NovelToon NovelToon
Istri Tomboy Tuan Muda

Istri Tomboy Tuan Muda

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Tamat
Popularitas:3.6M
Nilai: 4.9
Nama Author: Azra ziya

Arabella Elisa Jodie, gadis tomboy dengan segudang keahlian, pandai beladiri dan menyukai kebebasan. Memiliki beberapa sahabat pria yang sudah akrab dengannya sejak bertahun lamanya.

Bagaimana bila tiba-tiba Ara harus terpaksa menjadi seorang istri?
Istri dari tuan muda tampan yang sejak kecil sudah memiliki kehidupan berkelas.


"Apa dia wanita?" (Dilano Danuarta)

"Dia terlalu mulus untuk ukuran seorang pria matang." (Ara)

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Azra ziya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Harus Memilih

Sikap emosional keduanya yang tidak terkontrol sebelumnya, kini berganti dengan rasa gugup yang mulai mendominasi.

Sentuhan tangan Ara di dada bidangnya membuat Lano panas dingin.

Sedangkan Ara yang masih tak sadar dengan kenakalan jari-jarinya malah fokus menatap wajah sang suami yang terlihat begitu tampan dari bawah.

Tinggi badan keduanya yang berbeda hampir 30 centi membuat Lano rasanya sudah tak sabar untuk menggendong tubuh kecil itu, tapi entah kenapa ia merasa belum yakin akan perasaannya sendiri.

Apa dia sudah menerima Ara sebagai istrinya? Bagaimana kalau mereka melakukan hubungan yang lebih dalam tapi tanpa rasa cinta?

Sedangkan Ara, tak jauh berbeda. Dia masih belum tau kenapa ia merasa sangat ingin memegang tubuh yang terasa hangat itu?

Apa hubungan suami istri itu harusnya seperti ini? Saling menempel dimana pun seolah tak terpisahkan?

Ara bahkan belum sepenuhnya mengerti bagaimana harusnya menjadi seorang istri. Yang ia rasakan sekarang hanyalah mengikuti naluri saja. Kagum akan mahakarya di depannya dan tanpa sadar terhipnotis oleh pesona tersebut.

"Apa ini?" Ara merasakan sesuatu yang tidak biasa. Sesuatu yang mengganjal di perutnya.

Terkejut, Lano yang semula terbawa suasana kini menjadi salah tingkah. Pelan ia menjauhkan tubuh Ara dari tubuhnya.

"Jangan pedulikan!" Lano membalik badan. Merasa malu karena ternyata senjata kebanggaannya bereaksi hanya dengan berada di dekat Arabella.

"Kakak normal ternyata." Ara menutup mulutnya menahan tawa. Padahal dia juga hampir saja tenggelam dalam pesona suaminya tadi. Namun kepolosan gadis tomboy itu merusak suasana yang mulai memanas tadinya.

"Tau apa kamu?" Lano bergegas masuk ke dalam kamar mandi. Malu, itulah yang ia rasakan.

Ara menghela napas panjang setelah Lano hilang di hadapannya.

Degupan jantungnya sedikit tak terkendali. Namun ia berusaha sekeras mungkin mengendalikan dirinya.

"Apa aku harus tanya Bara kenapa kami bertingkah aneh saat berdekatan?" Gumam Ara sembari naik ke atas tempat tidur.

Hanya Bara yang mampu menjawab rasa penasaran gadis itu. Karena Ara begitu terbuka dengan pria yang sebenarnya diam-diam menyimpan perasaan yang entah sudah sedalam mana padanya.

Namun sikap tidak peduli Ara membuat Bara hanya ia pandang sebagai seorang sahabat yang peduli, baik dan dewasa. Hingga kenyamanan itu ia rasakan saat di dekat Bara. Tanpa sadar si pria berharap lebih padanya.

***

Pagi menyapa semua manusia yang terlelap. Namun pagi berbeda tiba-tiba terjadi di rumah besar. Ara turun dari tangga rumah besar. Menyapa semua pelayan dengan pakaian kerja yang sudah rapi.

Hari ini dia memutuskan akan berperan sebagai asisten pribadi suaminya lagi. Gadis itu harus lebih dulu bangun dari pada tuan rumah pikirnya.

Ara menghampiri pelayan yang biasa melayani Lano.

"Pak, mulai sekarang bapak tidak usah melayani Tuan Lano lagi, karena sekarang itu tugas saya."

Pelayan pria itu tersenyum senang. Dia pikir tuan mudanya sudah mendapatkan istri yang sempurna, jadi dia tidak perlu mengkhawatirkan dan mengurus keperluan tuan mudanya itu lagi.

Padahal Ara hanya menjalankan tugasnya sebagai asisten pribadi. Melayani sang tuan mudanya dengan sepenuh hati.

"Pagi Mommy, Daddy dan Nona kembar," sapa Ara pada mertua dan adik iparnya yang sudah turun dari atas dengan penampilan yang juga sudah rapi.

"Pagi kakak ipar," sahut Kila dan kira kompak.

"Pagi menantu cantik Mommy." Sofia tak kalah antusias menyambut kehadiran menantunya pagi ini sembari menggandeng tangan suaminya dengan mesra. Sofia dan Dilan memang selalu terlihat mesra meski usianya tidak muda lagi.

Hingga tiga kembar 'S' selalu dibuat cemburu oleh pasangan yang sudah di karuniai empat orang anak tersebut.

Pagi pertama Arabella di rumah besar.

Satu-persatu keluarga barunya duduk di meja makan. Sedikit riuh karena masih ada ketiga saudara perempuan Lano yang rencananya akan kembali mencari ilmu dan pengalaman di negara orang tiga hari lagi.

"Pak Harun, Pak ... kenapa pagi ini pilihan pakaian kerja saya sangat aneh?" Lano turun dari tangga dengan tergesa-gesa. Masih mengenakan kaos dan celana pendek.

Semua orang menoleh ke arah Lano.

Ara yang sadar bahwa itu adalah pilihannya, bergegas menarik tangan suaminya agar masuk kembali ke dalam kamar. Jangan sampai Lano membuatnya malu.

"Ada apa, Ara?" Heran Lano melihat Ara menarik tangannya.

"Aku yang sudah memilihkan baju kerja Kakak pagi ini." Menapaki anak tangga dengan cepat.

"Kenapa jadi kamu?" Masih belum mengerti dengan kelakuan istrinya.

"Mulai sekarang aku akan mengurusi semua keperluan Kakak setiap hari, termasuk menyiapkan pakaian Kakak." Menutup pintu kamar.

Lano menempelkan telapak tangannya di dahi Arabella.

"Akhirnya kamu bisa berperilaku seperti perempuan dan istri."

"Ini tugas asisten pribadi, Kak. Jangan harap aku akan menjadi istri Kakak sesungguhnya."

"Benarkah? Apa kamu yakin?" Lano mendekati Ara. Mengunci tubuh kecil Ara dengan tubuh kekarnya. Menempel di dinding kamar.

"Tentu saja." Mengangkat dagu. Merasa tidak terintimidasi.

"Aku ingin coba." Sedetik Lano menempelkan bibirnya di pipi Ara. "Bagaimana?"

Ara mengangkat sudut bibirnya. "Aku tidak merasakan apa-apa."

"Kalau ini?" Kali ini ciuman di dahi.

"Maaf Tuan Muda, Anda belum berhasil.

Arabella masih berdiri tenang.

"Ini?" Hidung mungil Ara menjadi bahan percobaan.

Menggeleng dengan cepat. Sama sekali tidak terpengaruh.

Lano berhenti tepat di depan bibir istrinya. Apa jika aku menyentuh ini, akan berhasil?

Namun tiba-tiba Ara sudah lebih dulu mencuri ciuman pertamanya.

"Wow ... ternyata seperti ini rasanya." Ara memegang bibirnya yang baru saja ia tempelkan pada bibir Dilano. Rasa yang belum pernah ia rasakan selama ini.

"Berani sekali kamu?!" Kaget Lano karena Ara bisa dengan berani melakukan hal itu padanya.

"Biasa saja, Kak. Bukankah itu wajar dilakukan oleh pasangan suami-istri?"

"Bukannya kamu bilang bahwa kita bukan suami istri sungguhan?" Lano mundur perlahan. Bagaimana ucapan Arabella bisa berubah-ubah hanya dalam hitungan jam.

"Ara hanya penasaran, Kak. Jujur ini pertama kalinya untukku." Senyum tipis ia berikan pada Lano. Tak ada rasa bersalah.

"Jangan pernah mencoba jika kita benar-benar belum bisa menerima pernikahan ini." Lano masuk ke ruang ganti. Ia takut bahwa mereka berdua terdorong untuk saling menyentuh hanya karena napsu bukan karena rasa cinta yang sudah tumbuh.

Ara terdiam mendengar penuturan Lano. Benar, mereka tidak bisa melakukan hal yang lebih jauh jika mereka sama-sama belum mengerti apa yang sebenarnya mereka rasakan.

Sejak awal, mereka melakukan hubungan serius ini karena dorongan kedua orangtua.

Bukan karena keinginan mereka sendiri.

Ara keluar dari dalam kamar. Memutuskan menunggu Lano di bawah saja. Gadis itu berjalan pelan. Perasaannya menghangat saat melihat mertua dan iparnya sedang bercengkrama di meja makan.

"Maafkan putra Mommy ya, Ara. Lano memang selalu cerewet kalau urusan pakaian." Sofia tersenyum ke arah menantunya. Pak Harun sudah menjelaskan kalau mulai hari ini semua kebutuhan Lano, istrinya yang mengurusi.

"Iya, Mom. Tidak apa-apa," ucap Ara.

"Tapi Daddy yakin kamu bisa mengatasi Lano." Dilan tak kalah bangga dengan menantunya.

"Betul Ara, Kak Lano itu akan menjadi suami takut istri nantinya." Syahira tersenyum sembari menepuk pundak Ara.

Pemandangan yang membuat Ara serba salah. Haruskah ia membangun perasaan lebih pada Lano?

Meninggalkan kebebasan yang pernah ia rasakan?

Beginikah tugas seorang istri? Harus mementingkan keluarga dan suaminya lebih dulu ketimbang kesenangan pribadinya.

Ara masih bimbang untuk memilih.

***

~Selalu dukung Author ya!!

Lop lop untuk yang masih mengikuti cerita Ara & Lano.

1
Angelica James
namanya temankuu 😄
Ran Aulia
Luar biasa
Qaisaa Nazarudin
Harusnya dr awal kamu jujur, Kalo seandainya dr awal udah jujur mungkin gak ada adegan surat cerai dan pengajuan cerai waktu itu..
Qaisaa Nazarudin
Bara aja..
Qaisaa Nazarudin
Kalo aku jadi Ara mending milih Lano yg sudah Sah2 suaminya dan juga masih suci,Dari harus kamu yg sudah jadi barang bekas,banyak Jalang..
Qaisaa Nazarudin
Mmg harusnya begitu,Harusnya Lano bisa mengalah membujuk Ara saat Ara marah,Bukannya dia juga ikutan emosi,Dua2 nya egois..
Qaisaa Nazarudin
Bagus Lano,Biar Ara bisa berpikir jgn mau ikuta dgn keras kepala nya,Sekali2 kadih dia pelajaran..
Qaisaa Nazarudin
Cih dasar Egois..Dia aja seenak jidatnya berdekatan dgn pria lain,Tanpa memikirkan perasaan suaminya,Terus kenapa sekarang kamu marah Lano berdekatan dgn wanita lain..🤦🏻‍♀️🤦🏻‍♀️🤦🏻‍♀️
Qaisaa Nazarudin
Walau pun Ara juga memiliki rasa ke Bara tapi Ara harus ingat kalo sekarang Lano lah SUAMINYA,Apapun alesan mereka menikah,Ara tdk seharusnya seperti itu bersikap ke Lano,,,Lano juga gak ada manis2 nya Ke Ara..
Qaisaa Nazarudin
Iler…Ternyata hanya mimpi,omg aku pikir beneran Ara kek gitu agresifnya 😂😂
Qaisaa Nazarudin
Gak usah ngajak Lano duel, yg ada ntar belum apa2 dia yg trrkencing duluan dicelana,,udah kayak opa2 korea aja ngandalin tampang doang,😂
Qaisaa Nazarudin
Astaga Lano langsung tdk mencermin kan sikap seorg cowok keren. Udah kayak cewek aja maunya hanya naik mobil, karena takut penampilan nya berantakan..
Qaisaa Nazarudin
Ternyata Bara mencintai Ara dlm diam..😔
Qaisaa Nazarudin
Nah kan ku bilang juga apa,Ini semua sudah di rencakan👏🏻👏🏻👏🏻👍🏻👍🏻😂
Qaisaa Nazarudin
Kenapa Feeling ku mengatakan kalo ini rencana para ortu, Kan Dilan maunya Ara yg jadi mantu bukannya Gisela..
Qaisaa Nazarudin
Wkwkwk mampus kau Lano akhirnya ditolak dan di permalukan oleh cewek pilihan mu 👏🏻👏🏻👏🏻👎🏻👎🏻
Qaisaa Nazarudin
wkwkwwk yg ada saat ketemu ntar malah bagai tom and Jerry..😂😂😜😜
Qaisaa Nazarudin
Calon ibu dari anak2 kamu tuh 🤣🤣😜😜
Qaisaa Nazarudin
Waahh pertemuan yg paling mengesankan, kenangan yg paling hak bisa di lupakan 🤣🤣🤣
Qaisaa Nazarudin
Dan sekarang doa kamu di kabulkan dapat calon istri yg gak suka pake rok minim 😀😀😜
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!