[SEDANG DIREVISI] S2 nya silakan baca—{Menikahi Mantan Dewa Tertinggi} generasi anak Fu Chan Yin.
Dia menjadi istri surga sang Raja Neraka
Sebelumnya, Fu Chan Yin merupakan agen termuda zaman modern. Tiba-tiba berpindah dimensi ke zaman kuno yang membutuhkan energi spiritual untuk bertahan hidup. Sebagai pewaris esensi delapan dewa-dewi, dia menjadi yang disegani di dunia langit. Dan hidupnya telah ditakdirkan menjadi bintang phoenix sang Raja Neraka, Xiu Jichen.
Pria itu masih ras iblis yang dingin, sombong, kuat dan mendominasi. Dia ditakdirkan untuk memegang gadis itu dalam hidupnya, agar tidak ada orang lain yang berani menatap kecantikannya.
Gadis itu pintar, tak terkalahkan, mampu membuat racun, menjinakkan binatang roh dan memasang array spiritual. Bahkan mengontrak binatang roh suci kuno.
Tapi dibalik itu semua, Fu Chan Yin memiliki kelahiran yang misterius. Dan perjalanan ini, akan mengungkapkan semua jati dirinya. Akankah semuanya terjawab?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Risa Jey, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Buah Dewa Gelap
"GADIS manusia, kita harus kembali. Akan merepotkan jika bertemu dengan binatang roh atau war craft beast kuno lagi." Ia memperingatkan.
Tapi Fu Chan Yin terus berjalan dan mengambil tanaman dan jamur roh yang ditemukan.
Hantu laki-laki itu mendengus dan kembali berbicara, "Hei, gadis manusia—"
"Wooowww!!!" seru Fu Chan Yin memotongnya.
"Ada apa?"
Jari telunjuk kanan gadis itu menunjukkan ke depan, wajahnya semakin bersinar dengan gembira. Hantu laki-laki itu mengikuti arah pandang dan segera tertegun sebentar.
Tak jauh di depan ada sebuah pohon hitam seukuran pohon sakura dewasa. Pohon itu memiliki daun serba hitam dan memiliki buah putih susu seukuran apel merah.
"Itu ..." Hantu laki-laki tertegun.
Aroma dari buah itu sangat harum dan memabukkan. Menandakan bahwa buah tersebut telah matang. Hantu laki-laki itu memang terkejut tapi lebih ke bingung.
Di depan mereka ada buah yang sangat berharga dan lebih kuno dari apa yang ada sebelumnya. Namun seharusnya ada binatang roh yang menjaga. Apa yang dilihatnya kali ini benar-benar sunyi.
Setelah melihat pohon itu lebih dekat, aura binatang roh yang tinggi masih ada. Napasnya juga masih hangat. Tapi di mana binatang roh itu?
"Aku tidak mengira bisa melihat buah ini lagi di sini. Benar-benar sangat berniat untuk menciptakan dunia kecil yang penuh harta," kata hantu itu.
"Kau tahu buah apa itu?" tanya Fu Chan Yin penasaran.
Tanpa melepaskan kewaspadaannya, hantu laki-laki menjawab, "Buah dewa gelap. Ini merupakan satu-satunya buah langka yang sulit ada di pasaran. Produksi per pohonnya sangat sedikit dan sulit tumbuh."
"Buah dewa gelap?" gumam Fu Chan Yin. "Apakah itu beracun?" tanyanya polos.
Kadang hantu laki-laki itu ingin menepuk jidatnya dan memperbaiki isi kepala gadis itu. Bagaimana gadis itu tidak bisa membedakan mana buah langka dan kuno dengan makanan biasa.
Sudut mulutnya berkedut. "Tentu saja tidak. Tahukah kamu bahwa buah dewa gelap ini juga tercatat dalam sejarah kultivasi dunia langit. Dikatakan bahwa di zaman dulu, buah dewa gelap bisa meningkatkan para pembudidaya yang ingin mencapai ranah. Sebelum mengonsumsinya, harus diekstrak lebih dulu. Sayang sekali, buah ini hanya bisa diekstrak oleh ahli pemurnian ranah langit tingkat perak atau putih."
"Sangat rumit. Bukankah ini hanya buah?"
"Ini memang buah, tidak berbeda dari buah roh lainnya. Tapi lihatlah pohonnya yang hitam, itu mengandung banyak aura kegelapan. Dan makhluk suci ilahi kuno hitam itu cocok dengan ini," tuturnya.
"Jika itu mengandung aura kegelapan, lalu kenapa memiliki manfaat pencucian kultivasi untuk mencapai ranah?"
"Karena hanya orang-orang yang memiliki kultivasi gelap yang tidak terhitung memasuki ranah. Siapapun itu, mereka hanya memiliki energi spiritual kegelapan dan mempraktikkan ilmu-ilmu gelap, seperti halnya ras iblis. Karena itulah buah ini dinamakan buah dewa gelap."
Setelah mendengar penuturan itu, Fu Chan Yin tidak terlalu peduli. Ia langsung memetik buahnya dan menyisakan satu. Pohon hitam ini hanya berbuah satu kali dalam seribu tahun. Dan hanya menghasilkan sepuluh. Kali ini Fu Chan Yin menyisakan satu di sana.
Hantu laki-laki mengerutkan kening dan menatap satu buah yang masih tersisa di dahan kecil. "Kenapa tidak memetik semua?"
"Jika binatang roh yang menjaga pohon ini kembali, aku menyisakan satu untuknya." Fu Chan Yin menunjukkan senyum manis tak berdosa.
"... Kamu saat murah hati."
"Bisakah aku membawa pohon ini sekali atau mengembangbiakkannya?"
"Tidak bisa diambil. Jika kamu ingin membudidayakannya, ambil satu daun itu dan tanam dalam tanah spiritual yang ada dalam ruang Pagoda Neraka. Biarkan Blacky yang merawatnya. Itu mungkin berhasil," jelas hantu laki-laki tidak terlalu keberatan jika gadis itu ingin menumbuhkan pohon dewa gelap.
Berhasil atau tidak, ia belum pasti. Karena pohon ini telah lama punah dan sulit ditemukan jika ada sekali pun.
"Baiklah." Fu Chan Yin mengambil dua daun dan membiarkan hantu laki-laki membantunya menyelimuti aura kegelapan. Saat mereka keluar, dia akan meminta Blacky untuk itu.
"Ayo kembali sebelum binatang roh itu datang dari perburuannya." Dia melambaikan salah satu tangannya dan berbalik pergi menuju suara sungai tadi.
"Bagaimana kamu menebak bahwa binatang roh penjaga sedang berburu?"
"Mereka juga butuh makan."
Hantu laki-laki tak berdaya. Bagaimana mungkin gadis itu menebak sembarangan pada apa yang sedang dilakukan binatang roh penjaga pohon ini? Pada akhirnya ia hanya bisa mengikuti sosok yang mulai tertelan rimbunnya tumbuhan.
Kali ini keduanya tidak tahu, bahwa binatang roh yang menjaga pohon dewa gelap sedang meringkuk di gua tak jauh dari sana. Itu binatang roh yang mirip macan kumbang, besar dan gagah, tubuhnya gemetar dengan kedua kaki depan menutupi kepala. Ia ingin menangis tapi tidak memiliki air mata.
Jika bukan karena seorang pria bersurai perak yang duduk santai di salah satu batu, binatang roh itu akan keluar dan menerkam Fu Chan Yin yang mengambil buah dewa gelap.
Sayangnya, kemarahan ini hanya bisa ditelan sang binatang roh mirip macan kumbang. Nyawanya lebih penting daripada berakhir menjadi makan malam sang pria perkasa yang menahannya.
Pria bersurai perak itu tersenyum lebih dalam dan mengamati si macan kumbang roh setinggi hampir satu meter jika berdiri. Ia mengangguk puas.
"Nah, ini lebih baik. Di masa depan, kamu harus lebih patuh jika melihatnya lagi."
Inilah alasan kenapa Fu Chan Yin dan hantu laki-laki itu aman sepanjang perjalanan mengambil banyak herbal dan buah. Pria bersurai perak itu telah mengusir semua bahaya sejak awal.
Ia telah melihat Fu Chan Yin keluar dengan penuh luka saat ledakan dalam array dewa terjadi. Ada ketidaknyamanan dalam hatinya. Luka seperti itu, bagi manusia pasti menyakitkan.
Setelah berkata demikian, pria bersurai perak itu menghilang. Kepergiannya membuat sang macan kumbang hampir mati lemas dan pingsan. Aura pria itu sangat mengerikan. Di masa depan, ia akan bertobat dan tidak mem-bully binatang roh lain tanpa alasan.
Sang macan kumbang keluar gua dan menghampiri pohon hitam kesayangannya yang telah ia jaga selama ribuan tahun. Awalnya ia bersedih karena buah telah dipetik oleh manusia, namun ketika melihat ada buah yang tersisa, hatinya cukup senang. Manusia itu setidaknya masih memedulikan dirinya.
Dengan buah dewa gelap, ia bisa maju ke tingkat binatang suci. Kali ini dia tidak membiarkan siapapun atau hewan mana pun merebutnya. Dia akan segera memakannya.
Di sisi lain, Fu Chan Yin dan hantu laki-laki sudah ada di pinggiran sungai. Air jernih mengalir tenang. Ada ikan-ikan besar berenang di sekitar. Sepertinya sungai ini cukup dalam. Tidak mungkin dirinya untuk mandi di sini. Ia khawatir jika ikan-ikan di sungai sama anehnya dengan hal-hal yang mereka temui. Mungkin juga pemakan daging.
Hantu laki-laki mengumpulkan kayu kering untuk membuat api dan Fu Chan Yin menyalakan api. Untuk menghindari gigitan serangga saat malam hari, hantu laki-laki itu menggunakan bunga ilusi untuk mengacaukan keberadaan mereka.
"Aku pikir kau tidak bisa mengeluarkan bunga ilusi itu?"
Fu Chan Yin berkata tapi lebih dekat ke pertanyaan. Ia sibuk membersihkan daging war craft beast kuno yang diambilnya. Aroma darah dari daging yang ada di air sungai segera memancing rasa lapar ikan-ikan di sekitar. Beruntungnya Fu Chan Yin segera menyelesaikan itu dan kembali ke depan api unggun.
ibu fu can yin
ceritamu seru keren 😘😘😘😘😘😘