NovelToon NovelToon
Jalan Pulang

Jalan Pulang

Status: tamat
Genre:Romantis / Supernatural / Spiritual / Kriminal / Tamat
Popularitas:210.9k
Nilai: 4.8
Nama Author: azhar muhammad

Novel ini berkisah tentang pencarian seseorang dalam menemukan Tuhan-nya. Seorang tersebut adalah mantan seorang preman kawakan.
Namanya Hazri. Pemuda asal Jombang, Jawa Timur, itu merantau ke Jogja hanya untuk menuntut ilmu. Tapi, nasib membawanya menjadi ketua geng preman kelas atas ternama di Jogja, Kopen.
Kemampuan tenaga dalam yang dimiliki Hazri membuatnya disegani. Sebagai ketua geng Hazri pun akrab dengan kehidupan super keras dan kejam.
Suatu ketika, ia terpaksa membunuh seorang anggota geng di Jepang. Hal itu membuatnya harus menjalani pelarian selama berbulan-bulan. Dan, selama perjalanan itulah, perjalanan Hazri dalam mencari Tuhan pun dimulai. Dari sekedar risih tidak sholat sedangkan yang lain sholat, Hazri pun mulai menjalankan ibadah wajib tersebut.
Lantas bagaimana kisah selanjutnya? Putus asakah Hazri dalam mencari Tuhan-nya? Bagaimana pula dengan nasib geng Kopen dan anak buahnya?
Simaklah perjalanan sang tokoh dan pergolakan psikologinya. Selamat membaca

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon azhar muhammad, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

23. Tidar

Setelah makan malam, Hazri duduk sendirian di teras depan kos, kebetulan kos Hazri lagi sepi hari ini. Ibu kos sedang pulang kampung untuk beberapa hari ke depan sedangkan tetangga kosnya ada acara di luar. Hazri merenung menunggu para ketua wilayah datang sambil memikirkan garis besar rencananya. Memang ini bukan yang pertama kali mereka merencanakan dan melakukan pencidukan, tapi belum pernah sasarannya orang asing seperti ini. Karena melibatkan orang asing itulah maka Hazri merasa harus lebih hati-hati. Sebab, tidak dapat dipungkiri jika dampaknya akan lebih besar ketimbang yang sudah-sudah.

Walau sudah mahir berbahasa Indonesia karena sudah lama menjadi dosen di kampus biru, Day tetaplah warga negara yang berjuluk sebagai negeri Samurai itu. Dia jelas penjahat karena anggota mafia Jepang, Yakuza, walaupun tidak banyak yang tahu soal itu. Hazri pun tahu informasi ini setelah menyelidikinya baik dari jalanan hingga pejabat berdasi. Sebenarnya, Kopen pernah beberapa kali mengurus kepentingan bisnis Day yaitu penyelundupan baik skala besar maupun kecil ke kampus biru. Tapi, tidak secara langsung karena Day menggunakan perantara mahasiswanya. Beberapa waktu lalu Day langsung yang menghubungi Hazri meminta bantuannya. Sayang sekali, hubungan awal yang bagus awalnya itu ternyata berujung mengenaskan.

Suara Michael Jackson dari salah satu best albumnya yang diputar di HPnya, sayup-sayup terdengar menemani malamnya. Walau tidak  terlalu paham  bahasa Inggris, tapi lagu itu mudah diresapi rasanya. Tanpa terasa dia mengangguk-angguk mengikuti irama. Tidak lama berselang Romi datang bersama Simon. Menyusul kemudian Ajay, Sapri, Bagas dan Tomi datang sendiri-sendiri. Lengkap sudah mereka sekarang.

Sobir sudah tidak bersama mereka. Pemuda Jember yang kalau bicara seperti pujangga itu mengidap penyakit kronis. Entah apa nama penyakitnya, yang jelas perlahan tapi pasti kondisi fisiknya terus merosot hingga akhirnya meninggal dunia sekitar tahun keempat Hazri memimpin Kopen. Posisinya digantikan oleh Bagas sesuai pesan terakhir Sobir kepada Hazri sebelum meninggal.

Wahyu juga sudah meninggal. Belum terlalu lama, baru dua tahunan lalu. Tragis, batang besi yang maksudnya akan dibengkokkan dengan kekuatan dada dalam atraksi silat itu ternyata benar-benar menerobos dadanya. Menurut cerita, pada waktu atraksi itu Wahyu sedang dalam keadaan mabuk, dan dia tidak bisa menolak permintaan teman-teman grup silat kampungnya untuk ikut pentas. Menggantikan personil mereka yang tiba-tiba berhalangan datang. Kebetulan tempat pentasnya tidak jauh dari terminal bus antar kota, markas Wahyu dan teman-temannya. Karena mabuk bacaan mantranya tidak sempurna mungkin. Jadilah batang besi itu sukses menerobos dadanya. Semua sedih, pergi sudah kawan yang memiliki logat lucu  saat bicara itu.

Hazri mengangkat Sapri untuk menggantikan Wahyu. Dia yang dianggap Hazri terbaik dari pada lainnya di situ. Seperti Wahyu, hampir semua anak buahnya lucu-lucu untuk ukuran seorang preman. Entah itu dari wajahnya, entah bicaranya, entah tingkahnya. Entah mengapa begitu. Barangkali karena dasarnya mereka adalah preman terminal, bermacam kalangan dari berbagai asal daerah tumplek blek di situ, yang sama cuma soal mabuk. Kalau bisa maunya mereka teler terus. Hazri menganggap Sapri adalah yang terbaik dari semua kekacauan peninggalan Wahyu. Betapa pun uniknya warisan itu, Hazri tetap menyayangi mereka. Dengan cara preman tentunya.

Merokok sudah, minum bir juga sudah, maka rapat pun dimulai begitu saja tanpa formalitas pembukaan. Hazri menceritakan semua kejadiannya, mulai dari Day yang menghubunginya sampai kejadian yang menimpa Ridwan. Di antara anak buah utamanya, yang tahu masalah ini baru Romi karena memang kerjaan ini garapannya Romi. Hazri biasanya membagi job diantara mereka sehingga tidak akan tumpang tindih. Walau demikian, pada dasarnya semua job Kopen adalah milik bersama. Pembagian tadi hanya masalah teknis pelaksanaan.

“Begitulah. Day datang langsung kepadaku minta bantuan, kita kerjakan dengan baik. Ternyata di ujung-ujung dia malah mempermainkan kita. Ridwan pun harus meninggal karena ini...,” jelas Hazri.

Romi menunduk, teringat Ridwan yang merupakan orang kepercayaannya di Baret. Lalu, muncul bayangan kakek dan kakak perempuan Ridwan. Muncul pula bayangan para anggota Kapri saat mengeroyok dia dan Ridwan. Marah, kesal, sedih, campur aduk menjadi satu. Dendam Romi kepada Kapri pun kian membara di hati. Naik hingga ke ubun-ubun.

“Jadi, tiga puluh persennya dua miliar yang menjadi hak kita itu sampai sekarang belum jelas, Bang?” tanya Ajay dengan nada geram.

Hazri mengangguk. “Malah kita yang sudah ngeluarin uang dua ratus juta untuk para aparat. Memang aku dengan Day sepakat, uang aparat kita yang talangin terlebih dahulu. Nanti akan diganti utuh di luar yang tiga puluh persen tadi. Dosen biadap!...Ngomongnya aja ternyata yang selangit.” semuanya tahu kalau Day hanya menggunakan label dosen sebagai penyelubung dirinya.

“Bukannya kita dulu sudah pernah beberapa kali ngurusin urusannya Day ini?” tanya Ajay lagi. Dia ingat beberapa kali Kopen pernah menyelundupkan barang ke kampus biru dan kabarnya orang dibalik itu bernama Day. Dan, yang terakhir belum setahun yang lalu, satu truk box alat keselamatan kebakaran berhasil di selundupkan ke kampus biru.

“Benar,” kata Hazri, “Tapi itu semua memakai perantara mahasiswa dalam, dan urusan kita hanya sampai ke perantaranya. Lancar itu. Eh, giliran langsung sama orangnya malah berantakan. Waktu itu kupikir bakalan lebih bagus. Walaupun tidak dipungkiri kita akan mendapat bagian lebih banyak untuk kerja yang sama. Masalahnya di sini, Day telah mengkhianati kita.”

“Kurang ajar!” umpat Ajay kesal setelah mendengar penjelasan Hazri.

“Abang, masih mau yang tiga puluh juta itu?” tanya Tomi.

Hazri tersenyum, “Yang aku inginkan hanya dia mati di sini!...tiga puluh persen sudah tidak ada artinya dengan sebuah pengkhianatan seperti ini. Day, harus membayar semuanya dengan kematiannya.”

Semua setuju dengan keputusan Hazri.

“Baiklah, begini semuanya...” Hazri mulai menjelaskan rencananya.

“Supaya senyap, biar anak-anak Baret yang bergerak. Yang lainnya bersiap di markas masing-masing, tapi tidak perlu dikasih tahu kenapa. Pokoknya semua harus tetap waspada dan jangan mabuk dulu. Buat jaga-jaga kalau ada apa-apa. Mengerti?” perintah Hazri

Semua ketua wilayah yang hadir mengangguk paham.

“Kita akan ringkus Day di warkop Blandongan , aku sudah atur. Rom, bawa dua puluh pasukan Baretmu yang terbaik. Setelah Day diringkus, aku mau markas si Kapri di kampus orange kita sapu bersih. Hajar dan habisi mereka di kandangnya, obrak-abrik semuanya. Bunuh! Tapi, jangan bakar. Kuulang jangan membakar! Ajay dan Sapri yang akan pimpin serangan di kampus orange.”

Romi, Ajay, dan Sapri mengangguk.

“Pasukan aku mau dari orang-orangmu, Pri, soalnya anak buahmu paling gampang disamarkan identitasnya. Sekalian saja, kayaknya mereka juga sudah tahu kalau kita ada masalah. Mau pakai berapa orang, kamu dan Ajay yang tentukan sendiri. Pokoknya kandang si Kapri lebur..! kalian berdua juga makai samaran, wajah kalian mungkin dikenal mereka. Intinya, aku mau seolah-olah bukan anak Kopen yang melakukan ini. Paham?”

Ajay dan Sapri manggut-manggut mengerti.

Tomi membagikan bir kaleng lagi.

“Kalau ke warkop, si Day pakai pengawal nggak, Bang?” tanya Romi.

“Kabarnya iya. Dikawal dua orang, kemungkinan salah satunya adalah orang yang menyebabkan Ridwan meninggal.”

Romi terbelalak. “Hah? Orang yang membunuh Ridwan juga ikut? Bagus! Biar kuhabisi mereka sekalian...” kata Romi geram.

“Bunuh semua pengawalnya! sisakan Day.” Hazri ikut geram.

Romi tersenyum sinis, sorot matanya mengisyaratkan hawa pembunuhnya telah muncul setelah sekian lama tertahan. Tangannya mengepal dengan kuat.

“Ada satu persoalan lagi...,” kata Hazri. “Ke mana kita akan bawa Day nantinya? Aku masih belum ada ide. Bagaimana menurut kalian?”

“Ke tempatku saja, Bang.”  kata Tomi.

“Justru itu, jangan ke tempat kita. Aku mau kejadian ini seolah nggak ada hubungannya dengan Kopen. Menurutku, tempat-tempat di Jogja kurang cocok untuk keperluan ini. Bagusnya kurasa di luar Jogja yang aman, tersembunyi, dan nggak ada jejak premannya. Tapi, jangan kejauhan, biar gampang.”

Semua hening berpikir.

“Ada kampung di Magelang, namanya Tidar...,” Bagas buka suara.

Semua mata langsung mengarah ke Bagas. “Kukira ada tempat di sana, Bang,” katanya.

“Kok kamu bisa tahu daerah sana, Gas?” tanya Hazri.

“Eemm, aku ada istri di situ,” Bagas cengar-cengir.

“Wuihh,,,preman dapat gadis desa nih, Gas...?” Tomi menambahi.

Tawa pun mencairkan suasana, Bagas tetap cengar-cengir.

“Menurutmu ada tempat di sana?” tanya Hazri lagi.

“Iya, Bang, tapi baiknya Abang cek dulu.”

“Oke, besok antar aku ke sana. Bagaimana?”

Bagas pun mengangguk mengiyakan.

Pembicaraan masih terus berlanjut hingga beberapa jam ke depan, sampai semua hal pokok dalam rencana itu telah tersepakati.

“Jadi, begitulah. Romi ambil Day, Ajay dan  Sapri serbu kampus orange, aku dan Bagas urusan Tidar. Kamu Simon, sama Tomi, pegang kendali Jogja, sementara yang lain tetap waspada. Jelas?” kata Hazri.

“Jelas, Bang..,” jawab mereka serempak.

“Siapkan apa yang menjadi tugas masing-masing. Aku kasih kalian waktu dua hari mulai besok. Masing-masing nanti lapor ke aku paling lambat lusa malam.”

Mereka pun mengangguk.

Malam kian larut. Hazri pun menyudahi rapat tersebut.

Secuil kopi

Gunung Tidar berada di tengah-tengah Kabupaten Magelang yang sangat lekat dengan kisah legenda tentang pertempuran Sabdo Palon dan Syekh Subakir. Nama Tidar dalam Gunung Tidar berasal dari gabungan kata Mati dan Modar. Hal ini merujuk pada sisi mistis Gunung Tidar yang sangat luar biasa, sehingga kalau ada yang berkunjung ke gunung ini kalau tidak mati ya modar.

Terletak di ketinggian 503 mdpl, Gunung Tidar sebenarnya lebih cocok disebut sebagai bukit dibandingkan gunung. Dalam sejarah perjuangan bangsa, Gunung Tidar memiliki peranan yang sangat penting. Di Lembah Gunung tidar terdapat Akademi Militer sebagai Kawah Candradimuka yang mencetak perwira pejuang Sapta Marga, berdiri sejak 11 November 1957.

Legenda Paku Tanah JawaMasyarakat Jawa sangat meyakini bahwa Gunung Tidar adalah paku bumi yang menyeimbangkan Pulau Jawa. Konon, dahulu Pulau Jawa berbentuk menyerupai perahu yang bergejolak dan dapat sewaktu-waktu terbawa arus laut. Pulau Jawa awalnya dihuni oleh berbagai jenis jin yang sangat kuat yang pusat kerajaannya berada di Gunung Tidar. Punduduk Pulau Jawa saat itu dikenal sangat sakti, memiliki ilmu kanuragan yang tinggi karena bersekutu dengan bangsa jin.

Suatu ketika datang utusan berilmu tinggi dari daratan Persia yang bermaksud mensucikan Pulau Jawa dengan menyebarkan agama Islam, utusan tersebut bernama Syekh Subakir. Syekh Subakir terlebih dahulu menancapkan sebuah tombak raksasa di Gunung Tidar untuk menyeimbangkan Pulau Jawa sekaligus mengusir jin-jin yang terlanjur berkuasa menyesatkan manusia.

Tombak berhasil tertancapkan, bangsa jin yang terusir dan melarikan diri ke wilayah utara serta selatan Pulau Jawa. Sabdo Palon yang mengasuh Pulau Jawa kemudian menampakkan diri dan menantang bertarung Syekh Subakir. Perkelahian berlangsung seri, Syekh Subakir menjelaskan maksud kedatangannya. Sabdo Palon memahami dan memberikan ijin atas niat yang akan dilakukan oleh Syekh Subakir.

1
Herybae Hery
tanks thoor
ryye🌾
klo nama knp typo mulu,thor..agak ngelag jdiny..selebih ny sih ok bgt jln crita ny🙏
ryye🌾
haii.othor .numpang baca di 2025..
Agus anas
cerita ini mirip novel Kun fa yakun, cuma beda nama pemeran
Fatur Rohman
berat... tp nambah ilmu
Arsi Oke
Luar biasa
Fatur Rohman
sambil baca cerita, belajar sosiologi... mantap
Fatur Rohman
vrije man artinya apa thor?
Abi Uung
lanjut !!! semakin menarik
Abi Uung
luar biasa ceritanya,lanjut bro
Abi Uung
lanjut,mantap ceritanya
Abi Uung
mantap
Abi Uung
bagus ceritanya
Samsul Rijal
Luar biasa
Ricky Fajar
klo boleh tau penuliS nya toriqoh apa ya
Indri
di tunggu thor kelanjutan nya
Bundanya Pandu Pharamadina
terkenang waktu itu
Bundanya Pandu Pharamadina
like
favorit
👍❤
Ridho Widodo
bagus tentang hidup ini
Ridho Widodo
authornya rumahnya di mana..bisa tidak jadi murid sy....
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!