NovelToon NovelToon
Kutukan Mbah Golok Sakti

Kutukan Mbah Golok Sakti

Status: sedang berlangsung
Genre:Komedi / Epik Petualangan / Sistem
Popularitas:1.6k
Nilai: 5
Nama Author: Soobin Chan

Reno Alvarez (25 tahun) punya visual secakep Yeonjun TXT, tapi statusnya tragis: PEngangguran JAkarta BARat yang hobinya cuma rebahan.

Nasib Reno mendadak korslet setelah nekat membuang golok warisan kakeknya ke tong sampah. Bukannya hilang, golok penuh daki itu malah auto-summon balik ke bawah bantalnya.

Reno resmi terkena kutukan Mbah Golok Sakti! Jiwanya mulai disedot paksa masuk ke berbagai dimensi absurd setiap kali tidur. Mulai dari dikejar zombie modal kolor Doraemon, operasi tenggorokan singa di Afrika, sampai debut dadakan jadi member TXT gara-gara Yeonjun asli lagi diare di toilet!

Setiap misi emang dapet cuan, tapi kalau Reno harus pindah dimensi terus nyawa bisa jadi taruhannya. Mampukah sang beban negara ini bertahan?

Warning: Jangan baca sambil minum, rawan nyembur! 🤣🔥

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Soobin Chan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 23. Alarm Saham Korslet

"DIT, BURUAN BANGUN, DIT! ADA DISKON PROMO SAHAM INVESTASI BESAR-BESARAN!!!" teriak Reno sekencang tenaga tepat di lubang kuping kanan Adit.

Jlegug!

Adit seketika tersentak kaget sampai bagian kepalanya hampir saja membentur keras kaca jendela mobil mewah miliknya.

Dengan napas memburu panik, ia buru-buru mengusap sudut bibirnya yang mulai tampak mengkilap akibat serangan cairan iler darurat yang keluar tanpa izin selama tertidur.

Adit celingukan panik ke arah kanan dan kiri, berusaha memastikan dengan sekuat tenaga agar tingkat kewibawaan agungnya sebagai seorang CEO muda di Abraham Company tidak luntur begitu saja, hanya gara-gara gangguan cairan gravitasi kasur tersebut.

"Udah nyampe di lokasi ya, Ren? Duh, agenda meeting sama klien besar tadi siang beneran bikin sel otak gue serasa berasap," tanya Adit dengan kondisi kesadaran yang masih agak linglung, sementara kedua tangannya sibuk membenarkan posisi kerah kemeja kerjanya yang agak miring berantakan.

Reno hanya tampak menganggukkan kepalanya cuek. Alih-alih memedulikan kondisi sahabatnya, ia malah sedang super sibuk mematut diri berdiri tegak di depan kaca spion tengah mobil.

Jemarinya bergerak lincah membenarkan tatanan rambut hitamnya yang harus tetap berada dalam kondisi paripurna dan estetik, meskipun beberapa jam yang lalu rambut itu sempat berstatus menjadi "makanan pencuci mulut" bagi sepasang singa betina galak di padang savana Afrika.

Tak lama setelah Adit membuka pintu dan turun dari mobil, dua buah mobil sedan mewah lainnya tampak merapat masuk ke area parkiran kafe.

Dari dalam mobil tersebut, muncullah sosok Rahsya dan Rakha. Keduanya melangkah turun dengan gaya jalan cool nan kharismatik khas pria mapan masa kini, lalu segera menghampiri posisi Adit untuk melakukan aksi salam bro-fist yang sangat maskulin di depan lobi.

"Hey, bro! Akhirnya formasi sisa geng kita bisa kumpul lengkap juga malam ini," sapa Adit dengan wajah semringah.

"Lo juga baru banget nyampe, Dit? Terus itu mana si Reno? Dia nggak ikut gabung malam ini atau jalannya telat gara-gara masih sibuk narik angkot keliling kota?" tanya Rahsya sambil kepalanya celingukan mencari keberadaan sosok sahabat mereka yang paling ajaib dan penuh drama itu.

Adit baru saja mau membuka mulutnya untuk menjawab, tetapi Rakha kebetulan langsung memotong kalimat itu dengan nada suara sarkasme yang sangat tajam.

"Nggak usah dicariin. Palingan juga itu anak sekarang lagi sibuk melakukan ritual dandan kosmetik selama tujuh hari tujuh malam di dalam mobil. Tuh, liat aja sendiri kelakuannya."

Rakha mengarahkan jari telunjuknya menunjuk lurus ke arah kaca mobil Adit. Di sana, di balik lapisan kaca mobil yang gelap, terlihat jelas siluet bayangan Reno yang sedang asyik memasang gaya berpose sok keren. Ia tampak tersenyum-senyum sendiri tanpa dosa, lalu sesekali mengedipkan sebelah matanya genit pada pantulan dirinya di kaca spion, seolah-olah dirinya sedang menjalani proses pengambilan gambar syuting iklan parfum Perancis mahal.

Adit dan Rahsya seketika langsung menggelengkan kepala mereka secara serempak, menatap ke arah Reno dengan seberkas tatapan mata penuh rasa iba yang teramat dalam.

"Kayaknya si Reno ini emang udah kelamaan menyandang status sebagai pengangguran Jakarta Barat deh, makanya susunan sel di dalam otaknya mulai bermutasi jadi halusinasi semua," bisik Adit dengan raut wajah penuh prihatin.

"Iya, bener bener. Ini pasti faktor akibat kelamaan menjomblo juga itu. Hormon kesepian di dalam tubuhnya udah menguap naik sampai ke ubun-ubun kepala," tambah Rahsya mengangguk setuju.

Rakha mendadak melirik ke arah Rahsya dengan seberkas tatapan mata meremehkan. "Ngaca dulu napa, Sya. Lo kan juga statusnya sama-sama sebagai makhluk jomblo spesies langka yang dilindungi undang-undang."

Rahsya langsung mendengus kencang, wajah tampannya merah padam karena tidak terima rahasia besar negaranya dibongkar secara frontal di depan umum.

"Enak aja lo kalau ngomong ya! Tuh, liat si Adit juga statusnya setipe dan selevel kok sama gue!"

"Eh, sembarangan lo bawa-bawa nama gue ya! Gue selama hidup udah pernah pacaran beberapa kali ya, track record asmara gue jelas dan berwibawa!" bantah Adit tidak terima martabatnya dijatuhkan.

"Nggak kayak lo berdua, jomblo karatan abadi yang saking lamanya hidup sendirian, mungkin ingatan di otak lo udah lupa bagaimana caranya pegangan tangan sama lawan jenis!"

"Udahlah, jangan malah berantem masalah jomblo di sini. Malu tuh dilihatin sama mbak-mbak kasir kafe, mendingan kita sekarang masuk aja ke dalam," potong Rakha tegas sembari kakinya melangkah lebar masuk ke dalam kafe dengan pancaran aura wibawa yang tumpah-tumpah ke lantai.

"Terus itu nasib si Reno gimana, woy? Masa dia mau ditinggal pasrah di dalam parkiran kayak kiriman paket salah alamat?" tanya Adit, melirik ke arah mobil mewahnya yang bagian bodinya masih tampak bergoyang-goyang sedikit karena Reno di dalam sana lagi asyik melakukan aksi catwalk duduk.

"Tinggalin aja udah. Nanti juga kalau pasokan bensin mobil lo abis atau dia udah capek sendiri ngaca di spion, dia bakal nyusul masuk sendiri kok," celetuk Rahsya sadis tanpa perasaan.

Mereka bertiga pun akhirnya melenggang santai masuk ke dalam kafe, tanpa pernah tahu kalau sosok Reno sebenarnya mendengar dengan sangat jelas semua obrolan roasting maut itu lewat celah kaca jendela mobil yang sengaja dibuka sedikit.

Reno mendengus kesal di dalam jok, lalu tangannya merapikan kembali kerah jas hitam pinjamannya yang aroma wanginya masih sangat harum parfum mahal milik Adit.

"Awas aja ya lo bertiga. Lihat aja nanti pembalasan dari gue, gue bakal sukses kaya raya tujuh turunan, delapan tanjakan, sembilan tikungan tajam! Total seluruh kekayaan perusahaan kalian bakal kelihatan kayak tumpukan uang receh recehan nggak berharga di mata gue!" gumam Reno penuh dengan tekad membara.

Meskipun sedetik kemudian hatinya langsung ciut merana saat teringat jumlah saldo di dalam kartu ATM-nya yang angkanya lebih mirip nomor darurat ambulance daripada angka tabungan bank.

Reno akhirnya melangkah turun dari dalam mobil, memasang ekspresi wajah sedingin es batu (yang realitasnya malah lebih mirip seperti wajah orang yang lagi menahan sakit perut darurat). Ia mulai melangkah lebar masuk menuju ke arah lantai dua kafe yang areanya memang sudah sengaja dipesan khusus demi menjaga privasi para "penguasa muda" Jakarta ini.

Di area lantai atas kafe, Aji—sang juragan pemilik kafe—sudah berdiri manis menyambut kedatangan teman-temannya dengan gurat senyuman lebar selebar pintu masuk.

"Wah, lihat nih siapa yang dateng! Dua bos CEO muda kita auranya berkilau silau banget, man! Secerah pemandangan masa depan tanpa ada beban cicilan pinjol!"

1
Zyren Vale
mampir dong Thor 🗿
umar aryo
lanjut thor.... bagus cerita dan gaya bahasanya...
Ed Troivan
lanjut thor 💪
Ed Troivan
💪💪💪👍👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!