, karyawan disana ada yang korupsi" terang Chan membuat Rey geram.

"Besok kita ke toko A untuk menyelidiki langsung. Dan jangan beritahu mereka kalau kita akan visit kesana. Karena aku ingin tau seberapa perlu uang, karyawan disana sampai berani korupsi."tegas Rey yang diangguki oleh Chan.

Cia yang baru bangun langsung kearah Daddy tanpa melihat ada Chan disana. "Daddy!"ucap Cia dengan suara baru bangun dengan mengucek matanya guna menyesuaikan cahaya.

"Owh...anak Daddy udah bangun? udah minum air?" ucap Rey dengan bangkit dari kursinya lalu menghampiri Cia.

Cia mengangguk dan ia baru sadar akan keberadaan Chan "Eh,,maaf Om Chan, Cia enggak liat" ucapnya dengan cengengesan.

Chan pun tersenyum menanggapinya dan mengusap rambut Cia gemas. "Cia lapar nggak?"ucap Chan.

"Makasi om, tapi Cia udah kenyang, karena tadi kan om belikan banyak makanan dan es krim"

Setelah selesai dengan urusan kantornya dan kini langit sudah sore, Rey dan Cia sedang di toko bunga untuk memilih bunga apa yang akan dibawa untuk kerumahnya Mamanya.

"Daddy yang mawar aja. Mawar putih Dad?" ucap Cia seraya membawa setangkai bunga mawar putih. Rey yang sedang melihat-lihat bunga melihat Cia yang sedang menunjukan bunga mawar.

"Boleh deh. Ada lagi yang mau atau ditambahkan?"tanya Rey kepada Cia dengan menyerahkan bunga kepada pelayan untuk membungkusnya.

"Nggak Dad itu aja satu warna cocok buat Mama"ucap Cia dengan memperhatikan dan sesekali mencium bunga yang berjejeran.

Setelah membayar bunganya, Rey menghampiri Cia dan mengajaknya untuk kembali ke mobil.

Didalam mobil Cia memangku bunga dengan sesekali menciuminya. "Daddy bunganya harum banget" ucapnya senang dengan senyum tak pernah luntur di bibirnya.

"Owh...iya, besok Tante Cira ngajak Cia main. Mau ikut katanya?. Kalau mau, biar Daddy hubungi Tante Cira nya." ucap Rey yang baru ingat tentang percakapan nya tadi dengan Cira.

"Emangnya nanti Cia diajak kemana?. Daddy ikut kan?." tanya Cia membuat Rey tersenyum dan mengulurkan tangan untuk mengelus sayang kepala Cia.

"Ikut, kalau diajak"ucapnya dengan nada kesal.

Cia yang melihat Daddy kesal " Yaudah nanti Cia ngomong sama Mommy buat ngajak Daddy juga".

"Terima kasih"ucap Rey. "Eh,,kayaknya Daddy nggak ikut deh, soalnya mau ke kota A buat liat perkembangan toko Daddy yang disana" ucap Rey yang baru ingat kan kegiatannya besok dengan Chan.

Mendengar itu Cia hanya mengangguk dengan wajah memandang indahnya bunga mawar.

Mereka akhirnya sampai disebuah pondok pemakaman Cia turun bergandengan dengan Rey. Cia mengedarkan pandangannya melihat setiap tumpukan tanah yang yang terhiasi oleh rumput hijau dan bunga yang cantik membuat kesan horor menjadi nyaman dan damai karena sejuknya dan indahnya bunga warna-warni.

"Daddy,?" ucap Cia membuat Rey memandangnya.

"Ada apa?" tanya Rey. Dan Cia hanya menggeleng kan kepalanya tidak jadi untuk berucap. "Udah sampai" ucap Rey lagi saat sudah sampai pada gundukan tanah yang sudah dikelilingi bunga yang indah.

Rey berjongkok bersama Cia "Rey dan Cia datang Ma"ucap Rey berusaha menahan gejolak di hatinya mengingat ia saat ini bersama Cia.

Mama batin Rey dengan rasa sedih yang menyesakkan.

"Mama, Cia bawakan bunga kesukaan Mama" ucap Cia dengan meletakkan bunga tersebut di depan batu nisan, yang bertuliskan 'Manda Aditama'.

"Ma maaf baru sempet kesini, Rey dan Cia mau mohon doa restu dan izin"ucap Rey mengusap batu nisan tersebut. Cia hanya memandang saja apa yang dilakukan Daddy-nya. "Cia bakalan ke Amerika dan menetap disana bersama Nenek Ida, Mama yang tenang disana, dan Rey juga akan memulai hidup, sesuai yang Mama inginkan".

"Iya, Mama tenang saja Cia akan jaga diri Cia disana, nanti saat liburan Cia akan pulang dan menjenguk Mama" timpal Cia dengan mata berkaca-kaca. "Mama juga doakan semoga Mommy Cira mau dengan Daddy" ucap Cia tersenyum

Rey yang mendengar ucapan Cia hanya mengusap gemas rambut Cia "Kamu ini" ucap Rey.

"Mama tau nggak?, Daddy ditolak sama Mommy tau?" ucapnya yang mulai bercerita.

"Owh...iya, Cia lupa siapa itu Mommy. Mama pasti udah liat gimana Mommy Cia, jadi Cia hanya ingin Daddy menikah dengan Mommy. Tapi kayaknya Mommy nggak suka dengan Daddy ma?. Bantu Cia buat Mommy suka Daddy ya Ma. Cia udah sayang dan nyaman dengan Mommy Ma, tapi Mama jangan cemburu, Cia tetap sayang Mama dan akan tetap sayang Mama." ucap Cia membuat Rey memandangnya dengan tatapan kesal sekaligus terharu akan ucapan yang terlontarkan oleh bibir mungil anak usia 5 tahun.

"Doakan supaya Rey menemukan yang cocok dengan Rey, Cia dan keluarga ya ma" ucapnya "Rey dan Cia pamit pulang kapan-kapan Rey akan kesini bersama sama Papa ma" ucapnya bangkit yang diikuti Cia.

"Dada...Mama" ucap Cia lalu mencium nisan ibunya.

Ada rasa sesak di hati Cia ketika anak diusianya harus kehilangan kasih sayang seorang ibu. Di lubuk hati yang terdalam Cia ingin merasakan masakan dan dibawakan bekal ke sekolah lalu dibacakan dongeng saat tidur serta masih banyak lagi.

Cia berusaha tersenyum agar Papa dan Daddy-nya tidak ikut sedih. Tapi ia bangga kepada Daddy dan Papanya karena selalu ada untuk dirinya membuat sosok ibu tersamping kan sedikit.

"Daddy?" ucap Cia yang mendongak untuk melihat Daddy-nya. Rey yang terpanggil pun menatap Cia dengan wajah berkata ada apa.

"Dad, tau nggak kata Papa kita lusa akan ke rumah Kak Andra soalnya Si Aidan jatuh dari sepeda" ucap Cia membuat Rey terkejut karena keponakan nya itu jatuh dari sepeda.

"Kenapa bisa jatuh dari sepeda?"tanya Rey membuat Cia mengerucutkan bibirnya kesal.

"Daddy tau kan, kalau Si Aidan itu lembek, bawa sepeda aja sampai jatuh. Cia yang cewek aja bisa bawa sepeda tanpa jatuh" ucapnya kesal. Rey yang mendengarnya menahan tawa. Bagaimana tidak Cia naik sepeda roda 3 sedangkan yang Andal punya sepeda biasa roda 2 walau dengan bantuan disamping kiri dan kanannya.

Mana bakalan jatuh kalau sepedanya roda tiga dan itupun dipegangi kalau tidak nangis kejer deh batin Rey

"Iya deh, Cia hebat" ucap Rey yang mengakhiri karena nggak mau berdebat.

"Ayo Dad cepetan, serem." ucap Cia dengan menarik-narik tangan Rey.

Lah situ yang jalannya pelan batin Rey yang merasa kesal.

Mereka sudah duduk di mobil dan kembali lagi Cia bercerita entah apa pokoknya ceritanya nyambung dengan apa yang dipikirkan saja sehingga muter-muter. Rey mendengarkan hanya manggut-manggut saja.

1
Hidriati Idefasa
Luar biasa
Alejandra
Emang nggak kedap suara kamarnya, biasanya kamar orang kaya kan gitu...
Irmanita Awanda
CIA itu umur brp sih kok gak dicritain di awal smpek skrg
Mal²_03
ga terlalu suka sama karakter Omanya, karna terlalu ikut campur dan egois mau menang sendiri, mana rencana ga ada yg masuk akal pula😒
Dyah Oktina
kurang ... nya... thor.... tempatnya ... gitu
Dyah Oktina
ish... ngerjain banget nih c author..... ruang kosong panjang... bet dah 😆
susi 2020
🙄🙄🙄🙄🤭🤭
susi 2020
🔥🔥🔥😄😄😄
susi 2020
🥰🥰🥰🥰
susi 2020
🙄🙄😍
susi 2020
🤫🤫🤫🤫😘😘😘
susi 2020
🙄🙄😍🥰
susi 2020
😍😍😍😍🥰🥰
susi 2020
🙄🙄🥰🥰🥰
susi 2020
😘😘🤫
susi 2020
🥰🥰😍
susi 2020
🙄🙄🙄🙄🙄
susi 2020
🤦‍♀️🤦‍♀️🤦‍♀️
susi 2020
😂😂😂😂
susi 2020
🤣🤣🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!