Aluna Geanata seorang Dokter muda yang dijodohkan dengan Putra dari teman Papanya bernama Radit, Aluna berusaha menerima perjodohan itu tapi berbeda dari Radit, Radit ingin menolak karna sudah punya seseorang dihatinya.
Takdir mempertemukan Aluna kembali dengan masa lalunya lewat Radit.
Kisah cinta Aluna hampir sama dengan kisah cinta anaknya nanti.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dwi Karyani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
24
Beberapa hari berlalu, Aluna dan Revan kembali ke rumah.
Ela dan Tio membawa barang mereka masuk.
"Tuan di sini ada Non Hana, dia lagi di taman belakang " ucap Tio
Revan langsung pergi ke taman belakang, Aluna naik ke atas dan melihat dari balik kaca searah.
Hana melihat Revan datang dan langsung mencium pipinya.
"Kenapa kau di sini?" tanya Revan
"Aku ingin tinggal di sini beberapa hari bolehkan?" tanya Hana manja
"Ya baiklah terserah kamu" ucap Revan
Aluna melihat dari atas dengan kesal
Kenapa dia membiarkan orang lain mencium pipinya batinnya
"Kakak pasti capek, istirahatlah, nanti aku masak makanan kesukaan kakak" ucap Hana
"Ya aku memang lelah" kata Revan
Revan berjalan masuk menuju kamarnya.
Aluna buru -buru tidur. Tidak berapa lama Revan masuk.
"Ternyata sudah tidur" gumam Revan
Revan langsung ikut berbaring.
Malam hari mereka turun untuk makan.
"Hai kau pasti Aluna istrinya Kak Revan" sapa Hana
"Ya" jawab Aluna singkat
"Aku Hana, o ya aku masak makanan kesukaan Kakak ayo duduk makan" ajak Hana
Aluna dan Revan duduk, Aluna ingin mengambilkan Revan nasi tapi didahului Hana.
Aluna dan Revan saling menatap
"Porsi Kakak makan seperti ini kan?" ucap Hana
"Iya terima kasih" kata Revan sambil menatap Aluna yang hanya diam kesal.
Di rumah Brata
"Kenapa kalian membiarkan Hana tinggal sama Kakak, kalian kan tau Hana menyukai Kakak dari dulu" kata Radit kesal
"Hana yang memaksa," jawab Brata
"Pasti dia akan membuat sulit Aluna" ucap Radit
"Tidak akan, Hana sudah bisa terima kok kalau Revan sudah menikah" kata Maya membela Hana
"Gimana Kak enak gak?" tanya Hana
Revan melihat aluna yang masih kesal
"Iya enak" jawab Revan singkat.
"Pasti Aluna juga pandai memasak, kan Kakak pernah bilang akan menikah dengan orang yang jago masak" ucap Hana
"Aku tidak bisa memasak," kata Aluna sinis
"Benarkah?" tanya Hana gak percaya.
"Itu hanya perkataanku waktu kecil bukan hal serius" kata Revan
"Aku sudah selesai, kalian teruskan saja" ucap Aluna
"Na...!" panggil Revan
"Aku ke atas dulu," ucap Aluna
Hana hanya senyum melihat Aluna berjalan pergi.
Di atas Aluna masuk ke kamar dengan kesal, Aluna dapat pesan di ponselnya dari Radit.
"apa dia membuatmu susah?" tanya Radit
Aluna membalasnya "Tidak"
"Dia hanya beberapa hari jadi kalau dia membuatmu susah jangan terpengaruh" kata Radit
"Ya,tm terima kasih ipar" balas Aluna.
Aluna menutup ponselnya.
Setelah makan, Hana minta ditemani nonton.
"Apa belum selesai nontonnya? ini sudah jam 11 malam lo," kata Revan yang sudah mengantuk.
"Belum Kak temani bentar lagi ya," bujuk Hana
"Baiklah" kata Revan
Aluna kesal sendiri
"Tega\-teganya dia membiarkan aku tidur sendiri" gumam Aluna
"Ini sudah tengah malam, Kakak ke kamar dulu" ucap Revan lalu bangkit, Hana menariknya dan memeluknya.
"Hana kita sudah dewasa bukan anak kecil lagi, tidak boleh seperti ini, jika Aluna tau dia akan marah, tolong lepaskan Kakak" kata Revan tegas
"Seharusnya aku yang marah, dia merebutmu dariku, Kak aku mencintaimu dari dulu kenapa kau tidak bisa melihatku?" tanya Hana sedih
"Hana bagiku kau tetap adik, jangan seperti ini" ucap Revan melepaskan diri.
Hana mencium Revan paksa
Revan melepaskannya dengan keras.
"Ku harap ini tidak terulang lagi" ucap Revan
Revan kesal dan langsung berjalan ke atas, Revan kaget melihat Ela.
"Saya harap kau tidak bicara sembarangan ke Aluna" kata Revan
"Ya Tuan" kata Ela takut
Di kamar, Revan melihat Aluna sudah tidur, Revan mendekat dan mencium kening Aluna.
"Mimpi indah, aku mencintaimu sayang" ucap Revan pelan
Keesokan harinya
"Bik kemana Hana?" tanya Revan
"Sudah pergi pagi\-pagi, katanya pesawatnya berangkat pukul 9" ucap Ela
*Baguslah dia pergi, dia sangat menyebalkan* batin Aluna
"Aluna hari ini aku sudah masuk kerja, kalau kau perlu apa\-apa telpon saja" kata Revan
"Iya," kata Aluna
"Ah ya tentang semalam, maaf ya" ucap Revan
"Iya gak apa\-apa" ucap Aluna yang masih kesal.
tapi kalau lupa kenapa dia tau klau Dy 2 kali kecelakaan, apa dia sengaja ganti identitas?
siapa Karin, apa anak mereka?
dasar Revan, laki2 sama di mulut lain kelakuan lain. nyesek rasanya jadi Aluna