⚠️ Warning, Area 21+ (Bocil Harap Mlipir) 🚫
Dunia Faraz seketika berhenti saat mengetahui wanita yang baru Ia nikahi menghilang di malam pertamanya, Rasa sedih, Khawatir, Curiga bercampur menjadi satu.
Bagaimana tidak, Malam pertama yang seharusnya menjadi malam yang paling indah bagi sepasang pengantin malah berubah menjadi mimpi buruk baginya.
Lalu bagaimana setelah perceraiannya, Akan kah Faraz menemukan cinta sejatinya?
Ikuti terus kisah "Perjalanan Cinta Sang Duda" yang Bucinnya sampai emak-emak sakit kepala 🤣
Author : Noor Hidayati 👈
FB : I'tsmenoor
IG : @_itsmenoor
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Noor Hidayati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Salah Faham.
Bu Fareeda terlonjak kaget melihat ada Pria keluar dari kamar Putri nya.
"Alia! siapa Pria itu, Kenapa Dia keluar dari kamar mu?"
Alia terdiam bingung tak tau apa yang harus ia katakan.
Faraz mengeleng-geleng kan kepalanya dan memperbesar matanya karna masih merasakan berat di kepalanya.
Faraz melihat Alia dan mengingat saat semalam bertengkar dengan nya.
Dengan jalan yang belum begitu stabil, Faraz mendekati meja makan.
"Kau!" Faraz menunjuk Alia.
Faraz kembali memegangi kepalanya dan kembali akan terjatuh, Alia yang melihatnya langsung berlari menangkap tubuh Faraz.
"Lepaskan Aku," ucap Faraz menyikut Alia.
"Alia siapa Dia, kenapa Pagi-pagi sekali ada disini?" tanya Ibu.
"Kenapa kamu membawaku kesini?" tanya Faraz.
Alia merasa bingung mendapat pertanyaan dari Ibu dan Faraz secara bersamaan.
"Alia kenapa kamu diam saja, jawab Ibu?"
"Jawab Aku, Kenapa kamu membawa ku kesini?" desak Faraz.
Ibu dan Faraz terus bertanya tanpa henti.
"Stooopppp.....!!!!"
"Stop, Akan akan menjawab pertanyaan kalian, sekarang diamlah dan dengarkan Aku,"
Faraz dan Ibu pun terdiam
"Ibuuuu... Dia adalah pengunjung restoran tempat ku bekerja, maaf kan Aku karena telah membawa Dia kesini secara diam-diam, Aku tidak tau harus membawa nya kemana, karna Aku tidak tau rumahnya dan Dia sangat mabuk jadi..." ucapan Alia masih menggantung.
"Apa! Dia mabuk? Apa sekarang restoran tempatmu bekerja menyediakan minuman?" tanya Ibu kesal.
"Tidak Ibu, tapi Dia membawanya sendiri," ucap Alia menatap Faraz kesal.
"Dia mabuk tapi kamu membawanya ke kamar mu, apa Dia telah melakukan sesuatu pada mu?" tanya Ibu khawatir.
"Meskipun Aku mabuk sekalipun Aku tidak akan melakukan apapun padanya, Dia bukan tipe ku," ucap Faraz menyela.
Alia yang mendengarnya bermasam muka menatap Faraz.
"Apa maksud mu Alia bukan selerau, Apa putri ku begitu buruk?" ucap Ibu kesal.
"Eee... Bukan begitu bibi maksud ku...."
"Yang ada kamu yang bukan tipe nya Alia, Pria pemabuk sepertimu tidak pantas untuk putri ku." hardik Ibu.
Faraz terdiam menundukkan kepalanya.
"Alia, segera usir Pria pemabuk ini dari rumah kita," tegas ibu lalu pergi.
Alia dan Faraz saling menatap dengan kekesalan di hati masing-masing.
"Tidak bisakah Kau mengantar kerumah ku?" tanya Faraz kesal.
"Tidak bisakah Kau berterimakasih pada ku karna Aku tidak meninggalkan mu sendirian dijalanan?" jawab Alia kesal.
"Ya baiklah." ucap Faraz.
"Baiklah apa?" tanya Alia kesal
"Yaaaa... Ya baiklah." jawab Faraz.
"Apanya yang baik lah?" Alia kembali meninggikan suaranya.
"Yaaa baiklah telaaahhhh... Karenaaaa... Eee..."
"Mengatakan terimakasih saja sulit sekali," ucap Alia kesal.
Alia melangkah dengan kesal hingga Kaki Alia tersandung kakinya Faraz hingga Alia nyaris tersungkur, namun dengan sigap Faraz menangkap tubuh Alia hingga ia tidak jadi terjatuh.
Alia menoleh ke belakang menatap Faraz, begitu pun Faraz yang juga menatap Alia
Keduanya terdiam saat kedua Indra mereka bertemu.
Alia segera menunduk kan pandangannya dan melihat tangan Faraz yang masih menahan tubuhnya.
Alia kembali menoleh ke Faraz dengan Melotot.
"Apa?" tanya Faraz dengan ketus.
"Ehemmm.. ehemmm..." ucap Alia memberi isyarat agar Faraz melepaskannya.
"Sebenarnya apa yang coba ingin kamu katakan?" tanya Faraz.
"Tangan mu." tegas Alia.
"Tangaaannn...?" Faraz masih bingung.
"Tangan mu mengenai...." Netra Alia menunjuk ke tangan Faraz yang mengenai Dada nya.
"Haghhh..." Faraz yang baru tersadar langsung melepaskan tangannya hingga membuat Alia terjatuh.
"Awwhhh..." rintih Alia kesakitan.
Faraz terbengong melihat Alia jatuh.
"Faraaaaz Kau," ucap Alia kesal.
"Ini bukan salah ku, Kamu sendiri yang meminta ku untuk melepas mu," ucap Faraz dengan santainya.
"Tapi bisakah kamu bilang terlebih dahulu atau melepaskan dengan pelan-pelan agar Aku siap berdiri dengan benar?" ucap Alia kesal.
"Ya baiklah... Sini tangan mu," Faraz mengulurkan tangannya.
Alia memegang tangan Faraz.
Faraz mulai menarik tangan Alia, namun Faraz malah ikut terjatuh bersama Alia.
"Awh... kenapa badan mu berat sekali," ucap Faraz kesal.
"Bukan badan ku yang berat tapi kamu yang masih mabuk,"
"Aku sudah tidak mabuk, Aku sudah seratus persen sadar,"
"Sebenarnya apa yang kalian lakukan, Kenapa sejak tadi terdengar gaduh sekali?"
tanya Ibu yang kembali melihat Faraz dan Alia terduduk dilantai dengan begitu dekat.
Faraz dan Alia terdiam menatap Ibu.
"Alia sebenarnya apa hubungan mu dengan Pria ini Alia?"
"Aku tidak ada hubungan apa-apa dengannya Ibu, bahkan Aku tidak mengenalnya, tadi Aku kan sudah menjelaskan pada Ibu," ucap Alia
"Lebih baik kita bicara jujur saja pada Ibu mu sayang, jadi kamu tidak perlu berbohong lagi," ucap Faraz pada Alia.
"Sayang, Apa maksud mu?" tanya Alia kesal.
"Aliaaa... Mana yang benar?" bentak Ibu.
Alia berdiri mendekati Ibu nya, begitupun dengan Faraz.
"Ibu... Percayalah pada ku Aku tidak mengenalnya, Aku hanya menolongnya saja." jelas Alia lagi
"Tunggu Tunggu... Kamu bilang tidak mengenal ku tapi kenapa kamu tau nama ku?"
tanya Faraz yg membuat Ibu semakin bingung.
"Faraz sebenarnya apa maksud mu berbohong pada Ibu ku?" lirih Alia geram.
"Aliaaa... Ibu sedang bertanya padamu, tapi kenapa kamu malah berbisik-bisik dengan nya?"
"Ibuuuu... Aku hanya...."
"Hanya apa Alia, tadinya ibu sudah percaya padamu, tapi setelah ibu melihat sikap kalian, ibu menjadi ragu pada mu,
apa yang terjadi pada mu Alia? sebelumnya kamu tidak pernah dekat dengan Pria mana pun, tapi kali ini kamu berani mengajak seorang Pria kerumah bahkan menyelinap kan nya kekamar mu," Ibu semakin marah pada Alia.
"Ibu kumohon dengarkan Aku dan percayalah pada ku, Aku sudah menjelaskan pada ibu, dan itulah kebenarannya,"
Faraz yang menatap Alia sedih merasa kasihan pada nya.
"Eee... Bibi... Sebenarnya..." Faraz mencoba menjelaskan
"Cukup! Aku tidak ingin lagi mendengar penjelasan apapun lagi dari kalian." dengan kemarahan Ibu pergi meninggalkan Mereka.
Alia merasa sedih karna Ibu marah padanya.
"Sekarang kamu puas! sebenarnya apa masalah mu, apa kamu ingin orang lain mendapat masalah seperti hidup mu?" ucap Alia kesal dan meninggalkan Faraz.
Faraz menggaruk-garuk kepalanya dan merasa bingung dengan apa yang sudah ia katakan.
Bersambung...