syasa pandita kusuma seorang gadis berusia 18 tahun, cantik cerdas, di takuti, gadis muda yang sudah mempimpin sebuah perusahaan ternama di Indonesia, Mengantikan sang kakek. karakter yang cerdas, dingin, dan ambisius dan tegas banyak di takuti di kalangan rekan bisnis nya walau diri nya tergolong muda
adakah seorang laki-laki yang berani mendekati nya? "
yuk simak kisah nya 😊😊
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ivan witami, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
episode 24
restaurant
Bram: " sya.. papa, mama dan om ridwan ingin membicarakan kelanjutan hubungan kalian "
syasa: " jadi papa.. "
Bram: " dengarkan dulu.. "
Bram: " bagaimana saat ulang tahun nanti , kalian tunangan "
ridwan: " ide bagus, bagaimana Bryan.. ? "
Bryan: "Bryan, serahkan pada syasa pa.. "
Wina: " bagaimana syasa.. "
syasa: " syasa sebenarnya, ingin langsung menikah, tapi syasa juga ingin menyelesaikan study syasa"
Bram: " haha.. bagaimana ya.. papa belum rela kamu di ambil Bryan " menatap Bryan dan tersenyum
Bryan: " tunangan saja dulu om.. biar syasa melanjutkan study nya terlebih dahulu, ' tersenyum
Bram: " yakin kamu sabar menunggu "
Bryan: " sabar om..apa pun akan Bryan lakukan, untuk selalu bersama syasa, walaupun harus terpisah dahulu selama satu tahun, jika Bryan rindu, Bryan akan menyusul nya ke London "
Bram: " tidak.. om tidak mengizinkan kamu menyusul syasa ke London, itu syarat dari ku jika ingin menikahi syasa "
syasa: " pa.. ! namun lengan syasa di pegang Wina, dan syasa pun diam
Bryan: " alasan nya om.. "
Bram: " biarkan syasa konsentrasi akan kuliah nya, dan kamu fokus dengan pekerjaan mu, dan kalian tidak boleh berhubungan melalui telfon, "
syasa: " papa.. !! papa berlebihan " menatap Bram
Bryan: " baik om.. Bryan sanggupi syarat dari Om, Bryan tau ..ini semua untuk kebaikan syasa dan Bryan " mengenggam erat jemari syasa
syasa: " tapi Bryan.. "
Bryan: " yakin lah, jodoh tidak akan kemana, jika kamu jodoh ku, pasti akan menjadi istri ku dan aku menjadi suami mu, kecuali takdir berkata lain hem.. "
syasa: " ya aku paham maksud mu Bryan, aku juga tidak mau menentang takdir "sedikit tersenyum
Bryan: " sya.. jika kita tidak berjodoh, entah terjadi suatu hal pada ku, atau dirimu, apa yang kamu lakukan "
syasa: " kamu bicara seolah akan pergi ke suatu tempat dan tak akan pernah kembali, dan jika itu terjadi aku aku akan tetap mencintai mu, apa pun yang terjadi "
Bryan: " dan aku akan melakukan yang sama dengan mu, tetap mencintai mu, " tersenyum
syasa: " pa.. ma.. om ridwan, syasa minta, pertunangan syasa dan Bryan hanya di saksikan keluarga terdekat saja, syasa tidak mau pesta mewah, itu menyebalkan "
Wina: " baiklah, mama tau kamu tidak suka keramaian, "
syasa: " dan saat menikah juga syasa ingin yang sederhana saja "
Bram: " sebenarnya papa ingin mengadakan pesta besar besaran saat kamu menikah sya, dan mengundang media, tapi mengingat kamu sudah mengatakan nya seperti itu, ya sudah Papa turuti kemauan mu "
Bryan: " Bryan boleh tau tante, kenapa syasa tidak menyukai keramaian "
Wina: " karena syasa sudah pusing dengan adik adik nya yang membuat keributan saat berkumpul "
syasa: " ya.. karena mama memberikan adik untuk ku terlalu banyak "
Bram: " haha, papa juga ikut andil memberimu adil sya.. "
syasa: " dan itu ulah papa " dan semua pun tertawa.
ridwan: " ok.. semua nya sudah sepakat, jika pertunangan Bryan dan syasa di adakan 2 hari lagi "
Wina: " iya.. pak ridwan.. kami sepakat "
ridwan: " ok sudah tidak ada lagi yang di bicara kan, kalau begitu aku pamit Bram, win.. "
Bram: " iya..Terima kasih.. setahun lagi kita akan menjadi besan ' tersenyum
ridwan: " tentu " tersenyum dan melangkah pergi
Bram: " syasa kalau begitu mama dan papa jalan dulu, Bryan jaga syasa "
Bryan: " pasti om.. " tersenyum
syasa: " papa sama mama mau kemana "
Bram: " menemani mama mu perawatan haha "
syasa: " ya sudah.. hati hati takut mama di culik laki laki yang lebih muda haha "
Bram: " itu tidak akan terjadi, selagi papa mu ini masih perkasa.. " melangkah pergi meninggalkan Bryan dan syasa, sembari merangkul Wina
Wina: " mas.. !! tersenyum malu, syasa dan Bryan hanya tertawa
syasa: " bagaimana papa bisa mengontrol diri nya jika mama selalu perawatan, huh.. menyebalkan.. "
Bryan: " dan kamu harus melakukan itu nanti untuk suami mu "
syasa: " itu sudah pasti.. " tersenyum
🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹
vote like komen
Terima kasih😘💕