NovelToon NovelToon
Si Genius, Aqeel

Si Genius, Aqeel

Status: tamat
Genre:Anak Genius / Tamat
Popularitas:827k
Nilai: 4.8
Nama Author: Puji170

Di saat Arumi mengalami kesulitan karena ibunya sakit keras, Rina - sang ibu tiri menawarinya uang dalam jumlah besar. Dengan syarat, Arumi harus bersedia tidur dengan calon suami kakak kembarnya.

Tujuh tahun berlalu, seorang anak lelaki berusia enam tahun hadir. Aqeel Elvano, bocah dengan kecerdasan yang luar biasa di bidang kesehatan.

Bagaimanakah nasib Arumi? Dan siapakah Aqeel Elvano? Hanya bisa kamu temukan jawabannya ketika membaca kisah dasyat ini. Happy reading....

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Puji170, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bertukar Posisi

Lulu mematikan ponsel miliknya setelah panggilan dari Arumi berakhir. Kini matanya tertuju pada wanita yang sudah mengandungnya selama sembilan. Wajah pucat pasi itu membuat Lulu melunak dalam sekejap.

"Bu, bangunlah. Aku sudah kembali," ucap Lulu yang baru saja diperbolehkan masuk setelah menunggu beberapa jam di luar.

Sejak kedatangannya 2 jam yang lalu ia hanya bisa menatap tubuh renta sang ibu di balik pintu kaca.

"Apa ibu tidak mau berbicara denganku lagi? Aku tahu aku salah. Aku memang egois, tapi aku ingin kehidupanku sendiri Bu," Lulu terus berujar walau lawan bicaranya sama sekali tak meresponnya.

"Lagipula ini sudah berlalu selama tujuh tahun, tidak mungkin kan pernikahan yang tidak masuk akal itu akan tetap berlanjut?" Tutur Lulu tanpa basa-basi. Walau tadi ia sempat luluh, tetapi dalam hati kecilnya ia tetap tak menerima dengan perjodohan konyol yang dilakukan oleh orang tuanya. Jemari Lulu tak luput dari menggenggam tangan sang ibu.

Meskipun Lulu sudah berbicara panjang lebar, wanita yang bernama Mila, sang ibu kandung belum juga membuka matanya. Hanya bunyi alat-alat yang dipasang di tubuh Mila, yang membuat keadaan tak hening.

"Aku mohon, Bu. Bangunlah. Jika ibu bisa bangun, aku berjanji akan mengikuti semua perintah Ibu." Tutur Lulu yang mulai frustrasi karena Mila masih terus menutup matanya.

Lulu tahu jika keadaan ibunya sedang tidak baik-baik saja. Penyakit jantungnya membuat wanita tua itu terbaring lemah tak berdaya di kasur khas rumah sakit.

Dokter memberitahu kan jika beberapa hari kemarin keadaannya sudah stabil. Namun, sebelum ia datang ke rumah sakit tiba-tiba saja keadaan sang ibu menjadi tidak stabil hingga akhirnya ia dibawa ke ruang ICU guna mendapatkan observasi lebih lanjut.

Jemari Mila perlahan-lahan memulai bergerak, kemudian menggenggam erat jemari Lulu. Kelopak mata yang sejak tadi tertutup kini pelan-pelan mulai terbuka. Arah pandangannya langsung menatap lurus pada Lulu.

Bibir lulu sedikit terbuka. Ia tercengang dengan kesadaran ibunya yang mendadak.

"Apa? Dengan mudahnya kau sadar setelah aku berucap seperti itu?" Kesal Lulu melepaskan pegangan tangan Mila. Seketika ia merasa sedang dikelabui.

"Apa kau menginginkan ibumu benar-benar mati?"

"Aku ingin kau hidup seribu tahun lagi. Tapi sepertinya kau yang ingin cepat-cepat aku mati." Jawab Lulu tanpa ada rem dalam mulutnya. Aneh. Banyak kata yang sudah ia ucapkan. Mengapa Ibunya tersadar seusai ia mengucap kalimat itu? Sama halnya kayak cerita rakyat Joko kendil.

"Aku ini ibumu. Tentu saja aku ingin kau hidup dengan baik," Sergah Mila.

"Ya... Ya... Ya. Kalau begitu, aku akan meralat ucapan ku. Bila ibu tersadar aku tetap akan memenuhi janjiku tapi tidak dengan pernikahan," Ucap Lulu dengan nada tegas.

"Tapi lu kau sudah berjan ...."

"Bu, aku bisa mengabulkan semua permintaan ibu. Tapi tidak dengan pernikahan," Potong Lulu mengulang ucapnya lagi.

"Kau sudah berjanji, Nak."

"Kenapa ibu terus memaksaku? Lagipula kakak masih single. Kenapa bukan dia saja yang menikah? Dia juga sudah berumur. Dari pada dia menjadi perawan tua nantinya, lebih baik kak Naila saja yang menikah," Jelas Lulu mencoba bernegosiasi dengan Mila.

"Kata siapa kakakmu itu akan menjadi perawan tua? Dia saja sudah punya anak satu sekarang. Ibu memilih mu saat itu karena kakak mu sedang hamil muda."

"Apa?" Jawab Lulu terkejut.

"Iya, kakakmu hamil duluan." Ungkap Mila dengan raut muka sedih berharap Lulu akan memahami kondisinya dan menerima perjodohan itu. Mila sebenarnya tak tega untuk memaksa anaknya menikah. Tetapi keadaan mereka sedang terdesak.

"Ibu tidak sedang menipuku kan?" tanya Lulu memastikan.

"Apa ibu terlihat sedang menipu mu?" Ucap Mila balik bertanya.

"Bu, aku tahu. Harta dari nenek tidak akan segera jatuh ke tangan ayah jika cucu dari keluarga Pratama belum menikah dengan cucu keluarga Hendarto. Aku bukan anak kecil lagi yang bisa dibohongi semudah itu."

"Jika ibu bohong dengan menyataan hal itu, sudah pasti ibu akan memaksa kakak mu untuk menikah. Tapi ibu dan ayah masih menunggu keputusan mu." Jelas Mila tak ingin kalah debat dengan Lulu.

"Aku rasa ibu baik-baik saja. Aku pamit pergi!" Seru Lulu ia beranjak dari kursi yang sejak tadi ia duduki. Sejak tadi ibunya bisa fasih berbicara, ia merasa bila ayahnya hanya membual bila ibunya tengah sakit. Langkah kakinya sudah hampir sampai ambang pintu. Namun, sebelum membuka pintu dia mendengar sebuah ancaman.

"Bila kau berani melangkah lagi, besok kau akan dengar pemakamanku." Ancam Mila.

Seketika Lulu menghentakkan kakinya, membalikkan badan lalu menatap Mila dengan tatapan seperti membunuh.

"Tak perlu besok, jika kau menatapku seperti itu sekarang juga aku bisa mati."

"Tapi kau masih bernafas." Celetuk Lulu asal.

"Lulu Pratama!"

"Baiklah. Aku akan mengikuti semua yang kau ucapkan ibu ratu. Jadi lebih baik kau cepat sembuh." Ujar Lulu mengalah.

Seketika senyuman manis terbit dari bibir Mila. Ketegangan di arut wajahnya berangsur-angsur memudar.

"Bagus. Kau memang anak baik," Puji Mila senang.

Tanpa menyahuti ucapan Mila. Lulu segera melanjutkan langkah kakinya yang selalu terhenti dengan tangan terkepal.

'Sialan. Awas saja kau Keluarga Hendarto, akan ku buat perhitungan nanti!' Batin Lulu sembari menghentakan kaki.

***

Seorang wanita berparas ayu, kini sedang melangkah memasuki beranda rumah sakit. Hentakan High heels yang beradu dengan keramik memperlihatkan betapa anggun dirinya.

Langkahnya itu tak mampu dihentikan oleh siapapun, ia langsung melenggang masuk ke lift dimana ICU yang berada dilantai dua.

Kacamata hitam yang sejak tadi menutup mata bulat miliknya, ia lepaskan dengan anggun. Seketika cairan bening membasahi pipinya saat menatap putra semata wayangnya membujur tak berdaya diatas ranjang.

Namun, secepatnya ia menghapus cairan bening itu saat melihat sosok wanita yang memiliki wajah sama persis dengannya masuk ke ruangan sang anak dengan menangis histeris.

"Aqeel, Anak ku. Bangun, Nak." Ucap Alena yang baru saja sampai masuk kedalam ruang rawat Aqeel.

Penampilan Alena kini berubah sembilan puluh derajat dari wanita modis, elegan, menjadi wanita kampungan dengan pakaian kumal.

David yang baru saja memulihkan kondisinya setelah diambil darah. Terkejut dengan keberadaan Alena.

"Kau untuk apa kau kesini? Kau bilang apa tadi, Anak? Apa kau sedang mengigau? " tanya David heran.

"Pak David, ini aku Arumi. Aqeel adalah anak ku," ucap Alena seraya menghapus air mata palsunya.

"Alena apa maksud mu? Tidak mungkin kau Arumi! Arumi memiliki tompel besar dan culun!" tanya David yang tidak mengerti apa yang telah terjadi.

Saat David masih berada dalam kebingungan. Arumi yang berpakaian layaknya Alena datang menghampirinya.

Ya, inilah yang diminta oleh Rina saat berada di apartemen milik Arumi, dan wanita itu harus menerima kenyataan pahit karena harus memilih melepaskan Aqeel putra kesayangannya dengan mengganti posisi sebagai Alena.

"Sayang." Panggil Arumi pada David dengan nada manja.

Mata David membulat sempurna hampir tidak percaya dengan apa yang terjadi. Wajah istri tercintanya ada dua.

"Apa maksud semua ini?"

"Hai, kau Arumi kenapa kau disini!" Arumi membentak Alena, tanpa menjawab pertanyaan David.

"Alena. Aku mohon sudah cukup penderitaan yang kau berikan sejak tujuh tahun yang lalu, lepaskan aku, Alena. Aku hanya ingin hidup bahagia dengan anakku, Aqeel." Alena berakting sedih mungkin dengan tangan memeluk Aqeel seolah melindungi anaknya sendiri.

"Ada apa sebenarnya?" Tanya David menatap ke arah Arumi dan Alena bergantian.

Untuk beberapa saat mereka masih terdiam tidak ada yang menjawab pertanyaan David. Hingga David berkata dengan nada tinggi, "Jawab aku!"

Alena tergagap saat membuka suara, meskipun ia menyamar sebagai Arumi. Ia juga takut saat melihat David seperti terbakar api emosi.

"Ini terkait masalah tujuh tahun silam," Seru Alena membuka suara seperti yang sudah mereka rencanakan.

"Tujuh tahun silam?" Ulang David semakin tak mengerti.

"Ya. Saat kau meminta syarat calon istri seorang gadis. Saat itu aku menggantikan Alena untuk tidur denganmu karena dia buka lagi seorang gadis, dan karena malam itu aku hamil." Alena memberikan penjelasan seraya meneteskan air mata buaya nya.

'Hebat kau Alena. Selain nasib bagus kau juga memiliki bakat berakting dengan baik.' batin Arumi yang masih terdiam menyaksikan pengakuan Alena yang seharusnya dialah yang berbicara seperti itu.

"Benarkan itu Alena?" Tanya David menatap tajam pada istri nya, Arumi.

Jantung Arumi berdebar kencang. Ia belum pernah melihat David semarah ini sejak ia mengenalnya selama satu minggu.

"I.. Iya." Ujar Arumi menunduk dalam.

Bugh.... Satu pukulan mendarat bebas.

1
Anne Siregar Siregar
🤣🤣🤣🤣🤣
Anne Siregar Siregar
🤣🤣🤣👍👍👍👍👍👍
Anne Siregar Siregar
🤣🤣🤣🤣🤣
Erlinda
receh banget cerita nya si arumi juga terkesan wanita murahan masa dgn mudah nya tidur di apartement org dan melupakan anak nya ternyata si arumi seorang ibu yg bertanggung jawab
Erlinda
David seorang dokter genius tapi perilaku dan kata kata kasarnya pada wanita tidak mencerminkan dia org terhormat dan tidak berpendidikan..
Rani Saraswaty
flashback ato flace?
Moertini
sedihnya ceritanya tidak lanjut bikin penasaran sekali Author ada seasons ke dua kan baru asyiiiik ceritanya sampai nahan nafas lhooo Author harus bantuin hati ini yang kecewa dilanjutin Author semangat ditunggu🙏👍💪
𝐇⃟⃝ᵧꕥ📴𝓗𝓪𝔂𝓾𝓻𝓪𝓹𝓾𝓳𝓲: sabar ya kak, ini autornya sampai lupa alur, waktu dulu tamat ngegantung karena ngurus anak baru lahir..
total 1 replies
Linsi bleskadit
loh kok udah hbis? tdk dinikahi juha🤣
Linsi bleskadit
saya kasihan arumi, seharusnya dia dgn pria yg lbih baik
Linsi bleskadit
takut Alena yg krim pesan
Linsi bleskadit
arumi carikan jodoh lain aj, yg lebih syng dia
Linsi bleskadit
kalau tdk suka arumi, tdk usah lagi kau cari2 semoga jodoh arumi orng lain
Linsi bleskadit
LULU😍😍😍 ah aku padamu sayang, makasih sdh jelaskan semua
Linsi bleskadit
emosi skli David, dia tdk sadar yg baik itu siapa
Linsi bleskadit
biarkan Alena kmbli ke suaminya saja, arumi kamu cari pria lain saja ya syng
Linsi bleskadit
emosi knp semuanya bdoh ya
Linsi bleskadit
arumi benar@ benar bodoh
Linsi bleskadit
arumi sangat bodoh ya, emosi skli bacanya
Nadira ST
memang semua laki2 itu lupa pernah norehkan rasa sakit,seenaknya mau ngajak bersatu preeettt
echa purin
👍🏻
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!