NovelToon NovelToon
Diperistri Tuan Muda. (Season 2)

Diperistri Tuan Muda. (Season 2)

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintamanis / CEO / Tamat
Popularitas:804.5k
Nilai: 4.8
Nama Author: Mak Ee

'Uang adalah segalanya'
Begitulah prinsip hidup Resti Belangi. Yang sejak kecil sudah giat mencari uang untuk menghidupi dirinya sendiri karna keluarganya yang miskin. Dia tidak percaya dengan ungkapan yang menyatakan uang bukanlah segalanya.

Resti hanya ingin hidup nyaman tanpa mengkhawatirkan besok bisa makan atau tidak. Dia sudah lelah bekerja keras, yang ternyata tidak mengubah apapun dihidupnya.

Saat ia hampir menyerah, ketidak beruntungan kembali menghampirinya bersama seorang pria dingin bernama Jun. Yang ternyata adalah pewaris tahta kerajaan GD Group, tempatnya bekerja.

*setiap tokoh, tempat, dan kejadian hanya fiksi semata. (cuma ada diotak kriting Mak ya).
*karya ini hanya terbit di NovelToon. Tidak di platform lain.
*cus follow ig➡️ makee949

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mak Ee, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ep23. Macam Bos!

Dikantor, Resti berusaha mati-matian untuk bersikap biasa saja. Padahal tidak ada yang tau kalau dia baru saja menikah kemarin. Seharusnya dia bersikap santai.

Tapi tidak bisa. Bagaimana dia bisa bersikap santai sedangkan ia sedang menyembunyikan sebuah rahasia besar?

“Resti!” Panggil Khofid tiba-tiba. Membuat Resti langsung terperanjat.

“Ya Pak?”

“Kamu dan Teguh ikut saya rapat ya.” Jelas Khofid lagi.

“Saya Pak?” Tanya Resti memastikan.

“Ya, proposal kegiatan yang kamu ajukan itu sangat menarik. Sepertinya akan cocok jika digabungkan dengan ide dari Teguh.” Jelas Khofid kemudian.

“Benarkah begitu pak?” Tanya Resti lagi. Karna ia tidak yakin jika idenya akan diterima oleh atasannya. Dibanding dengan idenya, ide Teguh pastilah jauh lebih baik.

“Sekarang Pak?” Tanya Teguh yang tidak kalah antusias.

“Ya sekarang. Mau kapan lagi?” Seloroh Khofid.

Resti dan Teguh saling bertatapan. Resti masih kesal dengan ucapan Teguh beberapa hari yang lalu. Dan sekarang, mereka malah harus mengerjakan proyek bersama. Resti takut jika Teguh mencium sesuatu yang mencurigakan darinya.

Resti dan Teguh berjalan dibelakang Khofid dengan jantung yang berdebar. Ini adalah pertama kalinya Resti mendapat apresiasi seperti itu. Dia sangat bersemangat. Ia terus memikirkan kelanjutan dari proposal kegiatan yang ia ajukan.

Setelah masuk kedalam ruangan rapat, jantung Resti semakin kencang berdetak. Dia mengikuti instruksi Khofid dan duduk di deretan bangku kedua tepat dbelakang Khofid. Bersama dengan Teguh.

Disana, sudah banyak yang hadir. Hampir semua kursi sudah terisi. Situasi itu membuat nyali Resti semakin menciut. Entahlah, dia belum pernah berbicara didepan orang-orang penting seperti itu sebelumnya.

Rapat sudah dimulai. Masing-masing divisi mempresentasikan proposal kegiatan mereka masing-masing.

Resti yang memang bekerja di divisi personalia telah mengajukan sebuah proposal untuk acara kegiatan amal yang akan diikuti oleh semua karyawan GD Group. Dimana akan diadakan pelelangan barang-barang milik karyawan yang ingin menyumbangkan barang-barang mereka. Dan hasilnya akan disumbangkan seluruhnya kepada sebuah organisasi kemanusiaan.

Resti menjelaskanya dengan semangat yang berapi-api. Tapi api itu langsung redup saat ditengah-tengah rapat tiba-tiba Jun memasuki ruang rapat dan duduk dikursi kebesarannya. Lututnya jadi lemas seketika.

Kata-kata yang sudah dirangkainya sedemikian rupa jadi buyar dari otaknya. Untung saja Teguh degan sigap langsung mengambil alih presentasi itu. Walaupun tanpa persiapan sebelumnya, tapi untungnya mereka bisa bekerjasama dengan sangat baik.

Resti jadi salah tingkah. Kehadiran Jun mampu meluluh lantakkan rasa percaya dirinya. Menyebalkan.

“Ide yang bagus. Memang selama ini kita belum pernah melakukan kegiatan seperti itu. Selama ini kegiatan amal hanya diikuti oleh jajaran direksi dan pemegang saham. Trimakasih.” Ujar Jun menatap lurus kepada Resti.

Ada apa denganku? Padahal aku yang meminta agar dia pura-pura tidak mengenalku, tapi kenapa aku yang jadi gemetaran begini? Pekik Resti dalam hati.

“Setelah acara amal selesai, bagaimana kalau dilanjutkan dengan berkemah bersama, pak?” Tanya Teguh masih dengan antusias. Dia tau kapan harus bicara.

“Silahkan. Kalian bisa mengaturnya sendiri dengan manajer kalian masing-masing.” Ujar Jun kemudian.

Jun bersikap profesional. Dia benar-benar tidak tampak menunjukkan sikap kalau dia mengenal Resti. Tapi Restilah yang semakin merah padam wajahnya. Merasa malu sendiri.

Selebihnya, Resti terdiam sepanjang rapat. Sesekali ia memberanikan diri melirik kepada Jun yang sedang serius mendengarkan presentasi dari karyawan yang lain. Sudah macam bos saja.

Ya memang dia bos.

Selesai rapat, Resti buru-buru keluar dari ruangan itu. Ia berjalan dengan sangat cepat. Meninggalkan Teguh dan Khofid yang ternganga saat sudah tidak melihat Resti diruangan itu.

“Kenapa keluar terburu-buru?” Tanya Teguh saat mereka sudah sampai diruang kerja mereka.

“Hah? Oh, itu. Aku harus kekamar mandi.” Jelas Resti sambil membuang muka.

Merasa tidak mendapat tanggapan yang baik, Teguhpun kemudian kembali kemejanya.

Sementara Resti, mencoba mengaktifkan ponsel barunya yang ia dapat dari Jun. Tidak dipungkiri, ia senang sekali dengan ponsel itu. Sudah lama ia ingin membelinya, tapi apalah daya, uangnya tidak ada.

Saat jam kantor sudah berakhir, Resti memilih untuk berjalan-jalan disekitar taman yang ada disamping kantor sambil menunggu telfon dari Jun. Karna pria itu bilang kalau mereka harus pergi kerumah sakit.

Disana cukup ramai, karna bukan hanya karyawan saja yang menghabiskan waktu disana, melainkan orang-orang yang memang sengaja ingin bersantai juga.

Resti menghampiri penjual es krim yang parkir di pinggir jalan. Cuaca panas begini, nampaknya segar jika ia memakan es krim itu.

“Pak, pesan satu ya, rasa strawberry dan vanila.” Ujarnya kepada si penjual.

Sambil menunggu, Resti sengaja mengedarkan pandangannya kesekeliling. Dan tatapannya berhenti kepada seorang gadis manis berambut lurus yang dikuncir satu di belakang. Gadis itu juga nampak sedang memperhatikan Resti dengan seksama.

Sepertinya gadis itu juga ingin membeli es krim. Mungkin ia tidak punya uang. Resti pernah mengalaminya, dulu sekali. Saat ia ingin sekali membeli es krim, dan ia tidak punya uang, ia hanya bisa melihat orang lain melahap es krimnya sambil menelan ludah.

“Pak, pesan satu lagi ya pak.” Ujarnya kembali kepada si penjual.

Setelah ia mendapatkan dua es krim itu, ia kemudian berjalan mendekat kearah gadis yang sedang duduk di bangku taman itu.

“Nah, untukmu.” Ujarnya memberikan satu es krimnya untuk gadis itu.

Awalnya gadis itu hanya mengernyitkan kening saja, tapi ia kemudian tersenyum.

“Benarkah? Trimakasih, Kak.” Ujar gadis itu.

“Sama-sama. Sedang apa disini?” Tanya Resti mencoba ramah sambil ikut duduk disamping gadis itu. Entah kenapa, gadis itu mengingatkannya dengan dirinya dulu.

“Sedang menunggu Abangku.”

“Oh,”

“Tapi, kenapa kakak memberiku es krim ini?”

“Cuma ingin saja. Kau mengingatkanku kepada seseorang.” Jawab Resti sambil terus menjilati es krimnya.

“Oh. Kakak baik. Apa kakak sudah menikah?”

“Uhuk! Uhuk! Uhuk!” Pertanyaan gadis itu membuat Resti tersedak. Ia terkejut. Tidak menyangka kalau gadis itu akan menanyakan hal itu kepadanya.

“Belum. Eh, Sudah. Ah maksudku..” Resti menggaruk kepalanya yang tidak gatal. “Kenapa kau bertanya seperti itu?”

“Hanya ingin tau. Siapa orang yang beruntung menjadi suami kakak.”

“Hahahahahaahahah..” Resti tertawa sumbang. Tidak tau harus menjawab apa. “Apa kau masih sekolah?”

“Tidak. Aku sudah tamat. Tahun ini.” Jawab gaadis itu.

“Kenapa tidak melanjutkan kuliah? Sayang kalau tertinggal.”

“Itu,,,,” gadis itu nampak ragu saat hendak menjawabnya.

“Pasti karna biaya ya?”

“Hah? Hehehe.”

“Sayang sekali kamu. Pasti kamu juga ingin melanjutkan kuliah seperti teman-temanmu, kan? Tidak apa. Orang-orang seperti kita, memang diharuskan mengalah dengan keadaan. Yang sabar saja, cari jalan yang lain. Pasti ada.” Resti memberi wejangan panjang lebar kepada gadis itu.

Seolah ia ingin menyemangati dirinya sendiri. Seoalah ia ingin kalau gadis itu tidak berakhir seperti dirinya. Yang harus membanting tulang mengerjakan semua pekerjaan yang bisa dia kerjakan demi mendapatkan uang hanya sebatas untuk membeli makan.

Tapi itu semua sudah berlalu. Sekarang dia sudah punya pekerjaan di kantoran. Dan itu cukup untuknya membayangkan masa depan apa yang akan dijalaninya.

Masa depan apa? Bagaimana dengan pernikahannya dengan Jun?

“Sedang apa kalian disini?”

1
Yeni Meyliana
Luar biasa
Ita rahmawati
ruth kah atau siapa krn si ruth ini mndadak gk ada kabar 😁
Ita rahmawati
ternyta tk se runyam itu thor 🤣
Ita rahmawati
ini mah bukan runyam lagi tp wes mbuhlah gk karu² an 😩😩
Ita rahmawati
🤦‍♀️🤦‍♀️
Ita rahmawati
wwah siapa yg ditusuk dn menusuk ya 🤔
Ita rahmawati
terharu 😭😭
Ita rahmawati
aih kirain org suruhannya jun ternyta 🤔🤔
Ita rahmawati
kebiasaan cwe klo nguping tuh gk sampe selesai 🤦‍♀️🤣
Ita rahmawati
eh jd laper 🤣
Ita rahmawati
saking lamanya hidup susah si resti smpe jd gila tuh mulut juga gk ada saringannya 🤦‍♀️🙄
Ita rahmawati
ya ampun 🤦‍♀️🤦‍♀️
Ita rahmawati
kesurupan kyknya si resti ini,,ngomongnya gk karuan 🤦‍♀️🤦‍♀️🙄🙄
Ita rahmawati
sampe sini yg aku bc si restinya cwe gk tau diuntung,,walaupun gk sm² cinta diawal tp kan jun udh berusha baik sm dia tp dia yg masih benci² gk suka gtu sm jun trus malah yg kegeeran sm irba yg jelas² udh punya pacar dn berarti gk suka sm dia kan 🙄🙄
Ita rahmawati
si resti mulutnya pedes juga
Ita rahmawati
apakah itu adiknya jun
Ita rahmawati
dg resti mulai mencairlah es batu itu 🤣
Ita rahmawati
jd bgtu
Ita rahmawati
gtu aja lgsg jatuh gelasnya 🤦‍♀️🤦‍♀️🤣🤣
Ita rahmawati
waduh pasti disuruh nikah nih 🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!