NovelToon NovelToon
KANA (The Series)

KANA (The Series)

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Contest / Tamat
Popularitas:3.8M
Nilai: 4.9
Nama Author: Prepti ayu maharani

Kana Bintang Artana.

Laki-laki dingin yang mampu membuat hati siapapun menjerit melihatnya.

Bukan karena seram. Tetapi karena ketampanannya yang dapat membuat para gadis jatuh cinta padanya.

Begitupun Kaila. Gadis pemalu yang ikut andil menyukainya. Namun rasa sukanya memudar saat mengetahui betapa menyebalkannya seorang Kana.

Dan tanpa Kaila sadari, perlahan namun pasti, Kana mulai menunjukkan rasa sukanya pada Kaila.

Akankah keduanya berakhir bersama?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Prepti ayu maharani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Part 22

Part 22

Bima melemparkan jaketnya ke sembarang tempat dan menjatuhkan tubuhnya ke atas sofa berwarna merah tua. Badannya terasa begitu pegal, sepertinya laki-laki sangat butuh istirahat.

"Baru pulang kamu?"

Suara bariton bernada dingin itu membuat Bima yang tengah memejamkan mata pun terbangun dan menoleh.

"Tumben nanyain aku baru pulang?" Bima menaikkan kedua alisnya tanpa merubah posisi duduknya sama sekali.

Laki-laki berusia Empat puluh tahun itu menatap Bima dengan tatapan dinginnya. Ia tahu dan sadar jika putranya memang membencinya, maka tak heran jika Bima memandang dirinya layaknya orang asing.

'Ceklek!'

Pintu utama terbuka membuat Bima dan Hendry— Ayah Bima menoleh.

"Assalamualaikum," salam Kiara yang berjalan masuk bersama Nabila.

Bima tersenyum dan menghampiri adik dan Mamanya tersebut. "Mama sama Kiara dari mana?"

Nabila tersenyum. "Mama jemput adik kamu, terus sekalian jalan-jalan sebentar ya, nak?" Nabila menoleh pada gadis kecilnya.

Kiara mengangguk. "Oh ya Kak, tadi Kiara ketemu sama temen kakak!" seru Kiara dengan wajah sumringah.

Bima melebarkan mata. Ia tahu siapa yang Kiara maksud. Ia pun berjongkok dan mendekat ke telinga adiknya. "Kak Kaila maksud kamu?" tanyanya dengan tersenyum.

Kiara menggeleng.

"Terus siapa?" bisiknya lagi.

Kiara tersenyum dan mendekat ke telinga Bima. "Kak Kana."

"KANA?" teriak Bima membuat adik tersentak kaget.

"Bima, adik kamu sampai kaget tuh," ucap Nabila dan dibalas cengiran kuda oleh Bima.

"Maaf Ma, hehe." Bima menggaruk tengkuknya dan berdiri. "Ma, Bima mau ajak Kiara pergi sebentar boleh?"

"Kemana memangnya?" tanya Nabila penasaran.

"Bima udah janji mau ngajak Kiara jalan-jalan. Sebentar aja. Boleh ya, Ma?" ucap Bima.

Belum sempat Nabila menjawab, Kiara sudah di gendong pergi oleh Bima.

"BIMA! BIMA! BAWA ROTI INI! ADIK KAMU BELUM MAKAN, NAK."

Teriakan Nabila tak di jawab oleh Bima, laki-laki itu telah membawa pergi adiknya beserta kunci mobil.

Nabila menggelengkan kepala dan melangkah masuk. Matanya bertemu dengan suaminya yang kini tengah menatapnya penuh arti.

Nabila menghela napas dan menunduk. Ia sudah tahu apa yang akan terjadi dengannya setelah ini.

-o0o-

"Kakak mau ajak aku kemana, sih?" tanya Kiara di sela-sela perjalanan keduanya.

Bima tersenyum. "Kakak pengen ajak kamu ketemu Kak Kaila."

Kiara melebarkan mata dan tersenyum. "Beneran?"

"Iyalah, Dek. Masa kakak bohong."

"Asik!" seru Kiara membuat Bima tertawa dan mengusap lembut kepalanya dengan gemas. "Memang kakak tahu rumah Kak Kaila?"

Bima mengangguk. "Kakak tadi ngikutin Kana waktu nganterin Kak Kaila pulang."

"Loh, kok bukan Kakak yang nganterin Kak Kaila?"

Bima tersenyum. "Kakak udah keduluan sama Kak Kana."

Kiara tertawa. "Jadi Kak Kana suka juga sama Kak Kaila?"

Bima mengangguk. Detik setelahnya, Kiara tertawa keras akan hal itu.

-o0o-

Kaila mengeluarkan beberapa buru dari dalam tas dan menyusunnya secara rapih di rak buku kesayangannya.

'Tok! Tok! Tok!'

Kaila menghentikan aktivitasnya dan membuka pintu kamar saat mendengar suara ketukan pintu.

"Loh, Tante udah pulang?" tanya Kaila yang melihat Naira sudah berada di hadapannya.

Naira menganguk. "Oh ya Kai, itu di depan kayanya ada tamu."

"Siapa, Tan?" tanya Kaila penasaran.

Naira menggeleng. "Tante gak tahu, Tante belum nemuin. Kamu yang bukain pintu ya. Tante mau ke kamar dulu, mau naruh barang-barang."

Kaila mengangguk dan menutup pintunya. Langkahnya kini menuju ruang tamu dan hendak membukakan pintu. Gadis itu penasaran siapakah yang datang sore-sore begini.

Sesampainya di depan pintu, Kaila meraih gagang pintu dan hendak membukanya.

'Ceklek!'

"KAK KAILA!"

Kaila tersenyum dan langsung memeluk gadis kecil di depannya. "Kiara apa kabar?"

"Kiara baik, Kak. Kakak tahu gak, Kiara kangen banget sama Kak Kaila!" ucap Kiara dan kembali mengeratkan pelukannya pada Kaila.

Kaila terkekeh. "Kok kamu masih pakai baju sekolah?"

Kiara mengangguk dan melepas pelukannya. "Iya, tadi waktu Kiara pulang, langsung di ajak kesini sama Kak Bima." Kiara menujuk Bima di belakangnya.

Kaila terkekeh dan menoleh pada Bima. "Kok lo bisa tahu rumah gue?" tanyanya pada Bima.

"Iya Kak, soalnya waktu Kak Kaila pulang di anterin Kak Kana, 'kan Kak Bima ngikutin dari belakang. Ya 'kan, Kak?" Kiara menaikkan kedua alisnya pada Bima.

Bima tersenyum malu pada Kaila. "Sorry Kai, abisnya setiap gue mau nganterin lo pulang, udah keduluan sama Kana."

Kaila menggelengkan kepala dan berdiri. "Kalian mau minum apa?"

"Gak usah Kak, kita kesini mau ajak Kak Kaila keluar kok," ucap Kiara dan di angguki oleh Bima.

Kaila menaikkan kedua alisnya dan menoleh pada Bima. "Mau kemana memangnya?"

"Ke taman mau gak? Kiara pengen main di taman sama lo katanya," ucap Bima beralasan. Padahal dirinya lah yang ingin bersama dengan Kaila.

Kaila tampak berpikir.

"Gimana, Kak? Mau ya?" bujuk Kiara.

Kaila menoleh pada jam yang tertempel di dinding, lalu tersenyum. "Tapi jangan lama-lama ya?"

Kiara mengangguk. "Asikkk!" serunya membuat Kaila dan Bima tertawa.

"Yaudah, kalau gitu Kakak pamit dulu ya sama Tante Kakak?" ucap Kaila dan hendak menemui Naira.

Namun baru ia berbalik badan, Naira sudah berjalan menghampiri.

Bima tersenyum. "Halo, Tante!"

Naira tersenyum. "Siapa ya?" ucap Naira dengan senyum ramah.

"Tante, kenalin. Ini yang namanya Bima." Kaila memperkenalkan Bima pada Naira.

Naira tersenyum. "Jadi ini yang namanya Bima?"

Bima menaikkan kedua alisnya. "Kok Tante tahu saya?"

"'Kan kamu yang ikut bantu cari Kaila waktu Kaila di culik," jelas Naira membuat Bima tersenyum lebar. "Makasih ya kamu sama Kana udah bantu cari Kaila," lanjut Naira membuat senyum Bima yang sudah merekah pun kembali sirna saat mendengar nama Kana.

"Oh ya Tante, kenalin juga, ini Kiara, adiknya Bima." Kaila menunjuk gadis kecil yang tengah tersenyum.

Naira menoleh dan menatap Kiara dengan senyuman. "Kamu namanya Kiara?" tanya Naira.

Kiara mengangguk.

Naira tersenyum dan menoleh pada Kaila. "Kaya nama adik kamu."

Kaila menganguk membenarkan.

Bima tersenyum mendengarnya. Ia juga tahu jika adik Kaila bernama Kiara. Namun saat ini usia adik Kiara berusia Empat Belas tahun.

"Tante, Tante, Kak Kaila boleh 'kan jalan-jalan bentar sama aku sama Kak Bima?" tanya Kiara pada Naira.

Naira menganguk. "Tentu boleh, sayang."

Kiara tersenyum senang dan menarik tangan Bima dan Kaila untuk pergi.

"Tante, Kaila pergi dulu ya, Assalamualaikum?" seru Kaila dan di angguki oleh Naira.

"Waalaikumsalam."

Naira tersenyum dan memandang gadis kecil yang kini menjadi pusat perhatiannya.

-o0o-

Kana meneguk air putih setelah menghabiskan beberapa kue buatan Omanya yang disebut kue model terbaru. Dan entah mengapa, Kana begitu menyukainya. Rasanya seperti ia kembali ke masa kecilnya, dimana ia selalu menghabiskan kue Omanya setiap pulang dari Sekolah.

"Kamu kenal sama perempuan tadi?" tanya Raisa pada cucunya tersebut.

Kana menaikkan kedua alisnya. "Perempuan yang mana, Oma?"

"Yang tadi ngobrol sama kamu."

Kana membulatkan bibirnya. "Yang sama anak kecil tadi?"

Raisa menangguk. "Kamu kenal?"

Kana menggeleng. "Kana baru tahu kalau dia Mamanya Bima, cowok yang lagi deketin Kaila."

Raisa membulatkan bibirnya.

"Memangnya kenapa, Ma? Kok Oma nanyain Ibu-ibu itu?"

Raisa menggeleng. "Gak papa, Oma kira kamu kenal sama dia."

Kana menyunggingkan senyumnya dan bangkit. "Kana pulang sekarang ya, Ma?"

Raisa mengangguk dan ikut berdiri. "Yaudah, kamu hati-hati ya? Jangan ngebut-ngebut."

Kana terawa. "Sejak kapan Kana bawa motor kebut, Ma."

Raisa terkekeh lalu meraih kotak berisi kue. "Ini kasihin ke Mama sama Papamu ya."

"Siap. Assalamualaikum?"

"Waalikumslaam." Raisa menatap punggung Kana yang berjalan menjauh.

Kana tersenyum pada Susi. "Tante, Kana pulang!"

"Iya, hati-hati!"

Kana merapihkan jaketnya dan berjalan menuju motor. Namun, saat ia sampai di motor, ia melihat sebuah kertas disana.

"Pasti isinya username instagram," ucap Kana yang sudah yakin dengan isi surat itu.

Kana meremas kertas itu dan melemparnya sembarang. "Sorry, gue tipe cowok setia," ucapnya lalu pergi meninggalkan ruko Raisa.

Setelah jauh dan tak terlihat lagi suara motor Kana, Raisa berjalan keluar dan meraih kertas yang sudah Kana buang. Ia membuka kertas itu dan membacanya.

Matanya melebar saat surat itu berada di tangannya.

"Ka— Kaila?"

Raisa menggelengkan kepala. Ia tak percaya dan tak yakin atas ini. Ia segera memasukkan kertas itu ke dalam saku dan masuk ke dalam.

-o0o-

1
Ika Maimunah
q dh 2 at 3 x baca.. tp ko mash suka ? gimana dong ? bner dh habis ini thor cerita ny???😍😍
Ika Maimunah
bagusss baangeeeet.... 😍😍😍😍
☠🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦🍾⃝ͩʟᷞɪͧʟᷡʏͣBinℛᵉˣ
mati aja lu sana Gisell, gak usah sok jadi Hero Lo pelakor
☠🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦🍾⃝ͩʟᷞɪͧʟᷡʏͣBinℛᵉˣ
bege, gue gak meluk dia?
tapi Lo biarin dia, ngizinin dia.
tolol.
Qaisaa Nazarudin
Kan sekarang kamu udah dapat Ken,Mau apa lg..
Qaisaa Nazarudin
Apa Tantenya tau sesuatu tentang Kana??🤔🤔
Qaisaa Nazarudin
Ya salam Elsa,orang sekolah itu belajar,bukan pacaran..🤦🤦
rara ayu
sumpah keren banget novelnya..
alpiaansh
nama ku
Nurmalasari
padahal aku suka babgat sama bima
Nurmalasari
aku suka bima
Bukan mawar🥀
Aku ampe baca novel ini ber ulang ulang lho, saking suka nya, alurnya, karakter tokoh nya, bahasa nya dan semua muanya deh. Love banyak banyak buat author nya
Irwin Mmf
jarang ad persahabatan antara cowok & cewek yg gak main hati
Irwin Mmf
dari Kevin lanjut Kana
Deli Momoidea Pelangiran
😭😭😭😭
Sry Rahayu
penasaran..
Sry Rahayu
mampir ...
Haryani Yuliwulansih
😄😄😄
Fransiska Siba
Alina cemburuan ga jelas, kenapa ga diskusi sama suaminya kalau ada masalah. kalau ada masalah itu dihadapinya dan diskusi sama pasangan jgn ambil keputusan sepihak. Jangan kau lakukan kepada mantan2 mu dlu putusin sepihak tanpa mendengar penjasalan dan seharusnya lo hadapi jgn keegoisan lo anak lo jadi korban sdh cukup Arga dan Dafa dlu korban kamu
Fransiska Siba
sebenarnya ga suka orgnya Plin plan krn gampang pindah ke lain hati seprti Kaila. katanya suka Kana, terus Aji dan terus Bima. org seperi ga bisa setia dan bisa kemungkinan bisa jadi selingkuh, krn org sepeti gampang nyaman dan cari org yg buat nyaman itu mampu buat org cepat pindah lain hati. padahal cinta ga gitu, cinta adalah seburuk dan sebaik apapun org kalau memang ada cinta utk dia pasti akan setia pasangan tidak gampang pindah kelain hati yg bisa buat dia nyaman krn org cari buat dia nyaman berati org itu ga puas dgn pasangannya.
seharusnya Kaila tegas dgn perasaannya kalau ga suka bilang jgn PHP anak org kan pada ujungnya sakitkan kayak Adinda dong tegas dia langsung blg ke Aji dia ga bisa
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!