Kenalin,gua Nata Ghifari Ananjar.
Umur 18 tahun dan punya abang namanya
Rafa Ghifari Ananjar.
Abang gua ganteng ,banyak cewe yang nempel bahkan sampai nenek -nenek sekalipun nge- fans sama dia.
Abang gua paling suka tebar pesona didepan umum ,beda banget sama gua yang jengah liat kelakuannya.Walaupun begitu
gua sayang sama abang gua,begitupun sebaliknya.Dan
satu hal yang paling males buat gua,yaitu nganter abang gua yang keinginannya selalu aneh-aneh,kaya orang ngidam.Kalo nganter nya jalan kaki,gua harus ridho dikejar nyampe ngos-ngosan oleh ibu dan bapak kompleks ,yang lihat gua kaya maling.
Apabila gua kena sama kejaran mereka,bakalan abis ni muka gua ,bahkan nama gua juga bakalan tak kalah terkenal sama abang gua.
Dan gua juga diberi gelar" Tak kalah Tampan" oleh cewe-cewe yang bikin gua ilfil sama mereka.
Dah lah yah bang neng,ikutin aja kisahnya, Selamat membaca.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Irma Rahmawati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Aksi Arian
Sementara itu...
Arian terlihat mondar-mandir dan sekali-kali menatap ponselnya yang kini telah penuh oleh ancaman dari Devian.
Lalu menatap David yang terlihat tengah tertidur pulas dengan sebuah bantal yang menutupi wajahnya.
"Gue harus gimana nih?gue udah nyaman sama mereka.Kalo gue batalin rencananya keluarga gue bakalan terancam ,kalo gue bunuh Nata, teman-teman pasti pada jauhin gue karena gue ternyata pengecut.Akhh....napa jadi rumit gini sih"Gerutu Arian mengusap-ngusap rambutnya dengan kasar lalu terduduk dengan posisi lutut ditekuk.
Kemudian ia berfikir kembali agar dia bisa keluar dari masalah yang membuatnya hidup setengah mati.
Frustasi,itu yang ia rasakan kali ini.
Tiba-tiba sebuah ide yang memang sangat bodoh untuk dilakukan terlintas dari pikirannya dan langsung melakukan aksinya malam ini.
Arian mengambil pisau bekas buah,yang memang ujung dan pinggirnya cukup tajam untuk mengupas sesuatu.
Dia melangkah keluar kamarnya dengan perlahan dan berusaha untuk tidak menimbulkan bunyi apapun agar David tidak terbangun dari tidurnya.
Arian kini berhasil berjalan melewati berberapa kamar temannya dengan jalan berjinjit sambil memegang sebuah pisau yang berada dalam genggamannya.
Kini,tibalah ia didepan pintu kamar Nata lalu memutar knop pintu dan langsung membawa Arian kepada sebuah sosok yang tengah tertidur pulas dengan balutan selimut yang menutupi sebagian tubuh Nata.
Dengan perlahan tapi pasti ,Arian mendekati Nata dan berusaha untuk jalan pelan agar tidak terdengar suara langkahnya oleh dirinya sekalipun.
Kini matanya beralih,pada sebuah kertas dan pulpen yang tertera diatas meja belajar yang penuh dengan berbagai buku dan alat tulis tersebut.
Arian berjalan kembali mendekati meja belajar dengan pelan lalu menulis sesuatu diatas kertas tersebut dan merintih kan suatu kata yang berhasil membuatnya menangis.
"Maafin gue Nata,karna gue harus lakuin ini"Ucapnya dengan lirih
Lalu dia kembali mendekati Nata dan memejamkan matanya sekali-kali dan,
Srakkk ...srett....brukkkk
Suara pisau dihunus terdengar pelan dan hanya angin saja yang dapat membawanya terbang.
Darah mulai keluar bercucuran dengan segar menandakan seseorang telah merasakan sakit luar biasa karena hunusan pisau mengenai dirinya.
Tak ada yang menyadari kejadian malam itu,hingga langit perlahan-lahan berubah menjadi sedikit terang karena sang fajar telah terbit.
Pagi hari....
David telah bangun dari tidur nyenyaknya semalam,lalu turun kelantai bawah dan menuju kedapur untuk memasakan sesuatu agar para kawannya bisa terasupi gizi.
Dia mulai memasak sop ayam dan berberapa menu lainnya dengan resep yang sangat terjamin keenakannya dan kesehatannya.
Hingga berberapa kawannya mulai bermunculan karena menghirup aroma sedap yang ditimbulkan dari dapur rumah Nata.
"Gila bro...emang bener-bener sahabat kita satu ini,jago masak deh sampe aromanya terhirup keatas.Emang calon bapak plus calon istri idaman ini mah"Ucap Lais yang diberi anggukan setuju dari para kawannya.
"Woi..bisa bantuin gue gak ngangkat makanannya ke meja makan?"Tanya David tertuju pada para kawannya yang tengah menonton asik di pintu dapur dengan gaya bangun tidurnya.
"Oke oke bisa bisa"Ucap Rafgan yang kini mendekati berberapa menu makanan yang sudah matang.
Lais,Wilfred,Reza,Rizki,Aaric pun membantu Rafgan menyusun makanan hasil chef David yang tak lain adalah sahabat tertuanya.
Kini makanan pun telah siap untuk dicicipi dan menjadi sarapan utama bagi mereka yang akan memakannya.
Lais yang memang anak paling bar -bar langsung menyiuk nasi kedalam piringnya dengan porsi besar-besaran.
Mereka yang melihat kelakuan Lais hanya geleng-geleng kepala lalu memulai sarapannya tanpa ada yang menyadari ketidak hadiran dua orang sahabat nya yang belum turun dari kamarnya.
"Gila enak banget ni masakan,belajar dari mana lo?"Ucap Lais dengan mulut penuh yang menimbulkan suara tidak jelas dalam perkatanya.
"Mulut lo penuh tuh kuya,telen dulu ke "Jawab David yang diberi acungan jempol dari Lais
"Hari ini kita akan kemana nih?"Tanya Rafgan sambil memakan makanannya dengan perlahan
"Kayanya OTW pantai deh"Ujar David
"Wahhh asekkkkkkkkkkkkk kita bisa renang bikin tenda sama bakar jagung nih"Teriakk Laisss yang langsung tersedak makanan karena dirinya tidak hari-hati.
"Uhukk....uhukk...uhukk"
"Yah si kakek batuknya kambuh nih"Ejek Reza
"Pala lu peang "Rizki
"****** lo"Aaric
"Uhuk..mi..minumm "Ucap Lais yang masih tersedak dan berusaha mencari minuman dengan susah payah
"Nih"sahut Wilfred yang menyodorkan segelas air mineral kepada Lais.
Lais pun menerimanya dengan rakus,perlahan batuknya mereda dan suaranya mulai berkoar kembali.
"Makasih beb,emang terbaik lo"Ucap Lais menepuk -nepuk punggung Wilfred yang berada di sisi kananya
"Idih"Will
"Makannya kalo makan hati-hati"Titah David mengingatkan
"Iya ka adek ngerti ko"Jawab Lais sekenanya
"Sue lo"David
"Oh iya Nata sama Arian kemana?"Ucap Aaric yang telah menyadari ketidak hadiran kedua kawannya.
David pun sama khawatir nya dengan yang lain,apalagi dirinya tadi pagi tak melihat Lais berada di kamarnya.
"Sial napa gue bisa lupa sih?"Gerutu David
"Ayo kita kekamar Nata,siapa tahu mereka disana"Titah David yang sudah beranjak dari meja makannya menuju kamar Nata.
Yang lain pun kini mengikuti langkah David dengan cepat hingga tibalah mereka didepan pintu kamar Nata.
"Nat..Nata,udah bangun belum"Teriak David
"Nat saur nat ,Donatt Nata the coco bangun lo kesiangan tuh"Teriak Lais yang langsung diberi jitakan oleh para kawannya.
"Kenapa dijitak mulu sih?untung gak langsung tumor"Ujar Lais kesal
"Lo sih ngoceh nya unfaedah"Bantah Ragfan
"Udah deh kita jangan berkoar dulu,bukan saatnya kali ini"Lerai Rizki
"Buka aja Vid pintunya,siapa tahu tidak dikunci"Usul Reza
"Baiklah"David
Ceklek
Suara knop pintu kamar Nata terbuka.Ternyata memang benar pintunya tidak dikunci,tetapi saat mereka telah melebarkan daun pintu Kamar Nata,seketika pandangan mereka dikejutkan dengan suasana penuh keseraman dan keheranan karena banyak darah yang berserakann dilantai.
"Gila ,siapa yang lakuin ini?"Teriak David
"Ko banyak darah gini?"Lais
"Kita masuk"Titah David
Lagi-lagi mereka dikejutkan oleh seorang pemuda yang tergeletak disudut ruangan dengan pisau yang menancap di perutnya yang sangat dalam.
"A..A..Ariannnn"Teriak Rafgan
"Arian lo kenapa?"Ujar David yang menyadari Arian tak berdaya
"Huamm...ada apaan sih?rame banget pagi gini?"Tanya Nata yang baru saja terbangun dari tidurnya dan mengucek -ngucek matanya dengan santai.
"Nata?lo bangun?"Tanya David dengan heran
"Iya emangnya kenapa sih ko pada aneh gini?"Tanya Nata
"Gue juga bingung"Lais
"Lihat Ariannn"Tegas David dan Nata pun mengikuti arah yang ditunjuk David dengan perlahan
"ARIAN???kenapa dia???"Seru Nata yang kini beranjak dari kasur king size nya dan langsung menggotong badan Arian dibantu oleh para kawannya yang menyaksikannya.
"Kita bawa kerumah sakit"Titah Nata yang langsung dibalas anggukan setuju dari David dan Aaric.
Sampai disini dulu ya part ini
Kira-kira siapa yang bunuh Arian ya??
Next chapter
#Selamat menunaikan ibadah puasa
aku akan membantumu menyelesaikan misterinya
KEMANA AJA KAU THOR😭😭
SEMANGAT DONG!!!! 🔛🔥
JANGAN PHP'IN KITA SEMUA DONG THOR LANJUTIN DONG CERITANYA😭
AWAS KALO GK DI UP AKU GENTAYANGIN RUMAH MU👿
semangat 😊