NovelToon NovelToon
Dibeli Sang Mafia

Dibeli Sang Mafia

Status: tamat
Genre:Romantis / Mafia / CEO / Dark Romance / Tamat
Popularitas:81
Nilai: 5
Nama Author: Valéria Bezerra

Di lelang gelap, seorang gadis dijual kepada penawar tertinggi. Pembelinya adalah Hendra Wirakusuma, mafioso yang ditakuti seisi kota, dingin, berbahaya, dan terbiasa mendapatkan apa pun yang ia mau.

Sekar tak punya siapa-siapa lagi. Ia dikhianati keluarganya sendiri dan kini terkurung di rumah pria yang seharusnya paling ia takuti. Namun di balik tatapan dan tangan yang berlumur dosa itu, ada sisi Hendra yang tak pernah dilihat orang lain.

Antara bahaya, rahasia, dan perasaan yang tumbuh tanpa izin, mampukah Sekar bertahan? Dan sampai di mana seorang mafioso rela melangkah demi satu perempuan yang ia beli?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Valéria Bezerra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Mungkin

POV Hendra

"Untuk sementara kalian boleh tinggal di sini." Aku melakukannya demi Sekar, yang sudah termakan cerita kedua orang ini. Lagi pula, memiliki mereka di dekatku akan memudahkanku menyelidiki mereka.

POV Mirna

"Kamu yakin? Kami tidak mau merepotkan."

POV Sekar

"Setidaknya sampai Bibi dan Agnes bisa berdiri lagi."

POV Mirna

"Kalau begitu baiklah, Nak. Terima kasih."

POV Agnes

"Terima kasih untuk kalian berdua... Kami urus beberapa hal dulu lalu kembali membawa koper."

POV Hendra

"Akan kusuruh siapkan kamar untuk kalian." Mereka pergi. "Sekar... hati-hati, ya? Kita amati mereka pelan-pelan."

POV Sekar

"Kamu masih curiga pada mereka setelah semua ini?"

POV Hendra

"Sedikit, cantik."

POV Sekar

"Ya sudah." Aku tersenyum.

POV Hendra

"Kita naik sebentar sebelum makan malam?"

POV Sekar

"Ayo..."

Kami naik, dan saat aku hendak masuk ke kamarku, Hendra menarikku ke kamarnya dan menciumku sampai napasku nyaris habis.

POV Sekar

"Kamu tidak ada obatnya, ya?" Aku tersenyum.

POV Hendra

"Kamu yang bikin aku kecanduan." Kucium dia lagi.

POV Sekar

Aku buru-buru mengakhiri ciuman itu dan menarik diri. "Aku mau mandi dulu di kamarku."

POV Hendra

"Aku juga perlu mandi." Ia pergi. Aku mandi, mengenakan celana training, dan turun untuk makan malam.

POV Sekar

Selesai mandi, aku turun ke dapur.

POV Beti

"Sayang-sayang, kami tidak ikut makan malam bersama kalian. Anak-anak sudah menunggu."

POV Sekar

"Tidak apa-apa, Bu Beti. Nanti aku yang beres-beres."

POV Beti

"Kamu tidak perlu lagi melakukan itu, Sayang."

POV Sekar

"Bu Beti... jangan begitu, ah."

POV Hendra

"Aku yang bantu dia, Beti, silakan pulang. Terima kasih." Aku tersenyum.

Aku dan Sekar makan malam lalu membereskan dapur. Dan karena aku tidak sebodoh itu untuk menyia-nyiakan kesempatan, aku mendekatinya lagi.

POV Sekar

"Ah... HENDRA..." Ia membungkamku dengan satu lagi ciuman membara. "Kenapa kamu menyerangku setiap sepuluh menit?"

POV Hendra

"Karena kamu milikku."

POV Sekar

"Oh ya? Milikmu?"

POV Hendra

"Hanya milikku." Kucium dia lagi. Ciuman itu mulai memanas, lalu aku sadar dan segera melepaskannya.

POV Sekar

"Sebaiknya kita berhenti."

POV Hendra

"Nonton film, yuk?"

POV Sekar

"Ayo..."

Bel pintu berbunyi...

POV Hendra

"Siapa ya?" Aku membuka pintu.

POV Agnes

"Halooo." Aku tersenyum.

POV Hendra

"Oh, kalian."

POV Sekar

"Halo, masuklah, kuantar ke kamar kalian."

Kami naik dan kutunjukkan kamar mereka, Bibi di satu kamar dan sepupuku di kamar lain. Hendra memilih kamar yang paling jauh dari kamar kami. Setelah mengantar mereka, aku turun.

POV Mirna

"Bodoh." Aku tertawa. "Dengar, Agnes, kita harus pura-pura sangat baik dan rendah hati, ya? Perlakukan baik bahkan pelayan-pelayan kotor itu, bantu pekerjaan mereka, pokoknya jadi orang suci, sampai ikan itu masuk jaringmu. Setelah kamu jadi nyonya rumah ini, kita kembali jadi diri kita yang sebenarnya."

POV Agnes

"Ih, bakal susah."

Di ruang tengah...

POV Sekar

"Hendra, boleh aku minta sesuatu?"

POV Hendra

"Hmm..."

POV Sekar

"Bisa tidak kita tidak terlalu terang-terangan di depan mereka dulu, untuk sementara?"

POV Hendra

"Maksudmu, menyembunyikan hubungan kita?"

POV Sekar

"Bukan menyembunyikan, cuma tidak mencolok."

POV Hendra

"Sayangnya tidak bisa. Aku tidak mau menyembunyikan hubungan kita dari siapa pun. Aku justru mau mereka melihat bahwa kamu punya aku, dan aku tergila-gila padamu." Kucium dia.

POV Sekar

"Ya sudah... iya." Aku tersenyum. "Cuma jangan menciumku terus setiap saat, ya?"

POV Hendra

"Mungkin aku akan mencoba..." Kucium dia lagi.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!