NovelToon NovelToon
Takdir Cinta Mafia

Takdir Cinta Mafia

Status: tamat
Genre:Action / Romantis / Mafia / Romansa / Persaingan Mafia / Tamat
Popularitas:577.1k
Nilai: 4.9
Nama Author: rnsa

Hi readers... Ini adalah novel pertama saya mohon dukungannya. Semoga suka dengan alur ceritanya ✋
DI LARANG PLAGIAT (INGAT AZAB)

**

Seorang mafia Edgar Dale Nichols yang menjual senjata ilegal bersama kedua temannya. Edgar memiliki kelompok mafia yang bernama HEREWOLF, terdiri dari Edgar, Bara, dan juga Ernest.

suatu hari yang menurut Edgar itu adalah sebuah musibah, ia bertemu dengan seorang wanita ketika dalam perjalanan menuju markasnya.

"Apa kau mau mati?" Edgar menaikkan satu alisnya. "Biar ku bunuh sekarang juga."

Aeri menggelengkan kepalanya. "Tidak."

Edgar menarik bagian belakang kepala Aeri. "Aku lihat...." Ucapnya, empat mata itu bertemu. "Kedua bola mata mu masih utuh ya?" menyeringai. "Apa aku perlu menghilangkan kedua bola mata itu sekarang juga?" mengencangkan tarikannya.

"Asal kau tahu, aku tidak membutuhkan waktu yang lama untuk menghilangkan dua bola matamu itu." Ucap Edgar membuat Aeri merinding mendengarnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon rnsa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Melukis

Beberapa menit kemudian Edgar dan Aeri pun selesai makan.

Edgar mengambil tissue lalu membersihkan mulutnya dan meletakkan di atas piring. “Ikut denganku!” perintahnya kepada Aeri dan beranjak pergi meninggalkan ruang makan.

Aeri juga beranjak dan mengikuti Edgar dari belakang. “Memangnya mau kemana?”

Edgar menghentikan langkahnya lalu menoleh ke belakang. “Tidak usah banyak bertanya! Ikuti saja!!” mengamati pakaian Aeri. “Dan segera ganti pakaianmu, aku tunggu.”

Aeri pun menunduk lalu melihat ke arah pakaiannya. “Hah? Apa ada yang salah dengan pakaian ku?” menatap Edgar dengan heran.

“Ya! Ganti yang lebih tertutup.” Edgar membalikkan badannya lalu berjalan ke ruang tamu untuk menunggu Aeri.

Aeri menatap kepergian Edgar. “Kenapa dia selalu mengatur ku? Apalagi soal pakaian, padahal ini kaos biasa.” Melangkahkan kakinya menuju kamar untuk mengganti pakaian, setelah itu keluar lagi dan mendatangi Edgar di ruang tamu.

Mereka berdua sudah berada di garasi mobil, Edgar memilih mobil sport berwarna merah. Beberapa saat kemudian Edgar mulai menjalankan mobilnya keluar dari halaman rumah.

Mobil sport berwarna merah itu sudah memasuki jalanan kota membuat orang-orang yang melihatnya terkagum-kagum.

Aeri menoleh Edgar. “Kita mau kemana?” Tanyanya memecahkan keheningan.

“Ke Showroom mobil.” Jawabnya tanpa menoleh, karena pandangannya fokus ke depan.

“Bukankah mobil mu sudah banyak?”

“Iya.”

“Lalu?” Aeri bingung karena mobil Edgar sudah banyak di garasi.

Edgar hanya diam dan masih fokus menyetir.

"Padahal mobilnya sudah banyak di dalam garasi." Batin Aeri.

Hingga mobil sport Edgar memasuki halaman Showroom mobil yang terkenal dan Edgar salah satu menjadi pelanggan VIP di Showroom mobil itu.

Brak………

Mereka berdua turun dari mobil, Aeri menatap ke arah Showroom mobil yang luas dan juga besar.

"Untuk apa dia membeli mobil lagi?" gumam Aeri dalam hati.

Edgar meraih tangan Aeri lalu menggenggamnya dan berjalan memasuki Showroom.

Manager Showroom yang melihat kedatangan Edgar pun langsung mendekatinya dan memberikan layanan yang terbaik.

“Selamat datang kembali ke Showroom kami.” Sapa sang Manager dengan ramah. “Sudah lama tidak bertemu dengan Tuan Edgar.” Menyodorkan tangannya. “Bagaimana kabar Tuan?”

Edgar melepaskan genggamannya lalu sejenak menjabat tangan Manager itu. “Iya baik.” Dilepasnya jabatan dan kembali menggenggam tangan Aeri.

Manager itu tersenyum kepada Aeri dan menyodorkan tangannya. Aeri melepaskan genggaman tangan Edgar, tetapi tidak bisa karena Edgar menahan tangannya dengan mempererat genggamannya.

Aeri menatap heran dengan tingkah Edgar lalu memberikan senyuman kepada Manager itu. “Maaf.” Mengangguk pelan.

Manager itu pun menurunkan tangannya. “Ekhemmm.” Berdehem. “Ada yang bisa saya bantu?” tanyanya.

“Apa ada mobil keluaran terbaru?” tanya Edgar lalu melanjutkan langkahnya dengan tangan yang masih menggenggam tangan Aeri.

Aeri mengikuti langkah Edgar sambil melihat-lihat ke arah mobil yang ada di sekitarnya.

“Ada, mari ikuti saya.” Ucap sang Manager berjalan duluan menuju ruang mobil khusus keluaran terbaru.

Sesampai di ruangan itu, Aeri terkagum betapa banyaknya mobil yang sangat mewah dan juga bagus.

Manager berjalan ke salah satu mobil yang mewah. “Yang ini Tuan.” Menunjuk mobil berwarna coklat tua. “Ini keluaran yang paling terbaru dan kualitasnya juga sangat oke.”

Edgar menoleh Aeri. “Apa kau mau mobil itu?”

“Hah? Aku?” Aeri melebarkan matanya lalu menatap mobil itu.

“Iya, aku membelikan mobil itu untuk mu.”

“Dalam rangka apa kau membelikan mobil itu?” taya Aeri yang masih tidak percaya.

Edgar hanya diam tidak menjawab pertanyaannya.

“Tapi aku tidak bisa menyetir.” Ucap Aeri.

“Aku akan menyuruh orang untuk mengajarimu nanti.” Jawab Edgar. “Kau mau mobil yang mana?” tanyanya lagi.

“Aku tidak tahu.” Sahut Aeri.

“Pilihkan saja mobil yang terbaik untuk istriku.” Perintah Edgar kepada Manager.

“Istri?” Manager menatap Aeri. “Apa wanita ini istri Tuan?”

Edgar mengangguk cuek. “Aku mau pergi, nanti langsung kirimkan saja mobilnya ke rumah ku! Biar anak buah ku yang mengurus administrasinya.”

“Baik Tuan, hati-hati di jalan.” Manager tersenyum.

Edgar dan Aeri berjalan keluar dari Showroom mobil itu lalu menuju parkiran mobil.

Mereka berdua sudah berada di dalam mobil, Edgar mulai memasang seat belt.

Saat ini Aeri sedang kesusahan memasang seat belt nya, Edgar menoleh ke arah Aeri sambil mendekatkan wajahnya lalu memasangkan seat belt untuknya. Empat mata mereka bertemu, membuat jantung Aeri berdetak sangat cepat.

"Kenapa dia tiba-tiba bersikap seperti ini?" Batin Aeri sambil menatap Edgar. "Jantungku tidak beraturan seperti ini, ah rasanya jantung ku mau lepas."

Edgar menaikkan satu alisnya. “Kenapa matamu tidak berkedip? Apa sangat tampan?"

Aeri tersadar dari lamunannya. “Hah? Ti…dak tidak ada. Emmmmm kata siapa?” mendorong tubuh Edgar.

Edgar kembali ke tempat duduknya lalu menyentuh stir mobil. “Kenapa kau tidak jujur saja, kalau aku ini memang tampan.” Godanya lagi sambil menghidupkan mesin mobil.

Mobil mereka sudah jalan meninggalkan tempat Showroom mobil itu.

“Apa kau mau ke tempat sesuatu?” tanya Edgar.

Aeri menoleh. “Tempat sesuatu?”

Edgar mengangguk dengan posisi pandangan lurus ke depan. “Iya.”

"Aku benar-benar bingung dengan sikapnya akhir-akhir ini. Tapi aku juga merasa sangat senang di perlakukan baik olehnya?"

Aeri sangat kebingungan dengan tingkah Edgar saat ini, tapi di sisi lain Aeri menyukainya.

“Aku sudah lama tidak melukis.” Ucap Aeri.

Aeri sangat suka melukis pemandangan yang indah, karena baginya melukis adalah hal yang tidak membosankan apalagi melukis di tempat sepi dan sejuk.

“Melukis?” sesaat Edgar menoleh.

“Iya, aku sangat melukis.” Aeri tersenyum sambil melihat ke arah luar.

“Apa kau ingin melukis?” tanya Edgar.

Aeri melebarkan matanya. “Hah? Maksudnya kau mengajak untuk melukis? Gitu?”

Edgar mengangguk. “Dimana tempatnya? Apa kau tahu?”

“Aku sering melukis di jalan Kamboja. Disana hanya ada satu tempat lukisan dan memang bagus.” Jawab Aeri tersenyum.

Edgar langsung saja melajukan mobil ke jalan Kamboja, mereka membutuhkan waktu sekitar 30 menitan. Hingga mobil mereka sudah memasuki halaman tempat untuk melukis dam segera memarkir mobil.

Mereka berdua pun masuk ke dalam, Edgar pun melihat-lihat orang-orang yang sedang melukis. “Kau mau melukis dimana?”

Aeri juga melihat ke arah sekitar yang sudah hampir penuh oleh para pelukis. “Sepertinya aku……” Menarik tangan Edgar. Tetapi Edgar masih tidak bergeming sambil menatap tangannya. Aeri menoleh Edgar. “Ayo.”

Edgar mengangguk.

Mereka berdua menaiki anak tangga. Aeri memutuskan untuk melukis di lantai 3 karena tempatnya lumayan luas dan ada pemandangan juga.

Sesampai di lantai 3, mereka berdua berjalan dan melihat-lihat sekitar untuk mencari tempat yang kosong. Dan kebetulan di pojok dekat dengan kaca besar yang transparan itu kosong. Terlihat ada pepohonan besar penuh kehijauan dekat tempat melukisnya.

...- First time saya membuat cerita seperti ini, maaf jika dalam penulisan banyak kekurangan...

...- Jika suka dengan ceritanya, jangan lupa dukung terus karya ini dengan cara like, vote, gift dan favorit. Terimakasih ...

...Bersambung…….....

1
Liza Rahmayanti
aku juga mau dong dculik klo yg culik setampan itu😁
Luzi
masa jadi misteri, balas dendam ke istrinya Krn apa ???
Diian
uhuuyy.. bentr lagi ada yang bucin tuh hehheheh🥰🥰😍😍
Secret: Hayuk ikutin kebucinan pak Edgar😍🤗
total 1 replies
Diian
sumpah k sakit hati liat edgar sllu kasar sma aeri. hemmm
Diian
saran aja thor.. bentak2 gpp lah thor tp jangan kasar dong edgarnya..
hemmmmm itu kan namanya KDRT 😁😁😁
tp ttp semangat thorr
Secret: hehehe terima kasih kakak🤗
total 1 replies
te~amor❤️
Selamat kan arei ed
Nora♡~
haah.. dah habis... apa2 pun Tahniah yaa thor dan teruslah berkarya..
Secret: Terima kasih kak 😍🥰
total 1 replies
Nofarahin Mohd Kamel
best sangat ceritanya..suke dengan watak lelakinya.. terbaikkk
Secret: terima kasih kak 😍🥰
total 1 replies
Nofarahin Mohd Kamel
semangat thorr
Yuni Wulandhari
salah tulis tuh harusnya trevor sm Lewis
Secret: terima kasih kak koreksinya maaf Author tidak fokus😍
total 1 replies
Restu Rahayu
semangat Thor menulisnya.
Restu Rahayu
kyknya mau jadi ny2 tu
BAD_GIRL!!!
/Kiss/
Naufal Affiq
knp ernes,mike dan bara,mau membunuh anak edgar,padahal mereka berteman
Secret
Terima kasih kak komentar positifnya /Smile/
Yanti Yanti
ada lucunya
Yanti Yanti
bagus ceritanya
Adilla Adilla
Lumayan
Yokebeth Ida R.
Sorry to say thor, banyak typo nya, bukan mayat Lee yang harus dibereskan Bara tapi mayat pak Asep ya, semoga ke depan tambah teliti lagi, semangat 😊😊
my love
up lama.. untung masih ingat ceritanya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!