Devina Stefani Germanotta, wanita yang tengah hamil tua berusia 25 tahun berjalan masuk ke dalam rumah setelah memeriksa kandungannya ke rumah sakit Sejahtera Harapan Bunda.
Wanita itu menyeret dirinya ke rumah sakit, karena suaminya tidak punya waktu untuk mengantar dirinya dengan alasan sibuk mengurus perusahan yang sedang berkembang pesat.
Devina berjalan menuju kamar, karena tubuhnya terasa pegal sekali. Dan ia ingin segera mandi, agar tubuh pegalnya bisa kembali segar.
Baru separuh pintu di buka, Devina malah mendengar suara des*h*n seorang wanita tepat di dalam kamarnya. Ketika ia menghidupkan lampu kamarnya, sontak saja matanya menangkap dua orang berlawanan jenis, sedang bergumul di atas tempat tidur yang biasa ia gunakan untuk berhubungan dengan suaminya.
Namun, kini suaminya menggunakan tempat tidur itu untuk bergumul dengan wanita yang tidak lain adalah sahabatnya sendiri, yaitu Vindy Bernadette Claudia.
Tapi... untuk mengetahui lebih lanjut, ikutin terus dong alur cer
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon syahriana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 24.
Sinopsis–24.
Sementara di sisi lain. Tepatnya jam sudah menunjukkan pukul 08 : 30, bertanda bahwa malam hari sebentar lagi akan semakin larut. Kembali lagi ke Verlyn, dan kediaman teman perempuannya.
Saat ini wanita itu, sedang menunggu ke datangan seorang dokter bersama dengan temanya di ruang tengah.
Tak berselang beberapa menit, dokter yang di tunggu akhirnya datang. Bisa di tebak dengan bunyi klakson, tatkala mobil itu berhenti tepat di depan rumah.
ART rumah segera membuka pintu, dan mempersilahkan dokter itu masuk ke dalam rumah. Sedangkan Alexa, masih dengan setia menemani temannya. Alexa selalu merasa khawatir, dan terus memastikan. Sampai pada akhirnya dokter itu benar-benar datang untuk memeriksa temannya.
"Malam... Nona Alexa, ada yang bisa saya bantu?" sapa dokter tersenyum ramah, sembari menjabat tangan perempuan itu.
"Malam... ini temannya saya, kayaknya lagi butuh perawatan yang intensif deh dok?" tutur Alexa membalas jabatan tangan dokter itu, sambil melirik temannya yang sedang rebahan di sofa.
"Memangnya... dia habis melakukan apa, kok sampai membutuhkan perawatan intensif?" tanya dokter sembari melangkah menghampiri.
"Katanya... sih dok teman saya ini habis operasi sesar dan sempat koma beberapa hari yang lalu?" tutur Alexa sedetail mungkin.
Namun. " Eh... Nona, Devina? Wah... dunia memang sempit ya, senang bertemu dengan nona lagi?" dengan ramah dokter itu mengulurkan tangan untuk bersalaman juga kepada wanita itu.
Verlyn yang merasa tidak mengenal dokter itu, langsung melirik temannya, lantaran bingung harus menanggapi dokter tersebut dengan cara apa.
Mereka saling melempar kode-kodean, sampai akhirnya Verlyn menemukan sebuah titik terang, dari bisikan temannya yang berdiri tepat di belakang dokter itu.
"Oh... dokter Susi— dokter, Susilawati ya?" tutur Verlyn pada akhirnya menyambut uluran tangan dokter wanita tersebut.
"Iya... sebelum nona di operasi, saya yang sempat menangani nona di rumah Sejahtera Harapan Bunda? Waktu... itu nona bisa kok, melahirkan secara normal? Tapi... pada saat itu nona habis kecelakaan, jadi kami terpaksa mengoperasi nona dengan cara sesar? Ceritanya... panjang, tapi waktu nona di sesar saya yang membantu pak Brata mengoperasi nona? Walaupun... saya sedikit terlambat, tapi alhamdulilah operasinya berjalan dengan lancar?!" tutur sang dokter panjang lebar dengan begitu ramahnya.
"Oh gitu ya, dok?!" timpal Verlyn tersenyum kecut, lantaran masih bingung harus berbuat apa untuk mencerna setiap kata yang di lontarkan dokter wanita itu.
"Nona... habis ngapain tadi, kok bisa sampai bekas luka nona nyeri lagi?" tanya sang dokter, sembari memeriksa detak jantung wanita itu menggunakan Stetoskop miliknya.
"Tadi... aku habis merendam air hangat dok, kemudian naik turun tangga?" tutur Verlyn pada akhirnya menjawab pertanyaan dokter yang sedang melakukan pemeriksaan kepada dirinya.
"Bekas... luka jahitan nona memang sudah mulai mengering, tapi seharusnya nona tidak merendam air hangat dulu? Cukup... bersihkan areh luka dengan air biasa saja, tanpa menggunakan sabun? Dan... nona jangan banyak bergerak dulu, seperti naik turun tangga secara berlebihan. Kalau... membutuhkan sesuatu, jangan sungkan meminta bantuan dengan orang sekitar? Seperti... suami, teman dan sebagainya agar proses pemulihan nona cepat sembuh? Dan... satu lagi dan yang paling penting, jangan melakukan hubungan suami istri selama proses pemulihan. Kalau... bisa tunggu sampai 6 atau 12 bulan, baru nona berkonsultasi lagi pada dokter jika ingin segera melakukan program hamil?!" tutur sang dokter panjang lebar dengan begitu ramahnya.
"Oke... saya akan menuliskan resep obat antibiotik, tolong nanti kalian tebus di apotik terdekat? Minumnya... harus teratur, hindari mengkonsumsi obat-obatan sebelum perut terisi dengan makanan. Pilih sayur dan buah yang kaya vitamin C, seperti brokoli atau stroberi, untuk mendapatkan zinc yang cukup? Pilih biji-bijian yang di perkaya dengan kandungan vitamin, dan konsumsi makanan berprotein seperti ; daging sapi, ayam, makanan laut, atau kacang-kacangan. Selain alpukat, buah jeruk juga bisa nona masukkan ke daftar makanan pasca operasi? Kandungan... vitamin C di dalamnya, cukup tinggi. Jeruk... juga bahkan memiliki vitamin A, yang bisa membantu penyembuhan luka? Sementara... vitamin C dalam kandungan jeruk, berperan memperkuat sistem kekebalan tubuh ibu pasca melakukan operasi sesar?!" jelas dokter berbicara panjang lebar untuk memberitahu. Yang mana hanya di balas anggukan kepala oleh Verlyn sesekali.
"Oke... Nona Alexa, anda juga sudah dengarkan penjelasan saya barusan?" dokter wanita itu berdiri dan beralih kepada teman wanita itu.
"Udah dok?" antusias perempuan itu pun menjawab sambil menganggukkan kepala.
"Oke... ini resep obat antibiotiknya, tolong nanti kamu tebus di apotik terdekat? Sesudah mengkonsumsi makanan, segera meminumkan obat ini pada teman mu?" perintah sang dokter, kemudian di balas anggukkan kepala oleh perempuan itu lagi.
"Baik dokter?" dan begitulah tanggapannya kepada dokter wanita di hadapannya.
"Oke... saya rasa sudah cukup, kalau begitu saya pamit undur diri dulu?" tutur sang dokter pada akhirnya sembari mengulurkan tangannya kembali, untuk bersalaman dengan perempuan di depannya.
"Terima kasih dokter, kami akan melakukan semua hal sesuai apa yang sudah di jelaskan oleh dokter barusan?" ucap Alexa membalas uluran tangan dokter di hadapannya. Kemudian sang dokter perlahan melenggang keluar, sambil menghidupkan mesin mobilnya. Membunyikan beberapa klakson mobil, lalu pergi mengemudi mobilnya dalam kecepatan sedang.
Setelah mengantar dokter pribadinya sampai ke depan pintu, Alexa pun kembali masuk k dalam rumah.
"Kenapa? Kok cemberut?" tanya Alexa saat melihat temannya memasang wajah cemberut.
"Gak apa-apa?" jawab Verlyn sembari memejamkan mata.
"Dunia memang sempitnya, bisa-bisanya kamu juga kenal dengan dokter itu?" ucap Alexa sembari duduk di samping temannya.
"Bukan... aku, tapi wanita ini. Kamu... dengar sendiri kan tadi, dokter itu nyebut nama siapa?!" ketus Verlyn sembari tetap memejamkan matanya.
"Ingat... penjelasan dokter barusan, untuk saat ini kamu gak boleh banyak melakukan aktivitas yang berlebihan? Gak... boleh ini itu, sampai bekas jahitan mu benar-benar sudah pulih dan sembuh?" tutur Alexa kembali mengingatkan temannya.
"Iya... aku paham, kok?" sungut Verlyn dengan ekspresi lemah dan malas.
"Mbok...?" teriak Alexa memanggil ART rumahnya.
Lalu wanita paruh baya itu pun keluar, sambil menenteng nampang berisi makanan lengkap dengan sayur dan lauk pauknya.
"Hai... aku bukan gajah, yang bisa menghabiskan makanan dengan begitu banyaknya?" tutur Verlyn membuka mata, setelah nampang berisi makanan itu di letakan di atas meja.
"Ikan... bakar salmon itu, bagus untuk pemulihan bekas luka jahitan mu Verl? Biji-bijian... dan kacang-kacangan itu, juga sangat bagus karena memiliki kandungan protein yang membantu kamu dalam masa pemulihan? Katanya... tadi kurang asupan makanan, tapi begitu di suguhi banyak makanan ngeluh. Gemuk... untuk kebaikan itu bagus loh Verl, jadi kamu bisa cepat sembuh? Ikan... bakar salmon itu, selain enak dan empuk juga memiliki lemak yang sangat banyak loh? Jika... kamu konsumsi setiap hari, maka bekas jahitan mu akan cepat pulih dan sembuh? Gak... apa-apalah gemuk-gemuk sedikit, setelah nanti kamu sembuh? Kita... kan masih bisa melakukan olahraga, pemanasan olah lemak?!" tutur Alexa panjang lebar berusaha menyemangati temannya agar tidak putus asa dalam menjalani kehidupannya.
"Astaga... bisa jadi gajah beneran akunya, kalau sampai nunggu berbulan-bulan kayak gitu? Mana... aku masih ada penuntasan pembalasan dendam, belum lagi tanggung jawab ku pada Devina yang belum kelar-kelar?! " gerutu Verlyn dalam hati, diam tanpa merespon kata-kata yang di ucapkan temannya.
"Verl... kamu dengar aku gak sih, kok diam aja dari tadi?" ujar Alexa membuyarkan lamunan temannya.
"Iya... aku, dengar?!" sahut Alexa dengan suara ketusnya, sembari memejamkan matanya kembali.
"Ya udah... bangun gi, dan segera habiskan makananmu? Setelah... makan kita pergi istirahat, udah mau larut nih?!" perintah Alexa pada temannya.
"Ki—kita, emangnya aku mau tidur di mana? Kamar... aku kan di atas, ya udah sih kalau mau tidur ya duluan aja?!" ucap Verlyn dan perlahan bangun dari rebahannya.
"Untuk... sementara waktu ini, kamu tidur aja di kamarku sampai bekas jahitan mu benar-benar pulih dan sembuh? Dan... supaya aku juga mudah memantau kamu, agar tidak melakukan yang macam-macam?!" tutur Alexa panjang lebar untuk memberitahu.
"Ya... ellah, kayak tawanan beneran aku jadinya? Gak... mau ah, aku tidur di kamarku aja?" tolak Verlyn sembari meraih nampang yang ada di atas meja, dan mulai memakan makanannya.
"Kamu... lupa dengan penjelasan dokter tadi, gak boleh naik turun tangga. Paham... Nona Verlyn Germanotta Violetta, yang cantik tapi bikin jengkelnya minta ampun?!" ucap Alexa panjang lebar sambil menyebut nama lengkap temannya dengan begitu detailnya.
"Paham...?!" timpal Verlyn sambil mengunyah makanannya.
Bersambung.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...****************...
Nah guys, untuk hari ini cukup sekian dulu cerita dari author. dan nantikan episode selanjutnya yang nantinya akan semakin seru dan menarik, oke👍👍
See you again thanks for watching 🙏🙏🙏