NovelToon NovelToon
Perfect Billionaire

Perfect Billionaire

Status: tamat
Genre:Kehidupan di Kantor / One Night Stand / Crazy Rich/Konglomerat / Mafia / Cinta Seiring Waktu / Anak Genius / Tamat
Popularitas:531.1k
Nilai: 4.8
Nama Author: sofy adisty

Iblis berwajah tampan. Memiliki sifat kejam namun bisa juga membuat wanita terlena dengannya. Dia Al Deventer Stevenson, orang mengenalnya dengan sebutan Venter.

Pria yang mampu membuat banyak wanita mabuk kepayang namun takut untuk mendekat. Bukan karena mereka pengecut namun mendekati Venter, mereka harus siap menerima resiko.

Baik di permainkan, di perjual belikan bahkan di bunuh jika mereka mengganggu Venter.

Sampai di suatu malam, Venter melakukan hubungan dengan wanita asing namun dapat membuatnya terlena. Sentuhan wanita itu, wajahnya bahkan tubuhnya. Venter jatuh cinta untuk pertama kalinya.

Sialnya, setelah malam itu ia tidak melihat wanita yang sudah ia renggut barang berharga nya. Wanita itu seperti hilang tidak pernah hidup di sekitarnya.

Nama yang terngiang di telinganya yang ia ingat saat malam itu adalah Vee. Entahlah, mungkin nama samaran. Yang pasti Venter akan mendapatkan wanita itu kembali ke pelukannya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon sofy adisty, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

23.

Vee menatap shock saat dirinya mendapat sertifikat atas kepemilikan mansion dengan namanya. Dan mansion tersebut berharga fantastis.

"Apa maksudnya ini?" tanya Vee kesal kepada Venter.

"Sertifikat. menurutmu itu apa?" tanya Venter membuat Vee menggeram kesal.

"Apa maksudmu sertifikat mansion ini atas namaku?" Vee menunjuk nama nya yang tertera di atas sertifikat tersebut.

Venter mengangkat bahunya acuh. "Itu hadiah untukmu karena kau mau menikah dengan ku," ucapnya.

Vee menatap tidak percaya. "Mansion harga milliar ini maksudmu? Kau gila? Aku tidak mau menerimanya!" ucapnya sambil menyerahkan sertifikat tersebut pada Venter.

"Itu hanya hadiah kecil untukmu," balas Venter dengan santai membuat hati Vee menjadi dongkol.

"Aku tolak!" Vee menatap Venter kesal.

"Tidak bisa. Aku tidak akan menerima kembali hadiah yang sudah aku berikan," ucap Venter. "Dan aku tidak suka dengan penolakan!" sambung Venter dengan penekanan nada bicaranya.

"Aku menolak!" Vee menatap tajam Venter.

"Aku tidak menerima kata menolak darimu," balas Venter acuh. Ia tidak akan menerima penolakan apapun dari wanitanya.

"Aku bilang aku tidak terima ini Venter!" Vee meletakkan dokumen tersebut di dada Venter.

Venter menatap wajah Vee, ia menatap dokumen di dadanya lalu menyentuh pinggang Vee dengan lembut. "Dan aku tidak pernah akan menerima kata tidak darimu. Dari hari ini dan seterusnya! Kau paham kata kataku kan sayang?!"

...∆∆∆...

Vee kembali memijat pelipisnya, menatap kertas yang ada di tangannya sambil menatap frustasi kearah Melyana dan Alfred.

"Jadi apalagi ini?" tanya Vee dengan lelah.

Alfred terkekeh melihat wajah frustasi Vee. "Pesawat pribadi atas nama dirimu, itu hadiah ku lalu istriku memberimu hadiah mobil Ferrari untuk mu. Sudah aku letakan di mansion yang di belikan oleh Venter untuk mu," ucapnya.

Vee mengusap wajahnya dengan lelah. "Dimana Alvaro dan Alano?" tanyanya untuk mengubah topik mereka.

"Tenang saja kedua putra mu akan aman bersamaku tidak akan mengganggu selama kalian melangsungkan pernikahan nanti," ucap Melyana.

Vee mengusap dadanya sambil menarik nafas pelan, rasanya begitu sesak menerima hadiah yang tidak tau jumlah semuanya yang ia perkirakan begitu fantastis.

Venter menyunggingkan senyumnya, ia tau bagaimana Vee. Wanita itu pasti akan menolak namun saat melihat wajah memohon kedua orang tuanya ia yakin Vee tidak akan menolaknya.

"Jujur, aku tidak tau bagaimana aku akan berterima kasih kepada kalian," ucap Vee.

Melyana dan Alfred tersenyum. "Tidak perlu berterima kasih Vee. Itu memang cocok sebagai hadiah untukmu," ucap Alfred.

"Cukup bahagia dengan putraku saja sebagai ucapan terima kasih mu Vee,"

...∆∆∆...

Vee berjalan jalan sendiri saat malam hari tiba, menghirup udara yang begitu menenangkan untuknya.

Namun dirinya mendengus terus menerus karena setiap sudut yang ia lihat banyak pasangan yang saling bercumbu.

Oh ayolah, apakah tidak ada hari yang baik untuknya hari ini? Mengesalkan sekali melihat seperti ini.

"Bisa bisanya aku berjalan sendiri," gumam Vee sambil menendang batu kerikil di depannya.

"Bagaimana jika aku yang menemanimu?" Vee menoleh, lalu memutar bola matanya dengan malas. Kenapa pria ini selalu tidak membiarkan dirinya sendiri?

"Tidak. terima kasih!" balas ketus Vee.

Venter tersenyum tipis, ia mengerutkan keningnya saat beberapa kamera memotretnya dengan Vee. Ia pun menyambungkan earphone di telinganya bermaksud untuk menelfon Nick.

"Jangan biarkan media manapun mempublish aku dan Vee disini. Satu pun! Jangan terlewat," ucap Venter membuat Vee menoleh bingung. "Blokir semua media dan matikan cctv dekat sini sementara!"

"Ayo, kau tidak akan diam saja disini kan?" tanya Venter sambil menggenggam tangan Vee membawa wanita itu berjalan.

Venter meletakkan jas nya di tubuh Vee saat melihat baju yang di kenakan Vee lumayan pendek dan membuat dirinya sedikit menjadi perhatian publik karena tubuh Vee yang sangat menggoda menurut mereka. Venter ingin melempar batu kearah pria yang menatap Vee.

"Pakai ini. Angin malam bisa membuatmu sakit," ucap Venter.

Vee mendengus. "Aku sudah biasa," ucapnya sambil mengembalikan jas Venter namun pria itu menatap tajam.

"Pakai!" Venter menatap tajam. "Aku tidak mau tubuhmu jadi tatapan pria lain!"

Vee pun akhirnya menurut dan kembali berjalan bersama Venter. Vee mendengus saat kembali melihat banyak nya pasangan bercumbu di setiap sudut. Apa enaknya mereka bercumbu disini?

"Kenapa kau menatap pasangan lain? Kau penasaran?" tanya Venter. Vee mengerutkan keningnya. "Kau mau mencoba seperti mereka?"

Vee melotot kearah Venter saat melihat seringaian dari sudut bibir pria itu. "Kau diam!" geram Vee.

"Dari tadi aku lihat kau mendengus saat menatap beberapa pasangan yang saling bercumbu. Aku tau kau juga mau," ucap Venter.

"Kebetulan aku orang yang ahli dalam ciuman. Kau tidak akan kecewa," ucap Venter percaya diri. Vee menatap tidak percaya.

"Kau mau coba beberapa gaya? French Kiss, Lizzy Kiss, The Bite Kiss atau Lip Gloss Kiss?"

...∆∆∆...

...TBC...

1
Erlinda
aneh si venter ini bukan nya menyelesaikan masalah keluarga terlebih dulu malah sibuk dengan perasaan nya ..terlalu lebay dan ga cocok dgn gelar nya diawal cerita
Yuli Yanti
aq mamfir lgi thor
Bundanya Pandu Pharamadina
cerita yg sangat bagus 👍❤
Bundanya Pandu Pharamadina
Venter Vee ❤❤❤❤
Bundanya Pandu Pharamadina
Venter 🤦‍♀️
Bundanya Pandu Pharamadina
perbuatan cucu mu kek🤭🤣
Bundanya Pandu Pharamadina
Venter Vee ❤❤❤❤
Bundanya Pandu Pharamadina
Venter sultan mah bebas, beli apapun tinggal perintah dan tunjuk
Bundanya Pandu Pharamadina
Venter gercep juga 👍❤
Bundanya Pandu Pharamadina
berjumpa dgn Ayahnya si kembar kah 🤔
Bundanya Pandu Pharamadina
cerita bagus... sat set sat set langsung mengena pada intinya 👍❤
Bundanya Pandu Pharamadina
like
favorite
👍❤
imhe devangana
pasti zen & ghea berhnti sejenk bernafas krn mendengr venter berbicara
imhe devangana
zen dkk klian tenang sj krn yg akan masuk itu pawangnya tuan venter
imhe devangana
😂😂😂😂😂
imhe devangana
membuat marga baru 👏👏👏 Venter tdk ada lawan.
awesome moment
sequelnya udh rilis kah?
sofy: belum sayang
total 1 replies
meimei
kewrenn
meimei
kewrennn
Leli Robiati
katanya tamat tapi blm tamat
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!