NovelToon NovelToon
Menanti Cinta Sang Abdi Negara

Menanti Cinta Sang Abdi Negara

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Militer / Cinta Seiring Waktu / Obsesi / Dijodohkan Orang Tua / Selingkuh / Tamat
Popularitas:4.8M
Nilai: 5
Nama Author: Rindu Yuliana

Gisya Kayla Nursalsabila, seorang gadis pemilik 'Caca Bakery'. Ketika Ayahnya mengucapkan keinginan terakhirnya. Gisya hanya mampu menerima semua keinginan Ayahnya sebelum meninggal.
"Ayah, selamat Jalan Ayah. InshaAllah Caca akan memenuhi semua amanat Ayah." ucap Gisya dalam hatinya.

Perjodohannya dengan Zayn membawa Gisya pada luka hati yang mendalam. Zayn selalu menunda Rencana Pernikahan mereka.
"Maafkan aku Gisya, aku tidak bisa menikah dengan kamu. Aku mencintai oranglain, meskipun tak bisa dipungkiri aku juga ingin bersamamu." Batin Zayn.

Pada akhirnya, Gisya bertemu dengan Fahri. Seorang Tentara yang sama-sama dikhianati. Zayn menjalin hubungan dengan Santi, yang merupakan kekasih Fahri.

Gisya dan Fahri kemudian bertemu, dan menjalin sebuah hubungan.

"Mengalir aja ya, Bang! Gak usah saling genggam terlalu erat, takutnya nanti ada yang patah. Kalo Abang butuh aku, Aku akan selalu ada disamping Abang. Kalo Abang rindu, aku akan selalu ada disini. Dihati Abang. Hiduplah seperti sebelum kamu mengenal aku, Bang. Jangan jadikan keberadaanku sebagai beban dihidup kamu." Tutur Gisya.

"Abang yang harusnya berterimakasih, kamu sudah mau menjadi teman hidup Abang. You’re the one girl that made me risk everything for a future worth having. I just wanna say something, I Love you Gisya. That’s all." ucap Fahri.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rindu Yuliana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 24. Meminta Izin

Pagi ini, Fahri baru saja selesai melakukan olahraga. Rencananya Fahri akan mengutarakan niat baiknya kepada kedua orangtuanya hari ini. Setelah selesai apel pagi, Fahri melakukan panggilan video kepada ibunya. Namun sudah berkali-kali Fahri menelpon, belum ada yang dijawabnya. Selang berapa lama, ponselnya berdering. Fahri segera mengangkat panggilan video itu.

"Assalamualaikum, Ma. Kok Fahri telpon daritadi gak diangkat-angkat sih? Mama baik-baik aja kan?" tanya Fahri yang khawatir.

"Mama baik-baik aja, Bang. Cuman tadi Mama lagi didapur, ponsel kan Mama simpan dikamar. Ada apa sih? Tumben banget anak Mama telponin terus, pasti ada sesuatu nih!" tebak Mama Risma.

"Emm, kok Mama tau sih kalo ada yang mau Abang omongin sama Mama?"

"Abang itu anak Mama, sudah pasti Mama tau lah!" jawab Mama Risma.

Fahri bingung harus mulai darimana, dia malah terdiam sambil merangkai kata-kata.

"Si Abang malah ngelamun! Cepet bilang ke Mama, ada apa? Jangan bikin orangtua jadi was-was deh Abang!" kesal Risma.

"Gini Ma. Abang sudah jatuh hati sama seorang gadis disini. Abang berniat untuk ngelamar dia, Ma. Apa Mama dan Papa bisa datang ke Bandung untuk melamar gadis itu secara resmi?" ucap Fahri dengan jantung yang berdebar-debar.

"MashaAllah Abang! Kenapa ga bilang daritadi? Alhamdulillah Yaa Allah, anakku sudah dewasa. Ceritain dulu ke Mama! Gimana sosok gadis yang berhasil menaklukan hati anak Mama?" antusias Risma.

"Abang pernah cerita kan sama Mama soal gadis yang calon suaminya selingkuh sama Santi? Dia gadis itu Ma, namanya Gisya. Dia gadis yang baik, Abang sudah sangat jatuh cinta sama dia, Ma. Dia mampu membuat jantung abang bedegup kencang. Dia gadis yang special, Ma. Apa Mama akan merestui kami?" tanya Fahri.

"Yaa Allah Abang, Mama akan selalu mendukung apapun keputusan Abang. Mama akan menerima semua keputusan Abang. Mama dan Papa hanya bisa mendukung, karena yang akan menjalani semuanya kan Abang." tutur Risma.

Hati Fahri sedikit lebih lega, karena dia yakin kedua orang tuanya pasti akan menyukai Gisya.

"Kira-kira kapan Mama bisa ke Bandung? Abang pengen langsung pengajuan aja Ma. Sebelum Abang bertugas ke Lebanon, Abang ingin menghalalkannya." ucap Fahri.

"Kamu yakin langsung pengajuan Bang? Tanya Risma.

"InshaAllah sudah yakin, Ma. Abang sudah memantapkan hati." yakin Fahri.

"Mama nanti bicara sama Papa, semoga secepatnya kami bisa ke Bandung untuk melamar gadis pilihan hatimu. Oh iya, bukannya bulan depan Andi menikah? Apa dia ikut serta dalam tugas ke Lebanon?"

"Fahri gak tau, Ma. Sekarang kan kami tugas beda kota. Tapi memang benar bulan depan dia menikah, bahkan nikahnya sama temen Gisya." tutur Fahri.

"MashaAllah, jodoh emang gak ada yang tau ya Bang. Kamu dan dia sama-sama dikhianati, lalu temen kalian juga berjodoh. Kalo dibikin sinetron keren tuh, Bang!"

Fahri dan Risma saling meluapkan rasa kerinduan. Fahri banyak bercerita tentang Gisya dan kehidupannya disini. Dulu orangtua Risma berada di Bandung, tapi semenjak Risma diboyong ke Palembang mereka tinggal di Jakarta bersama anaknya yang lain. Selesai menelpon, Fahri bergegas untuk berangkat ke Rumah Gisya. Karena Bunda Syifa memintanya untuk bergabung makan siang bersama.

"Mau kemana kamu, Ri?" tanya Lettu Dzikri.

"Kerumah calon istri, Bang. Diajakin makan siang bareng sama keluarganya." ucap Fahri.

"Asiikkk nih! Langsung pengajuan aja, Ri. Mungkin prosesnya akan lama nanti, siapkan surat-suratnya dari sekarang. Apalagi kamu akan dinas ke Luar." saran Dzikri.

"Makanya sekarang aku kesana untuk itu juga, Bang. Do'a kan semuanya lancar Bang, biar aku gak diledekin terus sama Abang." tutur Fahri.

Fahri menjalankan mobilnya menuju kediaman sang pujaan hati. Sebelumnya dia mampir ke toko buah untuk membeli buah tangan. Dengan perasaan yang gugup Fahri berjalan menuju pintu. Dimana sang pujaan hati sedang menantinya.

"Assalamualaikum calon Makmum." sapa Fahri.

"Walaikumsalam, Bang. Kok lama?" tanya Gisya.

"Ciee nungguin Abang ya?" goda Fahri.

"Kebiasaan deh Abang mah!" kesal Gisya karena Fahri selalu menggodanya.

"Ini tadi Abang beli buah dulu untuk Bunda dan Uwak Yusuf. Masa iya Abang datang mau ketemu calon mertua dengan tangan kosong." jelas Fahri.

"Yaudah ayo masuk! Udah ditungguin sama semuanya." ajak Gisya.

Fahri disambut hangat oleh keluarga Gisya. Uwak Yusuf yang baru saja bertemu Fahri langsung bisa akrab. Selain Fahri sopan, menurutnya Fahri memiliki sifat yang sama dengan almarhum adiknya. Setelah makan siang, mereka berbincang-bincang santai sambil menikmati kue buatan Gisya.

"Kata Syifa, ada yang ingin kamu bicarakan dengan Uwak?" tanya Uwak Yusuf membuka pembicaraan.

"Begini Uwak, saya ingin meminta izin kepada Uwak selaku wali dari Gisya. Izinkan saya meminang keponakan Uwak, izinkan saya untuk hidup bersamanya. Saya tidak akan menjanjikan apapun kepada Uwak dan keluarga. Tapi saya akan membuktikan, saya akan membuat Gisya bahagia selama bersama saya." tutur Fahri.

"Bagaimana kamu bisa membahagiakan keponakan saya, sementara kamu akan selalu meninggalkannya. Menjadi istri Abdi Negara itu tidak mudah, saya tidak ingin melihat keponakan saya bersedih jika suatu saat nanti kamu meninggalkannya." Tegas Uwak Yusuf.

"Uwak, Caca sudah siap dengan segala konsekuensinya. Caca siap mendampingi Bang Fahri, apapun takdir kami nantinya." sela Gisya.

Fahri terdiam saat mendengarkan ucapan Uwak Yusuf.

"Kenapa Abang malah diam? Abang ragu sama Adek?" tanya Giysa.

Gisya mulai kesal karena Fahri tidak menjawab ucapan Uwaknya.

"Adek itu sudah ikhlas dan ridho untuk menjadi istri Abang. Bagaimanapun nantinya kehidupan kita, Adek siap menemani Abang. Kenapa Abang malah ragu sekarang?" Kesal Gisya pada Fahri.

"Alhamdulillah," ucap semuanya serempak membuat Gisya kaget.

"Ciee Teteh udah ridho ikhlas nih ya!" goda Syauqi.

"Jadi kalian ngerjain Caca?" kesal Gisya.

"Maaf sayang, idenya Uwak Yusuf itu." ucap Bunda Syifa.

Sebenarnya, Fahri sudah mengatakan niat baiknya pada Uwak Yusuf lewat telepon. Uwak Yusuf hanya ingin tau, seberapa besar keyakinan Gisya untuk menikah dengan Fahri.

"Jangan marah Ca, Uwak hanya ingin tau seberapa besar kamu meyakini Fahri. Alhamdulillah sekarang Uwak yakin atas pilihanmu. Uwak mengizinkan kamu untuk membina rumah tangga bersama Fahri. Uwak hanya bisa mendo'akan kebahagiaan kalian. Semoga niat baik kalian dimudahkan oleh Allah." Do'a Uwak Yusuf.

"Terimakasih Uwak. Terimakasih sudah menjadi sosok pengganti Ayah, Caca tidak pernah merasa kekurangan kasih sayang."

"InshaAllah Mama dan Papa akan ke Bandung hari Sabtu ini. Apa Gisya sudah menceritakan semua tentang keluarga saya?" tanya Fahri.

"Caca sudah ceritakan semuanya, kami tidak mempermasalahkan hal-hal seperti itu. Bagaimanapun mereka juga orangtuamu, orangtua yang merawat dan menyayangimu hingga hari ini." tutur Bunda Syifa.

Selesai pembicaraan itu, Fahri berpamitan untuk kembali bertugas. Hatinya sungguh sangat merasa tenang. Fahri juga membawa surat-surat pengajuan nikah, dia akan mengurus semuanya mulai hari ini. Karena prosesnya akan panjang dan memakan waktu. Fahri berharap mereka bisa menikah sebelum keberangkatannya. Setidaknya dia sudah mengikat Gisya dengan sebuah ikatan yang halal.

Gisya masuk kedalam kamar dan mengambil ponselnya. Dia tidak sabar untuk memberi kabar baik ini kepada kedua sahabatnya. Gisya mengetik pesan di chat Grup.

📩  Sahabat dari Orok

*Chaca Maricha : Assalamualaikum! I have a great news! 🥰

*Udang Ebiw : Walaikumsalam, wih enggrees neh bahasanya. Berita apasih?

*Chacha Maricha : tunggu si Manten nongol aku cerita! 🤪

*Ulet Pucuk : I'm hereee!! Whats wrong girl?

*Udang Ebiw : Noh udah nongol! Cepeettt ceritaaa!

*Ulet Pucuk : Lah malah ngilang itu bocah!

*Chacha Maricha : aku sama Abang udah pengajuan nikah 🥲

*Udang Ebiw : Alhamdulillah, hidup Persit! 🤗

*Ulet Pucuk : 🥲🥲🥲🥲 congratulations! Semoga dilancarkan semuanya!

*Chacha Maricha : minggu depan kalian harus dampingi aku, orangtua Abang bakalan dateng minggu depan. Pokoknya gantian, kalian harus full bantuin aku!

*Ulet Pucuk : Dih pamrih! Tapi aku pasti bakalan temenin, sebelum aku pindah ke Jakarta 😭 rasanya gimanaa gitu!

*Udang Ebiw : kita habisin waktu sama-sama selagi bisa! Setelah kita menikah, pasti kita diboyong suami masing-masing. Ulil ke Jakarta, aku ke Magelang. Kita gak tau, nanti Caca akan diboyong kemana 🥲

Mereka tidak lagi membalas, sungguh sedih rasanya. Mengingat selama ini mereka selalu bersama-sama. Tapi mereka harus menyadari, kodratnya seorang istri adalah mengikuti kemanapun suami pergi.

* * * * *

Dukung terus Author yaa!

Maaf jika ada kesalahan 😊

Salam Rindu, Author ❤

1
Ara Dhani
aku datang kembali Thor, gak bosen bolak balek baca
Rindu Yuliana 🌸: terimakasih banyak masih mendukung author 🙏🤗
total 1 replies
Tsaqib Hasbi
ini bab yg paling membuat aku nangis,
Tsaqib Hasbi
emang nikah siri gk pake wali,sampai orang tua febri tidak tahu
Tsaqib Hasbi
aku sneng baca kisah ini, romantis, tp ,pas cerita panasnya d skip.👍 bagus,jd ku rasa yg belum nikah pun aman baca kisah ini
alvika cahyawati
kehilangan. ke2 ortu memang sedih tp semua itu. kita kembalikan. pd yg kuasa amien
alvika cahyawati
padahal aku ini udah baca novel untuk kesekian kali nya tapi. ngk bosen baca nya.
w komahoks
meleleh hati adek bangggg🤭
citra marwah
oalaaaa trnyata nasib mirda kaya nasib fahri🥺
citra marwah
19 thn wah wah...mnding skrg chandra 23 jdi agak turun dkit lah perbedaan usia nya,16 thn perbedaan nya...nnti Elmira 20 thn chandra 45 waduuh udh bapak2 bgt😄
citra marwah
klo part ebiw kok melow trs ya🥺
citra marwah
🤣🤣🤣🤣
citra marwah
🤣🤣🤣🤣🤣🤣Saking panik nya dia mau lahiran sendiri x🤭
Danny Muliawati
lebih baik bgt ca tau dr awal dr pd tau sdh menikah nyesel nanti
Dewi Ink: Hallo ka, ijin sharing🙏 karya Novelku yang berjudul:
180 Hari Menjalani Wasiat Perjodohan.
Siapa tahu suka, terimakasih😊
total 1 replies
Lina Astika Sari
anakmu lah baba.. masak anak meng😂😂😂
Lina Astika Sari
😂😂😂.. jadinya huruf hijaiyah ya baba jafran😁
Lina Astika Sari
😂😂😂😂.. sukak bener deh uqiii..
panik komandan fahri😁
Lina Astika Sari
aku pun gak sanggup kehilangan mas andi thor😭.. menggingatkanku dg alm. adekku😭
Lina Astika Sari
sauqiiiii maliiiiikkkk.. sukak gemes deh sama uqiiiiiii😂
Lina Astika Sari
ngakak aku di part ini.. bisa pulak pak dankinya begurau😂
Ati Rohayati
ending nya sad ya 😭😭😭😭😭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!