NovelToon NovelToon
Oh My Davis

Oh My Davis

Status: tamat
Genre:Mafia / Nikah Kontrak / Cinta Seiring Waktu / Roman-Angst Mafia / Tamat
Popularitas:4.1M
Nilai: 4.9
Nama Author: Mommy_Ar

“Aku akan mengganti uang mu. Tapi tolong lepaskan aku.”

“Dengan cara apa kau membayar nya? Bahkan untuk selembar kain pun kau tidak memilikinya!”

“A—aku akan bekerja, dan membayarnya dengan cara mencicil.”

“Aku bukan tukang kredit! Menikahlah dengan ku, dan bersandiwara lah di depan kakek tua itu, setahun ke depan aku akan melepaskan mu dan membebaskan hutang mu!”

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mommy_Ar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Mimpi buruk

...~Happy Reading~...

Selama meeting dengan klien. Pikiran Davis terbelah menjadi dua, antara mendengarkan ucapan Nichole, juga mendengarkan penjelasan Klien. Beruntung, Davis sudah terbiasa membagi otak dengan pekerjaan nya juga Clayton. Jadi, dia tidak terlalu pusing, dan masih bisa fokus akan dua suara yang ia dengar.

Hingga malam harinya, Davis baru bisa pulang ke rumah saat jam sudah menunjuk angka sepuluh malam. Ia sengaja melakukan itu, karena esok ia ingin memulai bekerja dengan normal. Seharian ini, Davis memilih lembur karena ia ingin mempelajari semua tentang perusahaan agar esok tidak ada lagi yang harus ia tanyakan kepada para karyawan.

Cklek!

Saat Davis membuka pintu, ia melihat bahwa istri kecil nya sudah tertidur dengan begitu pulas di atas sofa. Hanya beberapa detik saja, Davis menatap tubuh Nichole, lalu ia memilih untuk membersihkan diri dan mengganti pakaian. Baru setelah itu ia bergegas untuk tidur. Tanpa melirik ke arah Nichole lagi.

Belum lama Davis memejamkan mata, bahkan ia belum memasuki alam mimpi. Tiba tiba, ia mendengar suara rintihan dari arah sofa, dimana terlihat bahwa Nichole tengah tidur dengan begitu gelisah.

‘Ckckck!” Davis hanya mampu berdecak, namun ia tetap bangkit dan menghampiri istrinya.

‘Aku mohon, jangan! Aulia, jangan!’ gumam Nichole menggelengkan kepala nya.

Keringat dingin sudah membasahi wajah dan kepala nya, bahkan tak sedikit air mata yang mengalir hingga telinga Nichole. Tangan nya mencengkram selimut dengan begitu erat, dengan mulut yang terus bergumam seolah menahan takut.

‘Hiks hiks hiks, jangan lakukan itu.’ Gumam nya lagi semakin terisak.

“Nichole! Bangun!” Davis berusaha untuk membangunkan Nichole dengan menepuk nepuk kedua pipi Nichole.

Namun, bukan berhenti atau membuka mata, tangis Nichole justru semakin pecah dan tak terkendali. Bahkan, gadis itu semakin erat mencengkram selimut nya.

“Nichole, bangunlah! Itu hanya mimpi! Sadarlah!” kata Davis sedikit berseru dan masih menepuk wajah Nichole.

‘Gak mau, jangan! Jangan Aulia, jangan hiks hiks.’ Kata Nichole semakin berseru, dan tanpa sadar Nichole langsung menggenggam tangan Davis dengan begitu erat.

‘Aku mohon, jangan lakukan itu hiks hiks.’

Glek!

Davis sampai menahan napas nya hingga menelan saliva dengan begitu sulit. Bukan karena mendengar suara rintihan Nichole, melainkan kini tangan nya sudah mendarat cantik di perbukitan yang tak seharusnya bisa ia daratkan sebuah tangan.

Davis hendak menarik nya, namun Nichole terus menggenggam erat tangan Davis seolah memeluk nya dengan begitu erat.

“Nichole, lepaskan! Ini aku, Davis, bukan Aulia!” kata Davis penuh penekanan, namun tidak di hiraukan oleh sang empu nya.

Davis begitu frustasi, karena ia sudah berusaha untuk membangunkan gadis itu, namun Nichole sama sekali tidak membuka mata, dan justru semakin terlewat batas menurut nya.

Bagaimana tidak terlewat batas, bila Nichole seperti orang yang sengaja menyuruh tangan nya agar mendarat manja di bukit terlarang. Bukti yang sama sekali belum pernah Davis jamah dimana pun.

Suara isakan tangis dari bibir Nichole semakin terdengar memilukan. Davis tahu, bahwa gadis itu tengah mengalami mimpi buruk, atau mungkin semacam trauma akan keadaan yang pernah ia alami beberapa waktu lalu dengan sahabat nya, Aulia.

Namun, lagi lagi Davis tidak bisa berbuat apapun, karena ia sudah berusaha membangunkan, sementara Nicole sendiri yang enggan untuk bangun.

Menarik napas nya panjang, akhirnya Davis memilih untuk mengalah, ia mendekatkan wajah nya ke arah telinga Nichole dan berbisik begitu lirih. Hingga setelah beberapa saat, wajah Nichole kembali tenang dan isak tangis nya terhenti. Saat itu juga, Davis bisa bernafas dengan lega.

‘Tetaplah disini,’ gumam Nichole begitu pelan dan hampir tak terdengar, hingga membuat Davis mau tak mau mengalah, walau berat.

...~To be continue......

1
Lalisa
😭😭😭😭😭
Lalisa
ya Allah 😭😭
Lalisa
ya Allah kenapa ini😭😭😭😭
Lalisa
sabar nicole
Lalisa
takut sama davis makanya dokter nyuruh cepet pulang 🤣🤣
Lalisa
dih malu maluin geng aja ni bang Ed😂😂😂😂
Lalisa
🤣🤣🤣🤣🤣
Lalisa
eh pertanyaan apa itu 😂😂😂
Lalisa
emang cucu durhakim 🤣🤣🤣
Lalisa
🤣🤣🤣🤣
Lalisa
cie cie mas Davis so sweet dah🥰
Lalisa
mantap Nicole
Lalisa
eh 😅😅
Lalisa
gercep bang Davis tapi aku suka
Lalisa
oh astaga 🤣🤣🤣
Lalisa
oh kenal bag.syukur dh
Lalisa
ya bang 😅
Lalisa
wow 🥰🥰
Lalisa
owh babang Davis yg bayarin
Maryana Fiqa
😭😭😭😭😭😭😭😭😭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!