Meidina kini telah resmi menjadi istri seorang Kapolsek, Nyonya Radit Al Farizi. Pria yang mencintai nya tulus tanpa, memandang status masa lalunya.
Derajat Meidina, kini terangkat setelah menikah dengan Radit. Pria yang mampu menutupi masa lalunya sebagai wanita malam, dan memberikan sebuah kebahagiaan yang selama ini dia cari.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Puspa Herliyah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Adopsi
Meidina menatap seragam milik Radit, dan pakaian lain nya di dalam lemari. Satu persatu, di sentuh nya dengan di cium wangi perfume yang masih melekat.
"Seragam ini, tidak akan saya buang. Suatu saat, akan saya tunjukkan pada anak kita Bang. Kalau Papah nya, adalah seorang Polisi hebat."
Di ambil satu seragam polisi, di peluk dan di cium nya. Meidina lalu naik ke atas tempat tidur, di peluk nya dengan kedua mata terpejam.
"Datang ya Bang, dalam mimpi Mei malam ini.Meidina kangen sama Abang, sekarang hanya bisa memeluk seragam Abang."
****
Bagas, mengganti setiap chanel televisi yang di tonton nya. Hingga Anisah merebut, remote TV yang di pegang suami nya, dan mematikan TV tersebut.
"Kok di matikan?" ucap Bagas.
"Lagi cari apa sih? dari tadi lihat televisi gitu - gitu saja." ucap Anisah.
"Cari acara televisi yang enak lah, sini remote nya."
"Nggak jangan." ucap Anisah langsung bangun dari duduk nya dengan membawa remote TV.
"Mau di bawa kemana itu remote?"
"Di simpan di lemari, siapa tahu beranak pinak."
Bagas menggeleng kan kepala nya, dan ponsel Bagas berdering. Kedua mata nya terbelalak kaget, saat yang menghubungi mertua Meidina.
"Hallo Pak, Assalamu'alaikum." sapa Bagas.
"Walaikumsalam."
"Bapak tumben, malam - malam begini, hubungi saya. Ada apa Pak?"
"Tolong kamu, ajari sopan satu sama istri kamu."
"Istri saya salah apa Pak?"
"Dia anggap cucu saya itu anak kucing apa, main di minta."
"Maaf Pak, saya tidak tahu. Itu kapan ya?"
"Tadi siang, dengan alasan Meidina janda. Boleh kalian itu, mengganggap cucu saya sebagai anak kalian. Boleh kalian dekat, atau sering di ajak main nanti nya. Karena kalian berdua itu om dan Tante nya. Tapi anak masih dalam kandungan, sudah di minta, alasan janda. Kamu pikir, saya tidak mampu biayai cucu saya. Tolong ya, ajarkan istri kamu. Kalau mau, pancingan untuk hamil, bukan begitu caranya."
"Maafkan saya Pak, nanti saya akan kasun tahu Anisah."
"Bagus, kamu ajarkan tutur kata yang sopan."
"Baik Pak."
"Assalamu'alaikum."
"Walaikumsalam."
Bagas bangun dari duduk nya, dan berjalan ke arah Anisah yang sedang berada di dalam kamar mereka.
"Anisah." panggil Bagas, dan langsung berhenti melangkah saat melihat Anisah yang sedang memakai pakaian ibu hamil.
"Anisah."
"Mas, coba lihat perut saya, sedikit menonjol seperti wanita hamil. Mirip Meidina kan, lihat pantas kan?"
Bagas hanya mengangguk kan kepala nya, saat melihat istri nya berdiri di depan cermin besar.
"Mas, nanti kalau anak nya Meidina lahir, mau di kasih nama siapa? "
"Anisah."
"Mas, saya harus hamil. Makan nya, dengan adopsi anak nya Mei, dia kan ponakan saya. Nggak salah kan, dari pada anak orang."
"Anisah, Mas ingin bicara sama kamu."
"Bicara apa Mas?"
"Kamu bicara apa sama Mei dan mertua perempuan nya?"
"Bicara anak nya mau saya minta. Surat - surat untuk, adopsi juga sudah saya siapkan."
"Anisah, orang tua Almarhum Radit, tidak terima atas ucapan kamu itu. Suatu penghinaan, kamu anggap apa anak nya Mei."
"Mas, anak yang di kandung Mei itu adalah ponakan saya, salah nya dimana? dan dia kan janda, kita bantu lah Mas"
"Dengan nada begini, kamu itu salah."
*****
"Bang Bagas." ucap Meidina
"Masuk Bang." ajak Meidina.
"Makasih Mei."
"Abang mau minum apa? nanti saya buatkan."
"Tidak usah Mei, saya kesini hanya ingin minta maaf."
"Minta maaf apa Bang?"
"Maaf, atas ucapan Anisah kemarin, masalah anak."
"Oh.. nggak usah di panjang kan, saya sudah lupa."
"Tetap saja, saya tidak enak dengan kedua mertua kamu. Bagaimana juga, saya malu apa yang, Anisah ucapkan sama kamu."
"Wajar Anisah seperti itu, dia sangat kehilangan anak nya. Mungkin, dia ingin memancing agar cepat hamil."
"Mei, Anisah berbeda sekarang."
"Berbeda apa Bang maksud nya?"
"Semalam, dia memakai pakaian ibu Hamil, bahkan dia sudah membereskan berkas - berkas untuk adopsi anak kamu kalau lahir nanti."
"Astagfirullah, kok. Anisah nekat begitu Bang, kalau begini saya kok jadi takut. "
"Menurut Abang, psikologis nya terganggu. Dia stress akibat, hamil beberapa bulan keguguran. "
"Bang Bagas, jangan bicara seperti itu. Mungkin masih shock, makan nya Bang Bagas suport. dia."
" Sudah Abang,buat dia bahagia,terseyum.Tapi tetap saja, Anisah semakin tidak bisa di mengerti,dan selalu menang sendiri."
"Sabar Bang, jalan satu - satu nya, hibur dia." ucap Meidina.
7 bln & 8bln sudh dlam kandungan ku bawa kmna2 tp dia lbh senang memilih Allah,.
tunggu mamah disana ya 2bidadari kecilku
perempuan itu tipe nya setia jika di tinggal meninggal suaminya. Jika di sakiti lelaki jangan memikirkan cari pasangan baru. karena anak lebih penting dari cari suami baru.