Manis menggeliat , tubuhnya terasa panas . Kecupan ringan terasa menguliti tubuh nya netra nya terpejam , ia menikmati sentuhan hangat disetiap inci tubuhnya . Hembusan hangat menelisik kedalam tubuh nya . Nikmat dunia yang membuatnya berada diatas awan . Apakah ini mimpi ? Jika mimpi pun ia enggan untuk bangun ..
Ditinggal pas lagi sayang sayang nya tu sakiitt banged . Manis juga begitu . Raga nya mungkin terpisah . Namun hatinya masih bertaut .
Dalam desakan keadaan Ia terpaksa harus menikah dengan sang adik ipar . Tanpa tau ia tengah hamil 4 bulan .
Bagai mana cerita keduanya ?
Dan anak siapa yang ia kandung ?
bantu up ceritaku ya , dengan like dan komennya biar aku semangat ..
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon uutami, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab 23 Devi
Devi menatap sebuah foto usg yang kusut . ia menemukan nya diruangan Daniel beberapa waktu yang lalu saat ruangan itu kosong .
Ia meng hela nafasnya . dan memejamkan mata . Ingatannya kembali pada beberapa waktu yang lalu , sebelum ia menemukan foto usg saat menunggu bos nya untuk makan siang bersama Ariyanto , Bambang dan Ilham di depan lobi .
Tampak Daniel keluar dengan wajah yang berbeda . Terlihat sedikit muram . Namun ada yang lebih menarik perhatian nya . Ada noda merah di sudut bibir nya cukup banyaak dan mencolok mata .
Membuat ia dan beberapa orang yang juga sedang menunggu kedatangan Bos nya itu berubah wajah nya .
" Ada .... Sesuatu disini pak ?! " ucapan ragu dari pak Ariyanto sambil menunjuk skitar bibirnya sendiri , sepertinya mulutnya gatal jika tidak mengatakannya .
Daniel mengusap bibir nya dengan punggung tangannya, ada bekas liptik disana . Ia sedikit terkejut .
" Aahh.. Ini ! " ucap nya agak gugup mencari alasan . " Ini , saus . Tadi aku makan dulu gorengan pake saos . Buat ngganjel perut . Laper banged soal nya . Hahahah.. "
" Hahahaha.... " sahutan tawa canggung dari yang lain . Lalu terdiam sejenak .
Tampak senyum canggung menghiasi wajah Daniel .
" Kita mau makan dimana ?! " lanjutnya mencoba mengalihkan perhatian .
Kembali Devi membuka matanya, ia flashback lagi ke masa saat ia menemukan foto usg itu diruangan Daniel saat orangnya tak ada .
toktoktok
kriiieeettt....
pintu dibuka .
Devi melihat sekeliling tak ada siapa pun disana kecuali diri nya . Ia mesuk , melangah 2 jengkal . Kembali matanya mengedar . Tanpa sengaja pengelihatannya terpatri pada sebuah kertas kecil yang menyembul dibawah sofa tamu ruangan itu .
Ia mendekat , berjongkok dan mengambil kertas itu . Kertas foto USG . Wajah nya tampak berubah .
Ia berdiri lalu dengan langkah cepat ia keluar dari ruangan itu , kembali ke front ofice .
Devi menghela nafas nya . Dadanya serasa sesak mengingat kembali kejadian itu .
Lalu ia kembali teringat saat bertemu Manis di HRD . Dan Ia tersenyum jengkel . Manis kehilangan foto USG nya .
▪▪▪▪
16.10 wib
Sore itu Manis tampak mengeluarkan motornya , dan mengendari nya pelan sampai di pos skurity . Ia berhenti disana dan melakukan pengecekan barang bawaan .
Saat itu matanya nya menangkap sosok Daniel dan Devi . Berjalan ber iringan . keluar dari arah lobi . Mereka seperti berbincang dengan akrab ..
Deg !
Jantung nya ber denyut . Mata nya berpusat pada lengan suaminya itu , yang diampit dan dirangkul manja oleh Devi .
Denyut jantung nya makin terasa menyesakkan rongga dadanya , hingga membuat genangan di pelupuk mata. Ia menggigit bibir bawah nya menahan agar tak tumpah.
Saat itu mata Daniel bertemu pandang dengan bola matanya . Wajah pria itu terlihat berubah . Manis mengalihkan pandangan nya . Lalu mulai mengendarai motor nya meninggalkan Ancor .
Daniel mematung . Matanya masih mengikuti kemana arah sosok wanitanya pergi dan menghilang .
Ia menghela nafasnya perlahan .. Dia sedikit menyesalkan keinginan Manis yang ingin hubungan mereka tidak di ungkapkan .
Sementara Devi terlihat menatapnya penuh harap . Dia juga melihat saat Manis melintas di depan mereka . Walau ia masih ingin memastikan . Namun ia juga sadar dan berfirasat . jika mereka memang memiliki hubungan . Walau tak terendus orang lain .
" Kak kenapa diam, Kita jadi pergi kan !? " Suaranya bergetar . Ia takut Daniel berubah pikiran dan mengurungkan untuk pergi dengan nya .
Daniel menoleh pada nya dan tersenyum kecil .
" Dev ... "
▪▪▪▪▪
Manis melajukan motor nya perlahan . hanya di kecepatan 40km/jam . Air matanya ia biarkan mengalir begitu saja .
Hatinya masih berdenyut keras . Hingga membuat dadanya sakit . Ia menggigit bibir nya dan sesekali mengusap bulir bening di pipi nya .
Saat ia sudah sampai di rumah . Sesak telah menyusut oleh air yang ikut luruh dalam perjalanan pulang tadi .
Dia mengatur nafas nya . dan mulai membersihkan diri . Dia menyambangi dapur , perut nya terasa perih , padahal ia sudah makan cukup banyak tadi . Badannya juga terasa lemas . Mungkin karena ada debay di perut nya . ia memang harus mengisi perut nya .
Setelah membuat roti sandwich , Manis lalu memakan nnya dalam kondisi panas . Mulut nya terasa terbakar . tak terasa air matanya luruh lagi .
Ia sesenggukan ...
" Huhhuuuhhuuu.... " diusap nya air mata yang sudah menganak sungai di pipi dengan punggung tangan nya .
" Panaaasss ... Huuuhhhhuuuukkk hhuuuhhuuukkk ... "
" Ini pasti pengaruh hormon ... huuuuhhhuuuhhhuuuukkk... " tangis nya sambil terus mengusap pipi nya . " Panass.... "
Setelah ia agak tenang . ia membawa sanwich nya berjalan kearah ruang tamu . Lalu duduk di kursi ruang tamu . menghidupkan tv dan mengganti cenel . tak ada satu pun yang membuatnya tertarik . Sesekali ia mengunyah roti nya .
Ia melirik jam . Sudah pukul 18.30 . Lalu meraih ponsel nya dan mengetik
[ " apa urusan mu sudah selesai ?! " ]
Pesan terkirim . Namun belum diterima . Manis menghenyak nafas nya . Dan bersandar pada punggungan kursi . Kembali ia mengunyah roti nya .
Hingga pukul 8 malam . Daniel belum juga kembali . Sanwich nya juga sudah habis . Ia mulai tak sabar . Sudah terlalu lama ia menunggu .
Akhirnya ia memutuskan untuk pergi sendiri . Dikeluarkannya motor , lalu memasang helm . Dan menghidupkan mesin . Ia mulai melajukan motornya keluar halaman rumah , sampai di pintu gerbang .
Tiba tiba ada mobil berwarna merah yang akan melintas , mobil itu mengerem tepat di depan motor manis yang melaju pelan . Manis yang terkejut juga mengerem motor nya hingga kehilangan keseimbangan dan jatuh ..
Untung nya Manis cukup sigap . Sehingga ia tidak terluka parah . Hanya lecet di siku dan sebagian celana jeans hamil nya sobek .
Ia menyentuh perut nya ..
" Anak kuu.. semoga kamu baik baik saja . " batin nya cemas .
Seorang pria tampak keluar Ia menghampiri Manis yang sedang berusaha untuk bangun dari jatuh nya . Dengan nada penuh kecemasan pria itu bertanya .
" Kamu nggak apa ?!" ucap nya , sambil mengulurkan tangan nya , mengangkat tubuh Manis .
Manis melongok , melihat siapa yang berbicara dengan nya ...