Super Rich Man!
Kisah cinta yang sudah biasa malang melintang di dunia pernovelan, mula dari CEO hingga datangnya orang ketiga.
Selamat membaca kisah Ariana dan Reykhel, 🥰
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon La_Sha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Hampir Menampar
Usai berbincang kini waktunya pelayan Min mengajak Ariana untuk Travelling di dalam rumah mewah nan besar ini.
"Kita mau ke mana?"
"Saya akan menunjukkan kamar tuan muda terlebih dahulu, nona... setelah ini kita akan ke dapur untuk membuat teh madu kesukaan tuan muda."
"Oh, iya..."
Wah, siapa yang akan menyangka jika di hari pertamanya datang akan di bawa ke kamar suaminya.
Keduanya pun melangkah bersama keluar dari kamar, menapaki anak tangga menuju lantai dua.
Sebenarnya Ariana masih ingin bertanya sesuatu tetapi tidak jadi, dia memilih untuk memendamnya sendirian saja.
"Ini adalah kamar Tuan muda," ucap pelayan Min seraya membuka pintu kamarnya, besar dan luas.
Jika mereka tidur bersama mungkin saja mereka bisa main lari-lari di dalam, Ariana bahkan sampai terkesiap melihatnya.
"Min, kamarnya bisa seluas ini?" tanya Ariana dengan lirih tapi lebih terdengar seperti gumaman.
"Nona mengatakan sesuatu?"
"Mmmm ... tidak, hehe..."
Setelah puas memandangi kamar besar nan mewah ini barulah mereka turun ke lantai satu.
"Kita akan beralih ke dapur, Nona."
Ke dapur, dan akan belajar cara membuat teh madu. Lalu, setibanya di dapur pelayan Min benar-benar mempraktikkan cara membuat teh madu itu seperti apa.
"Tuan muda Reykhel sangat menyukai teh madu, tanpa gula, Nona harus mengingatnya. Jangan sampai karena hal sepele membuat Tuan muda menjadi marah."
"Apakah sebelumnya pernah ada yang melakukan kesalahan karena hal itu?"
Pelayan Min pun mengangguk, "Pernah,"
Mungkin hanya di hukum ringan saja, itu yang ada di dalam pikirannya sebelum apa yang di katakan pelayan Min membuatnya menelan sekuat-kuatnya.
"Dan, Tuan muda mematahkan tangannya!"
Keringat dingin mendadak menetes dari pelipisnya, seolah terjun bebas begitu saja.
Ruang udara di sekitarnya serasa panas, membuat Ariana seketika kembali merinding. Membayangkan tangannya di patahkan, ah tidak!
Glek!
Ariana menelan kuat.
"Nona tidak perlu khawatir, Tuan muda tidak akan marah ataupun menghukum seseorang jika Tuan muda tak di buat marah."
Bagaimana aku bisa menjadi tenang saat tahu siapa pria yang aku nikahi, konyol...
Dari ambang pintu dapur Reykhel datang meneriaki Ariana.
"Ariana!"
Sontak saja gadis itu terlonjak kaget saat mendengar suara bariton yang nyaring, mengejutkan, hampir membuat jantungnya melompat keluar.
Jantungnya seketika berdegup kencang karena gugup setengah mati, membuat gelas yang ada di tangannya pun jatuh.
Dia menoleh melihat suaminya yang terlihat emosi, lalu kembali menelan.
"Kau ini punya telinga atau tidak? Aku memanggilmu dari tadi, dan kau malah asyik di dapur bergosip!" pekik Reykhel meradang, rahangnya terlihat mengeras dengan mendelik kan mata yang tajam.
"Ma- maafkan saya, Tu- tuan... saya tidak sedang bergosip." tutur Ariana sedikit gemetar.
"Tuan muda, Nona sedang mempelajari membuat teh madu kesukaan Tuan muda." imbuh pelayan Min, yang langsung membuat napas Reykhel panas.
"Siapa yang bertanya padamu?!" tandas Reykhel menatap tak suka, dia mendekat dan hampir menampar pelayan Min akibat kelancangan nya.
Namun terhenti pada saat Ariana yang mendadak berdiri di antara mereka berdua, dia memejamkan erat kedua matanya seraya memalingkan wajahnya ke arah kiri.
"Jangan tuan muda, tolong hentikan!" pinta Ariana, dia pasrah jika seandainya tangan Reykhel yang mendarat tepat di pipi mulusnya.
Paling tidak, stempel lima jari itu akan hilang setelah dua atau tiga hari.