NovelToon NovelToon
Kekasihku Adalah Ayah Angkatku

Kekasihku Adalah Ayah Angkatku

Status: tamat
Genre:Diam-Diam Cinta / Romantis / Cintamanis / Cinta Seiring Waktu / Cintapertama / Tamat
Popularitas:285.5k
Nilai: 5
Nama Author: Mahkota Pena

Gadis manis bernama Rania Baskara, usia 17 tahun. Baskara sendiri diambil dari nama belakang Putra Baskara yang tak lain adalah Ayah angkatnya sendiri.
Rania ditolong oleh Putra, ketika masih berusia 8 tahun. Putra yang notabenenya sebagai Polisi yang menjadi seorang ajudan telah mengabdi pada Jendral bernama Agung sedari ia masih muda.
Semenjak itu, Rania diasuh dan dibesarkan langsung oleh tangan Putra sendiri.
Hingga Rania tumbuh menjadi gadis yang cantik dan manis.
Seiring berjalannya waktu, cinta tumbuh pada diri Rania terhadap Putra, begitu juga Putra merasakan hal yang sama, namun ia tidak ingin mengakuinya..
Bagaimana kelanjutannya? ikuti kisahnya..

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mahkota Pena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Sesuatu Yang Berbeda

"Ya, Siska yang dulu berbeda dengan Siska yang sekarang. Aku menyukai Siska yang dulu, bukan untuk sekarang." Jawab Putra.

Dicky mengangguk tanda mengerti.

"Lalu, saat ini siapa yang anda sukai, Komandan?" Tanya Dicky menelisik Putra.

Putra tiba-tiba menoleh kearah Dicky dengan mengerutkan dahinya.

"Siapa, Komandan? Apakah anda tidak ingin menceritakannya kepada saya? Saya ini adik komandan lho. Hanya beda orang tua saja, hahahaa.." Ledek Dicky kembali.

Putra mendengus kesal.

"Ada!" Jawab Putra singkat.

"Siapa, Komandan? Beri tahu saya dong!" Bujuk Dicky kembali.

"Ada pokoknya!" Jawab Putra yang kembali berdiri dan mengambil senjatanya kembali, lalu mulai membidikkan dan kini tepat pada sasarannya.

"Wah, hebat! Berarti sejak tadi yang mengganggu pikiran komandan sepertinya masalah hati nih." Goda Dicky kembali.

"Ssttt.. Jangan berisik!"

***

"Putra, bagaimana dengan rencana pernikahanmu dengan Siska? Apakah bisa dilaksanakan dengan segera?" Jendral Agung bertanya kepada Putra.

Putra yang sudah beberapa hari tidak berkunjung ke rumah Jendral Agung, sesampainya disana langsung ditanyakan perihal pernikahannya dengan Siska.

"Apa itu tidak terlalu cepat, Jendral? Sepertinya, Siska lebih baik dengan yang lain saja. Masih banyak yang lebih cocok dengannya!" Tolak Putra secara halus.

Jendral Agung tampak memperhatikan raut wajah Putra.

"Apa yang sedang kamu pikirkan? Siska adalah wanita yang cocok untuk kamu, Putra. Usiamu sudah tidak lagi muda, bahkan seharusnya kamu sudah memiliki anak dari hasil pernikahan." Tegas Jendral Agung.

"Mengapa tidak Jendral saja yang menikah lebih dulu? Apakah Jendral belum dapat move on dari mendiang Isteri Jendral?" Putra balik bertanya kepada Jendral.

Obrolan kali ini adalah obrolan yang santai antar sahabat.

Karena, sudah lama sekali Jendral Agung tidak mengobrol secara privasi dengan Putra.

Pandangan Jendral Agung menerawang ke langit-langit.

"Entahlah, aku belum ingin menikah kembali." Jawab Jendral Agung.

"Sama, Jendral. Aku juga! Belum ingin menikah." Balas Putra dengan nada cueknya.

Jendral Agung menggelengkan kepalanya.

"Putra, Putra. Kamu masih sama saja. Keras kepala! Kapan kamu akan memiliki keluarga?" Tanya Jendral Agung kembali.

"Entahlah, Jendral. Biarkan waktu yang menjawabnya." Jawab Putra.

"Lalu, bagaimana dengan Siska. Aku sudah merencanakan pernikahan kalian. Bahkan, Siska sudah sangat menyetujuinya. Pasti ia akan kecewa." Tegas Jendral Agung kembali.

Putra bergeming.

"Kalau kamu menolak pernikahan ini, tandanya kamu tidak menghormatiku, Putra." Imbuh Jendral Agung kembali dengan nada santai.

Putra seketika menoleh ke arah Jendral Agung dengan mengerutkan dahinya.

Jendral Agung tersenyum simpul kepada Putra.

***

"Atas nama Rania Baskara?" Panggil salah seorang Kapster untuk memotong rambut calon Bintara.

"Siap!" Jawab Rania.

Para calon-calon Bintara sedang mengantri untuk dipotong rambutnya dengan gaya rambut Bob Nungging.

Sebenarnya ada beberapa gaya rambut untuk para calon Bintara. Ada Rambut Bondol, Bob Nungging, Long Pixie, Bob Poni Samping dan masih ada beberapa gaya lainnya.

Rania memilih untuk bergaya rambut Bob Nungging. Rambutnya yang panjang hitam pekat akan dipangkas menjadi pendek sebahu.

Ia pun maju kedepan barisan untuk mendapatkan giliran untuk dipotong rambutnya.

Ada beberapa yang sudah selesai, tampil dengan wajah baru. Terlihat cantik dan elegan.

Tidak membutuhkan waktu lama, akhirnya Rania telah selesai di potong rambutnya. Ia pun segera bercermin.

(Wah, wajah baru. Baru kali ini aku potong rambut sependek ini, biasanya tidak pernah diperbolehkan oleh Ayah. Apakah Ayah akan terkejut melihat penampilan baruku nanti? Ngomong-ngomong tentang Ayah, aku merindukanmu, Ayah. Ternyata jauh denganmu tidak senyaman yang aku bayangkan) 

Batin Rania seraya bercermin dengan mengkibas-kibasnya rambut rabunya.

***

Hari berganti Hari.. 

Telah satu minggu Rania tinggal di asrama Bintara.

Ting!

Sebuah pesan mendarat pada Ponsel Putra.

Putra yang baru saja menyelesaikan mandinya, segera mengintip siapa kah gerangan yang mengirimkan pesan singkat itu.

Tatkala ia melihatnya, ternyata adalah pesan dari salah satu Briptu yang bertugas di Asrama Bintara.

Namanya Briptu Mega, ia mengirimkan sebuah pesan berisikan sebuah foto.

Putra akhirnya membuka foto tersebut. Betapa terkejutnya ia tatkala melihatnya.

Ia melihat foto Rania dengan penampilan rambut baru nya.

Ia terkejut dan takjub akan kecantikan Rania dengan penampilan barunya.

"Rania, kamu cantik sekali dengan penampilanmu yang sangat berbeda. Aku merindukanmu, Sayang. Apakah kamu masih mengingat kisah bercinta kita tempo hari? Aku sangat menginginkan kamu kembali. Love you, Rania!" Ucap lirih Putra seraya memperhatikan foto Rania dengan penampilan barunya.

Tatkala ia sedang menatap wajah Rania pada sebuah Foto, datanglah Siska menghampirinya.

"Hai, Putra. Kamu sedang apa?" Tanya Siska seraya berjalan mendekati Putra.

Putra yang mengetahui kedatangan Siska segera mengunci ponselnya dan meletakkannya di atas nakas.

"Mengapa kamu masuk kamarku tanpa seizinku, Siska?" Hardik Putra pada Siska.

"Maafkan aku, Putra. Aku tadi mencari-cari kamu, ternyata kamu ada di dalam kamar. Ya sudah, aku masuk saja." Jawab Siska tanpa perasaan bersalah.

Putra memang sangat tidak menyukai jika ada yang tiba-tiba masuk ke dalam kamarnya tanpa seizinnya. Kecuali, hanya Rania yang diperbolehkan keluar masuk kamarnya.

"Ada apa?" Tanya Putra mencoba untuk welcome kepada Siska.

Siska kembali mendekati Putra. Putra yang sedang duduk ditepi ranjang masih dengan bertelan*ang dada, dan hanya mengenakan handuk dililit dipinggang sedikit menggeserkan posisinya dari jangkauan Siska.

"Jangan mendekat! Kamu berdiri disitu saja!" Perintah Putra pada Siska.

Siskapun mengikuti arahan Putra. Ia mendengus kesal.

"Ish, Putra! Kenapa kamu seperti itu kepadaku? Aku bukan kotoran najis, kamu jahat sekali." Ucap Siska kesal.

Putra menarik napas panjangnya.

"Bukan begitu maksudku, tapi aku tidak ingin seperti tempo hari. Ada apa kamu datang kesini? Katakanlah, mumpung aku belum memulai tugasku pada Jendral Agung." Tanya Putra kepada Siska.

"Hmmm.. Aku hanya ingin mengajakmu untuk datang ke Apartemenku, Putra." Jawab Siska.

"Untuk apa? Ada apa memangnya disana?" Tanya Putra kembali yang kemudian menyambar T-shirt berwarna hitam polos, kemudian ia memakainya di hadapan Siska.

"Tidak untuk apa-apa, aku hanya ingin menunjukannya kepadamu. Jika, suatu saat kamu ingin berkunjung, kamu tinggal langsung datang saja." Jelas Siska.

Putra menatap tajam kedua bola mata Siska.

"Yakin?" Tanya Putra kembali untuk memastikannya.

Siska mendengus kesal.

"Ish, Putra. Ya sudah lah kalau begitu, aku pulang saja. Aku sangat tidak di anggap olehmu." Ucap Siska kesal seraya membalikkan tubuhnya dan hendak melangkahkan kakinya menuju arah pintu kamar.

"Tunggu! Ya sudah, kamu tunggu di luar saja. Sebentar lagi aku akan menyusulmu!" Ucap Putra kepada Siska.

Siska menyunggingkan senyumannya.

"Okay, Putra!" Siska melangkahkan kakinya meninggalkan Putra dan tidak lupa menutup rapat pintu kamar Putra.

Sepeninggal Siska, Putra melanjutkan untuk merapihkan dirinya.

"Siska.. Siska.. Ada-ada saja kamu ah!" Gumam Putra.

***

"Lapor, Jendral Chandra. Anak angkat Putra kini telah berada di Asrama Bintara. Ia sedang menyelesaikan tugasnya sebagai calon Bintara. Mungkin dalam jangka waktu tujuh bulan kedepan, anak angkat Putra sudah resmi menjadi seorang Bintara yang menyandang sebagai Polwan!" Ucap salah seorang ajudannya. 

Chandra Bhakti yang tengah duduk di kursi kebesarannya tampak geram dan tersenyum sinis. 

"Seperti apa wajah anak angkat Putra, Fauzi?" Tanya Chandra kepada ajudannya yang bernama Fauzi. Ia adalah seorang Briptu ajudan setia dari Jendral Chandra Bhakti. 

Fauzi segera berjalan mendekati Jendral Chandra dan menunjukkan sebuah foto Rania dari sebuah ponsel yang di genggam oleh Briptu Fauzi.

Chandra menerima ponsel yang diberikan Briptu Fauzi dan mengamati wajah Rania, kemudian tatapannya menjadi lebih melunak. 

"Cantik sekali dia. Pantas saja Putra menjaganya dengan sangat ketat." Ujar Chandra tak lepas memandang foto Rania. 

"Betul, Jendral. Putra sangat menyayangi anak angkatnya tersebut!" Jawab Briptu Fauzi. 

Chandra terus mengamati foto Rania, berkali-kali ia melakukan zoom pada foto Rania. 

Apakah ada sesuatu yang dirasakan oleh Chandra tatkala memandang foto Rania?

"Siapa nama gadis ini?"

1
᳆ΛMON
NIKAH NGAK KLEN !!!!!! NIKAH CEPET SEBELUM AKU JADI KODOK 😄
partini
kat hilang ingatan
Sella Fitri cahaya
kasihan rani
partini
cintanya ma ayah angkat nya tapi ko kemana-mana ga mudeng akuh
🏫⃟Sᵐᵖpocing😹
semangat
Ahn Mo Ne
Dicky sama rania saudara kandung/saudara angkat yng di angkat sama putra??
Mahkota Pena: Saudara angkat kak
total 1 replies
partini
👍👍👍👍👍
Indah Listyani
maaf kak, bukan kah Raina dulu sdh pernah bercinta dgn putra ya ..
Blu Lovfres
rania sudah di takdirkan untuk putra
ibarat air sungai pasti akan mencari jalannya sendiri, untuk ke muara
next thor
Blu Lovfres
good novel
awesome moment
wkwkkwk
ddeanash
mungkinkah itu putra
🏫⃟Sᵐᵖpocing😹
kepalaku ternodai🤣
Mahkota Pena: maafkan kak 🤭🤭🤭🤭🤭
total 1 replies
Alivaaaa
aku mampir Thor
Mahkota Pena: thank you kak
total 1 replies
Fitriani Fitriani
karya ini sangat bagus tapi alur cerita nya berulang2.
ollyooliver🍌🥒🍆
masa sdh berkali" melakukannya tdk curiga dengan siska.
Mar lina
kayak Rania & Putra
bakal bersatu nich...
Almi Reyhan: mana bab baru,kok gak ada
total 1 replies
Tining Revi
katanya gk suka sama siska, tp kok manis banget sikspnya ke siska.
Mar lina
lanjut thor ceritanya
cah gantenggg
segera up det ya author penasaran kelanjutannya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!