Alina adalah seorang mahasiswa semester akhir yang tiba-tiba dijodohkan dengan anak sahabat orang tua nya yang merupakan dosen di tempatnya menimbah ilmu.
Sayangnya Farhan sudah memiliki kekasih yang sangat ia cintai.
Suatu hari Alina tidak sengaja melihat Farhan dan kekasihnya melakukan sesuatu hal yang menjijikan.
Bagaimana reaksi Alina saat tau laki-laki yang akan menjadi suaminya adalah orang yang sangat dia benci.
Ikuti cerita dari Mengejar Kesempatan ke dua setelah perceraian.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ibu Cantik, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
23
"Ma, pa, kenalin ini Alina yang aku bicarakan." dengan penuh semangat Azka mengenalkan Alina kepada orang tua nya.
"Hallo Alina, kami mama papa Azka,salam kenal kamu cantik sekali, persis yang digambarkan Azka." mama Azka menyambut Alina dengan hangat.
"Salam kenal Alina." papa Azka ikut menimpali.
"Salam kenal om, Tante."
"Mumpung ada Alina ayo kita foto bersama." mama Azka terlihat excited saat ada Alina.
Alina merasa tidak enak jika harus berfoto bersama orang tua Azka.
"Ga usah Tante, biar saya saja yang fotoin." Alina menolak dengan sopan.
"Udah gapapa, buat kenang-kenangan." Mama Azka meminta bantuan orang yang lewat untuk mengambil gambar mereka.
"Pak, boleh minta tolong fotoin kami?." Seorang pria lewat.
Saat orang itu berbalik Mata Alina langsung terbelalak, bagaimana tidak itu adalah Farhan.
"pak Farhan!." Pekik Alina.
Azka merasa tidak enak jika harus menyuruh dosennya untuk memfoto kan.
"Mohon maaf pak, mama saya tidak tau kalau bapak dosen." Azka meminta maaf.
"Ya ampun, maaf pak saya tidak tau." mama Azka juga ikut meminta maaf.
"Tidak masalah, mana hp nya, biar saya fotokan." bukannya menolak Farhan malah mengajukan diri. Mata Farhan terpaku pada Alina yang mencoba untuk menghindar.
Akhirnya Azka memberikan hp nya kepada Farhan.
Mama Farhan mengatur posisi Alina dan Azka di tengah, papa Azka di samping Azka sedangkan mamanya di samping Alina. Alina tidak bisa tersenyum, pandangannya terfokus pada Farhan yang juga menatapnya.
Azka merangkul pundak Alina, hal itu membuat Alina kaget dan membuat Farhan kesal.
"Satu dua tiga." foto pun diambil.
Setelah itu Farhan langsung pergi,Alina menatap punggung Farhan yang semakin menjauh.
...----------------...
Alina baru pulang malam hari kerena mama Farhan mengajak untuk makan bersama, Alina merasa sungkan untuk menolak.
Alina pikir mertuanya sudah tidur karena Alina pulang di jam lewat makan malam.
Saat memasuki rumah Alina di buat terkejut dengan Farhan yang duduk sambil memangku laptop nya.
"Pak Farhan?." panggil Alina dengan suara pelan.
Farhan mengalihkan pandangannya dari laptop menuju Alina.
"Pak?." ulang Farhan.
Alina menyadari kesalahannya,"Mas Farhan." revisi Alina.
"Dari mana kamu? jam segini baru pulang " Farhan menaruh laptop dan kacamata nya ke meja, kemudian dia mendekati Alina yang masih berdiri.
Farhan mendekat sampai hanya tersisa sejengkal dari Alina.
Alina menundukkan kepalanya, dia merasa bersalah atas kejadian hari ini.
"Kenapa tidak di jawab?." suara Farhan terdengar tenang tetapi Alina merasa seperti diintimidasi.
"Jawab Alina." Farhan sedikit menaikkan nada suaranya.
"Maaf." hanya itu yang keluar dari mulut Alina.
Farhan menghela nafas, kemudian dia memeluk Alina. Saat mendapatkan pelukan tidak terduga Alina langsung menangis.
"Maaf." Alina menyembunyikan wajahnya di dalam pelukan Farhan.
Farhan mengelus kepala Alina, Jangan nangis, aku ga marahin kamu, aku cuma khawatir karena ini sudah malam." mendengar alasan Farhan tangis Alina semakin kencang, Farhan membiarkan Alina yang sedang menangis.
Saat merasa tangisnya mulai reda Alina langsung menjatuhkan dirinya dari Farhan.
Farhan langsung menghapus sisa air mata yang ada di wajah Alina.
"sudah jangan nangis, masa udah besar masih nangis." suara Farhan sudah terdengar seperti biasanya.
Pandangan Alina malah fokus ke kemeja Farhan yang basah karena air matanya.
"Baju kamu basah." tunjuk Alina.
"Kalau begitu kamu tanggung jawab." goda Farhan.
Akhirnya mereka tertawa bersama.
...----------------...
Di tempat lain seseorang sedang merasakan overthinking memikirkan sesuatu.
Dia adalah Azka.
Azka merasa jika ada sesuatu diantar Alina dan Farhan.
Saat sedang foto bersama Azka melihat tatapan mata Farhan yang fokus ke Alina sedangkan Alina terlihat tidak nyaman saat ada Farhan.
Sebenarnya pikiran ini berawal saat Farhan berada di rumah Alina, tapi kecurigaannya menguat pada hari ini.
"Ada hubungan apa Alina dengan pak Farhan?."
"Apa aku tanya langsung sama Alina? tapi apa mungkin Alina bakalan ngaku.?." Azka semakin yakin jika ada hubungan antara Alina dan Farhan. Jadi dia memutuskan untuk mencari tau sendiri.