Seorang anak laki laki cupu bernama Kevin berusia 17 tahun yang selalu di tindas dan di bully di sekolahnya mendadak menjadi Over power setelah tidak sengaja menelan sebuah manik bulat berwarna biru sebesar kacang kedelai pemberian dari kakek tua misterius yang dia tolong saat sedang menyeberang jalan raya.
Sejak saat itu Kevin berubah dari anak cupu yang selalu teraniaya menjadi siswa tampan, cerdas kuat dan juga populer di kalangan para gadis.
ikuti perjalanan Kevin dan keseruannya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Jin kazama, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 24. Memahami Konsep Ruang Dan Waktu.
Bab 24. Memahami Konsep Ruang Dan Waktu.
WUSH! WUSH! WUSH!
TRANG! TRANG! TRANG!
Kevin kembali bergerak dengan kecepatan tinggi sambil menangkis serangan tombak yang bertubi tubi di arahkan kepadanya. Dia bergerak dengan sangat cepat menghindar dan menangkis semuanya serangan dengan susah payah.
Walaupun kekuatannya sudah mencapai tingkat 5 tapi di keroyok banyak musuh seperti ini tetap saja merupakan hal yang sangat ngancam nyawa.
Tapi apakah Kevin menyerah dan putus asa? Tentu saja tidak.
Adrenalinnya justru terpacu. Otaknya di paksa untuk berfikir cepat dengan penuh konsentrasi tinggi. Dengan tehnik pernafasan alam sebagai dasarnya dia memanipulasi energi alam sedemikian rupa untuk mempertajam semua panca inderanya.
Baik penglihatan, pendengaran, peraba, perasa dan penciuman, semuanya di tingkatan hingga batas ekstrim. Sehingga dia menjadi sangat sensitif terhadap segala sesuatu yang ada di sekitarnya. Terutama pada bagian mata dan juga telinga.
Matanya di aliri oleh energi Qi sehingga dapat melihat berbagai macam bentuk partikel di udara sampai bentuk atom. Bahkan dengan memanfaatkan energi alam berupa angin dia bergerak dengan sangat cepat menghindari semua serangan.
Awalnya Kevin kesulitan menguasai semua hal dalam satu waktu. Tapi dalam kondisi terdesak dia di paksa untuk konsentrasi tinggi sepanjang waktu. Hingga akhirnya dia mulai terbiasa memanfaatkan tehnik pernafasan alam.
Menyerap kekuatan dan juga manipulasi energi alam. Dan yang paling menonjol dalam situasi Kevin saat ini adalah penglihatan pendengaran dan juga pergerakan yang cepat.
WUSH! WUSH! WUSH!
TRANG! TRANG! TRANG!
SLASH! SLASH! SLASH!
Jual beli serangan masih terus berlanjut, Kevin sendiri juga terus bertarung sambil di paksa belajar beradaptasi dengan lingkungan sekitar dengan cepat. Dia berlari sambil menghindar dan membalas semua serangan.
Dia melakukan gerakan dasar dalam ilmu pedang lalu di padukan dengan berbagai macam gaya. Sehingga terciptalah sebuah tehnik berpedang yang mengacu pada gaya aliran pedang bebas. Dia bergerak sesuai dengan keinginannya sendiri tanpa memperdulikan aturan tertentu.
Menyatu dengan alam bergerak dengan bebas. Melakukan tebasan demi tebasan pedang yang mematikan. Di matanya hanya ada satu pikiran. Lakukan gerakan yang paling cepat dan paling mematikan.
Gerakannya semakin lama semakin cepat. Kevin mengambil resiko tinggi dengan memanfaatkan elemen angin untuk mempercepat langkahnya. Ada berbagai macam hal serius yang terjadi saat Kevin melakukannya.
Pertama dia harus mengontrol kecepatannya sedemikian rupa agar tidak salah bergerak. Salah sedikit bergerak saat menghindari serangan tombak lawan, maka bisa di pastikan dia akan di tusuk sampai sampai mati. Oleh karena itu dia sangat fokus.
Waktu terus berjalan, detik berganti menit. Dan menit pun berganti jam. Di bantu dengan peningkatan panca indera lainnya, secara perlahan tapi pasti dia berhasil beradaptasi dan bisa bergerak sangat cepat.
Tapi jangan kira Kevin tidak terluka. Selama proses adaptasi dia menerima beberapa tusukan parah yang sangat dalam di bahu kanannya, sabetan tombak di punggungnya dan beberapa tusukan tombak yang nyaris menembus jantungnya.
Namun Kevin sekali lagi bersikap tenang dan tidak panik sama sekali. Dia terus menerus menggunakan tehnik pernafasan alam, energi Qi murni dari alam sekitar mulai berkumpul dan masuk ke dalam tubuhnya.
Kemudian dia menggunakan sebagian besar energi Qi yang masuk ke dalam tubuhnya itu untuk mulai melakukan proses penyembuhan pada luka yang di deritanya. Sisanya masuk ke dalam dantian.
Energi Qi yang tadinya berkurang banyak kini kembali terisi. Namun dalam situasi kali ini energi Qi yang ada di dalam dantiannya naik turun tanpa ada perkembangan.
Itu semuanya karena selama proses bertarung energi Qi itu di konsumsi terus-menerus sehingga keluar masuk dengan bergantian. Jadi energi itu bertambah dengan cepat tapi di saat yang bersamaan juga berkurang dengan cepat.
Hal negatifnya dia hampir mati berkali kali selama prosesnya, tapi hal positifnya dia bisa beradaptasi dan gerakannya juga menjadi cepat. Tanpa Kevin sadari selama proses belajar dia memahami hukum ruang.
Hukum ruang sendiri mencangkup bermacam macam komponen elemen seperti air, api tanah udara dan juga kehidupan. Semuanya saling berkaitan satu sama lain dalam satu tempat yang di sebut ruang.
Dia juga memahami hukum waktu dimana setiap peristiwa pasti berkaitan dengan masa lalu dan masa sekarang. Semua itu juga berkaitan dengan kecepatan. Semakin cepat dalam bergerak maka waktu akan semakin melambat. Semakin melambat maka mata bisa menangkap berbagai objek yang sangat kecil seperti atom di alam sekitar.
Dan pada satu waktu akhirnya Kevin memahami satu hal. Saat bergerak dengan kecepatan yang sangat tinggi bahkan setara dengan kecepatan cahaya maka ruang itu sendiri akan melambat.
Dan jika dia memposisikan dirinya sebagai objek yang memaksa meningkatkan kecepatan yang lebih cepat lagi maka ruang dan waktu akan menciptakan celah spasial yang memungkinkan untuk melakukan perjalanan waktu baik itu ke masa lalu ataupun ke masa depan.
Secara teori manusia normal itu tidak bisa di lakukan. Tapi dirinya sendiri adalah seorang Kultivator yang memungkinkannya untuk melakukan hal tersebut.
Segala pikiran itu terus menerus bermunculan dalam benak Kevin. Di dalam kondisi bertarung sengit dan mempertaruhkan nyawa, 50 monster buaya itu melakukan serangan fatal berkali kali tapi akhirnya masih berhasil di tepis dengan baik oleh Kevin.
Setelah memahami bahwa kecepatan tinggi bisa mempengaruhi hukum ruang dan waktu Kevin pun mulai bergerak dengan sangat cepat sekali lagi. Tehnik pernafasan alam sangat berperan penting di sini.
Karena tehnik ini memungkinkan Kevin untuk memasok energi Qi yang luar biasa besar dari alam sekitar untuk dia manfaatkan. Termasuk meningkatkan kecepatan. Secara perlahan tapi pasti akhirnya dengan gerakan yang sangat cepat dia mampu menembus ruang dan menciptakan sebuah skill teleportasi jarak pendek sejauh 1 meter/detik.
Hal ini membuat Kevin sangat senang. Karena dengan demikian ruang geraknya bisa menjadi lebih leluasa lagi dan persentase kemenangannya juga akan meningkat. Intinya adalah pergerakan yang super cepat dapat mempengaruhi hukum ruang waktu.
Dia mulai melakukan gerakan teleportasi jarak pendek pada pertarungan nyata. Dan efeknya sangat mengejutkan dan juga luar biasa. Saat tombak lawan mengarah kepadanya, Kevin bergerak dengan sangat cepat seolah menghilang dari pandangan mereka semua dan muncul begitu saja dalam jarak 1 meter jauhnya dari posisi awal dia berada. Dan itu terjadi hanya dalam waktu 1 detik .
Sontak saja semua monster kebingungan dan tercengang dengan apa yang baru saja terjadi. Bagaimana mungkin lawannya bisa menghilang begitu saja dari pandangan mereka dan tiba tiba muncul di tempat yang lain pada jarak 1 meter selama satu detik. Ini sungguh tidak masuk akal.
Di sisi lain akhirnya Kevin menemukan cara paling ampuh dan efektif untuk melumpuhkan lawan lawannya yaitu dengan meningkatkan kecepatannya lebih tinggi lagi sehingga bisa mengendalikan ruang dan waktu.
Selama dia bisa mengendalikan ruang dan waktu dengan lebih efektif maka kemungkinan besar dia bisa keluar dari krisis ini. Berbeda dengan Kevin berbeda pula dengan perwakilan dari Negara Merlin. Tubuhnya penuh dengan luka darah. Bahkan saat ini dia seperti manusia darah.
Dia berjuang sekuat tenaga untuk melawan semua musuh musuhnya. Meskipun dia berdarah darah tapi tekad di matanya tak pernah luntur sedikitpun. Tatapan matanya tajam dan keberaniannya berlipat ganda dari waktu ke waktu.
Dalam hati dia bertekad, meskipun harus mati disini dia akan mati dalam keadaan terhormat untuk membela Negaranya.
Kembali ke Kevin.
Sebenarnya Kevin juga menyadari kondisi kritis yang di alami oleh perwakilan Negara Merlin itu. Tapi dia tidak bisa berbuat banyak. Jangankan untuk membantu. Untuk keluar dari pengepungan saja dia harus berjuang mati-matian.
Tapi kini semuanya sudah berubah. Sejak dia mendapatkan skil teleportasi jarak pendek dengan memahami konsep ruang dan waktu. Dia menjadi lebih percaya diri untuk mengahadapi semua monster bajingan yang berusaha menginvasi Bumi.
Sekali lagi. Kevin berada dalam kondisi fokus ektrim dan siap mengerahkan segala yang dia punya. Di depannya 50 monster Buaya menjadi lebih ganas dan lebih marah setelah beberapa kali mencoba untuk membunuh Kevin tapi lagi lagi sebuah tehnik aneh membuatnya selamat.
Lagi lagi dia menghilang dan muncul 1 meter di tempat yang mereka tidak tahu dimana. Yang lebih menjengkelkan lagi bagi mereka, Kevin muncul dan menghilang itu dia lakukan berulang kali dalam satu waktu. Sehingga mereka kebingungan mau mengarahkan senjata mereka kemana. Hingga akhirnya...
SLASH!
Tiba tiba salah satu kepala monster Buaya ada yang terpenggal dan tubuhnya jatuh ke bawah dengan cepat.
SLASH! SLASH! SLASH!
Detik berikutnya 3 kepala juga ikut terpenggal dengan bersih dan tubuh mereka semua langsung jatuh ke bawah. Sontak saja kejadian itu membuat pasukan monster mamasang ekspresi yang beragam.
Ada kemarahan, kengerian, kekejaman tapi juga ada yang menunjukkan rasa takut. Lawan mereka memang hanya satu tapi dia adalah orang dengan kekuatan yang berada di tingkat 5 sama dengan Luzz pemimpin mereka. Terlebih lagi dia memiliki sebuah tehnik yang aneh. Namun karena jumlah mereka masih lebih banyak, ketakutan mereka lambat laun hilang.
HUH! HUH! HUH!
Nafas Kevin terengah engah karena dia bergerak dengan sangat cepat dan energinya di konsumsi terus-menerus tanpa henti. Untungnya tehnik pernafasan alam membantunya mengumpulkan energi Qi secara terus-menerus yang langsung dia sebarkan ke dalam tubuhnya, sehingga rasa lelahnya bisa di minimalisir.
Dan hal yang membuatnya sangat puas adalah dia berhasil membunuh empat monster dengan rapi tanpa perlawan yang berarti dari mereka. Ini semua karena penguasaannya terhadap skil teleportasi jarak pendek semakin matang.
46 monster Buaya kini menyerang Kevin dengan lebih gencar lagi. Mereka marah dan ingin mencincang tubuh Kevin untuk membalaskan dendam rekan mereka yang telah Kevin bunuh.
Melihat tatapan marah dari para monster itu Kevin akhirnya menunjukkan senyum menyeringai yang tidak kalah kejamnya. Tanpa rasa takut Kevin memegang pedang pendeknya dan melesat ke depan ke arah kawanan para monster.
Dengan memanipulasi elemen angin dia meningkatkan kecepatan geraknya. Langkahnya bukan lagi langkah sederhana yang bisa di ikuti oleh para monster.
WUSH! WUSH! WUSH!
Kevin bergerak zig zig sambil menebaskan pedang pendeknya ke arah para monster. Para monster sendiri yang terlambat mengantisipasi pergerakannya langsung di potong potong menjadi beberapa bagian.
SLASH! SLASH! SLASH!
Gerakan itu sangat cepat dan rapi bahkan tidak menimbulkan suara yang menandakan betapa cepat kuat dan tajamnya serangan itu.
WUSH! WUSH!
TRING! TRING!
Kevin masih mempertahankan kecepatannya tapi di antara para monster ada juga yang memiliki refleks bagus sehingga bisa menangkis serangan fatal yang mengarah ke kepalanya namun..
SLASH!
monster yang berhasil menghindari serangan fatal di kepalanya tersebut langsung terpotong tepat di lengan kanannya. Saat itu juga darah berwarna merah langsung menyembur keluar seperti air mancur.
ARRGGH!
Monster Buaya itu meraung dengan sedih dan..
SLASH!
Tiba tiba kepalanya terjatuh dan bagian tubuhnya yang lain ikut terjatuh ke bawah dengan cepat.
Kevin hanya mengibaskan tangannya yang memegang pedang sekedar untuk menghilangkan bekas darah yang menempel disana.
Hal itu seketika menimbulkan kepanikan, semua monster segera mundur dengan waspada. Tangan mereka yang memegang tombak gemetar hebat karena lagi lagi rekan mereka mati mengenaskan di depan mata mereka sendiri tanpa bisa melakukan perlawanan saking cepatnya gerakan Kevin.
Perlahan tapi pasti akhirnya terjadi pembantaian besar besaran disana. Dimana monster yang tadinya berjumlah 46 kini menyusut menjadi 18 monster. Itu terjadi dalam waktu yang sangat singkat bahkan tidak sampai 15 menit. Bisa di lihat betapa brutalnya Kevin saat bertarung dan mengamuk disana.
5 menit kemudian
SLASH!
"Monster terakhir mati." gumamnya menyeringai.
Akhirnya sisa 18 monster yang mengeroyoknya berhasil dia bunuh. Di sisi semua para pasukan yang tadinya mengeroyok perwakilan dari Negara Merlin mulai menyadari adanya kejanggalan. Saat sadar bahwa teman teman mereka semua di bantai, mereka mulai marah dan menargetkan Kevin.
Perwakilan Negara Merlin yang sudah hampir mati karena banyaknya luka yang dia derita itu tidak tahu harus bersyukur atau tidak mengenai kondisi yang saat ini dia alami.
Melihat para monster itu mulai berkerumun dan mengincarnya, Kevin pun tersenyum menyeringai sekali lagi. Matanya menajam dan niat membunuh yang sangat kuat langsung meletus dari dalam tubuhnya. Tanpa sadar saat melakukan pembantaian dia juga menyerap aura haus darah dan niat pembunuh dari para monster.