Adella Mahendra, gadis cantik dengan segudang prestasi. Kehidupannya bagaikan salah naik angkot, oper sana oper sini, pindah sana pindah sini.
Bagi sebagian orang, mungkin akan merasa senang jika berada di posisi Adel, tetapi tidak bagi Adel yang membuat dirinya harus di putar putar karena memiliki tiga orang tua yang sangat menyayanginya. Ditambah lagi dengan seseorang yang telah lama mencintainya dan begitu posesif terhadapnya.
Lanjut baca yuk, gimana jungkir baliknya Adel tetapi dengan sejuta pesona nya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon aulina alfiana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Vikky vs Adella
Seperti yang diucapkan Papi Surya tadi pagi, bahwa pulang sekolah akan dijemput oleh Om Roy, Adella kini sedang berdiri di pos satpam menunggu Om Roy yang tak kunjung datang
"Adella nunggu jemputan?"
"Duduk dulu"
Pak Satpam itu memberikan kursi kepada Adel, yang dia tau kalau Adel ini anak pemilik sekolah Nusantara. Bukannya tidak sopan hanya mengucapkan nama saja, tetapi memang itu kemauan Adel sendiri
"Eh iya Pak, makasih"
Sambil menunggu Om Roy, Adel membuka ponselnya, dan tak sengaja tangannya membuka akun lambe nyinyir. Adel melotot kala melihat sebuah postingan mengenai seseorang yang mungkin di kenal
Di sebuah postingan tertulis
Dokter Vikky Bagaskara, Dokter muda berbakat, banyak prestasi yang sudah didapatkannya, Dokter dingin dan tidak tersentuh oleh wanita.
Dan dikabarkan Dokter muda itu akan segera melangsungkan pertunangannya dengan wanita yang sudah mengisi hatinya
Duh siapa sih wanita yang paling beruntung itu?? dan saat ini masih menjadi rahasia , karena Dokter Vikky Bagaskara masih merahasiakan nama calon tunangan nya itu.
Deg
Seketika jantung Adel berdetak sangat kencang, bukan hanya karena jatuh cinta melihat foto dari seseorang yang namanya tidak asing lagi untuknya, tetapi sekaligus juga kaget karena ternyata Dokter tampan itu sudah memiliki kekasih, lebih tepatnya calon istri
Pantesan, gak pernah ngabarin gue, oh ternyata....ah gue yang ke geer an, mana mungkin Dokter itu suka ma anak kecil kayak gue, huff gue yang terlalu baperan dulunya...kan biasa aja jika dulu dia perhatian ma gue, karena secara bonyoknya teman bonyok gue, ah....sudahlah....emang gue yang lebay, nyadar Del....Adel
Tin....tin
Suara klakson mobil membuyarkan lamunan Adel seketika. Terlihat di sana Om Roy keluar dari mobil dan langsung menghampiri Adel.
"Maaf Om lama"
"Sante aja Om, sudah biasa"
Adel dan Om Roy langsung masuk ke mobil. Tidak ada acara buka bukaan pintu, bukan Om Roy tidak mau, tetapi memang Adel yang melarang untuk itu.
"Udah makan kamu Del?"
Sesuai amanat Bos Surya, untuk mampir dulu ke restoran jika Adel belum makan siang
"Sudah Om, masih kenyang juga"
"Ya udah kalau gitu"
Om Roy melajukan kecepatan mobilnya diatas rata rata agar cepat sampai, banyak pekerjaan yang menanti.
"Loh Om kok lewat sini, ini kan bukan arah ke kantor?"
"Kita ke Rumah Sakit Permata"
"Rumah sakit?? siapa yang sakit?" tanya Adel yang sudah was was
"Papimu"
"Astagfirullah, Papi?? sejak kapan?? bukannya tadi pagi aku telpon masih baik baik saja?"
Adel sudah menangis, mengingat kemarin memang dia melihat Papi Surya wajahnya sudah pucat
"Kemarin sore, setelah kamu pulang Bos Surya pingsan, lalu Om bawa ke Rumah Sakit"
Adella menutup mulutnya, dengan matanya masih terus mengeluarkan tetesan air mata
"Kenapa Papi gak kasih tau aku?? Om juga"
"Om dilarang ma Papimu Del, Bos Surya tidak ingin melihat kamu sedih"
"Terus gimana kondisi Papi?? sakit apa katanya?"
"Bos Surya sudah membaik, asam lambungnya kumat, setelah dari Jerman, Bos Surya selalu telat makan dan sibuk dengan pekerjaannya"
Adel masih terisak, dia jadi menyesal mengapa kemarin meninggalkan Papinya sendiri di kantor.
"Jangan nangis, nanti cantinya ilang"
"Hmm....jangan ngrayu aku Om, mentang mentang Om jomblo aja"
"Sesama jomblo jangan saling menghina Del"
Adel tertawa dan menutup mulutnya lagi "Oh ya lupa, aku juga jomblo"
"Andai Bos Surya mengijinkan, Om akan nikahin kamu Del" gumam Om Roy tetapi masih didengar oleh Adel
Adel yang mendengar lalu menoleh ke Om Roy "Apa apa?? Om Roy ngomong apa tadi?? coba ulangi deh!!"
"Gak kok Del, salah dengar kamu"
"Oh...." Adela malahan cekikikan sendiri, padahal dia tadi dengar semua yang dikatakan oleh Om Roy
Adel mengambil ponselnya, dan berniat untuk menghubungi seseorang
"Jangan telpon Bos Surya Del, pasti lagi istirahat"
"Ih geer, sapa yang mau telpon Papi, aku mau telpon Papah Ken, mau ngabarin sekalian minta ijin nemenin Papi nanti malam"
"Tetapi kenapa ponselnya mati, udah nanti saja"
Tiga puluh menit, mobil Om Roy sudah masuk di parkiran Rumah Sakit Permata. Setelah Om Roy menghentikan mesinnya, Adel segera membuka pintu agar cepat melihat kondisi Papi Surya.
"Om maaf aku duluan"
Adel meninggalkan Om Roy yang masih terbengong di dalam mobil, sambil melihat gadis cantik yang berlari masuk ke dalam Rumah Sakit.
Dengan perasaan yang cemas akan kondisi Papi Surya, Adel berlari dan tak sengaja menabrak seseorang
Brukk
Adel menabrak seorang laki laki, bukannya terjatuh tetapi malahan berakhir dipelukan laki laki itu. Cukup lama mereka saling berpelukan, lebih tepatnya laki laki itu memeluk pinggang Adel, dan tanpa sadar Adel mengalungkan tangannya ke leher laki laki itu
Kedua nya sama sama terdiam, dan belum berani menatap satu sama lain. Adel merasakan aroma mint dari tubuh laki laki itu yang membuat dia nyaman dan tak ingin melepaskannya
Sedangkan laki laki itu, memejamkan matanya sejenak dan menghirup aroma vanilla dari tubuh Adel.
Kedua nya sama sama sadar, setelah ada seseorang yang lewat dan sengaja berdehem.
"Kalau jalan itu pake ma--"
Laki laki itu tidak melanjutkan ucapannya tadi, tetapi malahan memandang wajah cantik Adel, gadis kecil yang selama ini dirindukannya
"Oh maaf, Pak, eh Om eh Dokter ah apalah, aku jalan pake kaki bukan pake mata"
"Dan maaf jangan minta ganti rugi karena aku juga rugi, dan maaf juga jangan minta kenalan karena aku lagi buru buru Om Dokter, bokap sudah nungguin"
"By Om ganteng" ucap Adel dengan centilnya untuk mengurangi rasa gugupnya.
Adel kemudian berlari agar segera menemui Papinya dan sudah di beri tau Om Roy di mana Papi Surya berada.
Adella Mahendra
~
Dari kejauhan, Dokter Vikky memperhatikan Adel hingga punggung Adel tak terlihat lagi. Dokter Vikky memegangi dadanya, sangat terasa jedag jedug irama detak jantung nya.
"Han.......welcome in my heart"
"Aku gak nyangka, kamu cantik banget, banget malahan, dan aku tidak salah lagi, kalau itu kamu Han, Adella ku"
Dokter Vikky tersenyum, dia ingin menyusul Adel walaupun tidak tau di mana gadis itu berada. Dokter Vikky melangkahkan kakinya dengan gaya cool dan tangan di masukkan ke dalam saku ce lananya. Tetapi tiba tiba langkahnya terhenti.
"Dokter Vikky..."
"Maaf Dokter harus segera melakukan visit ke ruang pasien di lantai 2" ucap seorang wanita berbaju putih yang merupakan perawat yang bertugas menemani Dokter Vikky untuk melakukan visit siang ini
"Oke...segera siapkan semuanya"
Dengan sangat kecewa, karena tidak bisa mengikuti kekasih hatinya, Dokter Vikky pun segera melakukan kewajibannya siang ini, untuk memeriksa pasien yang sudah menjadi tanggung jawabnya.
"Tunggulah Han, kita akan segera bertemu lagi" gumam Dokter Vikky dengan senyuman yang tak pernah dia perlihatkan.
**
Nah ketemu kan, si Dokter dengan si Adel, siap siap bucin bucin babang Dokter