[ SEDANG REVISI ]
Apa yang akan kamu lakukan jika ternyata kamu menikah dengan seorang pria pemarah dan sangat egois?
Kalista, seorang wanita smart dan penuh prestasi, terpaksa menerima pahit takdir hidupnya, ketika ia tahu jika pria yang menjadi suaminya ternyata sosok pria pemarah dan sangat egois.
Kalista bahkan seperti tidak pernah melihat cinta dan kasih sayang dari diri suaminya itu. Sampai pada suatu hari, dia berada di ujung kesabarannya saat mengetahui jika suaminya punya hubungan dengan wanita lain.
"Aku minta cerai! " Ucap Kalista
Tiga kata yang keluar dari mulut Kalista yang sudah sejak lama ia pendam dan bungkam.
Apakah keputusan Kalista untuk berpisah dengan suaminya merupakan keputusan yang tepat?
Benarkah jika suaminya, berselingkuh dengan wanita lain seperti dugaan Kalista?
Dan benarkah jika Raditya Gunawan, pria yang sudah memberikan Kalista dua orang anak perempuan itu, sama sekali tak menaruh hati kepada Kalista?
Siapkan kesabaran dan tisu sebelum me
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lv Edelweiss, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
AWAL KISAH DI BALIK MAP COKLAT
Aku sangat terkejut saat melihat mas Radit sudah berdiri tepat dihadapan ku. Namun dia tidak berbicara sepatah kata pun selain menatapku dan melirik pada Demian dengan tatapan yang aku tahu penuh kebencian.
"Kinan dan Kaila mana Lis?" Tanya Mama mertuaku. Ternyata ada Mama dan Papa mertuaku di sini. Ku kira hanya mas Radit saja yang datang. Syukurlah, bisik batinku.
"Eh, ma...Kapan sampai ma?" Aku langsung menyalim mama dan papa dengan takzim.
"Kinan sama Kaila ada di dalam, ma." Tunjukku. Mama dan Papa langsung masuk ke dalam toko.
Aku masih berdiri mematung, begitu juga dengan Demian dan Mas Radit. Kami bertiga persis seperti maling yang kepergok mencuri. Ah, situasi macam apa ini?
"Hmmm, Lis... Kalau gitu aku balik dulu ya?" Ucap Demian.
"Iya, pulang sana. Jangan lama-lama di sini. Hus Hus... " Mas Radit mengusir Demian.
"Mas kamu apaan sih? Nggak baik bersikap kayak gitu." Aku menegur mas Radit karena dia sudah bersikap tidak sopan pada Demian.
"Hati-hati ya Dem... ntar aku hubungi lagi." Kataku.
Demian tersenyum padaku sebelum pergi meninggalkan aku dan mas Radit.
"Ngapain dia di sini?" Tanya mas Radit saat Demian sudah pergi.
"Emangnya penting ya, buat mas tau?" Kataku dengan cueknya.
Mas Radit menarik lenganku dengan cepat yang membuat aku merasakan cengkraman tangannya yang begitu kuat.
"Kamu selingkuh dari aku?" Bisiknya. Mungkin dia ingin berteriak, namun dia ingat ada Mama dan Papa di dalam toko. Mas Radit pasti tidak mau kalau mama dan papa tahu kalau kami sedang ribut.
"Pertanyaan yang sama mas, apa mas selingkuh dengan Bianca?" Tanyaku yang membuat mas Radit tidak bisa berkata-kata lagi.
Perlahan mas Radit melepaskan cengkraman tangannya dilengan ku yang menyisakan rasa sakit walau tak sesakit saat aku tahu isi map warna coklat dalam lemari kami kemarin.
Kini kami saling bertatapan. Matanya dan mataku saling pandang dalam waktu yang cukup lama. Tatapan penuh emosi dan rasa benci. Ya, aku benci suamiku.
"Kenapa anda diam mas Raditya Gunawan?" Aku maju mendekatinya hingga dapat ku rasakan hembusan nafas mas Radit.
"Apa mas pikir aku buta? Aku tuli? Aku bodoh?"
Aku lalu masuk ke dalam toko dan meninggalkan mas Radit yang masih diam tanpa membantahku lagi. Tentu, dia tentu tak bisa menjawabnya karena memang dia salah. Dia sudah berani bermain api dan sekarang, biarkan semuanya terbakar dan hangus sekalian mas.
...****************...
Malamnya
Aku dan ibu sedang menyiapkan makan malam di dapur. Mulut ku sudah meronta-ronta sejak tadi ingin bertanya perihal foto itu pada mama. Ya, pasti mama mertua ku tahu. Sebab foto itu cukup menjelaskan padaku jika itu adalah momen penting, meski hanya ada mas Radit dan Bianca di dalam foto itu. Tidak mungkin kan mereka main nikah-nikahan berdua saja.
"Ma... " Panggilku.
"Iya Lis, ada apa?" Tanya Mama sambil terus mencuci wajan bekas kami pakai mencuci sayur tadi.
"Mama kenal Bianca?" Tanyaku to the point.
Seketika saja mama berhenti dari menyirami wajan ditangannya. Lalu mematikan kran air wastefal dan mengarahkan pandangannya padaku. Ada apa ini? Mengapa mama tampak terkejut setelah mendengar aku menyebut nama Bianca.
"Kamu sudah tahu?" Mama malah bertanya balik.
"Tahu apa ma?"
"Soal wanita itu... "
"Ini ada apa sih ma sebenarnya? Siapa Bianca itu? Mama kenal dia kan? Dia bahkan ada datang ke acara grand opening toko kita ma."
Mama menarik nafas dalam. Seakan berat sekali mama untuk menceritakan tentang wanita itu. Wanita yang sudah hadir di tengah-tengah pernikahan aku dan mas Radit, yang ku yakini sebagai mantannya mas Radit.
"Ma... kok diem sih? Kasih tau Kalista ma." Aku terus mendesak mama.
"Dia... Bianca itu... " Belum selesai mama bicara tiba-tiba...
"Uda selesai belum ma? Radit laper." Mas Radit datang dan mengacaukan semuanya.
"Eh, ya...udah. Yuk kita makan. Panggil papamu dit." Pinta mama buru-buru menghindar dari pertanyaanku.
Aku diam tak bergeming seperti orang bodoh melihat situasi ini. Apakah satu keluarga ini sedang mempermainkan aku? Jadi, apakah kasih sayang mertuaku selama ini hanyalah tameng agar aku tidak mencari tahu kebenaran tentang suamiku? Apa arti semua ini Tuhan?
"Wah, aromanya harum sekali." Seru papa yang datang bersama Kinan dan Kaila.
"A....ayo, ayo kita makan... " Ajak Mama.
Mengapa aku justru bingung tidak tahu harus apa? Aku berjalan perlahan ke meja makan dan duduk tepat di depan mas Radit. Mataku meliriknya sekejap dan dalam hati, aku masih saja terus berisik.
"Hmm... enak sekali. Kalista memang jagonya dalam hal memasak." Kata Papa memujiku.
Aku tersenyum pelan. Aku juga jago dalam mencari tahu apa yang tidak aku ketahui pa, bisik batinku.
"Makasih pa... lebih jago dari Bianca kan pa?"
"Uhuk... uhuk.... " Papa spontan terkejut dan tersedak mendengar aku menyebut nama Bianca. Mama dengan cepat menyerahkan segelas air putih pada Papa yang langsung dihabiskan Papa dalam sekali minum.
"Kamu apa-apaan sih Kalista? " Mas Radit mengeraskan suaranya serta membanting sendok makan pada piring nasinya, yang kemudian menciptakan suara brisik yang cukup keras. Dia lalu pergi meninggalkan meja makan.
Baik lah mas, kalau kamu tidak mau cerita tentang Bianca, aku akan cari tahu sendiri, bisik hatiku.
"Kinan, Kaila... kalau uda selesai makannya, kita bobok ya?" Kataku pada anak-anakku. Mereka pun mengangguk pelan.
Aku lalu bangkit dan membawa piring sisa makan ku dan mas Radit ke dapur. Entah apa yang kedua mertuaku katakan setelah aku dan mas Radit pergi meninggalkan meja makan, aku tak tahu. Yang jelas, mereka sudah tahu apa yang ingin aku tahu.
...****************...
Pukul 11 malam, setelah Kinan dan Kaila tidur, aku berjalan keluar lalu duduk di teras rumah. Aku tidak tahu kemana mas Radit pergi. Sejak dia meninggalkan meja makan tadi, aku tak melihatnya lagi. Mobilnya ada, namun orangnya tidak ada. Barangkali dia menghindar agar tidak aku tanya soal foto-foto itu lagi.
"Belum tidur Lis... " Suara mama mertuaku
memecah kesunyian malamku.
"Belum ma... " Jawabku.
Mama lalu duduk di sampingku. Wanita paruh baya itu langsung menyentuh tanganku. Hangat tangannya seketika mencairkan bekunya hatiku. Hatiku yang sempat menuduh mama dan papa ikut dalam permainan mas Radit dan Bianca.
"Kamu yakin mau tahu yang sebenarnya?" Tanya mama dengan suara bergetar.
Aku menoleh dan menatap mama dengan sangat dalam. Apakah ada cerita besar dibalik rahasia foto mas Radit dan Bianca yang aku temui kemarin, sehingga mama bertanya seperti itu?
Aku pun mengangguk pelan. Ya, aku harus tahu apa yang sebenarnya terjadi. Sudah tujuh tahun lebih. Apakah selama ini aku menjalani pernikahan penuh kepalsuan, Tuhan?
"Tapi kamu janji ya sama mama, kamu jangan pernah membenci mama dan papa. Jangan pernah tinggalkan Raditya, demi mama dan papa." Belum cerita saja tapi mama sudah lebih dulu menangis. Separah itukah kisahnya?
Aku diam. Tak mengiyakan juga tak menolaknya. Aku tak berani berjanji pada sesuatu yang belum aku ketahui kebenarannya, ma. Lirih batinku.
"Jadi dulu... " Mama memulai ceritanya dengan suara bergetar.
*Bersambung
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Mau baca kisah nyata?
Cek gallery penulis dan temukan Novel Kisah Nyata yang sangat sad ending pada Novel ARUNIKA karya pertama saya.