NovelToon NovelToon
Pendekar Naga Emas

Pendekar Naga Emas

Status: tamat
Genre:Petualangan / Pendekar / Wuxia / Xianxia / Fantasi Timur / Kelahiran kembali menjadi kuat / Tamat
Popularitas:12.3M
Nilai: 4.8
Nama Author: Mizan Armand

Dunia persilatan ibarat lorong goa yang panjang.
Tempat ancaman kematian selalu datang dari balik kegelapan.
Pertarungan demi pertarungan yang selalu berakhir dengan kematian.
Itulah jalan para pendekar membunuh atau di bunuh.

Bagiku seorang pendekar mengusai ilmu beladiri bukan mencari kesempurnaan melainkan untuk membela mereka yang lemah dan tak berdaya.
Apakah arti kesempurnaan ilmu, jika tak di abadikan untuk kemanusiaan.

Namun dalam setiap pertarungan yang berakhir dalam kematian lawan, hanya kehilangan yang kurasakan.
Semakin lama semakin dalam.
Ada yang hilang dan ada yang ku temukan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mizan Armand, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Turnamen Pendekar Muda 4

Pertandingan selanjutnya adalah Liu Wei dan Qin Ling dari Sekte Bunga Kamboja.

"Senang bertemu dengan anda saudari Wei, aku sangat terkesima melihat caramu bermain pedang dipertandingan sebelumnya." Ucap Qin Ling membungkukkan badan.

"Ku dengar permainan pedangmu sangat bagus, aku senang bisa mengasah kemampuanku denganmu saudari Qin." Balas Liu Wei datar karena dia sangat ingin lolos dan membalas perbuatan Zhao Lang kepada kakak seperguruannya.

"Kali ini Sekte Bunga Matahari akan di pastikan tidak ada yang masuk ke Semi final. Meskipun Liu Wei dalam pertandingan sebelumnya menunjukkan bakat yang luar biasa tapi lawannya kali ini adalah Qin Ling." Ucap salah satu penonton.

Arya yang mendengarkan pertanyaan tersebut, dia menatap Liu Wei penuh harap. "Berjuanglah Liu Wei, tunjukkanlah hasil dari latihanmu. Aku yakin kau pasti bisa menang." Gumamnya dalam hati.

Kembali ke pertandingan.

Liu Wei mulai terdesak dan menerima beberapa bekas sayatan pedang Qin Ling disebabkan pikirannya saat ini tidak fokus, gadis itu masih terbawa bayang-bayang atas kejadian yang menimpa kakak seperguruannya, Sun Yu.

"Ada apa denganmu saudari Wei? Kelihatannya kau sedang tidak fokus pada pertandingan ini." Tanya Qin Ling sesaat setelah berhasil memukul Liu Wei.

"Aku harus menang, bagaimanapun caranya aku harus bisa membalas perbuatan lelaki brengs*k itu." Gerutu Liu Wei dalam hati sambil berusaha berdiri.

Jurus Pedang - Tarian Bunga Matahari tingkat 4

Liu Wei langsung berkelebat cepat menyerang Qin Ling. Tapi serangannya tersebut berhasil di tangkis oleh Qin Ling dengan memutar-mutarkan tubuhnya.

"Kenapa gerakan pedangku terasa kaku.?" Pikir Liu Wei. Gadis itupun lantas berusaha mengingat pesan Arya saat berlatih. "Jika sedang bertarung jangan terpengaruh pada lawanmu, tetaplah fokus pada pertarungan. Keahlian sesungguhnya bukan seperti api yang membara jika tak ada ketenangan maka pedang akan menjadi tumpul."

Liu Wei menangkis serangan Qin Ling dengan insting dan hatinya, perlahan-lahan dia sanggup membalikkan dan bahkan menguasai jalannya pertandingan.

Puluhan serangan telah Liu Wei lancarkan tapi tidak seperti sebelumnya, serangannya kali ini sedikit lebih bervariasi dan penuh tipuan, agar lawannya tidak mudah membaca pergerakannya. Hasilnya beberapa serangannya berhasil menggoreskan luka pada tubuh cantik Qin Ling.

"Sepertinya kau sudah mulai fokus. Sekarang saatnya kita mulai pertarungan yang sesungguhnya." Qin Ling memusatkan energi Qi nya untuk menciptakan jarum-jarum es di udara, lantas melesatkan jarum es tersebut dengan cepat ke arah Liu Wei.

Liu Wei sendiri memulai menggunakan jurus elemen air yang di ajarkan Arya kepadanya. Dia membuat tembok pelindung dari es untuk menangkis semua serangan jarum es milik Qin Ling.

"Haaaahh... Sejak kapan Liu Wei bisa menguasai elemen air?" Batin tetua Hong Duan, tetua Yang Zi dan para tetua lainnya.

Karena energinya yang kurang cukup, sehingga tembok pelindung es yang dibuatnya itupun mulai retak di beberapa bagian. Liu Wei berusaha mencari celah, dia melesat cepat sesaat sebelum pelindung es nya hancur. Liu Wei mendekat ke arah Qin Ling dan mulai menyerang dengan jurus pedang miliknya.

Serangan tersebut tidak berhasil membuat goresan sedikitpun pada tubuh Qin Ling, karena terhalang tembok es yang di buat oleh Qin Ling untuk menahan serangan Liu Wei.

"Aku harus mencari cara." Liu Wei diam-diam membuat genangan air di bawah tubuh Qin Ling. Lalu dia mengunci pergerakan lawannya tanpa di sadari oleh Qin Ling.

Jarum es milik Qin Ling masih mengarah menyerang Liu Wei. Liu Wei sendiri mengecoh lawannya dengan berpura-pura bertahan sebelum akhirnya dia membekukan tubuh Qin Ling dengan genangan air yang dia ciptakan di bawah tubuh lawannya itu.

Setelah melihat Qin Ling membeku, Liu Wei langsung mendaratkan jurus Pedang bunga matahari miliknya. Liu Wei sadar sesama pengguna elemen air, maka mudah saja bagi Qin Ling untuk menghancurkan es yang membekukan dirinya tersebut.

Tepat sesudah jurus pedangnya mengenai Qin Ling. Es itu pun hancur berkeping-keping dan tubuh Qin Ling sendiri mengalami sayatan luka lebar. Kondisi gadis itu kritis membuat wasit langsung menghentikan pertandingan, dan menandu tubuh Qin Ling ke ruang pengobatan.

Meski menang namun Liu Wei langsung terduduk, karena kehabisan energi dan banyak darah yang keluar dari luka-luka sayatan di tubuhnya. Liu Wei pun juga di tandu ke ruangan perawatan.

"Pemenangnya adalah Liu Wei" tetua Hong Duan mengumumkan hasil pertandingan. Sebenarnya dia pun tidak percaya bila Liu Wei akan memenangkan pertandingan ini jika tidak melihatnya sendiri.

Para penonton di buat bergemuruh melihat hasil pertandingan yang di luar dugaan kebanyakan dari mereka, banyak juga penonton yang kehilangan hartanya karena kalah taruhan.

Walaupun Arya senang akan kemenangan Liu Wei, namun pemuda itu nampak khawatir dengan keadaan gadis itu. Arya lalu meminta izin pada tetua yang berada di sebelahnya agar dirinya diizinkan mengobati Liu Wei dan Qing Ling.

_____

Di dalam ruangan perawatan.

"Maaf tetua, pemuda ini ingin mengobati kedua gadis ini" Kata dari salah satu tetua Sekte Bunga Matahari.

"Siapa dia? Apakah dia seorang Alkemis muda?" Tanya tetua Sekte Bunga Kamboja yaitu Hang Luo.

"Benar tetua Hang, dia adalah tamu sekaligus orang yang telah mengobati tetua Yang Zi beberapa hari yang lalu." Salah satu tetua menjelaskan agar tetua Hang Luo tidak meragukan Arya.

"Kalau begitu silahkan, aku akan sangat berterimakasih pada saudara muda jika bisa mengobati murid sekte kami ini." Hang Luo mempersilahkan Arya untuk mendekati kedua gadis yang terbaring tak sadarkan diri tersebut.

Arya berdiri di tengah-tengah mereka berdua yaitu Liu Wei dan Qin Ling. Arya memeriksa kondisi Qing Ling terlebih dahulu karena dialah yang mengalami luka paling parah.

Arya mengeluarkan beberapa pil luka luar. Dia meminumkan 5 pil tersebut sekaligus. setelah pil itu berhasil di telan oleh Qing Ling, Arya lalu mengalirkan energi kehidupannya ke tubuh Qin Ling untuk mengobati luka dalam gadis itu.

Perlahan denyut nadi dan nafas gadis itupun kembali stabil, wajahnya yang tadinya pucat kembali terlihat lebih segar, dan luka-lukanya mulai kembali menutup seperti semula, seakan tidak pernah mengalami luka sebelumnya.

"Syukurlah, gadis ini sudah melewati masa-masa kritisnya. Dia hanya perlu banyak istirahat, dan minumkan pil ini sehari 2 kali." Ucap Arya lalu memberikan beberapa pil kepada Tetua Hang Luo.

Tetua Hang Luo sendiri baru teringat akan Arya yang sempat ditemuinya di depan pintu masuk gedung turnamen, saat ity dirinya sedang berjalan bersama Patriark Wang Bai.

Semua Alkemis yang ada disana dan para tetua di buat tercengang dengan apa yang di lakukan oleh Arya. Mereka berfikir bahwa Arya adalah seorang senior yang sudah lama hidup dan menyamarkan usianya menjadi seorang pemuda.

"Terimakasih saudara muda.. kalau saya boleh tau, siapa nama saudara muda?" Tanya tetua Hang Luo dengan wajah lega setelah melihat kondisi murid sektenya itu mulai membaik.

"Namaku Li Xian, panggil saja Arya. orang lebih mengenalku dengan nama itu." Balas Arya. Lalu dia langsung berjalan mendekati tempat Liu Wei tanpa memperdulikan raut kebingungan orang-orang yang berada disana.

Kondisi Liu Wei sendiri sedikit lebih baik daripada Qin Ling, gadis itu hanya kehabisan energi serta darah karena banyaknya luka-luka yang diterimanya. Arya mengobati Liu Wei dengan cara yang sama pada pengobatan gadis yang bernama Qin Ling.

"Tetua semuanya, apakah boleh saya berada disini beberapa saat untuk menunggu mereka siuman.?" Tanya Arya sesaat setelah melakukan pengobatan.

"Oh tentu saja saudara muda." Ucap tetua Hang Luo, lalu mengajak para tetua lainnya kembali ke acara turnamen dengan perasaan lega.

****

Di arena pertandingan sendiri, berlangsung pertarungan antara 2 pemuda dari sekte yang sama yaitu Sekte Bambu Kuning. Walaupun sama-sama berada pada sekte yang sama, namun antara Zang Lu dan Fang Wu tidak ada yang rela melepaskan posisinya untuk bisa mencapai babak final turnamen ini.

Arya sendiri masih menunggu kedua gadis itu sadar. Setelah beberapa saat menunggu akhirnya Qin Ling tersadar terlebih dahulu.

Qin Ling yang sudah tersadar, gadis itu lalu berusaha bangkit dari posisinya tidur. 

"Lebih baik istirahatkan tubuhmu dulu, jangan banyak bergerak. Walaupun kondisimu sudah pulih tapi tubuhmu masih butuh istirahat." Arya mendekati Qin Ling yang berusaha untuk duduk.

"Siapa kau? Kenapa aku ada disini, apakah aku sudah kalah?" Tanya Qin Ling menatap Arya penasaran.

"Tidak penting siapa aku, kau bisa memanggilku Arya. Benar kau memang sudah kalah karena mengalami luka parah." Balas Arya.

Qin Ling mengerutkan dahinya mendengarkan ucapan dari pemuda itu. "Arya?" Qin Ling menatap Arya lalu mengalikan pandangannya ke tempat Liu Wei.

"Kenapa semua orang aneh dengan namaku, itu hanya sebutan saja. Nama asliku Li Xian, tapi aku lebih suka di panggil Arya." Balas Arya mendengus kesal, dan lalu mengalihkan pandangannya.

"Arya..."

"Iya namaku Arya, apa penjelasanku tidak cukup." Ucap Arya sambil mengalihkan pandangannya kepada Qin Ling, yang sebelumnya dia menatap ke arah yang lain.

"Arya..."

Kini Arya menyadari bahwa yang memanggil namanya bukanlah gadis di depannya, melainkan Liu Wei yang berusaha duduk dari posisinya berbaring. Arya lalu mendekati Liu Wei.

"Apakah kau sudah baik-baik saja gadis pemarah?" Arya lalu mengecek kondisi Liu Wei.

"Kenapa kau malah bersama gadis itu, dan membiarkanku." Liu Wei yang tidak terima, dia memasang muka cemberut sambil menunjuk jarinya ke arah Qin Ling.

"Tadi kau masih belum sadar, dan dia sedang bertanya. Makanya aku mendekatinya." Arya mengelus rambut Liu Wei dengan lembut "Kau sudah semakin hebat."

Liu Wei lalu teringat akan turnamen, dia lalu berusaha untuk bangkit, Tapi di cegah oleh Arya.

"Istirahatlah dulu, kondisimu memang sudah membaik. Tapi kau kehabisan energi" ucap Arya menahan tangan Liu Wei.

"Tapi aku harus melanjutkan pertandingan. Aku harus memberi pelajaran pada lelaki brengs*k itu." Liu Wei mengepalkan tangannya.

"Tenanglah kakak seperguruanmu Sun Yu kondisinya sudah membaik, aku sudah mengobatinya. Kau tidak perlu lagi membalaskan dendam. Sekarang dengan kondisi seperti ini, kau tidak bisa melanjutkan pertandingan." Arya menjelaskan dan menyuruh Liu Wei kembali istirahat.

"Tapi aku harus menjadi juara, aku sudah janji padamu." Liu Wei menundukkan kepala dan mengepalkan tangannya.

"Lupakan menjadi juara, yang terpenting adalah kondisimu. Bagiku kau sudah hebat karena bisa melampaui batasanmu." Arya kembali mengelus rambut Liu Wei untuk menenangkan gadis tersebut.

"Ta... tapi..." Ucapan Liu Wei terpotong karena kini jari telunjuk Arya menempel di bibirnya.

"Aku tau niatmu, baiklah aku akan membantu untuk mengisi kembali energimu. Tapi ingat kau tidak boleh memaksakan diri. Saat merasa tidak ada peluang, lebih baik keluar dari arena pertandingan, karena ku yakin pemuda brengs*k itu tidak akan membiarkanmu menyerah begitu saja."

Ucapan Arya membuat Liu Wei kembali tersenyum dan bersemangat. Arya lalu duduk di belakang punggung Liu Wei, dia menempelkan kedua telapak tangannya ke punggung gadis itu.

"Tahan, ini akan terasa sakit, karena aku akan memberikan energiku ke tubuhmu dan membantumu menyerap energi Qi disekitar sini. Seraplah energi di sekitarmu semampumu jangan memaksakan tubuhmu atau tubuhmu akan mengalami luka dalam." Setelah mengatakan hal tersebut, Arya lantas mulai menyalurkan energinya ke tubuh Liu Wei.

Perlahan tubuh Liu Wei menegang dan bergetar hebat. Aura putih kemerahan terlihat menyelimuti mereka berdua. Qin Ling yang melihat kejadian itu di buat kagum dengan kemampuan Arya. "Di usianya yang begitu muda, bagaimana mungkin dia bisa melakukan hal yang luar biasa seperti ini" Gumam Qin Ling dalam hati.

Liu Wei dapat merasakan energi yang mengalir dari tubuh Arya masuk ke dalam tubuhnya dan energi disekitarnya juga yang merambat masuk ke dalam tubuhnya, membuat tubuhnya merasakan tertekan dan panas yang luar biasa.

"Cukup..." Ucap Arya seraya melepaskan tangannya dari punggung Liu Wei.

Melihat Liu Wei yang belum membuka mata dan masih menyerap energi Qi di sekitarnya, membuat Arya terlihat begitu khawatir. Pemuda itu langsung menotok beberapa bagian tubuh Liu Wei untuk mencegah gadis tersebut melakukan penyerapan energi berlebihan yang bisa membahayakan tubuhnya.

Liu Wei yang perlahan membuka mata lalu bertanya "Ada apa, kenapa kau terlihat khawatir seperti itu?"

"Kau tidak bisa mengontrol tubuhmu saat menyerap energi. tanpa sadar kau terus menyerap energi, itu bisa membahayakan tubuhmu. Untung saja aku langsung menghentikanmu. Jika tidak..." Ucapan Arya terpotong saat tiba-tiba Liu Wei memeluk tubuhnya.

"Kau tidak perlu khawatir, sekarang aku merasa lebih kuat dari sebelumnya." Liu Wei berbisik di telinga Arya.

Memang setelah penyerapan energi. Kultivasi Liu Wei meningkatkan tajam dari tahap Pendekar tingkat 1 kini mencapai tahap Pendekar tingkat 7. Itu semua karena Arya memberikan sedikit energi nya pada Liu Wei, tapi itu bersifat sementara, paling tidak hanya bisa bertahan selama 3 hari saja. Setelah itu kultivasi Liu Wei akan turun ke tahap Pendekar tingkat 3, karena energi Qi alam yang telah di serapnya.

Mereka berduapun lantas melangkah keluar menuju ke arena turnamen yang masih berlangsung. Qin Ling yang melihat mereka pergi, segera berlari menyusul mereka berdua.

****** 

Pertandingan antara Fang Wu dan Zang Lu telah berjalan selama hampir 40 menit. Masing-masing dari mereka sudah banyak mengalami luka-luka, tapi luka yang di terima Fang Wu lebih banyak daripada yang diterima Zang Lu.

Setelah Arya dan kedua gadis itu sudah berada di arena pertandingan, mereka lalu mendengar pengumuman bahwa pertandingan tersebut telah di menangkan oleh Zang Lu.

"Babak Semi Final akan berlangsung setelah 2 jam lagi. Untuk itu kita semua di beri waktu untuk beristirahat dan makan." Ucap Patriark Wang Bai menjelaskan.

1
Ties Sutrisno
bagus
dede eti wahyuni
malas lanjut baca MC takut karma
dede eti wahyuni
MC nya tidak mau membunuh takut kena karma mati ke 2kalinya..ha""'"
Hasan Udin
begok
Usep Juandi
eit dewa ko jadi kayak pelawak sih
𝙕𝙯𝙯: Mampir kak, judulnya Legenda pendekar 2 naga🙏
total 1 replies
JJ opa
Karena negeri kultivator lebih baik LI XIAN🙏🙏
Soeryono Tangerang
pemuda songong .....
Soeryono Tangerang
alur cerita tambah melebar.....
Soeryono Tangerang
gadis keras kepala merepotkan
teguh andriyanto
duh Thor... jangan dikasih MC ke betina gatel itu
teguh andriyanto
kenapa jg ketemu dua betina reog ini... bikin hambatan kultivasi
teguh andriyanto
yampun Thor, apa sih yang ingin kau tulis. mbok ya ketemu wanita nya pas nanti di daratan tengah aja.
teguh andriyanto
kenapa ngga werkudorus aja Thor?
hendra cipta
iya Thor, sebagai pertimbangan saja. jika ingin membuat cerita dg pertarungan yg panjang, ketemukan mc dg musuh yg kuat. jangan musuh lemah tapi pertarungan yg lama. Terkesan bertele2 dan membosankan. Atau jangan jadikan mc kuat sejak awal. bikin mc kuat bertahap, biar cerita mengalir.
Andi Hidayat
mantap
Purwanto Purwanto: ok, lanjut
total 1 replies
spooky836
blok pun xpe. etika atau adap mana ada jual
spooky836
otak kosong
spooky836
jadi tubuh orng tu xde fikiran yea. xe otak macam thor juga. kenapa dia xtau. patut isikanlah otak kat mc sebb dh tukar alam lain masuk dunia lain apa bodoh thor atau otak thor memang xde mkan di babi.
didik jatirogo
Luar biasa
Lautan membara
masak orang punya ilmu racun juga bisa Keracunan
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!