Aku tidak tahu dosa apa yang telah aku lakukan di kehidupan sebelumnya sehingga tuhan menghukumku Seperti ini.
Aku Terjerat Dalam hubungan pernikahan Dimana Akulah orang ketiganya, Bangga? bahagia? tentu tidak, Aku seorang wanita mana mungkin aku akan bahagia diatas luka wanita lain Seburuk apapun wanita itu dia tetap seorang wanita dan sebaik apapun aku, Akan jauh lebih buruk dari pada dia.
Menjadi orang ketiga dalam sebuah hubungan bukanlah sebuah kebanggaan, melainkan sebuah hukum yang tengah aku jalani.
Jika diluar sana beberapa wanita bangga menjadi orang ketiga, tetapi aku justru menyesal, karena hinaan, cemoohan, serta makian, sudah menjadi Nyanyi wajib yang selalu terdengar ditelingaku.
Aku tidak berdaya jika harus melawan Nama besar Keluarga Sanjaya. Tapi jangan sebut Nama aku Luna jika aku mudahkan Semua keinginannya.
Silahkan langsung di baca 👉
Tinggalkan Jejak jika kalian suka dengan 💬🌟❤️ Terima kasih 🙏🙏🙏
Ingat Warning,⚠️⚠️⚠️21+++
Jangan lupa Follow IG Vivia129
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon vi_via, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Hamil
" Aku sudah tahu seperti apa cafe tempat kamu bekerja itu, kalau aku mau cukup dengan menjentikkan jari, polisi pasti akan menutupi tempat itu dan satu lagi soal orang yang pertama kali mendapatkan kamu aku meragukan hal itu."
Kata kata itu terus terngiang ngiang di kepala Anita. Kamar berwarna putih dipadukan dengan hijau tosca itu Terasa begitu gerah di dalamnya, sekali pun AC di ruangan itu berkerja dengan baik.
Anita berjalan ke sana kemari, layaknya setrikaan. " Apa Reval sudah tahu semuanya?" Ucap Anita sambil memilin jari jari tangannya untuk mengurangi perasaan cemas.
" Tapi nggak mungkin." Ia kembali menyangka pertanyaannya Sendiri. " Malam itu aku melakukannya dengan Rapih." Pikiran Kembali menerawang jauh pada masa dimana ia berbuat licik untuk mendapatkan hati seorang pria! yang kini telah resmi menjadi suaminya.
Tidak ingin mati penasaran atau gila mendadak, Anita berjalan keluar kamarnya ia langsung menemui Raval di kamarnya.
Tok tok tok
Anita mengetuk pintu kamar Reval begitu kasar, membuat sih empunya langsung membukakan pintu. " Mau apa lagi." Bentak Reval begitu mengetahui siapa yang mengetuk pintu kamarnya.
" Ada yang ingin aku bicarakan sama kamu." Sahut Anita, wajahnya terlihat begitu seriusnya.
" Apa."
" Aku tidak suka kamu berbicara seperti itu kepadaku sayang." Ucap Anita manja, ia merangkul lengan Reval." Aku tahu Ucapan kamu tadi itu, semata mata hanya karena kamu marah kan, kepada Luna."
" Apa yang aku katakan tadi kepadamu! tidak ada hubungannya dengan Luna." Reval menghempaskan tangan Anita. " Dan aku rasa kata kata aku tadi cukup jelas." Reval memasang wajah datarnya.
" Tapi sayang aku berani bersumpah, kamu orang pertama untuk aku." Dusta Anita.
Reval mengeluarkan smirk nya. " Oh yah." Anita dengan cepat mengangguk. " sayangnya aku tidak percaya! Lebih baik kamu pergi dari hadapan aku sekarang."
" Tap_"
" Pergi."
" Yank."
" Aku bilang pergi." Bentak Reval. ia mendorong tubuh Anita membuatnya terjatuh terlentang.
" Ahhhhuh." Jerit Anita Sambil memegang perutnya. Mata Reval membulat begitu melihat darah yang keluar dari selah paha Anita.
Reval dengan sigap mengangkat tubuh Anita membawanya ke mobil. cemas itu yang ia rasakan saat ini, saking emosinya kepada Luna Reval telah mencelakai wanita yang pernah mengisi hari harinya, wanita yang ia cintai jauh sebelum wanita pembangkang itu hadir.
mobil Reval melaju membelah jalan ibukota menuju rumah sakit terdekat. setengah jam kemudian Reval tiba di rumah Sakit dimana Luna bertugas.
dokter dan perawat langsung melakukan tindakan kepada Anita. hampir dua jam Reval menunggu akhirnya pintu ruangan dimana Anita di tangani terbuka, seorang lelaki muda keluar dari ruangan itu di ikuti seorang perawat.
" Suami nyonya Anita?" Tanya lelaki itu.
" Iya dok." Reval berdiri menghampiri dokter muda. " Bagaimana keadaan Istri saya.
" Keadaan nyonya Anita cukup stabil untuk saat ini hanya perlu Istirahat saja." Ucap dokter Membuat Reval bernafas lega. " Satu lagi kandungan istri anda begitu lemah kami sarankan untuk dirawat beberapa hari agar dokter kandungan bisa memantau kondisi kandungan istri anda."
" jadi istri saya sedang hamil."
" Iya, usia kehamilan istri anda telah memasuki Minggu ke 9." Tubuh Reval langsung membeku seketika mendengar jawaban Dokter. Ia tidak di beri tahu oleh Anita soal kehamilannya. " Saya permisi, Nyonya Anita sebentar lagi akan di pindahkan ke ruangan rawat." Ucap sang dokter menyadarkan Reval.
" Iya terima kasih dok."
Setelah Anita di pindahkan ke ruangan VVIP. Reval langsung menemui Istri pertamanya itu. Tidak peduli kondisi Anita seperti apa saat ini, yang jelas Reval membutuhkan penjelasan Anita soal kehamilannya.
.... ...
.......
.......
.......
...Bersambung....
...Happy reading.. 💋💋...
💋 Tinggalkan jejak ya kalau kalian suka 👍
gak apa thor penulis jg manusia biasa kami pembaca blm tentu bisa nulis, terima kasih dgn kisah ini. saran sih dikit, cerita ini babyak sedihnya jd bacanya nyesek. semangat berkarya
aku heran ama dion berbuat salah udah tahu kena minta dicegah oleh melly untuk tdk celap celup... lebay dion mah
aku gsk kebayang lho thor cinta namun sejauh itu jaraknya