Sudah 8 tahun aku mencari dirinya kemana-mana tapi tetap saja diriku tidak bisa menemukannya. Apa dirinya sangat membenci diriku hingga dia tidak pernah menunjukkan batang hidungnya di dunia ini. ~Leonex Martin.
8 tahun cukup membuatku belajar tentang dunia yang kejam ini. Membuatku mampu melindungi kedua malaikatku dan mampu membalaskan semua yang mereka lakukan kepadaku. ~Luna Nypole.
Waktu yang telah membuat seseorang menjadi menyesal dan waktu yang telah membuat seseorang menjadi kuat. Sebuah kisah yang akan membawamu untuk membalaskan dendam kepada mereka yang telah memberikan kenangan pahit. Sebuah cinta yang dulunya ada dan hilang dengan sekejap sentuhan.
Apakah dia mampu menyelesaikan rencana yang disusun selama 8 tahun silam atau jatuh kembali ke dalam pesonanya.
>>>>Dilarang keras plagiat nanti dosa.
>>>>Jangan lupa like, comment, tekan tanda favorit dan tentu saja Vote yaa.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DNA_2005, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 23 : Terpaksa dan Ngepaksa
'Apa yang terjadi denganmu, nona' pikir Neva.
Neva mengelus pelan telapak tangan Luna, tangan putih yang dulunya mulus sekarang terasa kasar baginya.
"ada apa dengan tangan mulusmu kenapa jadi seperti ini" ucap Neva sambil memegang kedua tangan milik Luna.
"Waktu yang merubah semuanya, sister Nev" ujar Luna yang diangguki oleh Neva.
"jadi apa yang membuat mu ke sini? apa kamu datang untuk bersama dengan tuan Leon?" tanya Neva semangat yang membuat Luna menatap dingin ke arah Neva saat mendengar nama laki-laki yang merupakan target terakhir nya untuk balas dendam itu disebutkan dengan girangnya.
"Leon? buat apa" dingin Luna yang membuat Neva meneguk Saliva nya pelan dan meminum air putih miliknya.
"Mungkin kau ingin merebutnya kembali apalagi yang sister tau kekasih mu itu terpaksa melakukannya" ucap Neva yang membuat mengerutkan keningnya dan memulai aktingnya ingat semua perkataan orang bisa menjadi informasi suatu saat.
"Terpaksa" bingung Luna yang langsung diangguki oleh Neva.
"Yang tau bukan sister tapi Fan kasir di cafe ini" ucap Neva sambil berbisik.
"Bisa panggilkan dia juga" dingin Luna yang langsung diangguki oleh Neva. Neva berjalan ke arah dapur dan memanggil Fan yang sedang asyik bermain kartu dengan yang lain.
"Fan, kamu dipanggil sama nona" ucap Neva yang langsung mengangguk paham.
"kalau gitu kamu yang lanjutin ya Yon" ucap fan sambil memberikan kartu miliknya kepada Dion yang biasanya dipanggil Yon.
Neva dan Fan duduk di samping Luna dengan rasa gelisah di tempat Fan sedangkan Neva yang merasa senang dan sedih, senang karena bertemu dengan nona yang sangat menyayangi nya dan sedih karena dirinya tidak bisa merasakan senyuman di wajah milik nona nya tapi mungkin nona nya akan bahagia saat mengetahui bahwa kekasih yang dia sangat cintai dan banggakan itu kembali padanya lagi. Neva yang tanpa tau bahwa Luna hanya memiliki 2 niat untuk ke sini yaitu membawa Neva dan membalaskan dendam miliknya.
"Ada apa ya,nona?" tanya Fan dengan nada sopan miliknya.
"Jelaskan" singkat Luna yang membuat Fan bingung Neva hanya bisa menghela nafas melihat sikap 160° sangat berbeda itu. Bila Luna yang dulu bila akrab dengan orangnya akan banyak omong tapi sekarang irit seperti menabung.
"Yang tentang Leon dan Lina bertunangan" ucap Neva yang langsung diangguki semangat oleh Fan.
"Oh iya, apa yang mau kalian tau aku bisa tau semua" ucap Fan semangat.
"Bukannya kamu pernah bilang katanya mereka terpaksa, kan?" ucap Neva
"Ooh iya kalau gak salah sih ya kedua belah pihak itu ada yang terpaksa ada yang ngepaksa" ucap Fan.
"Ngepaksa?" datar Luna yang diangguki oleh Fan.
"Beruntung nona bertanya dengan saya, katanya yang saya dapatkan tuan Leonex Martin yang merupakan kekasih Luna Luxury itu terpaksa bertunangan dengan Lina Luxury yang merupakan kakak dari Luna kalau gak salah dikarenakan ibunya tuan Leon itu ngepaksa dan itu pun gara-gara nona Lina menyelamatkan ibu Tuan Leon itu sih katanya" jelas Fan yang diangguki oleh Luna.
"Lalu?"
"Dan juga yang saya dapat dari beberapa ahli atau grup gosip kayaknya sih ibunya Tuan Leon itu salah orang dan nganggap nona Lina itu adalah Luna secara ya yang bisa memasuki Taman Grande xxxx itukan hanya keluarga Martin dan saat itu nona Luna sedang berhubungan dengan tuan Leon tapi itu sih katanya." sambung Dan yang diangguki oleh Neva dan Luna.
Luna Pov~
Berarti ini adalah rencana yang disusun rapi oleh mereka, hmm Luna Luxury kau akan menjadi target utama ku dan juga kenapa aku kasihan ya sama Tante Qarin yang menjadi batu pijakan mereka
Author Pov~
Luna mengeluarkan senyum smirknya apalagi mengetahui informasi yang mampu membuat pertunangan mereka batal dan pastinya bisa membuat Qarin Martin jantungan dan jangan lupakan hancurnya keluarga luxury nanti ingat masih nanti karena membalas dendam lebih terasa saat dilakukan secara sadis tapi pelan karena menikmati kehancuran mereka akan membuat lega.
Neva dan Fan merasa merinding saat melihat senyuman smirk Milik Luna menakutkan dan mampu mendirikan bulu kuduk.
"nona apa anda tidak papa?" tanya Fan gugup.
"tidak apa-apa,lanjut saja" ucap Luna
"Lalu banyak orang berpikir bahwa tuan Leon akan mencintai nona Lina yang merupakan kembaran dari kekasihnya yang menghilang selama 8 tahun dan lebih sempurna dari kekasihnya dulu tapi semuanya salah karena malah sekarang setiap bulan dan detik Tuan Leon membenci nona Lina dan akan menghancurkan keluarga luxury saat menemukan nona Luna mau itu hidup atau mati yang cukup membuat saya merinding. Bayangkan saja dia mencintainya selama itu dan kehilangan huh saya merasa kasihan dengan tuan Leon yang merupakan impian para gadis-gadis cantik di dunia lalu hanya mencintai perempuan bernama Luna Luxury itu" pasrah Fan yang tidak tau bahwa orang yang dibicarakan nya ada dihadapannya.
"Kamu bilang mencintai? apa tidak salah?" smirk Luna yang membuat Fan mengangguk pelan.
"I..itu karena tuan Leon sudah mengerahkan banyak tenaga untuk mencari keberadaan nona Luna di seluruh Amerika serikat dan Asia tapi sayang masih tidak membuahkan hasil" sedih Fan.
"Sejak kapan?" tanya Luna dingin.
"Sejak 3 tahun yang lalu saat tuan Leon merasakan kehilangan sekali dan juga katanya beberapa bulan atau tahun dia sudah tau penyebabnya kepergian sang kekasih tapi sih itu katanya" Jelas Fan sambil mengangkat bahunya.
"Ini Bonusmu" dingin Luna sambil memberikan 100$ dollar Amerika yang membuat mata Neva dan Fan terkejut bukan main.
"Ini beneran nona?" tanya Fan tidak percaya uang diangguki singkat oleh Luna. Fan langsung menunduk hormat dan berterima kasih banyak.
"Terima kasih, terimakasih, terimakasih semoga harimu menyenangkan Nona" pamit Fan lalu kembali ke dapur. Neva menatap tak percaya ke arah perempuan yang merupakan asuhan nya mengeluarkan uang 100$ (dolar) dengan mudahnya.
"Bukannya itu banyak sekali, nona" ucap Neva
"Itu tidak seberapa" karena itu setara dengan uang jajan anak-anak Ku yang diberikan dad and mom, lanjut Luna dalam hati. Sedangkan Neva tidak percaya mendengar ucapan Luna yang bilang tidak seberapa. 100$ (dollar) setara dengan 1,4 juta rupiah Indonesia. #DollarLagiTurunJadi14.000BagiYangBaruTau.
"Jadi apa yang membuat nona kesini tidak mungkin nona hanya menyapa saya saja kan?" tanya Neva yang membuat Luna tersenyum tipis tentu saja tidak bukan karena niatnya yang pertama membawa Neva ke mansion milik keluarganya yang baru.
"Aku ingin mengajakmu ke tempat tinggal dan sorry kamu juga akan bekerja menjadi layanan di sana" jelas Luna.
"Saya tidak apa-apa menjadi pelayan tapi kita akan pulang kemana? tempat tinggal siapa?" Bingung Neva.
"Rahasia lebih baik sister Nev pamit dengan semua pelayan yang ada disini dan aku antar sister nev ke rumah sister untuk membereskan barang karena waktu kita beharga" ucap Luna yang kali ini lumayan panjang sekali berbicara.
"Ah baiklah, tunggu" gugup Neva sedangkan Luna hanya menggeleng kepala melihat sikap pengasuhnya yang masih tidak pernah berubah.
'Ini satu-satunya cara untuk membuatmu aman saat aku sudah membalaskan dendam dan membuka identitas diriku kepada mereka' pikir Luna ya inilah caranya karena hanya satu orang yang menyayangi nya dari dulu hingga sekarang tidak ada teman tidak ada keluarga karena semua yang ada dulu adalah penghianatan.