Rendika Mahendra lelaki tampan dan mapan tapi di usia nya yang sudah menginjak 33 tahun dia tak juga mau menikah karena ada hal rahasia yang di sembunyikan nya..
akhirnya orang tua nya menjodohkan nya pada Selena perempuan cantik tapi sangat manja dan sombong, pernikahan mereka terjadi tapi tak ada kebahagiaan sedikit pun,Selena sibuk dengan dunianya begitu juga dengan Rendika..
karena tinggal di rumah mertua nya Selena malah tertarik pada Gio,anak kedua dari keluarga Mahendra..
bagaimana dengan nasib Rendika akan kah ada sosok perempuan yang akan menemani nya nanti untuk membuka Rahasia yang selama ini di sembunyikan nya...
bagaimana kisah selanjutnya baca di novel terbaru ku...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Alvaro zian, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
nikah Siri
"bagaimana kalau kita menikah" ucap Rendika tiba-tiba membuka Niken membelalakkan matanya tak percaya
" bagaimana ken?" tanya Rendika lagi,dia menepikan mobilnya ingin pembicaraan mereka lebih serius lagi..
" kamu gila mas, kamu masih terikat pernikahan dengan Selena bagaimana mungkin kita menikah" jawab Niken
" tapi mas tak mencintai nya ken,mas mencintai kamu,kamu dengar sendiri kan ucapan psikolog tadi mas harus berhubungan intim agar segera sembuh sedang"
" tapi kan ada Selena...!!" kekeh Niken
" harus berapa kali mas bilang mas tak mencintai nya, bagaimana bisa mas berhubungan dengan nya tapi cinta mas untuk kamu...!!!"
" mas,aku merasa bersalah dengan Selena kalau begini mas, Selena tak bersalah...!!! terlalu egois kita jika harus menikah lagi pula papa dan mama mu pasti tidak akan menyetujui nya mas" bantah Niken
" kita Nikah siri ken,bantu mas untuk sembuh....jika sudah waktunya mas akan cerita pada mereka,mas ingin kita menikah dulu,mas akan bicara nanti pada Selena, pasti dia akan mengerti"
" menikah diam-diam....?" tanya Niken
" ya.... untuk saat ini beritahu hanya pada ibu mu dulu"
" susah mas,aku tak yakin ibu akan mengizinkan kita,ini terlalu berbahaya"
." di coba dulu, pasti ibu akan mengerti ken,mas sudah seperti anak untuk nya, tolong mas ken,apa kamu tak ingin mas sembuh" ucap Rendika memelas
Niken berpikir sejenak,apa mungkin dia menjadi istri kedua?? bagaimana nasib nya jika keluarga Rendika malah tak menerima nya nanti
" aku pikir kan dulu mas,saat ini aku benar-benar tak bisa memberikan keputusan" jawab Niken lemah
" baiklah mas beri waktu tiga hari,tapi mas minta kamu jangan memberikan jawaban yang membuat mas kecewa"
" ntah lah mas,aku coba memberikan penjelasan dulu pada ibu, antar kan aku pulang dulu,hari ini mas sendiri saja ke kantor" ujar Niken mengalihkan pandangannya ke arah jalan,dia benar-benar bingung dengan situasi ini, bagaimana cara dia menjelaskan pada ibu nya,apa dia sanggup di cap sebagai pelakor nantinya
sebenarnya banyak yang ingin Niken tanya kan pada Rendika mulai dari hal sekretaris nya, dan Alkohol serta rokok karena semua itu tanpa sepengetahuan Niken,yang dia tau Rendika adalah sosok lelaki sempurna tapi di balik kesempurnaan nya banyak hal yang di sembunyikan Rendika dari dirinya...
Niken keluar dari mobil Rendika,dia berjalan cepat tanpa menunggu lagi ,pak Hardian yang melihat Niken sudah pulang tersenyum,dia sangat menyayangi Niken karena dia sudah menganggap Niken seperti anaknya sendiri untuk itu dia ingin Gio menikah dengan Niken agar Niken tak di miliki orang lain dan bisa berada di rumah mereka...
" sayang sudah pulang" sapa Pak Hardian
Niken menghentikan langkah kaki nya dan mendekat pada pak Hardian
" bapak sudah minum obat?" tanya Niken sambil menyalami punggung tangan pak Hardian
" belum,,bapak sengaja menunggu mu,bapak ingin makan siang di taman belakang dengan mu,sudah lama kita tidak ngobrol" ucap Pak Hardian
pak Hardian sering menolak jika Niken memanggil nya bapak,dia ingin status Niken sama memanggil nya papa tapi Niken tak ingin terkesan kurang ajar bagaimana pun Pak Hardian majikan nya yang harus ada batasan
" aku ganti pakaian dulu pak, setelah itu kita kebelakang" ujar Niken tersenyum kecil lalu berjalan kearah kamar nya
pak Hardian menatap kepergian Niken,banyak sekali pertanyaan di benak nya untuk Niken, akhir-akhir ini Niken kurang ceria, apakah dia salah sudah meminta Niken untuk menikah dengan Gio,apakah Niken merasa tersiksa