NovelToon NovelToon
Antara A Dan Y

Antara A Dan Y

Status: sedang berlangsung
Genre:Diam-Diam Cinta / Mengubah Takdir
Popularitas:1.2k
Nilai: 5
Nama Author: oland sariyy

" Cari tahu lebih banyak lagi tentang wanita pengganti itu,kalau sampai ada kecurangan,detik itu juga lenyap kan apapun yang mereka miliki."
" Siap Bro."
Kepala Arjuna berdenyut keras, keinginan untuk mewujudkan impian sang ibu tidak bisa berjalan dengan mulus.tapi dia tidak bisa menunda lebih lama lagi,ini adalah permintaan sang Ibu, wanita yang paling ia sayangi dalam hidup nya.
Sementara di tempat yang lain,sosok wanita pengganti itu sedang berdiri tak karuan, setelah mendengar percakapan kedua orang tua nya.
" Mau jadi apa hidup Aku ini,baru juga mau kuliah,udah di suruh nikah segala."
" Tchh....Apa Aku kabur aja ya?"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon oland sariyy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Senyum Kamu Jelek

Tersisa dua hari lagi batas waktu Yura tinggal di rumah penuh kenangan ini.Yura menatap lama isi kamar nya.sangat sederhana hanya di isi sebuah foto lucu bergambar diri nya saja.tak ada foto keluarga seperti kebanyakan teman nya karena Yura sama sekali tidak pernah di ajak ikut serta dalam acara keluarga,jika pun ada pasti Yura akan di kucilkan oleh keluarga dari orang tua nya.meskipun tubuh nya di bebaskan untuk tinggal di sini,namun ada harga yang harus Yura mahal di balik izin tinggal ini.

"Papa,Mama sudah berangkat Bi?"bisik Yura kepada ketiga asisten rumah tangga.

Kebetulan ketiga asisten rumah ini sedang sibuk membereskan meja makan.Yura sendiri sengaja keluar dari kamar lebih lambat dari biasa nya karena malas bertemu dengan pasangan suami istri itu.alhasil untuk sarapan saja dia tidak sempat lagi karena takut terjebak macet di jalan.

Secara bersamaan ketiga asisten rumah tangga ini mengangguk cepat.dari ambang pintu dapur Bi Yum berlari menyerahkan kotak bekal berisi roti bakar dan potongan buah ke tangan Yura,tidak lupa juga dengan sebotol susu hangat untuk menemani perjuangan Yura hari ini.para asisten rumah tangga benar-benar mengerti Yura.

" Sudah Non,sekitar lima menit yang lalu mobil Tuan meninggalkan rumah,mereka akan pergi ke luar kota, mungkin akan kembali nanti malam.jangan lupa di makan ya Non bekal nya, perut Non harus tetap kenyang untuk menghadapi orang - orang seperti mereka.semangat Non,dua hari lagi jadi istri orang." kali ini Bi Rum yang angkat suara sambil menggoda Yura.

Yura pun tersenyum malu-malu,senyuman tulus ini selalu keluar setiap kali Yura berada di tengah - tengah ketiga asisten rumah tangga nya.

" Terimakasih Bibi - Bibi tersayang,Yura berangkat dulu ya,udah telat banget ini."pamit Yura tanpa canggung mencium punggung tangan ketiga asisten rumah tangga secara bergantian.

" Di antar sama Mang Ujang saja ya Non, mumpung Nyonya lagi keluar?" tanya Bi Yum menghampiri Yura yang sedang memesan ojek online.

" Jangan Bi! Naik ojek online jauh lebih nyaman dan seru ketimbang naik mobil milik orang,kalau ketahuan sama pemilik nya kan berabe Bi,bukan hanya Yura yang bakal di hukum, nanti Mang Ujang juga kena getah nya.Yura berangkat ya Bi." Yura berjalan cepat menuju jalan depan.

Di depan jarak dua rumah dari gerbang yang Yura buka sudah ada kang ojek yang menunggu kedatangan Yura.setelah memakai helm untuk melindungi kepala dan rambut tebal nya,Yura segerakan naik dan motor itu melaju menjauh dari rumah yang mirip seperti neraka dunia.

Universitas Gentala Asri.di tengah keramaian hanya Yura yang terlihat melangkah dengan terburu-buru.beberapa kali ia bahkan bertabrakan dengan mahasiswa yang lain sangking cepat nya langkah kedua kaki bahkan Yura tidak mampu lagi untuk tidak menyenggol banyak bahu.

Yura berlari cepat menuju ke kantin,masih ada waktu sepuluh menit lagi untuk mengisi perut yang mulai terasa perih minta segera di isi.

" Punya rumah besar,tapi tetep aja mirip gelandangan." lirih Yura, seharusnya ia bisa menikmati sarapan dengan santai dan hangat bersama keluarga tercinta di rumah mewah itu,bukan malah seperti ini yang harus lari ke sana kemari demi bisa mengisi perut.sekarang soal menikmati makanan itu nomor dua yang penting ia kenyang dan tidak sakit.jika sampai sakit pasti sang Ibu akan kembali menyerang titik terendah dalam hidup nya.

Yura mengunyah makanan dengan perasaan campur aduk, hingga ia lupa bahwa dua menit lagi kelas akan di mulai.

Di kelas, Intan dan Marta sedang gembira karena bisa melihat secara langsung seorang dosen yang kata nya merupakan pemilik gedung tempat mereka menuntut ilmu,dosen ini juga menjadi incaran banyak mahasiswi centil,tanpa mereka duga bahwa di balik kemunculan Arjuna secara mendadak di kelas mereka ada hubungan nya dengan Yura.

Eits... Gara-gara terlena menatap wajah tanpa berkharisma milik Arjuna, Intan dan Marta sampai lupa tentang Yura yang sampai saat ini belum juga bergabung di kelas ini.

" Mulai sekarang Saya yang akan menggantikan Pak Mukhlis mengajar kelas bisnis di sini." ucap Arjuna di sambut sorak sorai oleh kaum rahim anget.

Sementara para mahasiswa yang lain hanya bisa geleng-geleng kepala melihat kelakuan teman mereka.dari segi mana pun mereka akan telah kelak jika di bandingkan dengan seorang Arjuna.

Arjuna yang tidak suka banyak bicara, langsung saja memulai kelas nya tanpa menghiraukan banyak mata yang menatap lapar ke arah nya.

" Yura Adzania Laksmi.." panggil Arjuna untuk yang kedua kali,namun si pemilik nama belum juga merespon panggilan nya.

" Yura...Yang nama nya Yura kemana?" panggil Arjuna lagi sambil mengedarkan pandangannya ke setiap sudut.tapi wajah imut itu tak terlihat.

Intan dan Marta sontak saja meringis.pasalnya gara-gara keasyikan menatap Arjuna mereka sampai lupa mengabarkan Yura kalau kelas sudah akan di mulai dan yang mengajar di kelas mereka kali ini adalah Dosen baru.

" Nggak ada anak nya Pak,paling lagi sibuk tebar pesona sama ketua BEM Pak." ucap Lia teman sekelas mereka yang selalu berpenampilan seksi dan juga merupakan fans berat Dimas.tapi harus menelan kecewa karena Dimas yang tidak pernah melirik keseksian nya.

" Diam Kamu!" balas Intan memberikan peringatan kepada Lia karena sudah memburukkan Yura di hadapan sang dosen.

Mereka tidak terima Yura di jelekin oleh siapapun karena kenyataan nya Yura tidak suka tebar pesona kepada siapapun dan orang yang di tuduh Lia tadi sedang asyik mengisi perut di kantin kampus.

" Lima menit lagi dia tidak muncul,jangan harap bisa mengikuti kelas saya hari ini." ucap Arjuna dengan tegas.

Selain tampan dan kaya raya,Arjuna juga terkenal dengan ketegasan nya di kampus ini.Arjuna si Dosen yang paling tidak suka melihat ada ada mahasiswa yang tidak bisa menghargai waktu dan kedisiplinan lain nya.beberapa mahasiswa juga pernah ia DO karena ketahuan membully mahasiswi yang kurang mampu.

" Aishhh... Tamat riwayat Yura."lirih Marta berbisik.

Dia saling pandang dengan Intan yang baru saja selesai mengirim pesan kepada Yura meminta nya untuk segera masuk ke kelas.

Kedua nya sama - sama berdoa agar Yura membaca pesan itu dan segera muncul di ambang pintu kelas.

" Kemana pergi nya gadis itu? Masih pagi tapi sudah berkeliaran." batin Arjuna ikut resah memikirkan keberadaan Yura.

Padahal tadi niat nya dari rumah ingin memberikan kejutan untuk Yura soal kemunculan nya di kelas ini,tapi kenyataannya malah sebaliknya,ia justru lebih dulu mendapatkan kejutan dari Yura.satu menit,dua menit,tiga menit berlalu begitu cepat dan Arjuna terus menatap ke arah jam tangan nya.

Di kantin kampus ,Yura yang tidak sengaja melihat jam di layar ponsel nya seketika berdiri sambil terbatuk-batuk.

" Astaga... Sudah tiga menit Aku telat masuk ke kelas,Pak Muklis bisa ngamuk ini." Yura tidak sempat lagi membereskan kotak bekal nya.alhasil dia langsung saja berdiri sambil berteriak minta maaf kepada penjaga kantin.

" Maaf ya Buk,saya sudah telat ini,saya titip di sini dulu kotak bekal nya, nanti saya jemput sekalian saya bereskan."teriak Yura secepat kilat.

" Aduh Mbak! Bikin repot saya saja." teriak penjaga kantin karena meja yang di tempati Yura sangat berantakan sekali.sedangkan dia masih harus membereskan kekacauan yang lain nya.

" Sini biar saja ganti kan Mbak nya Buk."ucap seorang lelaki tampan langsung mengambil kain lap untuk membersihkan meja lalu beberapa bungkus permen di buang ke dalam tempat sampah.

Dimas pun tersenyum melihat kelakuan Yura,Dimas mengerti kenapa Yura sampai harus berlari seperti itu.

Ya lelaki yang datang membantu Yura membersihkan meja kantin berikut kotak bekal nya adalah Dimas ,si ketua BEM yang di ketahui sering deketin Yura.kebetulan Dimas hendak masuk ke kantin untuk membeli minum tapi malah tidak sengaja melihat Yura yang berlari keluar dari kantin.mereka berdua bahkan tak sempat saling bertegur sapa.Yura sudah mirip dengan pelari internasional.

Untuk pagi ini entah kenapa Yura suka sekali berlarian,kemeja bagian punggung nya saja sudah basah oleh keringat karena terlalu aktif.

Yura menghentikan langkah nya saat sudah tiba di depan kelas nya.Yura mengintip dari celah pintu yang tidak sepenuhnya tertutup.

" Kok dia ada di sini?" gumam Yura mengucek mata takut salah lihat.

" Beneran dia? Pak Mukhlis kemana?' tanya nya lagi kepada angin yang berhembus sepoi-sepoi.

" Mati aku..." gumam nya ragu-ragu untuk mengetuk pintu.

Tok...Tok..

Mau tidak mau dari pada harus bolos,Yura mengetuk pintu dengan pelan seraya menampilkan senyuman cantik nya.

" Permisi Pak." ucap Yura menghentikan Arjuna yang tengah sibuk menatap laptop nya.

Arjuna menoleh dengan mata tajam dan wajah datar.

" Siapa nama Kamu?" tanya Arjuna pura-pura tidak mengenali Yura.

Tch...Yura berdecak kesal,pria ini malah membuat drama baru.padahal baru semalam mereka bertemu dan sebentar lagi bahkan akan menjadi pasangan suami istri.Yura terpaksa harus meladeni sandiwara Arjuna.

" Saya Yura Pak.maaf saya telat Pak.tadi ada keperluan mendesak." ujar Yura dengan nada kesal.

Arjuna mengangguk paham,ia sengaja menahan Yura lebih lama di hadapan nya karena masih betah menatap wajah imut Yura.hari- hari nya pasti akan semakin seru karena memiliki mainan baru dan menggemaskan.

"Cepat masuk kelas akan segera di mulai! Lain kali jangan tersenyum seperti itu lagi,senyum Kamu jelek tidak pantas di lihat banyak orang." padahal Hati Arjuna langsung meleleh melihat senyuman Yura,tapi gengsi untuk mengakui nya.

" Kalau sampai Kamu telat lagi,jangan harap bisa masuk ke kelas saya." ancam Arjuna dan langsung di iyakan oleh Yura.

" Baik Pa, terimakasih." balas Yura di sambut dengan helaan nafas lega dari kedua sahabat nya.

Yura mengikuti kelas Arjuna dengan tenang, meskipun merasa risih dengan tatapan mata tajam dari Arjuna ,namun Yura berusaha untuk mengabaikan nya.

" Kamu sadar nggak sih Ra,dari tadi Pak Arjuna ngelihatin Kamu terus?" bisik Intan curiga.

" Stt,udah diam jangan ngajak ngobrol , nanti dosen nya ngamuk sama kita." balas Yura malas membahas tentang Arjuna.

Sejujurnya Yura juga masih di landa rasa bingung kenapa pria ini bisa mengajar di kelas mereka.tapi ia lebih memilih memendam rasa penasaran itu menunggu kelas usai.jangan sampai lelaki ini mengadu yang tidak - tidak kepada orang tua nya.

" Pipi Kamu kenapa bisa merah seperti itu?" tanya Arjuna,saat ini Yura di minta untuk datang ke ruangan pemilik gedung yang luas ini.

" Pipi?Merah?" Yura lupa kalau bekas tamparan itu masih membekas di pipi nya.atau mungkin tidak akan bisa hilang untuk selama nya.pasti orang-orang sudah melihat keadaan pipi nya yang sangat mengenaskan.

Tadi rencana nya di kantin Yura akan menyamar kan bekas tamparan itu menggunakan alat make up nya,namun karena terburu-buru sampai membuat dia lupa segala nya,dari rumah tadi Yura sengaja tidak melakukan nya untuk sekedar mengetes keperdulian Rahmi,tapi sayang nya hati kecil Yura terus berbisik untuk tidak keluar sebelum sang ibu benar-benar pergi dari rumah.

" Jawab yang jujur? Siapa yang sudah membuat Pipi Kamu menjadi merah seperti itu?" tanya Arjuna mengintimidasi.

" Saya tahu itu adalah bekas tamparan.sekarang jawab yang jujur." desak nya lagi namun Yura tidak tahu apakah sekarang waktunya mencari pembelaan.

" Ini...Ini bekas...."

Bersambung....

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!