Hi ☺️
BELUM DI REVISI DAN MASIH BANYAK TYPO
Seorang gadis yatim piatu yang mencintai kakak angkatnya yang bernama Ismail Marzuki.
Cinta mereka di uji ketika Pak Pandu mengancam Ismail Marzuki untuk menikahi anaknya yang bernama Zilla untuk menutupi aib anaknya yang hamil di luar nikah. Di sebabkan Pak Pandu tidak merestui Zilla menikah dengan Asril. Laki-laki yang kanan kiri otak perempuan dan jauh dari agama.
Ikuti kisah kelanjutannya Bagaimana cinta mereka apakah Ismail akan bersama dengan Uswa ataukah Ismail akan bersama dengan Zilla?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Isna Imut, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 23
Setelah melakukan perjalan panjang kini sampailah Ismail di desanya. Desa yang di mana dia di rawat dan di besarkan. Ismail meninggalkannya desanya dan pergi ke kota baru juga belum ada satu bulan. Tapi yang Ismail rasakan seperti sudah setahun. Di perjalanan Pulang menuju rumahnya dia perpapasan dengan Ibu Hadi. Ismail meminta tolong tukang ojek agar berhenti sebentar. Ismail ingin menyapa Ibu Hadi yang di rasa sudah lama tidak bertemu dengannya.
"Pak tolong berhenti sebentar" Ucap Ismail dengan menepuk pundak Tukang Ojek menyuruh untuk memberhentikan motornya
Ojek tersebut pun menepikan motornya di pinggir jalan dan memberhentikannya.
"Sebentar iya Pak" Ucap Ismail
"Iya" Jawab Tukang ojek
Ismail berjalan dan mendekat menuju arah Ibu Hadi.
"Assalamualaikum" Sapa Ismail
"Waalaikumsalam" Jawab Ibu Hadi
"Nak Ismail" Ucap Ibu Hadi
"Iya Bu ini aku" Jawab Ismail dengan menyalami Ibu Hadi
"Bagaimana keadaan mu Nak? Tanya Ibu Hadi
"Alhamdulillah Baik Bu. Bagaimana dengan keadaan Ibu? Tanya Ismail balik
"Alhamdulillah Ibu juga baik Nak. Ibu sangat menghawatirkanmu, karena kamu tidak ada kabar dan saat di telpon tidak tersambungkan juga" Jawab Ibu Hadi mengeluh
"Maaf Bu mungkin karena sinyal. Ismail juga sudah berusaha menelepon tapi tidak tersambungkan juga" Ucap Ismail
"Ibu dan Ibumu sangat menghawatirkanmu. Sampai-sampai Ibu menyuruh Hadi untuk mencarimu di kota. Ibumu takut kalau kamu tersesat saat berada di kota atau bahkan Ibumu nerpikir kalau kamu di jahatin sama orang saat perjalanan menuju ke kota" Ucap Ibu Hadi
"Maaf Ismail Bu. Yang tidak memberikan kabar" Jawab Ismail dengan menghapus air mata Ibu Hadi
"Syukurlah Nak kamu baik-baik saja. Cepat pulang dan temui Ibumu" Ucap Ibu Hadi
"Baik Bu. Saya pulang dulu. Assalamualaikum" Ucap Ismail mencium tangan Ibu Hadi
"Waalaikumsalam" Jawab Ibu Hadi
Ismail kembali menaiki ojeknya.
"Jalan Pak" Ucap Ismail menyuruh Tukang ojek
"Iya" Jawab Tukang ojek
Setelah di lihatnya jauh bayangan Ismail. Ibu Hadi melanjutkan perjalanannya untuk pulang ke rumah dengan membawa barang-barang belanjaannya yang dari pasar.
Ibu Hadi juga sangat menyayangi Ismail seperti anaknya sendiri. Lihat saja tadi saat bertemu dengan Ismail sampai meneteskan air matanya karena merasa terharu dengan suasananya pertemuan di antara mereka. Menghawatirkan keadaan Ismail saat berada di kota.
.
.
.
"Terimalah iya Pak" Ucap Ismail kepada Tukang ojek yang sudah mengantarkannya sampai ke rumah dan memberikannya upah.
"Iya sama-sama" Jawab Tukang ojek dengan tersenyum ramah
Assalamualaikum
Assalamualaikum Ibu
Assalamualaikum Uswa
Tak ada satupun orang yang menjawab salam Ismail.
"Di mana Ibu dan Uswa? Tanya batin Ismail
"Assalamualaikum Bu" Panggil Ismal berulangkali
"Apa Ibu dan Uswa pergi ke pasar iya? Tanya batin Ismail
Di dapur ada dua orang yang sedang sibuk membuat kue pesanan untuk acara yasinan nanti malam yang di pesan oleh Ibu Wina merupakan tetangga sebelah rumah Ismail.
"Bu tadi sepertinya ada yang mengucap salam. Tapi siapa iya Bu? Seperti aku pernah mendengar suara itu" Ucap Uswa
"Siapa Nak? Tanya Bu Sukma
"Entahlah Bu. Aku juga lupa" Jawab Uswa
Ismail berjalan menuju ke samping rumah dan kembali mengucapkan salam.
Assalamualaikum Bu
"Uswa... Kamu di mana dek" Teriak Ismail
"Ibu dengan suara itu? Tanya Uswa yang mendengarkan salam seseorang
"Iya Ibu mendengarkannya" Jawab Bu Sukma
"Ibu... Itu suara Abang Ismail" Ucap Uswa bersamaan dengan Bu Sukma
"Iya itu Abangmu. Ayo kita lihat ke depan!" Ajak Bu Sukma kepada Uswa penuh dengan kegembiraan di raut wajahnya di antara keduanya
"Iya Bu. Ayo" Jawab Uswa
"Abang" Batin Uswa
Uswa berlari kedepan terlabih dahulu dan di susul dengan Bu Sukma yang masih berjalan di belakangnya.
"Jangan lari Uswa" Teriak Bu Sukma yang tidak memberhentikan langkah Uswa. Uswa pun tak ingin mendengar ucapan Bu Sukma. Pikirannya hanya fokus kepada Abang Ismail. Orang yang dia rindu di setiap doa Uswa.
Uswa segera membukakan pintu rumahnya dan setelah di lihatnya ternyata yang datang benar adalah Ismail orang yang di rindukannya selama Ismail pergi.
"Siapa Uswa? Tanya Bu Sukma
"Aku Bu Ismail" Jawab Ismail spontan
"Ismail... Nak kamu baik-baik saja kan? Tanya Bu Sukma
"Iya aku baik-baik saja Bu. Coba Ibu lihat aku baik-baik saja kan" Ucap Ismail memutar badannya untuk memperlihatkan dirinya kalau Ismail baik-baik saja dan Ismail langsung memeluk Bu Sukma dengan erat-erat
"Ibu menghawatirkanmu Nak" Ucap Bu Sukma terharu tak terasa meneteskan air matanya
"Ibu jangan bersedih. Ismail juga akan bersedih saat Ibu meneteskan air mata begini" Jawab Ismail mengusap air mata Ibunya yang menetes di pipinya
"Uswa... Bagaimana keadaan mu? Tanya Ismail
"Alhamdulillah keadaan Uswa baik Bang..." Jawab Uswa
"Iya sudah kita berbicara di dalam saja Nak!" Ajak Bu Sukma
"Iya Bu" Jawab Ismail
"Uswa ambil air minum untuk Abangmu ini ya!" Perintah Bu Sukma
"Iya Bu" Jawab Uswa
Uswa langsung pergi menuju ke dapur mengambil air minum untuk Ismail. Uswa kembali dari dapur membawa air minum dan makanan ringan untuk Ismail.
"Abang minumlah dulu pasti haus kan sudah melakukan perjalanan jauh dari kota ke desa" Ucap Uswa menyodorkan air minum dan mempersilahkan Ismail untuk meminum air yang di bawahnya
"Terimakasih Uswa" Ucap Ismail
Uswa pun ikut duduk di antara Bu Sukma dan Abang Ismail. Uswa sudah mempersiapkan begitu banyak pertanyaan yang akan di tanyakan kepada Abangnya kenapa saat di kota tidak memberikannya kabar.
"Jelaskan Nak apa yang sudah terjadi dengan mu saat kamu berada di kota? Tanya Bu Sukma langsung
"Begini Bu sebelumnya Ismail ingin meminta maaf terlebih dahulu sudah membuat Ibu dan Uswa khawatir. Saat aku tiba di kota di jemput oleh Andi di terminal. Saat itu juga aku langsung menemui bos aku yang bernama Pak Pandu. Ismail di terima bekerja oleh Pak Pandu sebagai supir anaknya yang bernama Zilla dan sekaligus di tugaskan untuk memata-matai Zilla anaknya Pak Pandu" Ucap Ismail menjelaskan kepada Ibu dan Uswa
"Memata-matai anaknya? Kenapa dengan anaknya? Tanya Bu Sukma
"Karena Zilla tidak seperti perempuan yang lainnya dan Pak Pandu juga tidak menerima Zilla berpacaran dengan pacarnya yang bernama Asril" Jawab Ismail
"Tidak seperti perempuan yang lain maksudmu Nak? Tanya Bu Sukma
"Yang aku dengar dari kata orang lain Zilla suka mabuk-mabukan dan suka melakukan hubungan **** bebas bersama pacarnya" Jawab Ismail lirih
"Apa" Ucap Bu Sukma memelototkan matanya
"Astagfirullah" Sambung Uswa
"Apa Pak Pandu itu orang baik Nak? Tanya Bu Sukma
"Yang saya lihat sampai saat ini dia orang yang baik sih Bu" Jawab Ismail
"Jangan terlalu percaya menilai orang Nak dengan orang yang baru kamu kenal" Ucap Bu Sukma
"Iya Bu. Ismail paham" Jawab Ismail
"Kalau kamu merasa pekerjaan ini tidak pantas untukmu lebih baik kamu berhenti bekerja dan mencari pekerjaan yang lain saja. Ibu rasa masih banyak pekerjaan yang lebih baik lagi di luaran sana Nak" Ucap Bu Sukma
"Iya Bu" Jawab Ismail
"Coba kamu pikirkan baik-baik lagi Nak" Ucap Bu Sukma
"Ismail mencoba mencerna ucapan Ibunya. Apa pekerjaan ini tidak pantas untukku? Aku rasa Pak Pandu orang yang baik. Buktinya aku di gaji dengan cukup besar dan saat ini Pak Pandu malah mengajakku untuk berkerja di kantornya" Batin Ismail
"Abang... Panggil Uswa yang membuyarkan lamunan Ismail
"Iya Uswa" Jawab Ismail
"Abang sedang melamuni apa? Sebaiknya Abang menceritakan semuanya kepada kami apa yang sudah terjadi dengan Abang" Ucap Uswa
"Abang tidak kenapa-kenapa Uswa. Percayalah" Jawab Ismail
"Kamu tinggal di kota bersama siapa Ismail? Apa kamu di beri tempat tinggal oleh Pak Pandu? Tanya Bu Sukma
"Tidak Bu. Ismail tinggal bersama Andi" Jawab Ismail
"Andi sahabatnya Hadi yang mencarikan mu pekerjaan itu kan" Ucap Bu Sukma
"Iya Bu" Jawab Ismail
"Baik sekali anak itu" Ucap Bu Sukma
"Iya Bu. Andi di rumah tinggal sendirian karena orang tuanya tidak tinggal bersama Andi karena mereka memiliki rumah sendiri. Jadi rumah yang di tempati Andi itu rumah Andi sendiri dari hasil kerja kerasnya" Jawab Ismail menjelaskannya
"Wah hebat iya" Ucap Bu Sukma
"Bu Isma pamit ke kamar dulu iya. Isma mau Istirahat dulu" Ucap Ismail
"Iya Nak sebaiknya kamu istirahat saja" Jawab Bu Sukma
Ismail pergi menuju ke kamarnya dan di lihat barang-barang miliknya yang berada di kamarnya masih tertata rapi dan tidak berdebu.
"Masih sama ternyata" Ucap Ismail
Bersambung... ✍️
Jangan lupa berikan dukungan kalian untuk novelku ini dengan cara vote, rate, like, komen, dan share 🤲
Biyar aku tambah semangat untuk melanjutkannya ❤️
My Little prince dan VCPD 🤩
"vampir yg sangat lembut" ditunggu kakak
7in1
🌷🌷🌷🌷💕💕💕💕💜💜💜💜
7in1
💗💗💗💗💗💗💗
7kn1
🌷🌷🌷🌷💕💕💕💕💕♥️♥️♥️
7kn1
🌷🌷🌷🌷💕💕💕💕💕
7kn1
🌷🌷🌷🌷💕💕💕💕💕
7in1
Salam Sayang Paling disayang 😱😱
💜💜💜💜💜💜💜💜
7in1
Salam Sayang Paling disayang 😱😱
💜💜💜💜💜💜💜💜💜
7in2
Rate ⭐⭐⭐⭐
kembali
💜💜💜💜💜
kembali
🖤🖤🖤🖤🖤