Jika saja bisa memilih, Yasmine tidak ingin menjadi istri ke dua. Tapi bagaimana saat ia sendiri tak tahu kalau ternyata calon suaminya mengalami kecelakaan dan meninggal.
Yang akhirnya membuat sahabatnya-Alifa meminta pada suaminya-Alfin, untuk menggantikan calon suami Yasmine yang sudah pergi meninggalkannya untuk selamanya.
Ini adalah mimpi buruk bagi Yasmine.
Setelah dua kali gagal menjalani hubungan, ternyata ke tiga kalinya pun tak sampai ke pelaminan. Justru harus berkahir dengan orang yang tak ia inginkan.
Lalu, bagiamana kehidupan Yasmine selanjutnya? Apakah ia bisa menerima takdirnya yang menjadi madu dari Sahabatnya?!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yuli Fitria, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Part 024 # Di Antar Suami
Rasanya begitu membahagiakan. Yasmine masih duduk bersimpuh di atas sajadah. Ia memperhatikan seseorang yang masih berdoa di depannya. Diam-diam Yasmine tersenyum memperhatikan punggung lebar di depannya itu.
Tadi setelah tidur lagi sebentar dalam pelukan hangat sang suami, mereka berdua lantas bangun dan mandi secara bergantian. Lalu keduanya pun shalat tahajud.
Sebelum nantinya Alfin akan pergi ke Masjid dan Yasmine serta Alifa shalat subuh di rumah.
Alfin membalik badannya dan tersenyum ke arah Yasmine. Mengulurkan tangannya. Yasmine lantas membalas uluran tangan suaminya dan mencium punggung tangan Suaminya itu.
Alfin mengusap nya dan mencium puncak kepala istrinya. Penuh sayang.
"Maaf ya, jika nanti aku belum bisa membuatmu bahagia, atau kamu merasa aku kurang adil." Ujar Alfin pada Yasmine. Yasmine mendongak menatap netra Suaminya.
"Kita memang berada di keadaan yang tidak kita inginkan, awalnya. Tapi, mari, mulai sekarang kita lewati ini bersama-sama tanpa keterpaksaan, kita jalani ini semua dengan hati yang ikhlas. Sekarang, aku suamimu, kamu juga istriku, jadi ... kamu harus siap dengan segala yang akan kita lewati bersama. Dan lagi, kita tidak hanya berdua, kita bertiga. Dan kamu harus ingat ini ... kamu bukan ada di antara kita, tapi, kamu ada agar kita bisa bersama-sama selamanya. Apalagi antara kamu dan Alifa." Sambung Alfin panjang lebar.
Yasmine diam hanya mengangguk kan kepalanya.
"Ya, sudah. Aku ke kamar Alifa ya, mau ke masjid setelahnya," ucap Alfin dengan senyum.
Sudah cukup untuk keduanya diam-diaman, saling menghindar. Sekarang sudah waktunya untuk mereka bersatu dalam waktu yang sama.
Yasmine mengangguk kembali, lantas menatap kepergian Alfin dari kamarnya. Bibirnya tersenyum.
...***...
Kini, Alifa dan Alfin sudah duduk di ruang makan. Alfin sengaja tidak memanggil Yasmine. Ia ingin tahu apakah Yasmine benar-benar sudah bisa seperti biasa atau belum.
Alifa bolak-balik melihat ke arah kamar Yasmine berada, namun kedatangan nya belum juga terlihat.
"Jangan bilang, dia tidak sarapan lagi," gumam Alifa yang masih terdengar oleh Yasmine.
"Percaya deh, nanti Yasmine pasti akan nyamperin kita. Untuk makan di sini, bareng sama kita," Alfin mengusap punggung Alifa yang ada di atas meja.
Alifa lantas mengangguk.
Dan benar saja, langkah sepatu Yasmine terdengar melangkah mendekat. Alifa segera menoleh dan tersenyum menyambut kedatangan Yasmine ke ruang makan.
"Selamat pagi ... Maaf ya, lama. Aku lupa kalau kemarin aku belum periksa ulangan anak-anak, jadi tadi ngebut periksa biar nanti di sekolah tinggal kasih nilai." Begitu ujar Yasmine yang lantas duduk di sebelah Alifa.
"Iya, tidak apa-apa, Yas. Ayo, saat nya makan." Alifa berdiri mengambilkan nasi untuk Alfin dan Yasmine juga dirinya.
Alfin tersenyum ke arah Yasmine, Yasmine hanya memajukan bibir bawahnya pada Alfin. Alfin lantas melebarkan senyumnya, sampai deretan giginya terlihat semua.
Semua itu tak lepas dari pandangan Alifa, apakah Alifa kesal?! Tidak, jawabannya adalah tidak. Alifa bahkan senang saat suaminya tertawa karena Yasmine. Karena mau seperti apapun, memang harusnya seperti itu.
Ketiganya lantas makan dalam diam, sesekali Alifa melihat Alfin dan Yasmine yang sama-sama menikmati sarapan yang ia buat.
Lalu setelah sarapan, Alifa mengantar Alfin ke depan. Sementara Yasmine ke kamar, tadi ia belum membawa tas nya.
Setelah mengambil tasnya, lalu Yasmine pun berjalan ke luar, ia bisa melihat Alfin yang tengah mengusap kepala Alifa dengan gemas, tatapannya begitu lembut pada Alifa.
Yasmine lantas menarik napas panjang dan mengeluarkan nya perlahan. Lalu melanjutkan jalannya, "dasar bucin! Stop bucin nya, buat entar lagi!" Ujar Yasmine sembari melangkah menuju keduanya.
"Kamu sudah siap?!" Tanya Alfin.
Dahi Yasmine mengerut, "sudah lah." Jawabnya. Lalu ia beralih melihat Alifa, "aku berangkat ya Lif, nanti aku mau mampir ke Toko Kue langganan, kamu mau kue nggak?!"
"Mau, dong! Hati-hati ya," Alifa tersenyum pada Yasmine.
"Aku berangkat," ucap Yasmine pada Alfin.
"Ayo," ucap Alfin.
"Kok, ayo?!" Yasmine bingung.
"Sayang, aku berangkat ya ... Assalamu'alaikum," ucap Alfin yang tak menjawab Yasmine, ia langsung pamit pada istri pertamanya.
"Ayo," lagi-lagi Alfin membuat Yasmine bingung.
"Berangkat Yas," ucap Alifa.
Yasmine mengernyitkan dahi melihat ke arah di mana Alifa melihat, di sana Alfin membukakan pintu mobil bagian depan sebelah kiri.
"Aku bawa mobil sendiri kok," ucap Yasmine.
"Mobil kamu mana Yas?!" Tanya Alifa.
Yasmine baru sadar, mobilnya tidak ada. "Loh, mobilku mana?!" Yasmine mencari-cari mobilnya.
Alfin dan Alifa geleng-geleng kepala melihat Yasmine yang ke sana ke mari mencari mobilnya.
"Ayo, Yas. Nanti kamu keburu telat loh." Ujar Alfin.
"Ya, tapi mobil aku mana?!" Yasmine menatap Alifa. Alifa menunjukkan dua jarinya yang berbentuk V. Yasmine lantas melihat Alfin, namun sama saja, Alfin bahkan hanya mengedikan bahunya.
Yasmine mendesah kecewa. "Ya sudah berarti nggak jadi ya kue nya, kalau aku nggak bawa mobil!" Kesal Yasmine. Lantas ia masuk ke mobil Alfin dengan kesal.
"Tidak apa-apa Yas, kue di rumah masih ada kok." Seloroh Alifa dengan tawa yang lebar. Karena sukses mengerjai sahabatnya itu.
Alfin melambaikan tangan pada istrinya, lantas masuk ke dalam mobil dan menjalankan nya.
Alifa mengangguk saat mobil suaminya pergi setelah menekan klaksonnya. Alifa tersenyum lebar. Ia tahu kalau Yasmine pasti enggan jika pamit pada Alfin saat di depan rumah bersama dirinya. Maka itulah, terbesit ide nya untuk menyuruh supir Ayah Ilyas mengambil sementara mobil Yasmine sampai Yasmine terbiasa sekali dengan status ini.
Sementara itu di dalam mobil.
"Kamu kemana kan mobil aku?!" Tanya Yasmine.
"Di pinjem sama Mas Yahya." Jawab Alfin menahan tawa.
"Bohong banget, jelas-jelas Kak Yahya punya mobil, ngapain pinjem punya aku. Lagian memangnya Kaka Yahya sudah balik dari Bandung?!" Kesal Yasmine.
"Ya, sudah sih. Tidak apa-apa 'kan, lagian juga berangkat nya di antar ngapain pakai mobil sendiri." Kata Alfin lagi.
"Enggak enak, kalau di antar. Aku jadi nggak bebas. Mau mampir-mampir jadi susah." Jujur Yasmine.
"Memangnya mau mampir ke mana?! 'Kan bisa bilang sama aku, nanti aku antar." Ujar Alfin.
"Ck," Yasmine berdecak kesal.
Alfin menoleh sebentar ke arah Yasmine, ia tersenyum melihat ekspresi Yasmine yang terlihat kesal.
"Apa sih, lihat-lihat, fokus aja ke jalan. Nanti nabrak lagi!" Kata Yasmine. Ia mengalihkan perhatian nya ke arah luar jendela.
Alfin tetap saja seperti itu, bolak-balik menoleh ke arah Yasmine. Sampai akhirnya tiba di depan Sekolah Yasmine.
"Kamu, mau sampai sini atau sampai dalam?!" Tanya Alfin yang mulai memelankan laju mobilnya.
"Sini saja," jawab Yasmine.
"Ya, sudah." Alfin memberhentikan mobilnya dan mengulurkan tangannya pada Yasmine.
Yasmine menatap tangan itu, lantas ia menjabat uluran tangan Alfin dan menciumnya. Alfin pun sama mencium puncak kepala istri keduanya itu.
"Jangan lupa senyum sama anak-anak, biar pada nggak takut!" Seloroh Alfin pada Yasmine.
"Apaan sih, aku nggak menakutkan ya!" Yasmine bersiap-siap membuka pintu namun ia urungkan untuk kembali menoleh ke arah Alfin.
"Assalamu'alaikum," ucap Yasmine dengan senyum nya.
"Nah, gitu dong! Wa'alaikumsallam," jawab Alfin sama dengan senyuman nya untuk istri ke duanya.
Yasmine pun lantas keluar dari mobil Alfin.
Alfin masih di sana, menatap kepergian Yasmine sampai punggung nya tak lagi terlihat. Setelahnya barulah ia menjalankan mobilnya menuju Kantor nya.
selalu sehat dan selalu semangat up nya iya Thor 🙏💪💪💪