NovelToon NovelToon
ISTRI RAHASIA SANG MAFIA

ISTRI RAHASIA SANG MAFIA

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / CEO / Nikah Kontrak
Popularitas:1.3k
Nilai: 5
Nama Author: Jefika Isabell

“Dia menikahiku untuk menyelamatkan kerajaannya. Aku menikahinya untuk menyelamatkan keluargaku. Namun, tak satu pun dari kami menyadari bahwa cinta akan menjadi pengkhianatan paling berbahaya.”

• Dante Alessandro Vieri (32 tahun): Bos mafia Italia yang tampan, gagah, bermata biru safir, dingin, penuh perhitungan, dan tidak pernah memaafkan pengkhianatan. Di balik kekuasaannya, ia menyimpan luka lama yang membuatnya tidak percaya pada cinta.

• Bianca Elena Laurent (24 tahun): Gadis cantik keturunan Spanyol dan Timur Tengah, bermata cokelat keemasan, berambut hitam panjang, cerdas, berani, serta memiliki harga diri yang tidak mudah dihancurkan. Ia tidak pernah membayangkan akan menjadi istri rahasia seorang mafia.

• Luciano Vieri: Adik tiri Dante yang menginginkan takhta keluarga.

• Isabella Moretti: Perempuan dari masa lalu Dante yang menyimpan rahasia tentang kematian ibunya.

• Adrian Laurent: Kakak Bianca yang menghilang setelah membawa sebuah dokumen berbahaya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Jefika Isabell, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 23 — Darah yang Sama, Dendam Berbeda

Ruangan itu mendadak terasa begitu sempit.

Bianca masih memegang map merah dengan kedua tangan gemetar. Matanya tidak lepas dari nama yang tertulis di halaman terakhir.

DANTE ALESSANDRO VIERI.

Ia membacanya sekali lagi, berharap matanya salah melihat.

Namun, tulisan itu tetap sama.

“Jelaskan kepadaku,” ucap Bianca lirih. “Mengapa namamu tertulis sebagai bayi kedua?”

Dante berdiri membeku di hadapannya. Wajahnya sulit dibaca, tetapi Bianca bisa melihat rahangnya mengeras.

“Aku tidak pernah melihat dokumen itu sebelumnya.”

“Jadi kau tidak tahu?”

“Aku tahu ayahku menyimpan banyak rahasia. Tapi aku tidak tahu ada catatan seperti ini.”

Isabella menyela dengan suara pelan.

“Dante, kau harus mengatakan semuanya sekarang.”

Dante menoleh tajam.

“Jangan ikut campur, Isabella.”

“Aku sudah terlalu lama diam. Lihat apa akibatnya!” Isabella menunjuk dokumen di tangan Bianca. “Kalian berdua terus mencari kebenaran, tetapi tidak pernah menyadari bahwa orang yang paling dekat dengan kalian mungkin justru menjadi bagian dari rahasia itu.”

Bianca memandang Isabella.

“Apa maksudmu? Apakah Dante dan aku memiliki hubungan darah?”

Isabella terdiam.

Dante segera melangkah mendekati Bianca.

“Tidak. Dengarkan aku. Kita belum tahu apakah dokumen ini asli atau sengaja dibuat untuk menyesatkan kita.”

Bianca mundur satu langkah.

“Jangan mendekat dulu.”

Dante berhenti.

Kalimat sederhana itu terasa lebih menyakitkan daripada peluru.

“Aku membutuhkan waktu,” kata Bianca dengan suara bergetar.

“Aku mengerti.”

Namun, tatapan Dante menunjukkan bahwa ia sama sekali tidak baik-baik saja.

Isabella mengambil sebuah kursi dan duduk perlahan.

“Aku mengenal ayahku, Rafael Moretti, sebagai seorang dokter. Tetapi setelah kematiannya, aku menemukan banyak dokumen yang menunjukkan bahwa dia terlibat dalam sesuatu yang jauh lebih besar.”

“Termasuk kelahiran kami?” tanya Dante.

Isabella mengangguk.

“Rafael pernah bekerja di rumah sakit tempat Elena melahirkan. Dia bukan hanya dokter yang menangani Elena. Dia juga membantu Alessandro mengatur pemindahan salah satu bayi.”

Bianca menatapnya.

“Bayi yang mana?”

“Itulah yang tidak pernah dijelaskan ayahku. Dalam catatannya, ada dua nama yang terus muncul: Dante Vieri dan seorang bayi perempuan tanpa identitas.”

Dante mengerutkan kening.

“Lalu mengapa nama Bianca ada dalam dokumen itu?”

Isabella menunduk.

“Karena seseorang mengubah catatan kelahiran setelah kejadian malam itu.”

Bianca memejamkan mata.

“Jadi selama ini hidupku hanya permainan orang-orang dewasa?”

“Tidak, Bianca,” jawab Isabella. “Aku tidak percaya Elena akan membiarkan seseorang menyakitimu dengan sengaja.”

“Kalau begitu, siapa yang menukar bayi-bayi itu?”

Isabella menggeleng.

“Aku belum tahu.”

Dante mengambil map dari tangan Bianca, tetapi tidak memaksanya melepaskan.

“Kita akan menguji dokumen ini. Aku akan menghubungi rumah sakit dan mencari arsip aslinya.”

Bianca menatapnya.

“Dan Adrian?”

“Kita akan menemukannya.”

“Jangan hanya mengatakan itu. Dia sedang berada di tangan orang-orang yang ingin menggunakan kita.”

Dante mengangguk tegas.

“Aku tidak akan berhenti sampai dia kembali.”

Beberapa jam kemudian, Dante berada di ruang kerjanya bersama Marco.

Di atas meja terdapat salinan dokumen kelahiran yang ditemukan Bianca.

“Cari dokter yang menandatangani catatan ini,” perintah Dante.

Marco memeriksa berkas.

“Nama dokter yang tercantum adalah Rafael Moretti. Tetapi ada satu saksi lain.”

“Siapa?”

“Gabriel Moretti.”

Dante terdiam.

Nama itu kembali muncul.

“Temukan Gabriel. Aku ingin dia dibawa kemari hidup-hidup.”

“Baik, Don.”

Marco hendak pergi, tetapi Dante menahannya.

“Dan Marco…”

“Ya?”

“Jangan biarkan Bianca mengetahui apa pun tentang penyelidikan ini sebelum kita memiliki bukti yang jelas.”

Marco mengangguk.

Namun, setelah pintu tertutup, Dante mengambil sebuah foto lama dari laci.

Foto itu memperlihatkan dirinya ketika masih kecil, berdiri di samping Alessandro.

Di belakang foto tertulis:

Untuk Dante, anak yang akan mewarisi segalanya.

Dante memandangi wajah ayahnya.

“Kenapa kau melakukan ini?” gumamnya.

Ponselnya bergetar.

Sebuah pesan masuk dari nomor tak dikenal.

Jangan mencari Gabriel. Dia bukan satu-satunya orang yang mengetahui kebenaran. Tanyakan kepada ibumu.

Dante membaca pesan itu berulang kali.

Ibunya telah meninggal ketika ia masih sangat kecil. Selama ini ia hanya mengenal satu cerita: ibunya sakit dan meninggal setelah melahirkannya.

Tetapi bagaimana jika cerita itu juga kebohongan?

Sementara itu, Bianca berdiri di balkon kamar.

Angin malam menyentuh wajahnya. Ia mencoba menenangkan pikiran yang terus dipenuhi pertanyaan.

Dante adalah suaminya. Pria yang melindunginya, yang pernah berlutut di hadapannya, yang berjanji tidak akan membiarkan siapa pun menyakitinya.

Namun, sekarang ia tidak tahu apakah ia benar-benar mengenal pria itu.

Pintu balkon terbuka.

Dante masuk dengan langkah perlahan.

“Boleh aku mendekat?”

Bianca mengangguk kecil.

Dante berdiri di sampingnya, menjaga jarak.

“Aku sudah memerintahkan Marco memeriksa dokumen itu.”

“Bagaimana jika hasilnya membuktikan bahwa kita memiliki hubungan darah?”

Dante menatapnya serius.

“Kalau itu benar, kita akan menghadapi kenyataan tersebut. Aku tidak akan memaksamu melakukan sesuatu yang bertentangan dengan kebenaran.”

Bianca menunduk.

“Aku takut, Dante.”

Dante mengulurkan tangan, tetapi tidak langsung menyentuhnya.

“Aku juga.”

Bianca menatapnya terkejut.

“Kau?”

“Aku mungkin terlihat tidak takut pada apa pun. Tapi kehilanganmu adalah sesuatu yang tidak bisa kuhadapi dengan mudah.”

Mata Bianca mulai berkaca-kaca.

“Kenapa semua ini harus terjadi kepada kita?”

Dante akhirnya menyentuh tangannya.

“Karena seseorang ingin menghancurkan keluarga Vieri. Dan mereka menggunakan masa lalu untuk melakukannya.”

Bianca menggenggam jemarinya.

“Kalau begitu, kita harus menemukan kebenaran sebelum mereka menghancurkan semuanya.”

Dante mengangguk.

Mereka berdiri dalam diam, sementara jauh di dalam pikirannya, Dante mulai mencurigai satu hal: mungkin seluruh hidupnya telah diatur oleh Alessandro.

Di sebuah bangunan tua di pinggiran kota, Adrian duduk dengan kedua tangan terikat.

Wajahnya lebam. Bibirnya pecah, tetapi ia masih berusaha menatap para penculiknya tanpa rasa takut.

Pintu terbuka.

Vittorio Vieri masuk dengan setelan hitam dan tongkat perak di tangannya.

“Bagaimana keadaanmu, Adrian?”

Adrian meludah ke lantai.

“Persetan denganmu.”

Vittorio tersenyum tipis.

“Kau memiliki keberanian seperti ayahmu.”

“Jangan menyebut ayahku.”

“Kenapa? Bukankah kau ingin mengetahui mengapa dia menyimpan begitu banyak rahasia?”

Adrian mengangkat wajah.

“Apa yang kau inginkan?”

Vittorio meletakkan sebuah foto di atas meja.

Foto itu memperlihatkan Elena sedang menggendong bayi, sementara seorang pria berdiri di sampingnya.

Adrian langsung mengenali pria tersebut.

Rafael Moretti.

“Apa hubungan foto itu dengan Bianca?” tanyanya.

Vittorio duduk di hadapannya.

“Adikmu bukan satu-satunya anak yang lahir malam itu.”

“Aku sudah tahu.”

“Tapi kau belum tahu siapa bayi kedua.”

Adrian terdiam.

Vittorio tersenyum semakin lebar.

“Bayi kedua itu dibawa ke keluarga Vieri. Dan Alessandro membesarkannya sebagai pewaris.”

Adrian menatap foto tersebut dengan mata menyipit.

“Dante?”

Vittorio tidak menjawab.

Namun, keheningannya sudah cukup.

Adrian tertawa hambar.

“Jadi kalian menculikku hanya untuk memberitahuku bahwa Dante mungkin saudara kandung Bianca?”

“Bukan hanya itu.”

Vittorio mengeluarkan sebuah amplop putih.

“Di dalamnya ada surat dari Elena. Surat yang ditulis beberapa jam sebelum dia menghilang.”

Adrian menatap amplop itu.

“Apa isinya?”

Vittorio mendekatkan wajahnya.

“Elena meminta agar anaknya tidak pernah dipertemukan dengan anak Alessandro.”

Adrian membeku.

“Kenapa?”

Vittorio berdiri.

“Karena jika mereka mengetahui siapa ayah kandung mereka yang sebenarnya, sebuah perjanjian lama akan runtuh. Dan orang-orang yang membangun kekuasaan keluarga Vieri akan kehilangan segalanya.”

Adrian mencoba meraih amplop itu, tetapi Vittorio segera menariknya.

“Besok malam, Dante dan Bianca akan datang ke gereja tua untuk menemuiku. Saat itulah semua rahasia akan terbuka.”

Vittorio berjalan menuju pintu.

Sebelum keluar, ia menoleh sekali lagi.

“Oh, satu hal lagi, Adrian. Jangan terlalu berharap adikmu bisa menyelamatkanmu.”

Pintu tertutup.

Adrian menundukkan kepala. Untuk pertama kalinya, ia terlihat benar-benar takut.

Malam semakin larut ketika Bianca menerima sebuah panggilan telepon.

Nomor itu tidak dikenal.

Ia mengangkatnya dengan hati-hati.

“Hallo?”

Suara seorang pria terdengar dari seberang.

“Bianca Laurent?”

“Siapa ini?”

“Aku Gabriel Moretti.”

Bianca langsung berdiri.

“Di mana Adrian?”

“Aku tahu di mana dia berada. Tapi kau harus mendengarkan aku baik-baik.”

Bianca menahan napas.

“Katakan.”

Gabriel terdiam sesaat sebelum berbicara.

“Jangan pergi ke gereja tua bersama Dante. Itu jebakan.”

“Kenapa?”

“Karena Vittorio tidak berniat membebaskan Adrian.”

Bianca menggenggam ponselnya erat-erat.

“Lalu apa yang dia inginkan?”

Suara Gabriel terdengar semakin pelan.

“Dia ingin mempertemukan dua orang yang selama ini dipisahkan oleh kebohongan.”

“Siapa?”

Sebelum Gabriel menjawab, terdengar suara benturan keras dari seberang telepon.

Seseorang berteriak.

Panggilan terputus.

Bianca menatap layar ponselnya dengan panik.

Saat itu Dante masuk ke kamar.

“Ada apa?”

Bianca menoleh.

“Gabriel menelepon. Dia mengatakan pertemuan di gereja tua adalah jebakan.”

Wajah Dante langsung berubah.

“Dia mengatakan sesuatu lagi?”

Bianca mengangguk.

“Katanya Vittorio ingin mempertemukan dua orang yang selama ini dipisahkan oleh kebohongan.”

Dante terdiam.

Lalu ponselnya berdering.

Sebuah pesan masuk dari nomor yang sama sekali tidak dikenal.

Hanya terdapat satu foto.

Foto Dante dan Bianca yang berdiri berdekatan di balkon.

Di bawahnya tertulis:

Besok malam, kalian akan mengetahui siapa sebenarnya keluarga kalian. Tetapi hanya satu dari kalian yang akan pulang.

Dante menatap layar itu dengan dingin.

Ia kemudian memandang Bianca.

“Mulai malam ini, kau tidak boleh sendirian.”

Bianca mengangguk, tetapi pikirannya tertuju pada satu pertanyaan yang belum terjawab.

Jika Dante dan dirinya benar-benar memiliki hubungan darah, mengapa Alessandro membiarkan mereka menikah?

Dan siapa sebenarnya bayi yang selama ini dibesarkan oleh keluarga Laurent?

Bersambung…

1
nnda
ceritanya dipercepat kah kak? kok tiba² udah punya anak si Bianca sama Dante
Isabell: iya kak mohon maaf update hari ini agak amburadul 😖 ada bab yang hilang, nanti aku ubah dulu kak 🙏
total 1 replies
Frida
💪
Yiruma Nitya
Bagus loh kak sumpah, semangat terus, jangan lupa mampirin aku jg ya
Yiruma Nitya
Jadi penasaran
Zendyaa4
aku baca baca ini kak,tapi pelan pelan. semangat kakk💪
jangan lupa mampirr🤭
niaww
semngat trus kak isabelll
Isabell: terima kasih kak 😍semangat juga untuk mu kak 🥰
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!