Sequel 'Daddy, I Love you!'
"Kalau hal yang paling Kak Juna suka apa?" Tanya Sahara
"Kamu"
"Ihh jangan itu jawabannya, tapi yang lain." Kata Sahara
Arjuna terlihat seperti sedang berfikir dan beberapa detiknya dia kembali menjawab.
"Senyum kamu"
Ya, bagi Arjuna segala hal tentang diri Sahara adalah hal yang paling dia sukai.
Sahara gadis kecilnya yang pada akhirnya berhasil dia miliki.
Sahara istri tercintanya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wida Dwi Oktafiani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
24 : Air Mata Sahara
Merupakan seorang pria yang berhati lembut dan penuh pengertian membuat banyak orang menyukai Arjuna. Pria itu begitu lembut hampir tidak marah atau berkata dengan nada yang tinggi, dia selalu bersikap sopan dan menjaga kata-katanya dihadapan orang-orang.
Semua memang benar adanya Arjuna bukan sedang menggunakan topeng seperti Kevin, tapi sifatnya memang sudah seperti itu sejak dulu. Saat masih kecil Arjuna terbiasa menjaga adiknya karena kedua orang tuanya yang disibukkan dengan berbagai pekerjaan.
Dia terbiasa dengan tutur kata yang baik dan sifat yang lembut sejak menjaga Anjani ketika masih kecil padahal usia mereka tidak terpaut terlalu jauh.
Mungkin itu sebabnya Arjuna sangat disayangi oleh adiknya, orang tuanya, dan keluarga dari ayah ataupun ibunya mereka begitu menyukai Arjuna karena sikapnya yang sangat santun. Hanya satu kali Arjuna bertengkar hingga Abian dipanggil ke sekolah, tapi saat tau alasannya Abian malah merasa terharu.
Arjuna bertengkar hingga memukul seseorang karena dia sudah menyakiti Anjani dan membuatnya menangis hingga terluka.
Arjuna memang seperti itu, dia selalu menjaga orang-orang terdekatnya.
Memberikan semua perlindungan agar mereka tetap aman dan selalu tersenyum.
"Kak mau nyari kado apa untuk Ara?" Tanya Anjani
Siang ini Arjuna memang meminta kepada adiknya untuk menemani dia membeli kado untuk Sahara karena jujur Arjuna bingung harus memberikan apa untuk kekasihnya. Meskipun Arjuna tau banyak hal yang disukai kekasihnya tetap saja dia merasa bingung.
"Gak tau makanya Kakak ajak kamu, menurut kamu Kakak harus kasih apa ke Ara?" Tanya Arjuna yang masih mengemudikan mobilnya
"Yah kok malah nanya Jani sih, terserah Kakak lah mau beliin apa." Kata Anjani
"Kakak bingung Jan harus belikan apa nanti dia tidak suka." Kata Arjuna mengatakan kebingungannya
"Beli apa ya? Dia suka banyak sih Kak, tapi sebenarnya sih Ara bakal suka apa aja yang Kakak kasih." Kata Anjani menyampaikan pendapatnya
Memang benar yang dia tau Sahara selalu senang dengan apa yang diberikan orang lain kepanya, terutama orang-orang terdekatnya. Bahkan ketika masa putih abu-abu dulu Anjani pernah memberikan sebuah hadiah yang begitu sederhana, tapi Sahara dengan senyuman lebarnya menerima hadiah yang dia berikan.
"Ara pernah bilang gini sama Jani,"
Sedikit memberikan jeda Anjani tersenyum kecil lalu mengatakan hal yang pernah dikatan teman baiknya dulu.
"Kata dia hadiah itu bukan dinilai dari apa barangnya atau berapa harganya, tapi dari siapa yang memberikannya,"
Ikut tersenyum Arjuna jadi semakin mencintai Sahara sekarang.
"Dia akan selalu nerima pemberian dari orang Kak apalagi dari orang terdekatnya, jadi jangan bingung belikan apa yang mau Kakak belikan dan jangan takut kalau Sahara tidak akan suka." Kata Anjani sambil tersenyum penuh arti
Anjani begitu kagum dengan Kakaknya yang selalu berusaha untuk membahagiakan orang-orang yang dia sayang dan Anjani berharap Kakaknya akan selalu bahagia.
"Jani kamu tau sesuatu?" Tanya Arjuna secara tiba-tiba
"Apa?"
"Kamu adik terbaik Kakak." Kata Arjuna membuat Anjani tertawa dengan hati yang menghangat ketika mendengarnya
Arjuna juga Kakak terbaiknya.
Setelah percakapan singkat itu sekarang keduanya sudah sampai di salah satu pusat perbelanjaan dan dengan beriringin keduanya masuk ke dalam. Di setiap langkah Arjuna masih berfikir tentang apa yang harus dia beli, tadinya dia mau membelikan kalung, tapi sudah pernah.
Mungkin cincin atau jam tangan adalah pilihan yang tepat untuk kado ulang tahun Sahara mengingat wanita sangat suka memakai keduanya.
"Jani menurut kamu cincin atau jam tangan?" Tanya Arjuna
"Emm dua-duanya aja gimana? Jam tangan untuk kado dan cincin bisa Kakak gunakan untuk melamar dia nanti." Kata Anjani sambil tertawa kecil
Mengangguk faham pertama Arjuna mengajak adiknya pergi ke salah satu toko jam tangan dan melihat beberapa jam tangan yang ada disana. Salah satu alasan Arjuna mengajak Anjani untuk ini, membantunya memilih karena Arjuna tidak mengerti style wanita.
Ada banyak warna dan model yang berbeda semuanya terlihat indah dan Arjuna yakin akan sangat cocok ketika dipakai kekasihnya.
"Warna ini deh Kak kayaknya bagus, Sahara kurang suka warna yang terlalu cerah." Kata Anjani sambil menunjuk jam tangan berwarna silver
"Yang ini?" Tanya Arjuna memastikan
"Iya, tapi kalau Kakak mau yang lain gak papa." Kata Anjani
"Tidak kita ambil yang ini saja, kamu mau beli juga gak?" Tanya Arjuna menawarkan
"Boleh?" Tanya Anjani antusias
Mengangguk singkat Arjuna membuat adiknya tersenyum senang dan langsung memilih jam tangan yang lain untuk dirinya.
Kalau pakai duit sendiri kan sayang jadi mumpung Kakaknya lagi berbaik hati Anjani akan memilih jam tangan untuknya.
Setelah Anjani juga memilih Arjuna langsung membayar keduanya dan mengajak adiknya untuk pergi ke toko perhiasan dan membeli cincin untuk kekasihnya.
"Nanti bantu pilih lagi ya? Kakak gak ngerti harus milih yang kayak mana." Kata Arjuna membuat adiknya tertawa
"Iya Kakakku sayang." Kata Anjani
Memasuki toko perhiasan beberapa cincin sudah dikeluarkan dan ditunjukkan kepada Arjuna, tapi ada satu cincin yang menarik perhatiannya karena terlihat begitu cantik di mata Arjuna.
"Jani yang ini bagus?" Tanya Arjuna sambil menunjuk salah satu diantaranya
Melihat cincin yang ditunjuk Kakaknya Anjani langsung mengangguk dengan cepat, cincin itu sangat bagus.
"Bagus Kak"
"Beli yang ini aja ya? Tapi, beneran bagus kan?" Tanya Arjuna lagi
"Iya bagus pasti cocok banget kalau di pakai Sahara." Kata Anjani yakin
Mengangguk singkat Arjuna langsung menyerahkan pilihannya lalu membayar dan setelah semua yang ingin dia beli terpenuhi Arjuna mengajak adiknya untuk makan sesuatu.
"Mau makan dulu gak Jan?" Tanya Arjuna yang dijawab dengan anggukan oleh Anjani
"Mau makan apa?" Tanya Arjuna lagi
"Mau burger deh Kak." Kata Anjani
Mengangguk faham Arjuna mengajak adiknya untuk memakan apa yang dia mau dan selagi menunggu pesanannya di buat Anjani kembali mengajak Kakaknya mengobrol.
"Kak aku penasaran deh." Kata Anjani
"Penasaran apa?" Tanya Arjuna
"Kakak memang udah suka sama Ara dari SMA ya? Kayaknya dulu Kakak biasa aja." Kata Anjani yang memang sangat penasaran dengan kenyataan itu
Terdiam sesaat Arjuna lalu mengangguk sambil tersenyum kecil.
"Tadinya gak sadar dan mikirnya cuman cinta monyet biasa yang bakal hilang sendiri, tapi ternyata salah waktu Kakak kuliah di luar kota malah kefikiran Sahara terus dan takut kalau dia punya pacar disini, selain itu dia juga lagi dekat sama Kevin dulu." Kata Arjuna yang sedikit tidak suka ketika menyinggung soal Kevin
"Bisa selama itu ya Kak." Kata Anjani dengan wajah kagumnya
Dia pernah menjalin hubungan dengan dua pria waktu kuliah dulu, tapi tidak pernah sampai lebih dari satu tahun.
"Itu yang namanya cinta Anjani kalau kamu mencintai seseorang untuk waktu yang lama dan tidak bisa melupakan dia maka itu namanya cinta, tapi kalau itu hanya untuk sementara berarti hanya sebatas rasa suka belaka." Kata Arjuna membuat Anjani tersenyum dengan begitu lebar
Dia selalu suka dengan semua perkataan Arjuna.
"Kamu tau kenapa Kakak sangat membatasi hubungan kamu?" Tanya Arjuna yang langsung dijawab dengan anggukan oleh adiknya
"Kenapa?" Tanya Anjani penasaran
"Karena Kakak gak mau kamu terluka, sulit menemukan seorang pria yang tulus dan bisa mencintai dengan apa adanya dan Kakak mau sebelum memulai hubungan dengan seseorang kamu harus sangat mengenal dia,"
Mendengarkan dengan serius Anjani penasaran dengan kalimat selanjutnya yang akan diucapkan Arjuna.
"Kamu harus bisa bedakan apa itu hanya sekedar rasa suka atau cinta, Kakak gak pernah mau kamu terluka apalagi menangis, makanya setiap kali kamu dekat dengan pria Kakak selalu minta untuk dikenalkan itu alasannya." Kata Arjuna
Perlahan senyum Anjano terbentuk dengan lebar, dia sangat-sangat menyayangi Arjuna dan bangga memilik kakak seperti dia.
"Sahara sangat beruntung bisa memiliki Kakak." Kata Anjani
Arjuna benar-benar pria sejati yang membuat banyak hati wanita terikat kepadanya.
¤¤¤¤
Di sisi lain Sahara merasa terkejut dengan kehadiran Kevin yang tiba-tiba datang ke butiknya ketika waktu makan siang dan mengajaknya untuk makan siang bersama. Awalnya Sahara menolak karena dia memang cukup sibuk, tapi Kevin yang terus memaksa membuat Sahara akhirnya mengangguk singkat dan mengatakan bahwa dia hanya akan makan di butiknya.
Tadi Sahara memesan burger dan sekarang dia duduk berhadapan dengan Kevin di ruang kerjanya. Ada rasa takut yang Sahara rasakan, dia takut kalau Arjuna tiba-tiba datang lalu salah faham.
"Kamu mau bicara sesuatu sama aku Vin?" Tanya Sahara penasaran
"Tidak, aku hanya ingin melihat kamu." Kata Kevin membuat Sahara menghela nafasnya pelan
"Vin..."
"Aku kangen kamu Ra." Kata Kevin
Menghela nafasnya pelan Sahara kembali meletakkan burger miliknya laku mengatakan hal yang membuat rahang Kevin mengeras ketika mendengarnya.
"Vin jangan gini aku gak enak sama Kak Juna dia bisa salah faham kalau lihat kita." Kata Sahara
"Apa salahnya sih Ra? Dia terlalu berlebihan kalau sampai salah faham." Kata Kevin tanpa emosi didalamnya
"Ya kamu datang kesini tanpa alasan Vin dan malah bilang kalau kangen sama aku..."
"Tapi aku memang kangen sama kamu Ra." Kata Kevin dengan wajah seriusnya
"Vin kata kamu kita hanya teman." Kata Sahara lembut
"Lalu kenapa? Tidak boleh kalau aku merindukan temanku?" Tanya Kevin membuat Sahara kembali menghela nafasnya pelan
Dengan tiba-tiba Kevin menggenggam tangan Sahara dan membuat wanita itu tersentak lalu berusaha menarik kembali tangannya, tapi Kevin menggenggamnya dengan erat.
"Ra kenapa kamu lakuin ini sih Ra? Aku kembali untuk kamu, tapi kenapa kamu malah sama Arjuna?" Tanya Kevin
"Kevin please, kita sudah pernah bicara hal ini kan? Aku tidak bisa Vin." Kata Sahara pelan
"Kenapa Ra?!" Tanya Kevin dengan suaranya yang cukup keras dan berhasil membuat Sahara terkejut
"Dia kasih apa sih Ra untuk kamu?! Kenapa kamu mau sama dia?! Dia juga tidak sebaik yang kamu kira!" Kata Kevin
Sahara yang tidak pernah dibentak kini merasa takut dan bergerak mundur ketika tangannya sudah dilepaskan.
"Dia dijodohkan dengan wanita lain kan?! Lalu kenapa kamu masih bertahan sama dia?!" Tanya Kevin lagi
"Kevin lebih baik kamu keluar aku tidak mau bicara sama kamu." Kata Sahara dengan jantung yang berdetak cepat karena rasa takutnya
"Ra kita bisa ulang semuanya dari awal, tinggalkan Arjuna dan kembali padaku." Kata Kevin yang suaranya sudah kembali rendah
Menggelengkan kepalanya dengan cepat Sahara kembali meminta agar Kevin segera pergi.
"Pergi Kevin aku tidak mau...."
Perkataan Sahara terhenti ketika Kevin menciumnya dan hal itu membuat Sahara terkejut laku secara refleks menamparnya.
"Brengsek! Kamu apa-apaan sih?!" Bentak Sahara sambil mengusap kasar bibirnya
"Kenapa? Apa itu yang Arjuna berikan atau kalian pernah melakukan yang lebih dari ini?" Tanya Kevin membuat Sahara kembali menamparnya
Seandainya ini bukan makan siang dan para pegawainya ada di butik pasti Kevin tidak akan berani melakukannya.
"Kamu fikir aku wanita seperti apa?! Keluar Kevin aku benci kamu keluar!" Kata Sahara dengan air mata yang menggenang dipelupuk matanya
Bukan pergi Kevin malah semakin mendekatkan dirinya lalu membisikkan sesuatu.
"Aku akan kembali Ra"
Setelah itu Kevin pergi dan tepat setelah pintu itu tertutup Sahara menangis dengan isakan yang cukup keras.
Dia tidak pernah diperlakukan seperti itu bahkan dibentakpun tidak pernah dan mendapat perlakuan seperti itu membuat Sahara begitu sakit hati, dia merasa terluka.
Dia bukan wanita seperti itu bahkan Arjuna kekasih pertamanya dia tidak pernah melakukan apa-apa dengan Arjuna.
Deringan di ponselnya Sahara abaikan karena dia tidak berhenti menangis dan entah berapa lama dia menangis sampai akhirnya pintu ruangannya kembali terbuka.
"Ra"
Mendongakkan kepalanya mata Sahara bertemu dengan Arjuna dan ketika melihat kekasihnya menangis dengan wajah cemasnya Arjuna menghampiri Sahara.
"Ra kamu kenapa?" Tanya Arjuna membuat Sahara kembali menangis dan memeluk Arjuna dengan erat
"Hey kenapa? Ada sesuatu yang terjadi? Katakan Ra aku sangat cemas karena kamu tidal menjawab telpon." Kata Arjuna
Dengan disertai isakan Sahara bertanya hal yang membuat Arjuna merasa bingung.
"Kak... Ara... wanita baik-baik kan?" Tanya Sahara
"Tentu saja Ra, apa ada yang mengatakan sesuatu yang buruk?" Tanya Arjuna
Kembali terisak Sahara mengatakan hal yang membuat Arjuna mengutuk siapapun yang membuat kekasihnya sampai menangis.
"Aku bukan wanita seperti Kak, Ara wanita baik"
Arjuna akan benar-benar memberi pelajaran pada orang yang membuat kekasihnya menangis.
¤¤¤¤
Huhuu dasar Kevin kurang ajar memang minta di hajar sama Arjuna😈
Sudah mulai masuk konflik nih, iyalah masa gak ada konfliknya😂
Cuman mau bilang kalau aku pecinta happy ending jadi jangan khawatir😂
Suka bnget pokoknya Thorr😇
Semangat terus 💪