Arabella Pramudita harus terjebak dengan seorang Duda Ganteng yang selama ini mengikuti dan mencintai nya.
"Menikahlah dengan ku sayank, aku akan memberikan apapun yang kamu mau."
"Cihh....aku tidak sudi menikah dengan laki laki seperti kamu."
"Bagaimana kalau kamu hamil??"
Moreno Suryapradika sengaja menjebak seorang gadis kecil yang sudah mencuri hatinya, hanya dengan cara inilah Reno bisa menikahi gadis yang belakangan ini mengobrak abrik jiwa raganya.
Bagaimana Reno sang Duteng menaklukan hati Abel, gadis remaja yang masih sekolah itu??
Ikuti kisah selanjutnya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon aulina alfiana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Menemui Camer
"Lo ada hubungan apa ma tuh guru Bel?"
Selidik Arman yang melihat ada kejanggalan antara sahabat nya dengan seorang pria yang baru saja diketahui sebagai guru olahraga barunya.
"Hufff."
Abel menghela nafas kasar, mengambil udara sebanyak banyaknya, melihat ke segala arah, siapa tau ada orang lain yang mendengar ucapan Abel nanti nya.
"Jangan kaget!!"
Abel mengambil ponsel dan menyerahkan nya kepada Arman, ia ingin tau dulu reaksi Arman bagiamana, baru nanti akan menjelaskan.
"Lo!!"
Arman melihat foto yang ada di ponsel Abel, ia pun membelalakkan matanya, melihat ke arah Abel dan juga foto itu, antara percaya dan tidak percaya dengan apa yang dilihat.
Srekkkk
Abel langsung mengambil ponselnya kembali, di rasa Arman sudah melihatnya, ia juga geli sendiri dengan tatapan horor Arman yang seakan mengintimidasi nya.
"Lo dan dia??"
Abel mengangguk, "Jangan salah paham dulu."
"Cerita Bel, kenapa bisa begitu?? biar gue gak salah paham.!"
"Sabar Man...."
Kamudian Abel menceritakan kronologi nya tentang kejadian beberapa Minggu yang lalu, dan tampak Arman mengeryitkan alisnya masih bingung dengan motif apa yang sebenarnya dilakukan oleh Reno.
"Tapi sumpah!! gue gak merasa aneh dengan tubuh gue!! biasa biasa gitu, gak kayak yang sering di cerita cerita gitu kalau abis ngelakuin itu bakal gimana gimana, sakitlah perih lah."
"Tapi sama saja oon, lo dan dia sudah satu ranjang dan tanpa busana lagi, siapa tau dia sudah gre*pe gre*pe lo!!", ujar Arman yang membuat Abel diam sejenak, merenungi nasibnya yang diujung tanduk.
Arman memang anak yang cerdas dan baik, berbeda dengan dua sahabat nya yang bisa dibilang nakal nya minta ampun, tetapi ia juga tidak buta dengan masalah begituan, .
"Lo mendingan terima ajakan Pak Reno nikah deh Beli, secara dia kan su--?"
"Stop!! masa' gue harus nikah sama duda??"
"What is?? duda??", Arman menggeleng, kemudian tertawa terbahak bahak dan diikuti oleh Resa.
"Iyes, duda bro!! Pak Reno itu duda, tapi duda kualitas Pertamax yang gak kaleng kaleng, apalagi pesona nya, huff auto klepek klepek yang dekat dengan dia.", ucap Resa yang menambahi.
"Hahaha....gak masalah Bel, lagi pula gue lihat dia cinta dan sayang ma lo, kapan lagi coba gue lihat pria yang tulus mencintai lo."
"Rangga mah gak ada apa apa nya!, jauh dia!!"
Abel nampak diam, bohong kalau ia tidak memikirkan semua nya, yah ucapan Reno yang selalu saja sama, dan juga ucapan dari kedua sahabat nya.
Sempat ia menyerah untuk mengiyakan saja ajakan menikah dari Reno, tetapi apa ia sanggup dan bisa kalau menikah tanpa cinta?? apalagi hati nya sudah terpaut dengan seseorang nan jauh di sana??
"Hey.... jangan melamun, jangan memikirkan yang tidak tidak, Kak Naga tidak mungkin menghubungi lo!!", bisik Resa yang tau akan isi hati Abel.
"Sue....gue udah lupain dia, lagian juga sepupu lo gak mungkin jatuh cinta sama anak kecil seperti gue."
"Bagus, bukannya gue gak suka lo ma dia, tetapi lo tau sendiri kalau Kak Naga sudah punya tunangan sejak dia berangkat ke London.", ucap Resa lagi.
"Iya, gue udah tau kok, lagian sejak gue jadian sama Rangga, gue udah lupain dia!!", ujar nya sedikit berbohong, walaupun itu benar tapi cuma sedikit saja.
"Wueshhlah ... jodohnya Abel adalah Pak Reno, jadi jangan nyangkut pautin ma yang lainnya. Betewe, siapa nama Pak guru ganteng itu, tapi duda?", tanya Arman sembari meledek.
"Shial lo.!!"
"Moreno Suryapradika.", bukan Abel yang jawab, tetapi Resa.
"Bentar bentar, bukan nya itu pemilik Surya Group? Perusahaan yang terkenal di seluruh penjuru tanah air . Dan bentar, gue punya sepupu yang kerja di sana. Coba gue tanyain??", ucap Arman yang langsung mengambil ponsel dan mengirimkan pesan.
Abel melirik ke arah Arman, kemudian menggeleng. "Untuk apa??"
"Nyari tau lah!! dia itu playboy atau enggak, secara udah duda empat tahun, siapa tau seperti teh celup dia nya."
"Teh celup??", tanya Abel dan Resa kompak.
"Upss, lupa...kalian berdua belum cukup umur, jadinya gak mudeng begituan."
"Kimprittt!! rese lo ya?? mentang mentang banyak bergaul dengan orang tua, otak lo juga ikut tua.!!"
Abel yang sudah kesal dan juga capek, lalu berdiri dari duduknya dan di susul oleh Resa.
"Maman.....anterin gue pulang!!!", teriak Abel yang membuat Arman geram.
"Eh....nama gue Arman, bukan Maman.!!"
"Sama saja, sama sama akhiran nya Man juga dan lebih keren Maman daripada Arman.", jawab Abel dengan masuk mobil Arman, begitu terdengar suara klik.... klik.
.
.
.
Kantor Prima Group.
Reno yang sudah membuat janji bertemu dengan Om Tian, kini ia sudah berada di Perusahaan itu. Dengan ditemani oleh Andre sang Asisten, Reno dengan gagahnya masuk ke sebuah lobi kantor dan tentunya sudah di sambut oleh sekertaris Om Tian, Papi nya Abel.
"Silahkan Tuan Reno, Tuan Tian sudah menunggu", ucap Sekertaris Om Tian begitu melihat orang nomer satu di Surya Group sudah berada di lobi.
Andi, sekertaris Papi Tian langsung saja mengarahkan Reno untuk menuju ke lift khusus pemilik perusahaan ini, karena ia tau siapa tamu Bos nya siang ini, yaitu orang terpenting di seluruh tanah air bahkan juga kehebatan dari seorang Moreno sudah tercium di seluruh dunia.
Reno dengan gagahnya dan juga wajahnya yang tampan, mengikuti Sekertaris Andi, ia juga tidak mengembangkan senyum nya walaupun banyak orang-orang bahkan wanita yang kagum dengan parasnya yang tampan dan juga berkharisma.
Duda gak masalah, asalkan tampan, mapan dan matang dan juga kuat di ranjang. Itukah slogan yang pas di berikan oleh Reno, walau mereka juga belum tau seberapa kuat permainan Reno di atas ranjang.
Tok...tok..tok...
"Masuk."
Ceklek
Sekertaris Andi membukakan pintu untuk Reno, setelah mendapatkan jawaban dari Papi Tian.
"Om.", sapa Reno dan salim kepada Om Tian.
"Silahkan duduk, seperti nya penting sekali, hingga orang sibuk seperti kamu datang ke kantor yang tidak seberapa besar ini."
"Bukan penting lagi Om, tapi sangat penting."
Reno langsung memberikan kode kepada Andre, untuk meninggalkan mereka berdua.
"Ikut gue bro!!", ucap Andre kepada sekertaris Andi dan langsung keluar dari ruangan Papi Tian, tanpa bertanya ataupun protes.
"Ada apa?? apa kerjasama kita ada masalah?", tanya Papi Tian curiga.
'Tetapi kalau soal kerjasama, mengapa asisten Reno mengajak Andi keluar??'
"Bukan soal kerjaan Om, tetapi...putri Om.", ucap Reno.
"Putriku?? Abel??",
Reno mengangguk, ia juga tersenyum sembari mengingat wajah Abel yang menggemaskan.
"Dia melakukan kesalahan dengan kamu Ren?? anak itu suka nya membuat masalah saja."
"Lebih dari itu Om.", jawab Reno basa basi, karena sebenarnya Reno takut untuk mengungkapkan isi hatinya untuk Abel kepada Papi Tian, mengingat dirinya bukan perjaka tetapi seorang duda, dan juga umurnya yang berbanding jauh dengan Abel.
"Apa yang Abel lakukan?"
gak masuk akal kalau gak tau gimana rasanya jatuh cinta.
yg bener aja Thor,😌
. trimakasih ka.. untuk novel reno sama abel
bukan nya pada kerja..
rangga juga ikut ikutan hadir..
bukan nya kuliah tuh anak..
haaaaa