NovelToon NovelToon
The Character!! Kembali Menjadi Figuran

The Character!! Kembali Menjadi Figuran

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Menjadi NPC
Popularitas:163
Nilai: 5
Nama Author: dopamine girl's

Revano, seorang penulis, tiba-tiba terbangun dalam tubuh Vian-tokoh yang ia ciptakan sendiri.
Sialnya, tubuh itu rapuh, keluarganya berantakan, dan hidupnya jauh berbeda dengan apa yang ia tulis.

Revano mencoba memperbaiki semuanya. Namun semakin lama ia hidup sebagai Vian, semakin banyak rahasia yang terkuak.
Hingga perlahan, satu kebenaran menghantamnya:

Vian bukan sekadar karakter.
Dan mungkin... ia bahkan tidak benar-benar memasuki raga Vian.

Apa yang sebenarnya terjadi?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon dopamine girl's, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

13

Hari yang di tunggu-tunggu telah tiba - hari pertama sekolah . Vian telah siap dengan seragam baru yang kemarin ia beli dan juga tas serta sepatu yang sudah melekat di tubuhnya. Rambutnya di sisir rapih - bukan terkesan cupu tetapi menarik. Di beberapa sudut badannya ia semprot kan sedikit miyak wangi yang kemarin ia beli. Membuat wangi buah segar menguar dari badannya.

Ia tersenyum kecil , melihat penampilan nya dari kaca.rasa senang nya tak bisa ter tutupi . Membuat ke 2 pipinya bersemu memerah .

Ia melangkahkan kakinya yang beralaskan sepatu dengan gembira . Dengan tangan yang menggenggam erat tas ransel nya. Ia memasuki sebuah lift. Dan turun tepat di ruang makan. Di sana semuanya sudah berkumpul . Menunggu nya datang untuk makan bersama.

"Wahh anak mommy kok lucu banget sihh saat pake baju sekolah ", ucapnya. Ia mengiring Vian untuk duduk dan memberikan sarapan untuknya.

"Gimana perasaan nya hari ini sayang" ucap Diana tersenyum ke arah nya.

" Baik " ucapnya dengan senyuman yang menampilkan gigi seri . Itu terlihat imut apalagi dengan proporsi tubuh Alvian yang kecil dan juga kulit yang putih. Terkesan seperti anak kelinci salju.

"Syukurlah,Ouh ya Vian bi Inah akan datang ke sini Lo besok" ucap diana. Vian terdiam. Mengangguk asal sebelum ia teringat sesuatu yang terlupakan.

" Besok ya, mom bisa tolong bilangin ke Bi Inah untuk bawa semua buku di ruang rawat Vian dulu" ucapnya.

" Baiklah ,ada lagi gak ?"

"Gak, itu aja cukup . Tapi ingat semuanya ya jangan sampai terlewat kan soalnya semuanya berharga bagi Vian" ucap Vian . Diana yang berada di sana tersenyum kecil" baiklah apapun untuk pangeran kecil mommy "

Vano yang dari tadi menyimak terkekeh kecil melihat interaksi kecil itu. Sedangkan ashilla bergeming tanpa mengindahkan interaksi tersebut. Seolah dunia nya berbeda dengan orang-orang di sekelilingnya.

"As nanti jagain adik ya , soalnya adik belum sepenuhnya sembuh . Mommy bisa percaya kan pada ashilla kan?" ucap Diana hati-hati. Ashilla terdiam . Tidak ada senyuman seperti hari-hari terakhir mereka makan bersama. Matanya menatap dingin dengan mulut yang sepenuhnya rapat.

"Dek, mommy ngomong Lo " ucap Vano yang memperhatikan mereka. Ashilla masih diam namun kepalanya mengangguk kecil seolah menyetujui hal tersebut.

"Wahh ashilla kakak yang baik banget . Mommy percaya pada as pasti bisa jagain adek dengan baik" ucap senang Diana.

Berbeda dengan di luar permukaan yang tampak tenang mempertahankan raut dingin nya.dari dalam ashilla bergemuruh marah . Sesekali melihat ke arah Vian yang masih memperlihatkan senyuman indahnya dengan bebas.

"Dasar beban"

Setelah menyelesaikan sarapan , mereka keluar bersama menuju ke kendaraan masing-masing. Rangga ke mobil pribadinya , Vano ke motor kesayangannya.dan terakhir ashilla Vian ke mobil yang sudah di sediakan di sana.

Namun pagi ini ada sedikit keributan yang di timbulkan oleh ashilla. Karena dia gak mau menaiki mobil dan ingin boncengan dengan Vano.

"As jangan seperti itu ,kamu naik mobil temenin Vian . Kasian takut terjadi apa-apa selama perjalanan" ucap Vano yang mulai terdengar jengah mendengar rengekan ashilla.

"Gak mau bang,aku gak mau naik mobil!!, mau sama Abang naik motor"

"As kamu jangan begitu,kamu harus mencontoh jadi kakak yang baik , jangan kekanakan ya"

"Kita cuma beda beberapa bulan , bukan beberapa tahun bang yang artinya kita masih lah seumuran !!, lagian aku sama Vian sama-sama 15 tahun!!"

"As ini udah siang !! Nanti gerbang nya keburu di tutup "

"Gakk!!, as mau sama Abang!!" Ucapnya sedikit meninggi . dengan tangan terkepal menahan amarah yang tak bisa terkendali.

Diana yang memperhatikan dari tadi mulai menengahi pertengkaran itu. Sedangkan Rangga sudah dari tadi pergi karena ada jadwal miting pagi hari ini.

" Udah kok malah bertengkar sihh. Abang, Abang gak boleh marah sama adik, Abang harus lebih ngerti dan dewasa jangan ke bawa emosi hanya karena rengekan kecil adik. As kamu sekarang otomatis udah jadi kakak walupun umur kalian tidak jauh berbeda karena itu kamu harus lebih dewasa mulai sekarang!"

"Mom !! As biasanya juga suka di anterin Abang ke sekolah kenapa sekarang naik mobil ,aku gak mau mom!"ucap ashilla tak mau kalah sedangkan Vano sudah malas meladeni rengekan ashilla . Apalagi setelah mendengar nada tuntutan yang di keluarkan oleh ibunya. Ia benci hal itu.

Vian yang menyadari bahwa semua pertikaian itu terjadi karena nya pun buka suara. Ia tidak ingin hubungan keluarga ini kembali merenggang hanya karena nya.

"Mom aku bisa kok naik mobil sendiri , lagian ada pak Jamal yg mengemudi . Jadi kalau ada apa-apa kan ada pak Jamal nanti dia yang akan mengawasi sepanjang perjalanan Vian "ucap Vian berusaha meyakinkan ibunya.

Pak Jamal yg berdiri tak jauh dari sana tersenyum kecil sebelum mengangguk menyetujui perkataan tuan mudanya" anda bisa mempercayai saya nyonya ,tuan muda akan baik-baik saja " ucapnya .

Diana yang awalnya ragu pun perlahan mulai luluh , karena ia ingat jelas jasa pria di depannya . kalau bukan karena pak Jamal yg membawa Vian dengan cekatan saat Vian drop. Ia tak tau harus apa . walupun kenyataan .ia tau jawaban dokter pastilah masih sama.

"Baiklah , saya percaya pada anda pak "

"Makasih nyonya "

Setelah itu perselisihan bisa di selesaikan dengan cepat. Ashilla yang akhirnya bisa tetap pergi dengan vano mengunakan motor nya. Sedangkan Vian mengunakan mobil dengan pak Jamal sebagai sopir nya.

Setelah beberapa menit mereka perjalanan. Akhirnya mobil yang di tumpangi oleh Vian berhenti di sebuah parkiran . Gerbang belum tertutup dan masih banyak siswa-siswi yang berlalu lalang di sekitar sekolah. Vano dan shilla juga terlihat berhenti di samping mobil yang di tumpangi Vian . Mereka turun dari mobil dan menunggu Vian dengan sabar.

Vian keluar dengan perlahan. Sedikit ragu dan juga takut. Saat semua mata mengarah padanya. Banyak siswi yang terlihat bisik-bisik melihat ke arah nya sedangkan beberapa siswa terlihat tak mempedulikan nya. Perasaan Vian berkecamuk. Jantung berdetak lebih cepat . Dengan sedikit rintihan yg di keluarkan tanpa sadar.

"Adek kamu gak papa kan?, jika sakit lebih baik kita pulang sekarang . " Ucap Vano terlihat khawatir. Ia melihat wajah adiknya yang pucat pasi . Dengan senyuman yang terlihat menggemaskan dengan gigi seri nya." Gak papa bang , aku tadi cuman ke sandung sedikit" ucapnya berusaha menyakinkan Vano.

" Tapi kamu terlihat pucet banget dek" Vian menghela nafas nya. Melihat Vano dengan senyuman yang berusaha ia pertahankan " aku kan dari dulu selalu pucat bang. Jangan khawatir" santainya. Namun hal itu malah membuat Vano semakin khawatir dengan keadaan sang adik.

" Vian jujur pada Abang , jika kamu sakit bicara jangan di tahan sendiri"

" Bang beneran deh aku gak papa"

Vano terlihat belum sepenuhnya yakin . Tapi melihat bagaimana adiknya berusaha menyakinkan nya. Ia pun mengalah .

" Baiklah .. jika adek merasa tidak enak badan langsung telepon Abang. Nanti Abang susul adek ya" nasehat nya. Vian mengangguk dengan malas . Mendengarkan setiap wejangan dari sang Abang.

"Ashilla ,bang Vano?" Seru seseorang dari belakang nya.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!