Bercerita tentang dua gadis muda dengan kepribadian yang berbeda dalam satu keluarga.
Cathy gadis blasteran berusia 18 tahun, Gadis bar-bar yang memiliki kemampuan beladiri dan menyetir yang handal. Cathy yang mencintai Asisten Sang Daddy bernama Kennan. Dengan usia yang terpaut 19 tahun. Bagaimana perjalanan cinta Cathy dalam mengejar cinta Om Kennan?
Kayla gadis cantik berusia 18 tahun saudara perempuan Cathy dari ibu sambungnya. Kay menjalin asmara dengan Gara, anak musuh Daddy-nya. Gadis pendiam yang memiliki kemampuan bak Hacker profesional.
Mungkinkah cinta Kay dan Gara akan bersatu?
Dan berhasilkah Cathy merebut hati Om pujaannya?
Ikuti kisahnya. antara kebaperan dan kegokilan yang mengocok perutmu. Nggak nyesel deh buat baca.
O iya, cerita ini adalah sequel dari dicerai karena dekil. Kisah anak Malvin dan Embun.
Jangan lupa like, komen dan dukungannya😊
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Danie A, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab 24
Di tengah taman bunga sakura yang bermekaran, kelopaknya beterbangan tertiup angin sejuk kala itu. Entah siang , entah pagi, entah sore. Kala itu begitu syahdu, netra Ken menyapu setiap jengkal taman yang asing itu.
Ken tak tau, bagaimana dan kenapa dia ada disana. Ken melangkah maju, mencari apapun yang membuat mengenali tempat itu. Namun tak ada yang dia dapatkan, selain rasa senang dan bahagia. Walau dia tak tau kenapa dia merasa bahagia.
Sekelebat melintas didepan Ken, seketika itu juga tubuhnya mematung. Kelebatan-kelebatan itu terus bermain mengelilinginya. Ken mencoba menajamkan indra pengelihatannya. Namun semakin ia mencoba semakin kabur pandangannya.
Saat sosok itu menjauh, Ken merasa kehilangan. Dia berlari mencari ke kiri dan ke kanan, hanya ada rimbunan pohon sakura dengan bunga pink yang indah, kelopaknya terus berjatuhan dan terbang menghalau pandangannya.
Di balik sebuah pohon yanh rindang, Ken menangkap bayangan sosok itu. Ken melangkah perlahan, tapak kakinya menginjak tumpukan kelopak bunga sakura, menginjak ranting, lalu patah. Langkah Ken semakin dekat, di iringi suara degub jantungnya yang kian tak beraturan dan memekakkan gendang telinga.
Tangan Ken terjulur mencoba menangkap sosok bayangan yang tak jelas ujudnya itu. Dari sudut belakang, sosok itu bersandar pada batang pohon, kepalanya menatap langit atau kah bunga sakura yang berjatuhan, entahlah. Ken tak tau.
Dia seorang gadis, terlihat dari postur tubuhnya yang indah, juga rambut pirang kecoklatan yang menjuntai dan tertiup angin. Jantung Ken kian terpacu. Pria itu menelan ludahnya, saat tangannya menyentuh pundak sosok gadis berambut indah itu. Gadis itu menoleh. Ken membeku.
Mata indah yang jernih, hidung yang mendulang dan berkilauan tertimpa cahaya yang jatuh dari sela-sela rimbunan bunga sakura. Pipi yang bersemu merah dengan bibir ranum yang terlihat basah menggoda kejantanannya. Ken menelan ludahnya. Jakun nya turun naik dengan susah.
"Om Ken."
"Catty?"
Suara merdu yang mengelitik telinganya, mendorong jiwa nya yang kering kerontang haus akan sentuhan dari gadis didepannya. Tangan Ken perlahan menangkap tengkuk gadis manis itu, dan memeluk pinggang rampingnya. Menyentuh bagian terlembut dari wajah gadis itu dengan bibirnya.
Ken serasa mendayung ditengah lautan yang luas, tenang, dan membahagiakan. Dia memceburkan diri ditengah kubangan air yang menghangat. Ken berenang, melayang diantara awan putih dibirunya langit. Ken terjatuh, didekat sebuah sumur. Sumur yang begitu wangi dengan rimbunan tumbuhan rambat disekitarnya.
Ken menelan ludahnya, sumur itu memanggilnya, menghisap lembut tubuhnya untuk masuk kedalam sana. Ken tersihir, menyerahkan diri sepenuhnya, masuk ke dalam sumur yang wangi itu. Ken melayang, dan merasa damai. Lalu semuanya menjadi tenang.
°•°•°•°•°•°•°
Kenan membuka mata, menatap langit kamarnya.
Dimana aku? Ditempat berbeda? Pikir Ken saat itu.
Ken merasakan sesuatu yang lembab di bawah sana. Perlahan tangannya bergerak meraba. Ken tersenyum geli.
Ken terbayang lagi dengan gadis di dalam mimpinya. Ken tersenyum kecut.
"Bocah! Dia bahkan masuk kedalam mimpi ku tanpa permisi."
Kenan berjalan melangkah menuju kamar mandi. Mengguyur seluruh tubuhnya di bawah sower. Sekali lagi dia teringat, saat dia berada di dalam lift bersama Catty.
"Dasar biadab! Kau cabuull sakit!" umpat Ken pada dirinya sendiri.
Ken memutar kran menambah kekuatan derasnya sower yang mengguyurnya.
***
###
Ken melangkah di lobi gedung tempatnya bekerja. Dari belakang menyusul Catty yang mensejajarkan langkahnya.
"Pagi Om!" Sapa gadis cantik itu dengan riang. Rambutnya dia biarkan terurai menutup sebagian lehernya.
Kenan menyentak nafasnya pelan.
"Pagi." Jawabnya datar.
"Om, tolong pegangin."
Catty menyodorkan beberapa barang bawaannya. Ken menurut saj membawanya. Catty mwngambil pengikat rambut dari sakunya. lalu menggigitkannya di mulut. Catty menyatukan rambut pirang kecoklatannya, mengumpulkan jadi satu dan asal mengikatnya tinggi-tinggi. Dengan pengikat rambut yang dia ambil dari gigitan dimulutnya.
"Kapan magangmu berakhir?"
"hari ini."
"Oh. Baguslah."
"Jadi aku bisa cepet lulus. Kalau dah lulus, gampang deh urusan nya." Kekeh Catty.
"Makasih. Om."ucapnya lagi begitu selesai mengikat rambutnya.
Caty mengambil kembali barangnya. Tepat saat mereka berada didepan lift dengan pintu yang terbuka. Ruangan itu kosong, Catty masuk dan menatap Ken yang hanya mematung.
"Om? Malah bengong? Mau masuk nggak?" tegur Catty.
"Enggak!"
"Haaahhh?"
"Aku, ada urusan lain." Ken melonggarkan dasinya.
"Oke deh.." Catty mengangguk tanpa rasa curiga atau apa.
Pintu lift tertutup. dan bergerak. Ken bernafas lega, setelah serasa cukup lama dia merasa sesak.
"SIAL!"
Ken melangkah menuju tangga darurat. Dari sana pria itu berlari menaiki tangga.
Selang beberapa waktu lamanya. Ken memasuki ruangannya dengan tubuh yang basah oleh keringat. Ken melepas jasnya dan melonggarkan dasinya dengan kasar.
"Kau sakit Ken!" gumamnya kesal membanting jasnya kelantai. mengusap kasar rambutnya kebelakang dan berkacak pinggang.
CEKLEK
Pintu dibuka.
"Ken, kenapa lama sekali?"
Malvin yang tiba-tiba nongol itu terheran melihat penampilan Ken yang biasanya rapi, kinj justru terlihat berantakan dengan jas yang teronggok di lantai.
"Ada apa dengan mu? Kenapa keringatan dan kau sangat berantakan?" tanya Malvin terheran tak habis pikir.
"Maaf, tuan Malvin. Saya tadi, berlari lewat tangga."
Malvin terkejut sangat.
"Apa lift nya rusak?"
"Tidak! saya hanya, berolah raga." jawab Ken mengambil jasnya yang teronggok dilantai."Membakar beberapa kalori dan keringat." tersenyum palsu.
"Di kantor? Saat jam kerja? Ini seperti bukan dirimu saja."
Kenan tersenyum kecut.
"Yaahh,, ini tidak akan terjadi lagi. Kelak anda tidak perlu mengkawatirkannya lagi."
"Aaa,, yaaa.. Oke." Malvin masih merasa ragu.
"Bersihkan dirimu, dan temui aku di ruanganku." Malvin menutup pintu ruangan Ken dan pergi.
Ken menghela nafas lega. Dalam diamnya, menatap kekosongan dengan sendu.
***
###
Siang itu Catty baru saja menyelesaikan tugas akhirnya. Catty merenggangkan otot-ototnya. Dia melihat jam, sudah waktunya makan siang. Catty melihat bekal makanan yang dia bawa dari rumah. Catty tersenyum. Dia mengambil dan membawanya.
Catty berjalan dan menaiki lift. Niat hati ingin makan siang bareng om Kenan. Dalam perjalanan dia cengar cengir nggak karuan. Sudah terbayang di otaknya dia makan bareng dan suap-suapan. Wajah Caty tersipu malu.
"Aaaaaa.... Om Kenan....." serunya berjingkrak didalam lift.
"Haaaahh... tenangkan diri mu Cat. Huuffftt.."
Senyum Caty terkembang sempurna. Lalu perlahan senyum itu turun.
"Semoga si pengacau itu tidak ada disana."
Si pengacau itu, tentu saja Daddy Mal yang dia maksud.😏
Sesampainya diatas, Catty langsung menuju ruangan Ken. Caty mengetuk pelan dan membuka handel pintunya.
Caty terdiam sejenak. Melihat Ken sedang tertidur bersandae pada pungungan kursi kerja. Catty melangkah pelan mendekat. Meletakkan kotak bekalnya di meja. Gadis itu berjongkok mengamati wajah Kenan.
"Haaahh... Om, Melihat wajahmu saja aku sudah mabuk. Tak perlu minum alkohol."
Caty terdiam. Matanya berpusat pada bibir Kenan. Catty menelan ludahnya.
"Ci-cium dikit boleh kali ya?" batin Caty.
Gadis itu berdiri, perlahan mendekat. Sekali lagi menelan ludahnya. Tangannya bertumpu pada pinggiran kursi.
Cup!
Caty membuka sedikit mulutnya menyesapi bibir Kenan yang beraroma mint memabukkan.
"Uuuuggghh.. Nikmatnya" Batin Catty.
Tangan gadis itu berpindah pada bahu Kenan, disaat yang bersamaan tangan Ken memeluk tubuhnya, mata Catty melebar, merasakan Kenan melahap bibir mungilnya.
"Apa dia bangun dan tersadar? Atau, dia sedang bermimpi? Persetan dengan itu semua, yang penting dia membalasku." Batin Caty ikut menikmati alur gerakan bibir Kenan.
"Astaga! Catty! Apa yang kau lakukan?"
_____^_^_____
Readers, Kasih semangat donk, biar Othor up terus setiap hari.
like dan komen ya
Terima kasih.
Salam___
😊
ngakak aku nya kk thor